Harus memperhatikan terlebih dahulu

Sekitar dua hari yang lalu saya sangat bersemangat untuk mengerjakan karya tulis mengenai energi. saya tahu bahwa membuatnya tidak membutuhkan waktu yang lama paling 30 menit samapi sejam artikel seperti itu bisa dibuat.
Saya dengan semangat dan kebut menulis hingga satu artikel terbuat. Saya hanya memperhatikan bahwa satu artikel minimal 4000 karakter dengan spasi yang artinya sekitar 600 kata. SAya tidak melihat tema dalamkarangan dan saya pikir bahwa yang pneting artikel mengenai penghematan energi dan energi alternatif.
Tulisan saya memang benar bahwa mengenai penghematan energi hanya saja saya tidak menyentuh temanya seperti tema bisnis. HAl ini tentu karena kekurang hati-hatian saya. Seharusnya saya membaca dengan baik apa yang dimaui oleh panitia lomba. Oleh karena itu saya sudah
menghabiskan waktu setidaknya sejam. AH biarlah ini menjadi pelajaran bagiku. Suatu saat saya tidak boleh lengah lagi.
Saya harus membaca seluruh persyaratan lomba sehingga aku bisa dengan baik menyelesaikan perlombaan tersebut.

Tidak ada gunanya dendam

Terus terang saja pendednam mungkin adalah seorang yang tidak bisa hidup tenang karena

selalu memikirkan bagaiamana cara melampiaskan atau memberikan balasan pada manusia lain

yang telah menyakitinya. Kadang kalau mereka tidak mampu mereka akan pusing dan mencari cara

yang lain untuk melampiaskan dendam.
TEntu menyimpan perasaaan ini pada otak akan membuat otak kita selalu panas.Sama seperti

halnya processor yang akan panas kalau selalu ada virusnya. Otak kita juga akan panas kalau

selalu dendam.
Suatu saat kita mempunyai kesempatan membalaskan dendam ketika musuh kita sedang lemah. Kita

memberikan pukulan yang bertubi-tubi yang intensitasnya jauh melebihi pukulan yang kita

pernah terima. Hati mungkin akan terasa senang setelah melampiaskan pukulan tersebut.
Namun apakah ia beruntung? Tentu saja tidak. Jarak pembalasan dan rasa sakit yang kita

terima mungkin sudah lama sekali. KIta baru bisa membalasnya setelah beberapa saat.
Sebelum saatnya membalas dendam kita sudah merasa sakit hati. Bahkan ada saja orang yang menanam dendam selama 20 tahun atau 30 tahun,selama itu ia memikirkan bagaiamana cara membalasnya. Memang kalau kaum kecil atau orang tidak punya apa-apa akan lebih sulit melaksanakan dendam. BErbeda dengan orang kaya yang mempunyai uang, dengan mudahnya ia bisa melakukan pembalasan dendam terhadaporang yang miskin atau orang yang tidak mampu. Untuk apa dendam itu sendiri. KAlau kita memaafkan sebenarnya itu untuk diri kita sendiri . Kta tidk lagi memikirkan untuk membalas dendam pada orang yang telah menyakiti kita dan perasaan kita akan plong. Lebih baik kita memikirkan hal yang lain yang jauh lebih bermanfaat bagi diri kita.

Pendapat yang kalah

Perjalanan yang melaju ke depan selalu mendatangkan hikmah bagi siapa saja yang mau mengambil hikmahnya. Tentu bagi yang tidk berilmu dan mau mencari ilmu akan sulit sekali mendapatkan pelajaran dari apapun.

Mereka justru malah mencari kesalahan dari orang lain yang mungkin hanya menyakiti perasaan orang lain.Sebab setiap orang tidak akan ada yang mau disalahkan meski mereka salah. Terlebih bagi yang keras kepala dan maunya menang sendiri. Mereka akan susuah untuk untuk menerima kebenaran yang berasal dari orang lain.Sebenarnya mereka tahu benar namun mereka tidak mau menerima kebenaran kalau bukan berasal dari dirinya.

Mereka takut bahwa harga diri mereka hancur jika mereka”kalah” dalam mengeluarkan pendapat.Semoga aku bukan termasuk orang yang seperti itu.

Dunia yang tidak abadi

Siapapun tahu bahwa dunia ini tidak abadi. Ada pergantian waktu yang selalu merubah kedudukan kita. Kadang kita senang dan kadang kita sedih.Kalau kita senang kita dengan mudah tersenyum sementara kalau kita sedang susah kita sulit untuk tersenyum.
Apapun itu kita harus menyadari bahwa manusia ini tidak bisa terlepas dari ketentuan Allah. KIta manusia hanya tinggal menjalankan saja hidup ini.
Kemarin saya melihat udara ke atas langit yang cerah setelah hujan. YAh kadang udara tersebut menjadi gelap tapi aku yakin dengan keyakinan bahwa masa depanku akan cerah. Apa yang terjadi harus membuatku menjadi tersenyum.

Rokok di dalam kereta

Hari sudah sore sekitar jam 3 , aku harus bergegas agar tidak kesorean karena kereta jam 5 ke Bekasi akan padat sekali. Bahkan bisa-bisa saya tidak akan mendapatkan tempat meski harus berdiri. Perjuangan hidup di daerah ibukota ini sangat berat sekali terlebih bagi yang tidak mempunyai uang. Mereka harus berdesak-desakan di antara penduduk yang lain.
Alhamdulillah, saya mendapatkan tempat duduk yang ada di bangku prioritas yang diperuntukkan untuk lansia, ibu dengan balita, ibu hamil dan penyandang cacat.
Saya terkejut karena ada di depan saya pemuda dengan santainya duduk di depan saya dengan menaruh sebotol minuman teh, korek dan rokok. Benda-benda seperti itu dilarang sebab di atas kereta, penumpang dilarang untuk makan dan minum apalagi rokok. Dari statiun sampai dalam kereta adalah wilayah bebas rokok kecuali daerah untuk perokok. saya memang tdak menegur namun saya yakin kalau ada satpam pasti akan menegurnya. Betul saja hanya berselang sekitar lima menit, datanglah satpam . alangkah kecewa ternyata satpam lewat saja dan tidak menegur. Dua detik kemudian satpam balik lagi dan mencolek tangan si penumpang dengan handie talkienya.
IA menanyakan siapa pemilik rokok tersebut, Si stapam kemudian memintanya untuk mneyimpan rokok tersebut. Meski terkesan kurang sopan namun si satpam hanya menjalankan tugasnya.Kadang memang ada penumpang yang banggor tetap mau melanggar peraturan.

Jangan Mengulangi Kerja yang dulu

Kalau dulu kita suka berleha-leha atau bermalasan maka kita akan menyaksikan hasilnya sekarang ini. Apakah kita berpuas dengan hasil yang ada sekarang. Hampir dapat dipastikan kita tidak puas atau kurang puas dengan hasil yang ada sekarang.

Oleh karena itu kita harus mengubah cara kita bekerja masa lampau.Kita bisa lebih rajin lagi dalam bekerja dan yang penting serius.

Dulu saya memang orangnya suka terburu-buru dan bekerja dengan cepat. Saya kalau sudah ngeblog maunya langsung posting saja tanpa memperhatikan kesalahan dalam menulis. Kini hal itu sudah berjalan 8 tahun. Aku mau memperhatikan isi blog dan mau menulis dengan passion.

Aku yakin suatu saat tulisan saya akan dikirim ke website dan saya akan menjadi penulis terkenal di Indonesia bahkan di jagat ini.

Lebih Banyak Mendengarkan

Sudah menjadi sunnatullah bahwa kita mempunyai dua kuping dan satu mulut. Dari situ kita

harusnya lebih banyak mendengar daripada kita harus berbicara. Kemampuan mendengar kita

seharusnya lebih baik daripada kemampuan berbicara.
Yang terjadi kita lebih banyak berbicara dan kita merasa senang jika kita menjadipusat

perhatian. Kita ingin cerita kita menjadi cerita yang paling baik. Kita ingin orang tahu

bahwa kita ini berasal dari yang susah. Maksud mau merendah hati namun ternyata dalam

hatinya mau membanggakan diri bahwa ialah yang paling rendah hati atau tawadhu. Tentu kalau

hal seperti ini artinya kita sama saja dengan ujub atau membanggakan diri. Sebaliknya kita juga sering membangga-banggakan diri dengan kesuksesan kita. Kini kita dapat

menikmati kesuksesan setelah kita bekerja kahkan puluhan kali dari teman-teman kita.Kita

ingin terlihat yang paling hebat di antara mereka atau manusia-manusia lain. Semoga penulis

bukan termasuk orang-orang yang merasa hebat dan hanya ingin mencari perhatian di mata

manusia.
Mendengar sepertinya kita menjadi seorang yang pasif saja dan tidak menjadi aktif dari suatu

kumpulan. Sepertinya memang orang yang mendengar tidak diperhatikan karena mereka memang meperhatikan. Tapi dari mendengar kita akan bisa mendapatkan faedah yang baik kalau yang dibicarakan adalah sesuatu yang baik tetapi kalau majlis yang kita dengarkan adalah gossip kita juga mendengar hal yang tidak benar dan sebaiknya kita menjauh dari majlis-majlis seperti ini.

Orang berbuat diluar perkiraan kita

Seperti biasa selepas jam empat kami bertiga di kantor tetap menghadap komputer menunggu adzan maghrib. Aku mencari-cari bahan untuk menulis diktat statistik. Pekerjaan yang baru selesai sehalaman tersebut membutuhkan kerja keras yang lebih lama lagi. Belum akan terhenti dengan kesibukan yang lain jika sudah mengajar. Jika sudah mengajar praktis pekerjaan menulis terhenti. Teman yang lain sekedar browsing facebook dan seorang senior browsing situs video sosial media yang terkenal.
Pertama ia menunjukkan kekejaman anak sekolah dasar, Di gambar itu terlihat anak sd memukuli seorang anak sd. pekerjaan itu dilakukan rame-rame. Dalam video tersebut bukan hanya anak perempuan saja yang mengeroyok Si korban melainkan anak laki-laki terlihat turut memukuli si korban. Sungguh kejadian yang luar biasa.
Sang senior geram dan berkata jika anaknya yang menjadi korban maka ia akan tuntut setiap pemukulnya. Akupun terasa geram melihat tingkah laku anak yang sudah kebablasan tersebut. Setan sudah merasuki mereka sehingga mampu berbuat seperti itu.
Satu video lain adalah pemukulan dua orang TKI oleh empat laki-laki bertubuh besar yang menjadi agen dua TKI tersebut, Terang saja dua orang perempuan tidak berdaya tidak mampu melawan empat orang laki-laki yang bertubuh besar.
Laki-laki memukul dengan tinjunya. Dalam dua kali pukul seorang TKI pingsan sementara yang satu bertahan. Si korban menjadi bulan-bulanan empat orang agen tersebut. Hingga video berakhir si wanita masih menjadi korban pukulan

Memulai lagi dengan semangat : menulis paragraf di coretan

Mungkin ada sekitar 4 bulan saya tidak menulis, Blog ini adalah momentumsaya menulis. KIni saya singkirkan rasa kemalasan untuk menulis lebih banyak lagi. Saya akan berikhtiar dan menyempatkan waktu untuk menulis dan tentu saja beribadah tidak ditinggalkan baik yang wajib maupun yang sunnah.
Menulis itu seringkali stuck , seperti saat ini. Kalau sudah berdiam lma di komputer tanpa melakukan aktivitas lama-lama kita menjadi keranjingan browsing. Akhir-akhirnya kita tidak menulis bahkan untuk satu kata saja. Yang ada adalah kita menjadi menghabiskan waktu di depan internet.
Penting sekali kkita menetapkan mau menulis apa sebelum kita menyalakan laptop atau notebook. Kalau kita belum menuliskan paragraf pastinya kita akan lupa dan membuat kita jenus sebaiknya jika kita sudah menuliskan terlebih dahulu kita akan lancar.
Saya bukan penulis yang top yang dapat menulis langsung di komputer dan menghasilkan puluhan bahkan ratusan halaman dalam waktu sebulan saja. Terkadang dalam 8 jam di depan komputer untuk menulis satu paragraf saja tidak bisa kalau kita belum menulis apa yang mau kita tulis.
Masa lalu saya memang kurang dipenuhi dengan kerja keras sehingga “saya begini-begini saja”.

Hari HUjan

Sudah Dua hari ini hujan selalu menetes dan langitpun gelap. Sepertiya masih ada jatah satu hari lagi hujan membasahi. Kalau hujan begini mau kemanapun malas rasanya.Kebetulan perguruan tinggi sedang liburkarenanya akupun hanya berdiam saja di rumah. Daripada tidak ada kerjaan lebih baik menulis di blog saja.

Kalau hujan begini praktis Jakarta banjir. Dengan pengairan dan kepadatan penduduk Jakarta akan selalu banjir. Terlebih lagi air pasokan dari daerah penyangga akan membuat Jakarta semakin tenggelam.

Tidak dipungkiri Gubernur yang sekarang sudah bekerja keras untuk mengatasi banjir namun tetap saja banjir tetap ada. Mungkin kalau sepertiga Jakarta dijadikan saluran air baru Jakarta akan terbebas dari banjir. Dulunya khan Jakarta rawa-rawa yang digusur. Nah orang Jakarta yang menggusur air kini harus merasakan gusuran dari air.

Saya rasa Gubernur tidak perlu menyalahkan adanya sabotase yang dapat membanjiri Istana. Apa yang harus dilakukannya adalah memperbaiki kembali. Mungkin dengan semakin banyak memindahkan orang atau warga Jakarta, Jakarta semakin bebas dari banjir. Cara lain adalah menindaklanjuti pertemuan Katulampa pada waktu yang lalu. SAya yakin banjir akan berkurang.

Kalau saja pembangunan ini merata maka tidak ada lagi sentralisasi kekuasaan atau bisnis di Jakarta saja. Masyarakat akan senang tinggal di daerahnya untuk membangun dimana mereka bisa bertemu dengan saudara-saudaranya.