Jangan cinta berlebihan

Ketika terjadi rekonsiliasi yang tabdanya bertemu ahatara dua calon presiden tersebut maka seolah salah satu pendukung buyar. Meski pertemuan itu hajay informal dan biasa namun di politik mana ada sih pertemuan yang biasa saja.
Ya tentu bagi pejuang di kubu satu yang sudah lelah memperjuangkan pemimpinnya menjadi kecewa dengan hal itu. Seolah mwreka dikhianati oleh sang pemimpin.
Memang ada aebagai pendukung terpelejar yang sudah tahu kalau pilihan mereka bukan pilihan yang terbaik tapi apa mau dikata kalau mereka harus memperjuangkannya untuk memperoleh pemimpin yang lebih baik dari yang sudah ada.
Yang penting seharunaya mereka intropkesi kalau kita mencintai manusia itu ada batasnya. Ketika mereka sudah melenceng dari kebenaran maka yang ada kita kritik mereka. Kita tidak perlu untuk mengikuti mereka.
Indonesia inibgudanya manusia. Terkadang saya pikir masa sih tidak ada seratus ornag saja yang menjadi pimpinan. Ada . Hanya saja mereka tidak terekspos dengan media. Yang terekspos dengan media adalah orang yang sebenarnya tidak pantas untuk menduduki jabatan pimpinan.
Oknum media tidak jujur dalam hal ini. Karena oknum juga punya kebutuhan juga perlu untuk makan.
Ya Allah berkahilah negeri ini dengan pemimpin yang indah sebagaimana KAU telah menghadiahi negeri ini dengan alam yang indah.

Iklan

Jurnal bertaraf Internasional

Semua dosen mendambakan yang namanya Scopus karena dengan indeks tersebtu derajat sang dosen menjadi terangkat walau memang ada perdebatan apakah orang yang terindeks menjadi seorang yang mempunyai pengetahuan yang lebih.
Memang kalau orang berpengetahuan maka akan mendapatkan derajat yang lebih seperti yang Allah janjikan yang termaktub dalam Al Qur’an.
Tetapi ukuran Scopus tidak melulu menjadi ukuran seorang adalah berilmu pengetahuan. Seorang yang mempunyai Scopus bukan jaminan dan sebaliknya yang tidak punya jaminan Scopus. Kalau saya meandangbya netral saja. Bagi saya Scopus sebagai salah satu syarat dari kelimuan boleh-boleh saja namun bagi saya tidla menjadi sesuatu yang hebat lagi apalagi sampai menggunakan cara curang. Banyak hal yang membuat kita menjadikan proses penelitian ini meningkatkan Scopus kita. Jika kita banyak belajar dari membuat jurnal itu sendiri. Tentu juga kita aeribg bertanya pada yang tahu mengenai Scopus tersebut. Ibarat kita mau perang kita harus tahu lawan kita Bagaimana kita harus memenuhi syarat yang diinginkan oleh Scopus itu tersebut.
Saya rasa memang tidak mudah untuk itu karena kita harus berusaha beberpa kali.
Kalau kita juga harus untuk bisa berbahasa Inggris yang baik sehingga kita bisa menjual ide kita di Scopus.
Pertama memang yang harus kita baca adalah Jurnal Scopus itu sendiri. Tanpa adanya bahan bacaan kita tidak tahu apa yang mau kita tulis. Yang ada blank saja…
Tetapi dosen sebagai agen perubahan juga menekuni yang namanya pengabdian masyarakat. Kalau semua tertuju pada Scopus bagaimana dengan pengabdian nanti? Kita seorang dosen menjadi ornag yang bisnaya berteori saja.

Hiptokrit

Kata tersebut adalah persamaan dari kata munafik. Dimana orang tersebut pura-pura baik hingga mereka mendapatkan pujian dari orang. Orang munafik tentu ibadahnya tidak diterima oleh orang karena mereka berbuat berdasarkan pujian orang.
Pada saat ini bangsa ini ada yang bekerja demi asing. Mereka ingin menghancurkan negara ini demi uang mereka.
Ada yang orang Indonesia namun sangat membenci negeri ini. Mereka berbuat sesuatu yang menurut kebutuhan orang asing. ah apa peduli? Aku juga tidak diurusin oleh negeri ini. Hanya ada logika untuk bekerja demi sesuatu yang menurut nwreka membuat enak.
Mereka adalah pengkhianat. Tentu mereka juga bukan pengkhianat kalau kata mereka. Mereka bisa beradaptasi seperti halnya bunglon. Mau bentuk negara macam apapun mereka bisa untuk mencari uang.
Mereka tidak peduli meski harus menjilat ludah mereka sendiri. Yah, tidak peduli semua.
Mereka hanya mengejar kesenangan semata saja.

Berbuat sebaiknya

Kita sudah tahu kalau keadaan perekonomian saat ini sulit
Yah kalau merasa tidak sulit juga boleh saja itu semua Khan hak setiap individu.
Tetapi bagi kita yang percaya maka kita harus persuapkan diri kita sendiri. Kita harus banyak menabung untuk menghadapi perekonomian yang sulit.
Tidak baik kita menyimpan uang saja di bank karena pada saat perekonomian sulit maka nilai uang akan justru menurun. Hakikatnya meski jumlah uang naik namun saya belai uang terbeut turun karena harga meningkat. Pergunakan uang untuk membeli asset , emas, atau pendidikan. Yang terakhir jangan diremehkan karena pendidikan atau ilmu bisa menyebabkan kita terangkat derajat kita. Tetapi banyak orang berpikiran kalau mencari uang menjadi segalanya saja.
Kita bisa memperbanyak iabdah agar kita mebjaid ornag yang baik dan untuk simpanan di masa depan kita yang abadi.
Kalau kata seorang teman usaha seyogyanya yang pada karya untuk memberikan pekerjaan bagi banyak ornag yabg kena PHK. Bahkan Hypermart terkenal dan salah satu BUMN strategis sudah mmem PHK karyawan. Ini tentu sangat mengkhawatirkan karena ini adalah industri kebanggaan negeri ini.
Bagaimana dengan perusahaan lain? tentu semuanya menjadi semakin sulit akhir-akhir ini. Kita harus bekerja dan berjuang keras untuk kehidupan ini.
Jadi kita menjadi miris kalau kita berharap
untuk mendapatkan yang enak dengan enak-enakan saja karena itu ada orang asing yang menghina bangsa kita aehagai bangsa yang mau mencari enaknya saja. Karena itu dengan mudah bangsa ini menjadi lemah

Perdebatan itu selalu ada

Menjelang putusan MK besok (27/6) sudah menenganggkan bukan hanya bagi si peserta maupun orang dekat namun juga apda akar bawah yang mendukung satu pihak juga turut dalam perdebatan. Di kelompok FB yang saya ikuti termasuk juga gencar dalam memberikan dalil dan argumen masing-masing. Kalau dari kubu sebelah serasa kubu lawannya sudah tidak mempunyai akal. Mereka bebal sudah tidak mau dinasehati. Sebaliknya grupnlawabbya juga demikian seperti itu. Semua alasan memang bisa dipakai untuk mendelegitimasi lawan mereka.
Semua memang selalu mempunyai daldil smapia kapan pun. Bukankah lawan Rasulullah juga mempunyai dalil seperti itu
Bahkan mereka meledek Rasulullah sebagai tukang sihir atau penipu. Yah, kalau kita meyakinkan kepada siapa kita berpihak maka kita membelanya dengan baik. Tetapi sebaiknya bagi yang sudah tidak yakin pada kebenaran yang dibelanya maka sebaiknya mereka embali kepada jalan yang lurus.
Kalaupun nanti Menag suatu kandidat bukankah nantinya akan ada lagi yang namanya debat.
Debat tersebut tidak akan berkahir. Saya melayani satu topik debat dan menghabiskan waktu setidaknya 30 menit. Dalam waktu 30 menit kita bisa mengerjakan banyak hal. Kita ini ahli bukan dan juga tidak mempelajari cara debat mereka. Yah, buat apa kita mengikuti hal itu. Tetapi nafsu untuk membalas debat memang masih sangat tinggi.
Aku mau negeri ini menjadi makmur bukan dengan slogan semata apalagi sampai bohong-bohongan. Negeri ini perlu untuk menjadi maju.

Menulis mungkin tidak memberikan janji

Yah, banyak beberapa penulis yang gagal. Kalau hanya menjadi milyader mungkin JK Rowling dan beberapa agelontir orang lainnya. Ada yang sudah tidak merasakan "manisnya" hasil di dunia. Tetapi mungkin ia merasakan aliran pahala yang besar kalau ia menulis sesuatu yang berguna bagi Islam.
Tetapi bagi yang menulis keburukan sudah tidak mendapatkan uangalah dosa juga tambah di akhirat. Apa yang mau diharapkan dari hal itu.
Saya – to be honest- mencari nafkah dari tulisan. Pekerjaan memegang tidak banyak yang ada akan tetapi belum menghasilkan yang banyak. Memang tulisan ini menjadi mimpi banyak orang. Ada sampai yang bekerja keras untuk menjadi penulis terkenal.
Sulit sekali karena pada kenyataannya menjadi pejulsi masih sulit. Saya mendengar teman ayah yang sukses menulis dari buku pelajaran tapi saya juga mendengar kalau menulis dari buku – menurut pengalaman- seorang dosen negeri maka menjadi sekitar 300 ribu saja. Wajah sungguh miris sekali dengan hal itu karena ia sudah berusah payah.
Yah meskipun dengan demikian aku terus menulis. Aku ingat Ibnul Qayyim kalau ingin mendapatkan pahala maka kita harus menilai lebih banyak lagi. Aamiin.

Mungkinkah Mood ada

Kalau seorang penulis profesional maka ia sudah tidak mempunyai mood karena ia bisa langsung untuk menulis terus tanpa khawatir merasakan stagnan. Tetapi memang seprofesional apapun si penulis kalau ia sedang mengalami musibah ia maka akan juga dapat mood yang buruk.
Terkadang bagi penulis kalau sedang menghadapi sesuatu yang baru membuat mereka menjadi goyah di awalnya.
Memang sudah menulis? Kalau semua bisa menulis maka akan banyak yang menjadi penulis sukses tapi kenyataannya tidak ada yang bisa sukses seperti JK Rowling.
Saya sih gak muluk saja menjadi penulis hanya belasan buku namun menghasilkan uang. Ya saya mau menghasilkan uang saya gak munafik untuk mencarikan nafkah bagi keluarga saya yang membutuhkan nafkah.
Ada kemudahan kalau menjadi penulis karena menjadi mengamqlakqn ilmu dan lagi kita bisa menjadi berpahala kalau kita ikhlas. Inilah yang paling susah sebenarnya karena ini menjadi amalan hati yang kadang bisa tertipu oleh diri sendiri. Bisa jadi awpanua kita iklhas namun dipertengahan kita goyah menjadi tidak ikhlas. Bisa jadi kita awalnya ikhlas terus ke tengahnya hingga akhir ikhlas namun pada detik akhir kita tidak ikhlas.
Sulit sekali memang. Ada juga kita mempunyai peluang yang bertebaran di sebuah kelompok FB yang berisi penulisan banyak sekali penulis yang ada di dalamnya. Karya mereka tidak jelek dan mereka bisa diterbitkan. Memang pertanyaannya apa bisa laku. Yah terkadang ini tidak semangat kalau sudah tidak laku. Akan tetapi kalau kita tidak buat karya sekarang apa benar kita akan menghasilkan sesuatu yang baik?

Ratu Victoria suka menulis jurnal

Memang benar mungkin kata seorang guru menulis saya kalau menulis bisa dimulai dengan jurnal. Hal ini akan menarik kita agar selalu menulis terus tanpa henti. Ini membiasakan kita agar kita menjadi penulis.
Dengan jurnal kita bebas untuk melatih bagaimana memilih kata-kata diksi yang memang akan berbeda dengan yang lainnya.
Saya sendiri merasa dengan menulis jurnal mendapatkan manfaat yang banyak saya jadi lancar menulis.
Hanya saja kadang merasa tidak berguna menjadikan saya malas untuk menulis. Untuk memaksa sampai 300 kata saja bertam padahal kalau minimal 300 setidaknya bisa di masukkan dalam mesin mencari Google. Nah kadang menulis cuma 100 kata saja. Ini sih masih lumayan. Dulu waktu zamannya blog booming kita bisa mencari uang dengan blog yang hanya menulis 100 kata saja.
Saya menyesal mengapa saya tidak membuat blog sampai 10 saja. Satu blog saja dapat $10 maka setidaknya bisa mengantungi uang $100. Memang binsi macam ini musiman. Seolah kita membuat konten untuk mencari pagerank saja. Yang bisa mendapatkan atau menempatkan kita pada urutan pertama mesin pencari.
Yah, memang dalam bisnis kadang harus cepat tapi saya menilai juga kalau bisnis tersebut sepeti bisnis monyet yang hanya untuk sekali saja.

Bukan itu guna jam?

Ada seorang anak yang membawa jam warna biru. Jam mungkin buatan China karena desainnya menurut saya tak bagus. Tetapi jangan tanya harganya . Jam digital yang sangat sederhana tersebut katanya sekitar sejuta menurut pengakuan anak pra Sekolah dasar tersebut yang omongannya sudah pintar juga.
Jam tersebut seperti kalkulator yang menurut saya tidak baik tapi apa fungsinya ia bisa menghubungkan dengan mamanya. Ia merasa keren. Sayapun akan mikir kalau saya mau membeli mendingan untuk beli yang lain saja karena saya masih ada yang saya harus beli.
Jam tersebut pasti tahan air (water resistant). Ia menunjukkan dengan mau membasahi jam tersebut ke kamar mandi. Aku larang dan aku bilang jam bukan untuk dibasahi dan lama-lama juga Jan akan rusak. Tetapi anaka itu tetap ngotot dan ia mau untuk membasahi jam itu.
Aku sih percaya saja kalau jam itu tidak rusak dan aku katakan kalau jam itu hanya untuk melindungi dari hujan. Memang jam biasanya tahan dan kalau rusak biasanya karena baterainya diganti.
Yah seringkali kita memang mau menunjukkan sesuatu bagus namun itu bukan fungsinya. Merendam jam tidak akan merusak jam tersebut tetapi buat apa? Yah kita memang seringkali merasa kurang kerjaan dengan sepeti itu.
Persoalan kita adalah kita mengerjakan apa yang bukan menjadi pekerjaan kita. Kita usil dengan orang lain tapi kita tidak usil dengan diri kita sendiri. Seringkali kita harus berkaca dengan diri sendiri apakah kita sudah benar?

Burung Murai 3 Milyar

Kira-kira dua hari dari lebaran saya dapat video YouTube yang teman share dari wa. Ada burung Murai Batu seharga 3 Milyar dan ditambah dengan mobil Jeep yang merk-nya terkenal. Ini di luar nalar saya.
Saya tahu burung Murai yang didominasi warna hitam dan coklat kemerahan mahal namun tidak seperti segitu juga lagi. Burung ini paling murah satu setengah juta atau seribu lima ratus di Ibukota. Mahalnya harga ini karena burung ini sulit untuk dikembangkan. Lain halnya lakbet yang mudah beranak pihak dan harganya terjun sampai 50 ribu. Bahkan ada yang dibilang sampai 30 ribu.
Bagi saya ada yang membeli hanya tidak masuk akal. Mungkin kita husnudzan saja kalau memang si pembeli mau membeli burung tersebut. Memang bagi orang yang sudha mengerti suara burung tahu mana burung yang bagus maupun burung yang tidak bagus. Bagi saya mungkin yang masih awam walau suka memelihara burung tidak tahu.
Efeknya tawaran burung mahal memang akan menggiatkan orang untuk memelihara sebab adanya permintaa dengan harga yang mahal. Kalau aku sih ingin wajar saja dan tidak untuk memelihara dengan harga yang mahal. Saya ingat kata teman kalau sudah hobi mau ditawar 10 Milyar saja maka ia tidak mau melepas burung tersebut. Tentu lain bagi yang memang mau orientasi bisnis karena mereka ingin mendapatkan keuntungan yang besar.
Jakarta 10 Juni 2019, 6 Syawal 1440 H