Melaju dengan Menulis

Beberapa hari lalu aku merasa mandek dan ketika efektif dan sebenarnya kemandekan ini ada beberapa penyebab salah satnya ketika beranian untuk menulis. Banya orag yang tidka berani untuk memulai menulis karena berbagai hal. Sepeti penulis pertama yang memulai takutnya dalah slah. Sebanrnya pada zaman sekrang kalau takut salah sudha tidak zamannua.Kita mengunnakan software word yang bisa ketik dan kita hapus dengan sebisa kita.
Lain halnya dengan dulu kalau orang mau menulis maka mereka harus menggunakan mesin tik. Salah satu huruf saja bisa fatal karena penghapus menggunakan tipex yang sering kali bocor dan membuat tulisna menjadi buram. Kemudian ditemukan tipex kertas untuk mesin tik yang lumayan tetapi tetap saja kertas menjadi kotor.
Kalau dulu lebih sulit lagi menusi dengan menggunakan tangan. Jujur saja anak-anak seakrang kalau nulis satu halaman saja sudah pegel sekali saya kira. Apalagi kalau menulsi beribu halaman.Leo Tolstoy seorang novelis Rusia biasa untuk menulis banyak hal sampai tujuh kali untuk novelnya, Tentu ini bukan perjuangan yang dengan sedikit keringat.
Ia dengan hati-hati menulis seluruh novel dengan tokokh yang banyak sekali higga lima ratus tokoh dalam novel tersebut. Kalau kita menulis tokoh tersebut saja kita bisa -bisa pusing apalagi kalau mengingat seluruhnya.
Kalau kita yangsudah modern tidak perlu kahwatir kita bisa menyunting jika ad satu bagian yang menurut kita tidak sesuai dengan cerita novel kita tinggal ke bagian tersebut dan menghapus bagian yang kita rasakurang.Kita bisa melakukan tambal sulam dengan mudahnya.
Aku rasa kita tidak boleh kahwatir tulisan kita menjadi tidak enak.Kalau tulisna kita tidak enak maa kita harus membuatnya enak. Tulisan juga sepeti masakan yang bisa kita tambahkan bumbu-bumbu tetapi kalau kita tidak menulsi mau bumbu apa yang mau kita tabahkan?
Saya rasa terus menulis adalah solusidan kita bis atahu bahwa kita sudha menulsi mengenai hasi yah kita bisa menilai sendiri. Kita diamkan terlebih dahulu tulisna dan kita ke sana lagi beberapasaat kemudian.Dengan pikiran yang lebih jernih kita bisa memperbaiki tulisan tersebut.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s