Jangan Pernah takjub pada diri sendiri

Ada sebuah website yang katanya bisa menghasilkan uang. Dulu memang saya sukanya memasukkan artikel ke website seperti squidoo, helium, hubpages dan sejenisnya. Belakangan situs-situs tersebut tutup karena bangkrut antara pemasukan dan pengeluaran mungkin tidak seimbang.Pastinya mereka merugi karena kalau mereka tidak merugi maka mereka tidak akan menutup website mereka.
Di zaman gila-gilanya blog sekitar empat atau lima tahun yang lalu webiste sejenis ini meraih keuntungan banyak sekali dari iklan atau afiliasi. Kini dengan semakin ketatnya Google maka webiste tersebut tidak mendapatkan hasil yang memuaskan dan ada webiste yang cuma engandakan dari afiliasi amazon padahal untuk Indonesia Amazon kurang populer karena berada jauh di sana. Indonesia sudah banyak toko online yang sudah dipakai untuk tempat berjual dan beli.
Balik lagi,saya sudah tergoda untuk menulis di banyak website namun aku kira itu percuma. Kalau webiste tutup terus apa gunanya. Uangnya belum terkumpul tapisudah ditutup yang ada cape hati untuk menulis di webiste tersebut. Tadinya saya memang cuma bermaksud untuk meningkatkan traffic atau lala lintas menuju blog amun aku ragu bagaimana kalau websitenya tutup.Percuma saja. Lebih baik kita menulis pada webiste yang tidak akan tutup. Seperti blogspot dan wrodpress bisa memberikan jaminan link sampai seumur perusahaan tersebut.
Kemudian saya semapt mencari di folder bahwa saya sudah banyak sekali menulis dan ada buku mengenai hutang. Aku tidak sangka aku menulis banyak sekali dan aku bangga dengan hal itu.Tetapi aku sadar bahwa aku tidak bisa bangga. Toh memang aku belum menghasilkan uang dari menulis namun ada sedikit kebanggan karena menulis.

Ini tentu tidak menjadikanku besar kepala namun ini menjadi modal saya untuk menulis lebih banyak lagi dan mempost di blog. Halitu membuat saya akan menjadi semakin terekspos (heheh bukan maksud untuk narsis) tapi untuk memamerkan hasil kerja saya. Hal ini penting sekali karena banyak buku bagus yang berasil ditulis namun tidak mendapat pembaca. Hal ini menadikan kegunaan dari buku menjadi berkurang. Oleh karena itu saya memang sudah memasang strategi untuk tetap menulis di blog dan ambil juga menawarkan buku.
Oh ya aku jga harus menentukan target agar saya bisa menulis buku.Kaat si motivator kalau kita tidak menentukan target bagaimana kita bisa lakukan untuk itu. Saya memang menargetkan untuk menulis buku financialliteacy saja agar mengetahui seberapa jauh kemampuan mahasiswa dalam memahami keuangan. Akhirnya kesimpulannya adalah kita tetap menulis dan membuat target lah yang agak sulit bahkan saya belum membuat to do list.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s