Merugi Kalau Menulis Malam

Merugi jika kita menulis malam

Inilah yang saya lakukan untuk menulis malam-malam. Kalau sudaha lewat jam 2000 saja saya sudha sangta malas untuk menulis. Meski saya tidak bekerja di pagi hari. Tentu saja ini membuat saya mengkoreksi diri karena saya sudha tidak membuat karya-karya yang lain. Say amenyebut diri saya malas. Saya memang selalu mneyempatkan menulsi minimal sejam sehari, namun apakah cukup ? Tentu tidak saya tidak mau meniru orang yang sudah sukses dengan menulis sejam saja tetapi saya mau meniru orang yang belum sukses dimana mereka menyediakan waktu yang banyak sekali untuk menulis. Kalau tidak ada kerjaan seharusnya kita bisa bekerja 8 jam untuk menulis. Tentu saja maksud 8 jam tidak mesti di komputer terus dan mengetik dalam waktu 8 jam. Ada yang bisa kita kerjakan seperti membaca buku. Tentu saja kalau kita tidka membaca buku rasa buku seperti apa cuma isi kecap saja yang ada dalam pikiran kita.Ketika kita bisa membahas sesuatu dengan detail pasti kita akan mentok.
Kalau seorang guru tidak memperkaya dirinya dengan ilmu-ilmu yang bermanfaat maka ia tidak akan bisa menulis. Kegiatan menulis juga bisa didalamnya yakni berupa mencatat ide yang berupa adalam coretan kadang kita bisa menuis ide pada saat yangtidak terduga. Misalnya, kita melihat sesuatu peristiwa di lapangan maka kita dapat mencatat ide cerita tersebut.Ide sering bisa kita dapatkan dari membaca. Kalau kita membaca cerita dan akhir cerita tidak sesuai dengan apa yang kita inginkan kita bisa merubahnya dan kita bisa merubah semua yang kita tidak inginkan tetapi dengan syarat kita tidak meniru semua cerita tersebut karena sama kita mencontek cerita orang tersebut dan kita disebut plagiator dan karya kita dinamakan plagiat.
Tetapi dengan menulis malam saya jadi bangunnya esiangan hampir subuh terleawt .Alhamdulillah saya bisa menunaikan sholat fajardan sholat shubuh berjama’ah namun setelah mengaji saya tidur lagi dan tidak menulis. Tentu bagi saya ini merugikan .Lebih baik tidur di awal dan kita bisa beribadah dengan tenang.
Bagi saya yang memang kurang beribadah lebih baik saya konsentrasikan daripada bekerja untuk dunia yang kalau hasilnya ada juga fana (apalagi kalau hasilnya gak pasti). Kita harus seimbang juga. Memang seringkali kita menghabiskan watu apalagi sinetron abis Maghrib yang membuat kita manteng didepan TV dan lupa mengerjakan tugas-tugas kita.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s