Rasanya belum Sukses

Apa jadinya kalau mendengar orang sukses? Ya rasanya mau menjadi sukses. Kalaupun kita sudah mencapai sesuatu mungkin kita mau lebih sukses lagi. Begitu terus sehingga mahasiswa tidak ada puasnya dengan hal itu . Tetapi bagi kita kita harus bersyukur.

Kita mungkin tidak bisa mengukur hidup kita dengan ukuran orang lain. Pasti tidak karena kita tidak akan mau dengan hal itu.

Semua orang mempunyai sesuatu cita-cita yang berbeda dengan yang lainnya. Mungkin kita ahrus diongatkan lagi dengan rasa syukur. Seperti ibu saya yang selalu bersyukur dengan apa yang ada di dapat oleh diriku. Aku menjadi malu kalau mendengar di beliau. Apa yang kita dapat sungguh kita harus bersyukur dengan hal itu.

Jangan kita membandingkan dengan orang lain. Kita harus lebih istighfar dengan hal itu karena kita sudah melupakan Allah yang telah berjasa pada kita.

Mungkin hidup kita yang santao ini adalah yang menjadi idaman beberapa orang. Aku kira aku tidak perlu untuk membandingkan. Sebagai motivasi boleh saja namun. Kita jangan mengejar terus dunia

Tidak perlu tersinggung dengan yang Orang bilang karena setiap ornag berbeda. semuanya sudah ada rezekinya masing-masing. Ya Allah jadikan hambamu ini hamba yang bisa bersyukur dan jangan jadikan saya menjadi hamba yang suudzhon.

Apa yang anda senang bicarakan?

Aku jengkel kalau mendengar orang yang mengomongi orang yah gosip. Gosip itu memang enak kalau kita yang buat tapi kalau kita yang denger aangat sakit sekali apalagi kalau omongin kita.

Apa sih materi gosip? Yah tidka lain adalah bentuk kekeselan orang terhadap orang yang mereka kenal. Orang tersebut tidak mungkin menggosipkan orang yang tidak dikenal yah kecuali publik figur.

Kita tidak bosan-bosannya untuk meributi hal tersebut. Materi itu diulang-ulang sampai berbusa juga kita tidak bosan. sambile berulang kita hembuskan omongan kita. Kadang kita menambah bumbunya.

Kalau membaca Al Qur’an kita malah bosan. Kita merasa bosan dengan kisah yang ada di Al Qur’an padahal semua itu adalah petunjuk hidup kita di atas dunia. Kita masa malas dengan hal tersebut padahal kita mau berjalan lurus.

Kita seperti alergi dengan Al Qur’an. Padahal ia adalah yang bisa menyelematkan kita nanti di akhirat. Aku harus merubah hal ini. Kadang memang sulit kalau kita berada di komunitas dan lingkungan. Oleh karena itu kita harus bersemangat dengan mempelajari Al Qur’an.

Kalau bsoan berarti memang kita yakni ada yang salah dengan hati kita. Tentu saja kita memohon kalau kita memiliki hati yang bersih agar kita mudah beribadah.

Wallahu ‘alam bi showab

Menghentikan penelitian

Sebagai dosen kita wajib meneliti. Itu Saudah menjadi pengetahuan bagi kami
Tetapi syaangnya tidak semua mempunyai keterampilan seperti itu. Hanya segelintir saja dan tentu saja yang tidak sibuk dengan hal itu. Lain halnya kalau kita sibuk dengan hal yang lain.

Ingin rasanya membantu dosen lain untuk penelitian namun apa daya karena saya pikir tidak bisa menyediakan waktu maka saya juga tidak bisa untuk menawarkan.

Saya pikir kita harus meneliti walau saya harus mengerjakan proyek saya wlqau tak ada duit yakni proyek buku dan juga pelajaran sejarah. Saya kira ininjuga cukup penting meski belum mendatangkan uangm saya ingin membantu orang lewat tulisan saya dan saya mau mencari nafkah untuk menghidupi keluarga saya. Saya rasa itu tidak memalukan. Saya mau berbuat untuk mencari nafkah.

Kalau saya bandingkan dengan dari saya dengan orang lain jelas jauh berbeda. Saya kini bisa dikatakan belum mapan. Seperti di tulisan sebelumnya tetapi saya mau mengejar ketinggalan dengan membuat aset. Saya ingin membuat buku atau minimal banyak tulisan agar saya bisa menjual "aset saya" tentu saja mudah-mudahan saya dapat untuk memperoleh penghasilan

Kalau orang mungkin punya Fortuner aku juga bisa bangga kalau aku mempunyai asset yakni berupa buku. Ini lebih berhqtaha tanpa mau menyombongkan diri namun saya ingin memotovasi diri saya..kalau buku laku maka bukan tidak mungkin kalau saya bisa lebih dari Fortuner

Ini adalah amal kita. Kalau ada yang bilang kita harus menanidnginorang dengan ibadah yang banyak. Nah mudah-mudahan ini bisa mendorong kita untuk selalu beribadah.

Sungguh kekayaan tidak bisa kita banggakan
.kalau kita posting di FB ada yang kaya maka mungkin kita akan minder. Kita habya bisa memanfaatkan ada yang pada diri kita. Itulah yang artinya kita bersyukur dengan apa yang kita miliki.

Saya selalu mengingat Ibnul Qoyyom Al Jauziyyah yang banyak bukunya. Kenapa para dosen tidak memulai membava buku dan juga menuliz buku dari sekarang. Hal itu tidak akan menyakitkan diri kita.
.

Berbuatlah HAri ini

Berbuatlah untuk hari ini

Bukan malas dari pikran yang disematkan oleh orang

namun mmenag terkadang kita merasa stuck untuk

berbuat sesuatu. Nah ini karena apa? Kalau

mudahnya orang memberi stabel atau melabelisasi

(mudah-mudahan bahasanya benar) pad aorang yang

gagal karena malas.

Bukan ada maksud untuk mebela diri sendiri yang

belum mapan sampai saat ini. Ya, saya akui belum

mapan sampai saaat ini karena ukuran mapan adalah

mempunyai tunggangan dan juga mempunyai rumah atau

wisma dan juga mmepunyai kendaraan.

Tapi aya mungkin sedikit [eduli akan hal itu. Saya

mau hanya bekerja saja. Boleh saja saya tidak

mempunyai kendaraan namun saya harus mempunyai

aset yang menjadi kenaraan baik di duni mau pundi surga nanti.Adalah buku yang menjadi incaran saya.Saya mau menjadikan buku sebagai aset saya.

Saya sadari menulis buku itu bahkan membutuhkan banyak waktu dan juga sangatmembutuhkan untuk riset untuk mmebuat buku tikda asal-asalan. Mungkin ini adlah alasan klasik agar tidak menulsi

buku. Tteapi anda tahu bahwa memang sulit sekali untuk menembus penerbit. Nangi kalau anda sukses mungkin orang ataupenerbit buku malah mencari tulisan anda.
Anda jangan kahwatir dengan hal itu. Memang kalau
kita bekerja terlebih dahulu kita membuat produk terlebih dahulu dalam hal ini buku maka kita harus bekerja lebih banyak lagi.

Hanya sedikit enulis buku tidak seperti zaman dahulu yang pekerjaannya adalah menyalin buku.Kini semuanya tidak bisa untuk melaukan hal itu karena katanta sekarang serba digital.

YAh ini sedihnya buku sebagai suatu penemuan purbakanla karena smeuanya kini masuk dalam era digital sleain alsan dari pengehmatan kertas juga membuat orang untuk menghemat tulisan. Padahal kalau masalah sampah plastik sangat berbahaya dari ini
Mungkin mneusli juga akan menjadi sesuatu yang langka bagi mereka karena mereka tidak lagi tebrias amenulis surat yang ada adalah mereka bis menulis

Kerinduan Menulis Lagi

Bagi saya menulis adalah kenikmatan menjadi lanjutan saya untuk merasakan kenikmatan yang saya rasakan. Yah,ketika saya terus menerus untuk merasakan tulisan itu.

Oleh karena itu maka jangan kita hentikan kenikmatan tersebut karena akan mmebuat kita semakin lancar dalam menulis. Tanpa terasa betapa banyak tulisan ini namun belum juga membuat buku.. ooh pastinya sudah hanya saja belum ditebritkan. USaha ke penerbit sudah hanya saja saya tidak dipublish.

sayangnya saya sekali saja. Pdahal saya mendengar penulis sukse berulang kali ditolak. Nah karena dnegan penolakan tersbeut malah menuatkan mereka. Mencari kesalahan dari buku mereka sehingga menghasilkan buku yang best seller.

Memang ingin membagi ide dengan orang lain walau mungkin tidak semua orang suka dengan ide kita.Tetapi tidak masalah semua orang juga berhak untuk mempunyai pemikiran yang lain karena dunia ini adalah bebas .

saya hanya mengajak saja ke arah kebaikan. Sleebihnya smeua terserah dengan mereka. Walau kebenaran itu adalah mungkin relative bagi orang lain. Tetapi aku hanya mengikuti agamku ISlam saja. walau saya yakin saya juga bebruat menyalahi aturan Islam namun aku bersemangat untuk menjalani hak tersebut.

Saya akan bekerja dan untuk memenuhi kebutuhan hidup saya. Mudah-mudahan itu tidak salah denganhal itu.

Saya berjlan di jembatan dengan semangta untuk tetap memberikan perbaikan bagi mahasiswaku. Aku harap mereka menjadi sukses dunia dan di akhirat. OH ya kadang lupa doa dengan ibu yah kadang saya mengingat dnegan hal itu.

Mungkin ia senang di alam sana.

Belanja lebaran

Kalau belanja lebaran di hari yang menjelang lebaran sangat sulit sekali karena kita berhadapan dengan orang lain yang juga ikut untuk belanja.

Oleh karena itu sebagain sedikit orang belanja pada hari ini. Mungkin ini akan mengurangi risiko berdesak-desakan pada hari aelitat lebaran. Kalau desak-desakan bukan malah kita mebjadibbatal puasanya kalau kita belanja di Ramadhan. Seperti tahun lalu saya melihat kalau kereta sampai Rusak karena mengangkat beban yang sangat berat. Orang pasa berjubel di akhir bulan menjelang puasa. Hipotesis saya meyakini kalau mereka belanja.

Harga paatinlebih mahal karena demand sangta tinggi sekali. Menawar atau nego harga akan sulit sekali karena pedagang tahu kalau harga akan lebih mahal .

Untungnya kalau bulan puasa pasti mode nya terbaru. Kalau di luar bulan Ramadhan mungkin belum pada datang model-modelnya. Tetapi saya rasa tidak mebgapa karena saya pikir tidla begitu jauh model yang akan ada.

Kalau kita tidak jeli maka kita mungkin kita akan memilih sebelim lebarannhanya saja memang tidak setiap orang punya waktu kecuali pekerja informal

Ketika kita sedang belanja mungkin kita harus memanfaatkan waktu kita agar tidak kosong melompong saja. Seperti penulis akan memperhatikan tulisan yang ia selalu menilai yang membuat ia akan menjadi jago ketika mereka menulis.

Kenikmatan Menulis

Kenikmatan Menulis

Kalau nikmat makan seperti apa? salah satunya kenyang kita mempunyai perut yang terasa kenyang dan terisi. Kalau belum kadang kita juga akan terasa kurang. Apalagi yang suka makan. Mungkin lain halnya yang kurang suka makan.

Adapun soal rasa memang berbeda. Ada yang doyan dengan bumbu yang banyak. Yang sepert ini pasti seleranya sangat tinggi dan doyan dengan makanan.kalau yang kurang bumbu pasti makannnya kurang makan .

Bagaimana kalau menulis. Yah menulis juga suatu kenikmatan sebelummnya awalnya kita menjadi sulit sekali karena merasa terpaksa namun setelah itu kita bisa menjadi merasamenikmati untuk menulis. Ketika kita menulis kita bebas untuk menulis apa saja.

Kita khan bebas kalau kita pergi kemana saja dan menuliskan kita . Hanya saja kita tidak boleh bohong dengan hal itu . Ya, menulis juga jujur. Bagaimana dnegan fiksi. NAhini peluang kita untuk menulis khayalan tingkat tinggi kita. Asal kita bilang fiksi hal itu maka tidak menjadi masalah. Hal yang menjadi masalah adalah ketika kita menulis fiksi namun kita mengklaim smeua itu faktaHal ini tentu tidak dibolehkan sama sekali.

Baiklah kita menikmati tulisan kita. KIta anggap kita ke suatu tempat.Kita menjadi petunjuk bagi orang yang belum pernah ke sana. Sedikit informasi mungkin akan sangat berguna bagi orang yang menjalaninya.

Justru kita menikmati pada saat itu. Seperti kita menikmati jalan ke puncak. Kita melihat kanan kiri puncak yang penuh dengan pohon cemara. Tetapi hal itu memang sulit.

Ketika kita menuliskan kata berharap kalau tiap kata akan memberikan pahala bagi diri kita. SAya ingat pesan Ibnul Qoyyim kalau tulisan menjadi amal dari diri kita. SAyangnya mungkin tidak banyak yang akan mengerti hal itu karena memang tidak banyak orang yang mau seperti itu.

Hanya saja dalam proses itu manusia tebruru-buru. Ingin mau membuat buku tanpa riset yang penting asal kita bisa untuk cetak bukudemi mengejar cum. Nah , kalau begini yang ada hanya buku yang asal jadi saja. Tentu kita tidak mau seperti ini. Kita harus menikmati setiap prosesnya agar kita menjadi lebih baik dan menguasai ilmunya.

Tidak fokus

Ketika saya menutup jendela di kamar, aku langsung pergi keluar
Aku khawatir burung yang belum dibersihkan dua hari akan kotor. Benar saja Burung itu sudah kotor. Saya jadi membersihkan burung itu walau saya merasa bosan dengan hal itu. Saya rasa saya seharusnya tidka memelihara burung pemakan buah karena burung tersebut sulit unutk dibersihkan. Burung tersebut setidaknya harus sekali dalam sehari dibersihkan. Saya ingat dengan Buri Kalimantan (Eos Borneo) teyangga saya. Warnanua merah bagus sekali dengan warna kombinasi hitam.
Dulubtidak begitu kenla burung namun si empunya juga sebenarnya tidak menyukai burung hanya saja merrka sepertinya haruaemberaihkqn saudaranya yang rumahnya ditempati. Setiqp sore saya melihat burung tersebut disemprot.
Saya sebanrnya ingin menggunakan sistem seperti itu. Hal itu agar burubg tersebut menjadi bersih selalu.

Hanya saja kandang kapsul tidak memungkinkan seperti itu karena ada tebok yang menampinh air. Karena itu kalau membersihkan harus dibuka tidak seperti kandqng besi yang kalau mau dobesrsihkan disiram dan kotoran lari ke samping.

Oh ya masalahjya bukan burung tetapi pekw5ejaan yang tidak fokus hal itu menjadikan aku tidak menyelesaikan pekerjaanku. Aku harus fokus untuk itu hanya itu yang saua tahu. Jika tidak maka aku tidak akan menyelesaikan masalah.

Memamng sulit untuk itu tetapi harus coba
.saya sellau ingat learning curbe yang diajarkan oleh teman. Kita pakai Learning curve tersebut untuk menyelesaikan segala pekerjaan yang sebenarnya banyak sekali.

Pendorong Kita

Tidak kerja di hari Minggu

Hari MInggu mungkin sulit bagi kita kalau kita memikirkan kerja. Kecuali kerja kita adalah hobi makakita tidak bisa bilang untuk tidak bekerja. Mungkin kita selalu teringat dengan dunia. Karena itu saya malas dengan memnjawab hape yang bunyi karena saya sibuk sekali untuk memikirkan liburan.

Maaf bagi rekan kadang tidak membalas karena saya tidak mau teragnggu di hari Minggu. Apalagi dengan Mahasiswa yang mau menanyakan bimbingan . Ini pasti nete sekali dengan hal itu karena saya harus membuka bimbingannya lagi.

Saya rasa kita libur saja di hari ini arena memang capek sekalu setelah enam hari kerja. MUngkin kalau kerja sejarah tidak apa- apa. Karena saya mau untuk bekerja dalammemepelajari sejarah hal yang menarik.

Sebenarnya ini juga menjadi beban. Utamanya kita memang bekerja dengan sepenih hati. Tidak mengeluh dengan pekerjaan kita.

Hanya saja ada yang merasa terjebak dengan rutinitas. Ini justru sangat sulit sekali karena menderita. Tetapi walau demikian diambil. Maklum kerja sulit sekali. Orang yang sudah titel tinggi sulit untuk mendapatkan pekerjaan. Ini bukan bohong-bohongan tetapi kita lihat kalau seorang doktor susah mencari kerjaan. Sbenarnya karirnya bagus karena kesalahan dari etika ia dikeluarkan. Ah kalau saya pikir kesombongan dirinya saja yang tidak mau untuk mendpatkan sedikit uang. Kalau saya pikir ia sendiri mamapu menekan sedikit egonya maka ia tidka mesti mengemis untuk mendapatkan posisi yang sedikit saja. Yah tapi bagaimana nasi sudah menjadi bubur. ini mengingatkan saya untuk tidak lagi menyombongkan diri.

Yah sudahlah kalau tidak bisa bekerja kenapa kau keana-mana. Biarlah ini juga maksudnya untuk kita agar menata waktu.

Semua orang mempunyai waktu yang sama oleh karena itu semua juga harus memanfaatkan waktu yang 24 jam ini karena kita tidak tahu kapan kita untuk

pada saat ini juga kita harus memperbaiki dulu cara kerja kita. Kita ahrus menetapkan target untuk menjadi pendorong kita menjadi lebih maju lagi. Terkadang setiap pendorong agar kita menjadi maju.

Membuat Pertanyaan

Dahulu saya kira menjawab pertanyaan adalah hal yang paling sulit sekali.Hal itu karena orang yang menjawab harus selalu pandai . Ia harus dibekali dengan ilmu yang banyak sekali  untuk menjawab. Kalau tanyanya lurus maka itu tidak sulit sekali namun kalaunanyanya sudah kemana-mana maka akan lebih sulit lagi.Oleh karena itu seorang dosen harus banyak belajar.

Ketika saya memberi tugas mereka paper. Saya berisi syarat yang penting satu halaman A4 saja. Itu sangat sulit sekali bagi mereka. Ya, rasa malas diakuasai oleh mereka karena mereka tidak mau mengerjakan. Sebagaiseorang dosen memang kewajiban untuk mendorong agar anak mau bekerja. Kalau soal nilai biarlah mereka yang merasakan.

Karena itu saya ingin membuat pertanyaan bagi mereka. Maksudnya untuk menyuruh mereka untuk membuat paper dengan sejumlah pertanyaan. Saya kira saya pikir mereka akan menjadibisauntuk membuat paper.Seperti saya lakukan untuk membuat buku maka saya membuat pertanyaan dalam dirisendiri. Memang ada seorang penulis best seller menganjurkan untuk membuat bahasn terlebih dahulu namun bagiku itumenjadi kaku. Kita ahrus fleskibel.

Bagaiman kalau hasilnya menjadi Tanya jawab. Tidak mengapa saya rasa itu akan membuat mereka seperti kumpulan Tanya Jawab. Bukankah kita pernah melihat ada buku menegani Tanya Jawab. Aku kira tidak mengapa?  Mau menulis saja zaman sekarang sudah hebat rasanya. Sekarang menulis adalah kemampuan langka.

Nah kembali lagi ke pertanyaan. Say amenjadi binggug dengan apa yang saya akan tanyakan ? Memang ada who, what, where, when, why and how tapi apakah bisa diterapkan pada semua hal. Seperti misalnya Kruskal Wallis . Mungkin pertanyaan where  tidak akan penting. Kita tidak akan penting untuk bicara dimana rumus itu ditemukan dan dimana digunaka. Karena ini ilu statistic yang berarati kita hanya untuk menilai rumus tersebut.

Hal yang dapat kita cari adalah mencari contoh pertanyaan. Ini mungkin shortcut tetapi hal ini sbenearnya juga proses untuk belajar.Kalau kita meniru itu proses belajarsampai pada satu titik kita bisa untuk berjalan sendiri.