Lebih Banyak Mendengarkan

Sudah menjadi sunnatullah bahwa kita mempunyai dua kuping dan satu mulut. Dari situ kita

harusnya lebih banyak mendengar daripada kita harus berbicara. Kemampuan mendengar kita

seharusnya lebih baik daripada kemampuan berbicara.
Yang terjadi kita lebih banyak berbicara dan kita merasa senang jika kita menjadipusat

perhatian. Kita ingin cerita kita menjadi cerita yang paling baik. Kita ingin orang tahu

bahwa kita ini berasal dari yang susah. Maksud mau merendah hati namun ternyata dalam

hatinya mau membanggakan diri bahwa ialah yang paling rendah hati atau tawadhu. Tentu kalau

hal seperti ini artinya kita sama saja dengan ujub atau membanggakan diri. Sebaliknya kita juga sering membangga-banggakan diri dengan kesuksesan kita. Kini kita dapat

menikmati kesuksesan setelah kita bekerja kahkan puluhan kali dari teman-teman kita.Kita

ingin terlihat yang paling hebat di antara mereka atau manusia-manusia lain. Semoga penulis

bukan termasuk orang-orang yang merasa hebat dan hanya ingin mencari perhatian di mata

manusia.
Mendengar sepertinya kita menjadi seorang yang pasif saja dan tidak menjadi aktif dari suatu

kumpulan. Sepertinya memang orang yang mendengar tidak diperhatikan karena mereka memang meperhatikan. Tapi dari mendengar kita akan bisa mendapatkan faedah yang baik kalau yang dibicarakan adalah sesuatu yang baik tetapi kalau majlis yang kita dengarkan adalah gossip kita juga mendengar hal yang tidak benar dan sebaiknya kita menjauh dari majlis-majlis seperti ini.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s