Tidak ada gunanya dendam

Terus terang saja pendednam mungkin adalah seorang yang tidak bisa hidup tenang karena

selalu memikirkan bagaiamana cara melampiaskan atau memberikan balasan pada manusia lain

yang telah menyakitinya. Kadang kalau mereka tidak mampu mereka akan pusing dan mencari cara

yang lain untuk melampiaskan dendam.
TEntu menyimpan perasaaan ini pada otak akan membuat otak kita selalu panas.Sama seperti

halnya processor yang akan panas kalau selalu ada virusnya. Otak kita juga akan panas kalau

selalu dendam.
Suatu saat kita mempunyai kesempatan membalaskan dendam ketika musuh kita sedang lemah. Kita

memberikan pukulan yang bertubi-tubi yang intensitasnya jauh melebihi pukulan yang kita

pernah terima. Hati mungkin akan terasa senang setelah melampiaskan pukulan tersebut.
Namun apakah ia beruntung? Tentu saja tidak. Jarak pembalasan dan rasa sakit yang kita

terima mungkin sudah lama sekali. KIta baru bisa membalasnya setelah beberapa saat.
Sebelum saatnya membalas dendam kita sudah merasa sakit hati. Bahkan ada saja orang yang menanam dendam selama 20 tahun atau 30 tahun,selama itu ia memikirkan bagaiamana cara membalasnya. Memang kalau kaum kecil atau orang tidak punya apa-apa akan lebih sulit melaksanakan dendam. BErbeda dengan orang kaya yang mempunyai uang, dengan mudahnya ia bisa melakukan pembalasan dendam terhadaporang yang miskin atau orang yang tidak mampu. Untuk apa dendam itu sendiri. KAlau kita memaafkan sebenarnya itu untuk diri kita sendiri . Kta tidk lagi memikirkan untuk membalas dendam pada orang yang telah menyakiti kita dan perasaan kita akan plong. Lebih baik kita memikirkan hal yang lain yang jauh lebih bermanfaat bagi diri kita.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s