Sabar Ternyata Lebih baik

Sabar Ternyata Lebih baik

Saya pernah bertemu dengan mahasiswa yang mengetawai saya.Saya tahu dengan persis bahwa mahasiswa tersebut mengetawai saya dan suatu saat saya mau membalasnya . Bahkan saya hendak memukulnya karana ialah provator sehingga mahasiswa lainnya meledeki ku. Oleh karena itu saya masih bersikap sabar dan menunggu jika ia macam-macam lagi maka saya akan memberikan pelajaran yang sangat berarati bagi dirinya sehingga orang lain tidka akan menghina saya.
Tetapi saya masih bersabar. Untuk apa aku melayani orang-orang yang bodoh yang tidak mengerti mengenai orang lain. Kita yang cerdas ini tidak perlu untuk menuruti nafsu.Akupikir jika membalaskan nafus kita tidak akan membuuta kita lebih tenang. KIta hanya akan dihantui oleh perkataannya yang tidak. Siapa yang bisa menjamin perkataaanya tidak terdengar.Ia masih berada di dalam relung kita bagaimana kita bisa menghilangkann halitu.
Kemarin aku pernah bertemu di sudut tangga dan ia tersudut, aku mau saja mengangkat tangan ini menghantam namun suara hatiku tikda.Kita bukan orang yang suka kekerasankecuali ia mau menghantam kita baru kita mengadakan pembelaan. Tetapi kalau cuma sekedar menghina kita mesti bersabar tersebut sudah ada di udara-udara kita dan kita tidak bisa mengambilnya lagi.
Memaafkan yang terbaik.Kemarin si mahasiswa menyapa saya dengan cara yang sopan. Ha, inilah akibat dari kesabaran saya.Kalau saya memukulnya bukan berarti antinya ia akan berbuat ramah pada saya. Ya, ia bisa saja jauh lebih “ramah” dari sekarang namun semua itu adalah palsu. Ia menjadi ramah karena terpaksa itu menjadi kamuflase saja karena sudah terkena pukulan.
KIta boleh menasehati bahkan wajib namun juga jangan dengan kekerasan karena kekerasan akan melahirkan ketidak enakan.
Oleh karena itu saya mau mengedepankan saja terlebih dahuu baik sangka. KAlau sudha buruk sangka maka kita menjadi emosiaan terus tapi kalau baik sangkadan ternyata kita terlalu baik sangka maka itu lebih ringan ketika baik sangka kita itu salah.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s