Selalu Optimis

orang yang otaknya optimis dengan orang yang otaknya pesimis beda sekali. Mungkin karena tingkah pola mereka yang berbeda menyebabkan otaknya menjadi berbeda antara satu dengan yang mmebuat lajur di otak berubah.
Terus terang sajasaya orang yang pesimis dulunya. WAlau ada sedikit keraguan untuk masa depan saya. Saya tidak akan memberikan keraguan tersebut pada saya karena saya harus maju dan berbuat terus.
Megeluh memang tadi saya lakukan. Saya mengeluh yang mesti datang pagi-pagi namun dengan bayaran yang sama. Padahal kalau saya datang lebih siang saya akan lebih banyak menghemat uang karena saya hanya perlu makan di rumah saja. Sejak saya pergi pagi saya harus makan di tempat kampus atau bisa dua kali karena mengajar sampai siang.

daniel-nozzle-drive-123206_1280
Aku hendakbicara dengan adikku namun aku ingat bahwa  hal itu hanya mengeluh saja dan tidak menghasilka solusi bagi diri saya.Kalau kita mengeluh pada manusia juga tidak akan membuat kita keluar dari masalah kita. Kita hanya semakin sulit saja jika mengadu kepada manusia. Oleh karena itu saya adukan saja permasalahan ini pada Allah. Termasuk aku juga menulis untuk mengeluhkan kejadian saya. Aku berharap dalam tulisan ini bukannya semakin membuatku sulit saja.
Yang terpenting bagi saya adalah saya harus berbuat tersu dan lebih baik lagi dalam mengajar agar aku mendapatkan hasil yang aku inginkan.
PErgi pagi juga buan suatu pilihan baik bagiku. Aku melihat orang sibuk setiap harinya bahkan dari jam 5 mereka sudah memenuhi jalanan. Aku pikir aku bukan yang seperti itu. Mereka bekerja keras pergi pagi dan pulang malam namun penghasilan masih pas-pasan. Aku berharap hal inilah yang justru akan menggenjot sya unuk lebih produktif lagi dalam menghasilkan karya-karya yang lebih produktif lagi.
Aku akan membuat buku mengenai financialliteracy. Saya akan menetapkan bahwa menulsi buku ini hanya membutuhkan waktu sekitar 3 bulan saja dari bulan ini. Berarti nanti Akhir Desember selesai. Keraguanku adalah saya tdak bisa menghasilkan buku karena bisa jadi Bahasa Arab akan membenaniku. Tetapi itu tidak aku jadikan beban. AKu harus mencari pendamping juga untuk menulis buku yang aku terbitkan 2016 tersebut. Aku yakin   aku akan mendapatkan hanya sedikit kerja keras saja.Aku juga harus mencari pendamping untuk menulis buku tersebut.Pilhanku adalah dsen Universitas Indonesia.Aku tidak mungkin lagi mencari dosen IPB karena mereka tidak mengerti masalah keuangan.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s