Gagal Move On

Tadi saya membaca sutau blog yang ad ajudulnya Gagal Move On. Aku tidak baca seluruh artikelnya karena aku tahu bahwa isinya adalah cerpen alias cerita pendek. Aku sudah terlalu lama di internet untuk browsing yang lain-lain. Sampe-sampe mau nulis jurnal ini saja, saya malas.

Untung kopi masih ada, yang artinya saya harus terus di depan laptop dan kopinya masih anget. Nanti saya akan bersih-bersih burung saya dulu atau burung pentetku. Aku akan bersihkan kandangnya . Oh lebih baik sekarang saja sambil menjemurnya di atas agar ia lebih sehat dan akan menyanyi.Kalau di bawah terus ia belum juga menyanyi hanya mengekek saja itupun karena si kucing yang mau menerkamnya.

BAlik lagi masalah Move on. Saya seperti kecanduan dengan hal-hal yang menenangkan.AKu ingat ibarata kodok yang nyaman dalam periuk yang hangat dan lama kelamaan akan mematangkan badannya.

Saya seolah-olah sudah berusaha  namun belum juga ada hasil. Padahal saya sendiri belum berusaha semaksimal mungkin. Kalau tidak salah ini kesalahan yang memang seirng kita buat seperti kata Abdullah Azzam. Ia mencontohkan para murid-muridnya berlari sampai di ia sendiri yang masih tetap bertahan.

Saya memang Gagal MoveON dari kondisi dulu namun sekarang saya harus berusaha untukMove On.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s