Ketakutan seringkali menghalangi kita

Sebenarnya saya takut dengan kursus bahasa Arab takut tidak bisa. Takut karena jadwalnya akan bentork dengan jadwal saya mengajar. AKu juga kahwatir dengan pekerjaanku menulis yang sellau tertunda. pdahal aku sudha menekatkan diri untuk membuat buku namun buku belum juga terbuat. Ada rasa malu untuk menjual buku tetapi aku sudah mempromisikan diri dengan blog berupa blog ayam dan juga blog mengenai keuangan.
Aku beraharap aku akan memberi manfaat bagi banyak orang dengan lmu ini. Aku yakin pasti bermanfaat karena aku menulis seuatu yang bermanfaat untukmengatur keuangan.Orang yang nantinya bis amengatur keuangan maka ia bisa mencapai kesejahteraan.Nantinya orang tersebut akan mdaniri dan bahkan kaya. Ia bisa memberikan manfaat bagi sekelilingnya sehingga orang lain merasa terbantu. Aku juga menulis mengenai ayam yang juga tentu berguna.ayam inijuga pasti berguna bagi orang lain.

red black bantam
Semangat yang aku usung adalah aku harus berbuat, berbuat, berbuat. Janga seperti orang lain yang mau menulis buku tapi ia belum juga menulis satu halaman dan bahkan belum juga menulis untuk satu kata juga. Satu kata yang baru ditulis adalah judulnya itupun asih dalam kepalanya bukan di dalam laptop atau di dalam buku.
Oke balik lagi dari ketakutan. Kalau kita takut berbuat maka yakinlah kita tidak akan berbuat hal itu.Seringkali ketakutan tersebut tidak terjadi.Kalau terjadi yah mau apa yang terjadi sudah terjadi.

Aku sudah bertekad untuk terus berbahasa Arab. Kalau memang tidak sempat yah kita lepaskan saja. Memang biaya sudah keluar tapi kalau kita tidak lepaskan maka kita akan kerepotan.Tapi aku yakin aku akan menyelesaikan kursus bahasa Arab meski nantinya cuma satu level. Yang penting dijalanin dulu pikirku.Hanya saja aku belum menyelesaikan jurnal yang akan diterbitkan tanggal 26 maksudnya adalah deadline penulisan jurnal adalah tanggal 26 september 2015. Aku pikir jurnalcukup sulit karena aku sama sekali belum mmebuat kuesioer dan belum aku membuat daftar pustakanya semata. Kalau begini aku juga sudah binggung. Ada kemungkinan aku menulis artkel ilmiah saja untuk menutup jurnalku yang belum selesai tapi aku yakin aku bisa menyelesaikannya.

Aku juga sudah mulai membatasi pekerjaan agar tidak bekerja seharian. Aku yakin kalau aku bekerja enam jam saja aku saudah hebat sekali karena aku bsa efisien dengan bekerja sendiri (walau bekerja dengan dua orang lebih baik).

To do list sudah berlaku meski dengan cara di dalam hasti saja. Aku sudah mulai memetakan dalam hatiku
Yang terpenting kita harus terbuat seperti yang sudah saya tulis dari pos sebelumnya.Jangan kita terdiam. Jangan cuma merencakana dalam pikiran dan coret-coretan kertas semata. Kalau kita membuat catatan dbuat dalam yang benar. Siapa tahu catatan kita mendapatkan sambutan dari orang lain.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s