Membuat cerpen

Adalah salah satu kelemahanku membaca terburu-buru dan belum mengetahui bagaimana untuk memahamai isi bacaan dalam sebuah buku. HAl ini saya lakukan ketika membca buku Diponegoro yang menyajikan bagaimana cara membuat cerpen atau cerita pendek.
Saya katanya harus membuat kerangka sebanyak 10-12. Inilah yang menjaga kita dari ketidak konsistenan kita. Seringkali ketika kita menulis dan sudah keasikan binggung udah mau kemana karena sudha keenakan.Ah kalau jalannya gini gak enak ah. Mending kita pakai cara lain saja.Sepeti kita yang sedang berjalan kadang kita juga memilih jalan yang lain untuk sekedar variasi saja. Hal itu karena kita memang sudah tidak punya tujuan.
Aku harus menuliskan terlebih dahulu untuk membuat rambu-rambu yang tidak akan kulanngar. Tentu aku juga harus membacanya terlebih dahulu. Apakah cerita inimasuk diakal atau tidak . Aku harus mengetahui terlebih dahulu apakah cerita ini menarik atau tidakkarena jika cerita ini menurutku saja tidak menarik apalagi menurut orang lain.
Memang dalam mengarang cerita juga yang perlu kita adalah kekokonsistenan.Aku juga harus menerapkan target agar akau bisa untuk menuis lebih banyaklagi. Masa seh seorang penulis belum juga bisa menuslis yang baik. Aku ingin sekali mengirimkan karya-karyaku namun aku belum sempat juga.Memang harus kita paksain untuk mengirim karya-karyaku supaya orang bisa membaca karyaku. Aku akan mendapatkan hasil dari karya-karyaku. Tampaknya aku ini juga sudah seperti khabisan gas

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s