Memaafkan Diri Sendiri

Kita mungkin sering kecewa karena kita tidak mampu berbuat sesuatu apapun di masa lalu yang membuat nasib kita tidak bagus di masa kini. Kalau kita tidak berbuat sesuatu di masa lalu ternyata membuat nasib kita tidak baik maka itu tidak membuat kita merasakan apa-apa. Bahkan kita akan merasa senang. Misalnya, Kita tidak mendapatkan pekerjaan sebagai pelaut karena ternyata kapal yang mau jadi tempat kita bekerja tenggelam. Kita pasti mengucapkan Alhamdulillah sebab jika kita diterima bekerja maka kita juga akan ikut tenggelam.

Kita mungkin suka menyalahkan orang lain atas “sialnya ” nasib kita. Walau saya sangat tidak menyukai kata sial tetapi tapi anggap aja ini sebagai persepsi seorang saja. Hal ini membuat kita kecewa sehinga kita membenci orang tersebut. Namun jika kita instropeksi kita berbalik ke cermin bahwa kita merasa bahwa kesalahan banyak ada di diri kita sendiri.

Kadang orang yang melihat cermin menjadikan dirinya orang yang bersalah. Kita menjadikan diri kita orang yang paling salah.Seharusnya hal itu mendidik kita untuk tidak berbuat atau berbuat sesuatu di masa depan namun yang ada kita selalu menyalahkan diri kita. Kita menyesali diri kita sendiri. Kalau demikian hal itu sama saja kita tidak bisa memafaakan diri kita sendiri.

Mungkin kita harus membuat perdamaian dengan diri kita sendiri. Kita bertemu dengan diri sendiri.Ini yang diajarkan oleh seorang konsultan SDM pada saya. Kita hadirkan diri kita yang bijak dengan diri kita. Maafkanlah segala kesalahan kita dan jangan kita menyesal dengan apa yang telah terjadi. Insya Allah kita akan merasa plong setelah itu.

Bawa dalam kehidupan untuk selalu memaafkan diri sendiri. Kalau yang sudah lalu biarlah berlalu. Kita harus menatap masa depan dengan pengalaman yang baru dan kita bebruat yang terbaik dari pengalaman -pengalaman kita.

file0001257109919

Ada serang sepupu yang penyakitnya adalah insomnia. Ia selalu megingat-ingat masa lalu. Ia ingat masa lalauny yang bekerja dan  kuliah di luar kota yang jauh.Ia mencoba ke dukun untuk mengobati penyakit namun yang ada penyakitnya tidak sembuh hingga kini. Aku pikir ia memang tidak memaafkan diri sendiri. Memang pekerjaanya berkaitan dengan riba yakni bank.

Kalau kita tidak bisa memaafkan diri kita sendiri bagaimana mungkin kita memaafkan orang lain.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s