Unsur Pengkhiatan

memasukkan unsur pengkhianatan

Setiap perjuangan seringkali dikalahkan oleh pengkhianatan. pjumlah pengkhianat lebih banyak dri pejuang kebenaran. Karena berkhianat itu tampaknya lebih menguntungkan dan lebih menyenangkan daripada perjuangan. Mereka tidak perlu untuk mengorbankan banyak hal karena mereka tahu bahwa mereka akan mendapatkan uang yang banyak sekali dalam pengkhianatan.
Aku kira kalau unsur pengkhianatan menjadi unsur yang sangta baik dalam ceritaku. Aplaagi ceritaku tetantang pejruangan seonrag yang tidak kenal lelah ia melawan kekejaman dari Mongol dan ia harsu merelakan naywanya karena kekejaman dari pasukan MOngol yang tiada taranya.
PAsti ada pengkhianta yang menyebabkan ia harus berjuang sendiri saja. Ini tidak bisa dibiarkan kalau menurutku ini harus dibenarkan diperbiki

Iklan

Mahasiswa Ngeyel

Jangan khawatir hadapi mahasiswa yang suka ngeyel. Saya lebih mendekati mereka dengan pendekatan yang saling menghargai dengan maksud menyetarakan mereka dengan diriku. Aku harap ini bukan untuk mmebuat mereka menjadi malah ngeyel. Aku kira dengan marah-marah tidak akan memberikan penyelesaikan malah membuat mahasiswa semakin antipati pada kita walau kadang marah memang perlu sebagai pendidik untuk membuat mereka menjadi rajin. Terkadang ada mahasiswa yang akan rajin kalau mereka harus mendapatkan dorongan dari dosennya. Ini sebagaicambuk.
Tteapi dari awal kita tidak boleh menganggap bahwa mereka adalah musuh kita ini yang saya kadang menganggapnya salah padahal mereka adalah anak buah saya yang harus mendapatkan transfer ilmu yang saya harus pandu.
KAdang kita berfikir untuk mencari uang lebih banyak lagi apalagi kalau mengajar di luar uangnya bisa banyak sekali namun kita seperti meninggalkan kewajiban pada mahasiswa kita.Jika dmeikian kita tidak bisa untuk memberikan yang terbaik bagi mereka.
Ada dari temanku yang bisa mengajar 30 dalam seminggu. uopfhh, aku tidak akan sanggup untuk itu . Aku lebih baik untuk menulis novel saja karena saya kira saya bisa untuk memberi beberapa hal mengenai pelajaran dalam buku itu. WAlau mungkin ada yang tidak menyukai tulisanku itu sih never mind. Saya harus bisa menerus menulis toh kalau saya diam juga saya tidak akan disukai oleh orang. Yang penting saya harus terus untuk berbuat kebaikan.

Pergi ke suatu tempat

bagi saya penting untuk seorang penulis pergi ke suatu tempat.

sayangnya tidak semua penulis bisa pergi ke tempat tersebut terutama kalau membayangkan tempat yang sangat jauh perlu biaya yang sangat besar misalnya kita ingin menulis tentang Usbekistan pasti kita akan sulit pergi ke sana karena biayanya akan mahal sekali. Pasti itu akan membuat kita menjadi jerawat. Padahal kalau sekarang memang tinggal mengalir Google dan kita melihat pemandangan yang baik sekali. Saya kira itu tidak menjadi masalah dia kadang film juga bisa melukiskan sedikit walaupun tidak keseluruhan.
Dengan begitu kita akan bisa untuk menuliskan gambaran mengenai alam yang ada. Tetapi sehat kita maka kita tidak bisa menggambarkan seluruhnya persis. Seperti kita ingin menggambarkan dalam satu ruangan pasti kita hanya menggambarkan sedikit saja. Seperti yang saya sudah sebutkan di catatan lain saya.
Saya membaca karya mengenai Orient Express karya Agatha Christie yang memuat mengenai detective terkenal Hercule Poirot. Saya berharap akan mendapatkan ide bagaimana sebuah perjalanan dari Suriah ke London menggunakan Orient Express akan banyak menemukan suatu perjalanan yang sangat indah sekali. Melewati berbagai negara dari Suriah Turki, Yunani Bulgaria, Yugoslavia, Jerman Perancis hingga berakhir ke London setelah menyeberang Selatan Channel.
Saya harus kecewa karena tidak ada pemandangan sama sekali dalam perjalanan tersebut setahu saya hanya Poirot menceritakan di Hotel di Istanbul.
Ini membuat saya yakin bahwa kita tidak perlu ke daerah tertentu karena kita tidak akan bisa atau tidak perlu untuk melukiskan sebelumnya.
Masalah penggambaran suatu situasi seperti halnya kita menggambar sebuah karikatur yakni kita bisa catch yang paling pentingnya. Misalnya kalau kita ingin menggambarkan Adolf Hitler maka kita cukup menggambar orang dengan rambut pendek serta kumis yang sepotong kecil dibawah hidungnya.
Begitu juga penggambaran mengenai pemandangan saya kira ada satu ciri khasnya misalnya kalau kita ingin menggambarkan suatu tempat di Paris yah kita gambarkan saja ada Menara Eiffel itu saja sudah sedikit mempresentasikan . Atau kalau setting backnya Jakarta, kita bisa menuliskan ada sebuah menara putih dengan ujungnya emas yang seperti api yang menyala-nyala. Itu cukup menggambarkan Jakarta.
Hal yang membuat kita khawatir adalah kita menuliskan hal yang salah. Misalnya kita menuliskan adanya trem dibkita baru. Tentu saja tidak ada . Meski fiksi kita kadang ingin melihat bahwa karya kita adalah karya yang asli..
Kalau kita salah nantinya tidak mengapa lha wong ini fiksi. Yang penting jangan karena kita tidak bisa pergi ke suatu tempat maka kita berhenti menulis. Ini justru salah. Kita bisa mencari gantinya walau kita tidak pergi ke tempat lain. Kita bisa kok melihat gambar Google misalnya kita ketikkan saja bagaimana gambar dari kota Tashkent. Jadi tidak ada alasan untuk tidak menulis bukan?

Mengedit ini penting kalau di awal

Jangan tunda untuk mengedit tulisanmu. Ini karena saya merasa pusing untuk mengedit banyak sekali typos ada ribuan item yang saya harus edit dalam novel saya. Hal ini karena saya yang maunya cepat-cepatan untuk menghasilkan target. Walau target memang harus dicapai namun juga melihat agar tidak seperti seorang yang hantam kromo dan tidak mau untuk melihat ke belakang.

Seperti yang saya sudah sebut bahw ajangan biarkan kita berbelok. Kita akan belok ke tempat yang jauh apabila kita selalu belok . Inilah pentingnya. Masih mending kalau cuma kesalahan ketik (typos) tapi kalau ide yang hilang maka itu akan repot lagi.

Jangankan menulis kalau seorang pengendara mobil juga kadang harus melihat ke belakang untuk membenarkan arah agar kita tidak menganggu hak orang lain yang mau jalan atau mau jalan ke arah yang lain.

Sama juga dengan mengedit kalau seperti saya yang tidak mempunyai kemampuan menulis seperti sistem sepuluh jari yang sesuai dengan orang yang ahli. Saya harus mengetik dengan dieja.

Saya mencoba dengan Google Keep menulis dengan suara saya yang melatih saya untuk berbicara sekalian namun karena Suara tidak mengenal titik dan tanda baca lainnya makanya jadi amburadul. Tulisan kadang berhenti pada suatu kalimat tetapi kadang juga nyampur. Saya tidak tahu mungkin kalau ada jeda maka ada juga tanda titik.

Sebenarnya keep juga bagus selain melatih kita bicara juga melatih kita untuk berbicara juga . Seorang penulis juga perlu untuk berbicara apalagi kalau terkenal maka harus mengadakan jumpa buku pers. Aku tahu mungkin saya yang selalu terus mengkhayal ala kulli hal saya juga harus melihat bahwa tulisan saya harus bagus.

Saya kadang ragu dengan tulisan apakah diary saya menjadi ketuaan dan tidak kekinian. Saya harus menembus pasar yang sesuai dengan anak muda sekarang ini dan berpikir seperti suatu yang baru.

Tetapi tidak mengapa saya rasa saya harus terus menulis saja. Ada keyakinan saya dengan sering rajin menulis justru akan membuat saya menjadi lebih baik lagi.

Hari pertama mengajar kembali

Hari ini pertama mengajar mungkin kaget karena tiga mata kuliah sekaligus maka mabuk rasanya hingga saya mengabarkan bendera warna putih. Saya keluar setengah jam sebelum waktu habis. Di kelas waktu sangat lama sekali dan mengajar membutuhkan pengetahuan yang luas.
Ada rasa senang saya yang saya rasakan ketika menyampaikan sedikit ilmu. Aku kita mereka mengerti ilmu yang sudah didapat namun mereka akhirnya baru tahu. Aku menjadi sedikit pusing karena konsentrasi berkurang dan aku memilih untuk menyerah.
Hal ini yang menjadikan saya untuk malas untuk mengajar karena saya merasakan bahwa saya tidak bisa mengajar. Saya rasa saya harus menguatkan tekad saya dan menyibukkan diri saya sebagai seorang penulis dan meyakinkan saya bahwa pekerjaan saya banyak sekali dan tidak ada waktu untuk membuat saya berpikir untuk santai. Hidup di dunia ini memang tidak santai dan kita mengejar kehidupan Allah. Walau kadang juga kita sering mengejar harta atau dunia saja. Kita tidak pernah untuk memikirkan hidup ini pada Allah karena godaan dunia terlalu manis sekali sehingga orang menjadi terperdaya karenanya. Saya juga harus hati-hati untuk itu. Sangat halus sekali antara Ikhlas dan pamer.
Padahal awal kita mengajar adalah untuk mencontohkan atau memberi pelajaran. Kalau sekedar materi sih bisa dibaca saja namun kalau lebih dari itu adalah kita sangat membutuhkan apa yang kita dapatkan selain dengan dunia materi.
Saya juga akan melaksanakan partisipasi dengan mahasiswa yakni berupa perhitungan dan mengajak mereka untuk bengkak menghitung agar mereka semakin ampuh dengan pengetahuan dan mereka bisa untuk mengerjakan soal. Minimal mereka mengerjakan soal terlebih dahulu dan untuk nantinya mereka akan bisa untuk mengerjakan soal.
Jangan kira bahwa belajar tersebut hanya terpaksa mengusung saja tetapi lebih jauh dari itu kita akan bisa untuk

Pentingya Catatan Harian

Pentingnya catatan harian

Bagi seorang mungkin sebuah catatan biasa saja. JUga tentu bagi orang biasa atau ordinarry people like saya biasa saja.Kalau awal dari pembuatan catatan harian dimaksudkan untuk melatih untuk menulis saja namun kini namnya catatan harian bisa lebih dari itu.
Ada yang curhat ke diary atau blog mereka yang setidaknya dapat menghiangkan beban dan juga bisa menambah beban kalau kita malah menghina atau menyinggung perasaan orang lain.
Kalau dulu catatan seorag kapten kapal sangat penting sekali karena catatan tersebut mereka sangat detail dan mengkaitkan dengan masa atau tanggal. Ini menyebabkan mereka bisa untuk meewati tanjung harapan yang panjang demikian lalu melewati negeri-negeri Amerika dan juga negeri di Asia untuk mendapatkan rempah-rempah. Kejayaan Portueges atau Portugal atawa Portugis memang bertahan dari abad 15 hingg abad 17 dengan adanya pesaing mereka Inggris yang menguasai lautan hingga tahun 1945 atau perang dunia II yang dikuasai oleh Amerika Serikat.
SO kita jangan meremehkan catatan kita. Mungkin bagi kita tidk bermnafaat namun bagi yang lainya mungkin sangta bermanfaat. Ini bisa menjadi cara untuk seorang melewati sesuatu. KIta bicara mengenai hidup kita saja bukan perjalanan dari Portugis ke Tanjung Harapan.
Ketika kita menulis mengenai cara menulis mungkinorang akan membaca dan memberikan isnpiras banginya untuk menulis. Ini penting sekali. mesi satu saja orang yang menyangkut . mudah-mudahan ia bisa mensahere pada teamnnya dan seterusnya untuk membagi pengalaman tersebut. KAu rasa kita harus membagi ilmu pengetahuan.
Tentu saja ada yang memnafaatkan denagn cara buruk. Yah seperti orang Portugis memanfaatkan catatan untuk mengeruk alam negeri lain. Mereka berlayar untuk keuntungan tetap yakinlah bahwa kita menulsi agar memberikan pelita bagi orang lain yang mengarungi hidup ini

Jangan Percaya Tanda

Tidak menganngap sial suatutanda

Jangan kita mengap sial terhadap sesuatu yabelum tentu akan terjadi. Kalau dulu oang sering menghubungkan buurng hantu dengan kematian. WOng, apa salahnya burung hantu. Ia bebas berpika ke mana saja yang ia mau berpijak tanpa ada orang yang mau untuk menyuruhnya dirinya.
Loh kalau di jakarta khan gak ad aburung hantu tiba-tiba kok muncul burung hantu. Ya kita hrusnya tidak ush parno begitu. Walaupun di kota ini tidak ada burung hantu namun burung hantu peliharaan oang bisa saja lepas dan terbang ke rumah anda.
Kalaupun bena rada yang mati maka itu sudha takdri dan tidak ada yang bisa merubah takdri tetapi kepercayaan kita pada adanya tanpa seperti itu justru merusak diri kita. Kalau kita mau percaya saja semuanya sudah diatur Allah maka kita tidak perlu resah dengan hal tersebut.
Kita manusia hanya berusaha saja dan kita tidak perlu untuk memahami tanda. Tetapi kalau pas ada orang galak ketemu dan kita mau ke suatu tempat pasti bawaanya tidak nyaman. Ini bukan serupa tanda yang saya sebutkan diatas. Kalau ad aorang marah nanati bawaaan kita maunya marah saja ke orang lain. Tapi saya sadar bahwa kia juga jangan mempercayai kalau ada orang marah tandanya orang tersebut adalah orang yang stress dan kita harus menjadi manusia yang tenang menghadapi orang yang demikian karena hal itu hanya makin membuat kita stress saja. KIta ahrus tenag dan jangan mempercayai tanda-tadan etrsebut.

Kalau Tidak senang Enak Badan

Kalau sedang tak enak badan

Jangan sampai kita menghilangkan minat kita untuk selalu menulis dan berbuat yang terbaik bagidiri kita.KAlau kita mempunyai sesuatu yang hebat yakni kemampuan kita untukmenulis mengapa kita tanggalkan kemampuan seperti itu padahal kita mempunyai satu kekuatan dalam tempat itu atau pos itu maksudnya adalah kemampuan kita menulis.
kalau saya justru untuk mendiamkan itu maka saya akan kehilangan monentum.PAdahal ini adalh sesuatu yang arus saya hargai. Kalau tidak saya menghargai maka siapa lagi yang akan menghargaitulisan saya.
Cuma memang capek dan kadang dengan menetapkan target yang sudah saya tetapkan sebelumnya.
SAya menjadi capek karena saya harus menyelsaikan seperti itu. Hingga pada satu titik hingga saya harus lebih santai dan tidak lupa untuk menyelesaikan tulisan saya.
Tulisan bagi saya harus selesai sama halnya dengan show must go on. Setiap usaha yang saya lakukan harus mempunyai produk. KAlau saya diam saja maka saya akan menjadi beku untuk menulsi dan tidka ada cara yang baik selain kita menulis terus .KAlau kita diam saja maka kita tidak akan mendapatkan apa yang kita maui.
Saya merasakan bahwa saya harus menyelesaikan hal ini karena sya tugasnya banyak sekali. Banyak kewajiban kita yang kita lewatkan begitu saja dan kita tidak sadar telah menghabiskan waktu

Kedepankan Tulisan dari game atau browsing

Senang sekali main game dan browsing akibatnya bsa sampai dua jam dan menulispun tidak ada yang bisa dilakukan . Hanaya menulis jurnal saja. Penyakit ini memang bsa menimpa penulis yang blum komitmen.
Untuk mengatasi hal itu dengan cara kita membangun kesadaran bahwa game dan browse mungkin bermanfaat namun pekerjaan menulis harus dilakukan. KAlau browse saja yang terus menerus maka bisa saja kita cuma tertarik pad ainfomasi namun kita tidak tertarik pad mneulis. Tentu saja hal ini mnejaid salah karena kita juga ahrus menulis untuk menghasilkan sesuatu. Seperti komitmen saya bahwa saya ingin menulis untuk sebagai produk atau karya saya.
Aku ingin mnyeisati dengan menusli sambil nge game jelas kita pasti lebih berta nge game karena permianan game lebih menairk kalau kita mau menelusuri sesuatu. Tapi dengan menusi sebanrnya kita lebih menarik karena kita dengan bebas berekreasi dan mau ke aman kita. Saya sendii ingin sekali ke danau kaspia dimana di tengahnya ternyata ada pulau dan dulu katanya sebagai tempat pelarian orang Khawarazm dari kejaran pasukan Mongol pimpinan Jengis Khan.
seperti apa tempat itu saya tentu tidak tahu. Aku juga ingin bertualang ke suatu tempat yang saya rasa baru untuk menemukan saudara seperguruan yang sebanarnya dalam hidup nyataku tidak ada. Tetapi semua orang mempunyai pencarian untuk
Tetapi sebuah pencarian seerti ini adalah sesuatu yang mengasikna sayang saja kadang saya menjadi lebih sukan main game walau pun game juga kadang memberikan sebuah ide cerita mengeai petualangan tetapi sydahlah saya rasa Saya tidak usah membahasnya karena hal itu justru akan membuat saya menadi maslah lagi.

Harus kita tekadkan bahwa menulis baik dan browsing juga baik karena kita menemukan ide dalam browsing tersebut, Jstru dengan hal itu kita bisa menulis namun kalau kita berlama-lama browssing maka itu akan menjaid masalah karena kita cuma brwsing. cuma banyak teori di kepala kita namun belm ada satu lembar tulisan. Nah kalau begiin ikita tidak akan menyelsaikan.

Kembali mengganti Media

Daud di pohon bidarku berwarna ada yang kekuningan dan seperti ada tepung diatasnya. Di balik bawah Dau ada tanda hitam . Aku tidak tahu tabda hitam itu dari apa. Saya merasa jijik kalau itu dihasilkan oleh lalat karena bisa menimbulkan penyakit.
Awalnya saya ragu kapan mau memindahkan kareba khawatir kalau memindahkan malah akan membuat masalah kalau membuat tanaman akan semakin sakit.
Tetapi aku harus mebganbil raiaiko Seba. Kalau didiamkan juga pasti ada risikonya . Kalau pemindahan bisa mmematikabpohon. Dan hari ini saya lihat daun yang masih muda yang di bagian bawah lagi. Tetapi sebagain masih segar. Saya siram saja daunnya.
Memang tanah pada pot sebelumnya keras sekali. Aku menyangka ini tidak baik karena akan membatasi pegerkana pohon. Pohon yang tadinya mau tumbuh besar terhalang. Seharusnya ia bisa bergerak namun tertahan. Saya rasa saya tepat menggantikan media yang porous agar bisa masuk ke tempat di segala oit.