Suka Gossip juga

Kadang saya merasa bangga mungkin ini sudah masuk wilayah ujub kalau ada yang membully saya atau oomongin saya dari belakang. Saya sering menghibur diri bahawa halitu akan membuat saya terhapuskan dosa-dosa saya. Memang secara otomatis seperti itu. Saya akan mendapatkan surga jika ‘amalaman saya lebih banyak.
Saya khawatir saya akan terperosok ke dalam lembah ketakaburan menyangka bahwa orang lain selalu menggosipi saya. Memang ada indikasi mereka atau orang lain menggosipi saya tentu saja hal itu karena sikap saya yang kurang baik juga. Tentu kalau masalah sikapyang kurang baikitu nantinya menjadi urusan Allah untuk menilainya.
Tetapi yang menjadi maslah kadang saya saja mendengar gossip.Ah ini yang sebenarnya menjadi masalah.Saya harus mengintrospeksi diri untuk tidak turut larut dalam larutan gossip. Sangat susah seklai untuk tidak melayani gossip.Kalau kita sudah diajak untuk berbicara dengan orang lain mereka jsutru akan mengajak kita bergosi.Pertama mereka akan berbicara mengenai satu orang sehingga kita sama sekali sulit untuk menghindari hal tersebut.Mau bersikap tegas tapi kita juga tidak enak.Hal ini sebenarnya memang karena ketidaktegasan saya sendiri.
Sudah saatnya untuk mengakhiri gossip ini meski sulit.Meski nantinya saya akan menggosip lagi namun kita akan selalu berusaha untuk menghindari. Tentu saja untukmenghindari adalah dengan tidak menghadiri majlis tidak lazim tetapi yag kita hadiri adalah majlis ta’lim.
Kalau omongin orang searnaya berasal dari rasa kepokita.Kita ingin tahu bagaimana seseorang dhadapan orang lain. Nah,kita akan mendapatkan berita tersebut dari gossip tersebut.Kalau seseornag yang kita benci dijelekein maka kita senang sekali mendengarnya dan kuping kita terasa enak sekali untuk mendengarnya.Hal ini karena hatiku orang yang sedang sakit.Kalau hatiorang yang baik pasti senang dengan mendengar bacaan Al Qur’an. Kalau kita membiasakan senang mendengar gossip maka kita akan kebiasaan.Padahala kita tahu kebanyakan gossip itu boong.
Sebaliknya kalau orang baik atau teman yang kita gosipi maka kuping rasanya panas juga dan akan menimbulkan kecurigaan pada teman kita. Yang tadinya kita shohib menjadi renggang sebab kita lebeih memepercayai gossip.
merasalebih tinggi ini memang adlah yang menghancurkan diri kita.Kita merasa dosa kita terampuni dengan gssiptetapi kita juga ikut gossip. Yah kalau gitu sama juga gilenya.Jangan-jangan pahala dari orang yang menggosipi kita tidak sebanding dnegan dosa yang kita oerbuat akibat menggosipi belum lagi dosa-dosa lain yang kita lakukan.Lebih baik kita mawas diri saja menghadapi hal yang ini.Jangan pernah menuduh bahwa seseorang mempunyai dosa yang lebih banyak dari kita dan jangan pernah menyangka bahwa diri kitalah yang ibadahnya paling hebat dibandingkan orang lain. Semuanya karena Allah yang mengatur dan manusia hanya berusaha-berusha terus untuk beribadah kepadanya.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s