Diary of ordinary people

Kalau saya sudah menulis jurnal saya kira mungkinkah saya akan menjualnya.Yah kalau menjadi orang terkenal dengan mudah kita mnejualnya termasuk orang yang sangat kontroversial tetapi kalao kayak kita kita ini ordianrry man yang hanya dianggap sebagai manusia biasa dan seperti halnya lima milyar rang lain yang bertebaran di muka bumi.
Tetu saja kita menjadi extraordiary people kalau kita mempunyai suatu yang melebihii dari ornag lain misalnya kita bisa terbang maka kita mempunyai jurnal yang menceritakankita bisa terbang.
Mungkinkah kita bisa menyusun cerita jurnal dri seornag yang bisa terbang. Yah bisa saja. Kita bisa menysusn cerita fiksi yang berkaiatan dengan tu akan tetapi kita tidak akan tahu apakah itu aku atau tidak bergantung dengan pembeli yang akan membeli dari bukusaya.
Tetapi saya pikir saya harus terus menulis untuk mengeluarkan rasa kegalauan saya yang tentu saja saya batasi. Tidak setiap hal saya tulis dalam jurnal ini akrena bisa jadi hal tersebut berbahaya. kalau kita menulis terus maka kita akan mendpatkan sesuatu yang kita inginkan itu saja

Kacau Sekali Tanpa Perencanaan

Kalau menulis tanpa perencanaan pastilah kacau lagi. Kadang juga dengan perencanaan yang setengah atau yang matang menadi hancur di tengah jalan.Hal itu karena kita tidak konsisten dengan perencanaan kita sendiri sehingga kita menjadi berantakan berapa hal yang kita belokkan di awal. Sama halnya aklau kita mau menuju jalan yang lurus namun kita belok dan kita membiarkan yang belok tersebut sehinga kita menjadi semakin jauh dari tujuan kita.
Saya ingin menulis sebuah novel yang berbeda dari orang yang lain. Saya senang dengan semangat novel-novel yang mengambarkan perjalanan hidup tettapi itu khan bagi yang berhasil semntara bagi yang tidak berhasil dan ini adalah banyak tiada kita harus putus asa dnegan hal yang seperti itu. Kita harus bekerja dengan penuh ikhlas sehingga kita mendapatkan sesuatu yang mau kita tuju.
Aku ingin mengambarkan orang yang sabar dalam cepren yang tidak putus asa untuk mendapatkan sesuatu yang kta mau tuju. Kita harus semangat meraih itu dan jangan takutkan rintangan arena rintangan adalah sesuatu kepastian.
Kalau saja kesuksesan adalah sebuah atau suatu hal yang mudha maka semua orang sukses semua. Sayangnya tidak banyak orang yang sukses karena mereka tidak mau untuk

Menganggu Tidur Orang lain

Menganggu Tidur Orang lain
Dua hari lalu, saya sempat kesel dengan dosen lain yang membangunkan saya waktu saya di sofa. Pada hari itu saya sudah selesai mengajar dan saya beristirahat untuk malamnya mengajar.
Memang tidak ada larangan dalam membangun orang apalagi kalau masalah itu adalah masalah yang penting tetapi kalau cuma hanya menganggu saja buat apa. Anda harus tahu bahwa orang yang dibangunkan kadang pusing sekali kepalanya apalagi kalau yang mempunyai penyakit. Tetapi karena tidak bisa marah yah terpaksa diam saja. Yah sudahlah besok saya tidak akan tidur di tempat tersebut.
Kini banyak ide-ide terhenti dengan otomatis malah saya kini mencari ide untuk sebuah cerpen. Aku akan meniatkan diriku untuk menulis cerpen tiap minggunya dan kemudian saya edit untuk minggu depannya. Dengan demikian saya akan bisa untuk mengirim cepern secara berkesinambungan. Kalau bisa minimal sebulan untuk tahun depan cepern saya dimuat di media khan jelas lumayan saya mendapatkan penghasilan ratusan ribu. Nanti lagi kalau membuat novel akan mendapatkan royalti. Kalau menulis cerpen di media cetak juga mudah sekali karena media cetak biasanya hanya memuat 10.000 karakter saja namun bagi penulis yang sudah terbiasa menulis dalam jumlah kata yang banyak maka hal itu justru sangat menyulitkan saja.
Aku harus sering mengirim cepern hah syukur kalau diliat. Bahkan ada yang menggaji cuma 50.000 saja yang setara dengan tiga bungkus nasi Padang di Jakarta dengan lauk rendang.
Yah biarlah, yang penting khan saya bisa menjadi dan mengirimkan ide saya untuk membuat sebuah perubahan (mudah-mudahan ini bukan kata yang lebay).
Kalau kita semakin banyak mengirim maka kita akan mengetahui kualitas kita.
Dulu juga saya pernah bertekad namun saya Seperi tergerus oleh kesibukan yang tidak menentu, karenanya saya harus menekankan ditlri (maksudnya bukan nekad) untuk mengirimkan cerita pendek ke media.

Sudah membuat kerangka tapi loh binggung?

Beberapahari yang lalu saya sudah membuat kerangka karangan novel yang bercerita mengenai ajaibnya si penulis. Aku bangga kalau sudah mebuat kerangka maka aku pikir aku dapat menyelesaikan novel tersebut dengan arahan yang mantap dari awal penulisan hingga akhir penulisan. Siapa yang tidak mau dengan hal ini tentu saja. Aku berpikir kaau mau tiap hari 5000 kata maka dalam 8 har aku sudah bisa membuat novel yang hitungan katanya dapat mencapai 40000 kata.
Tetapi namananya renaca selalu tidak mudah Ketika sya menuliskan tiga kerangka dalam novel saya,saya sudah merasabahwa novel saya ini bisa nonsense dan tidak mengenai logika akal manusia. Jadinya saya mundur lagi dan berpikir untuk menulis yang lain saja. Tenu saya sedikit kecewa karena seharian saya menulis ketiga paragraf tersebut yang mmebuta saya menjadi lelah karenanya.
Saya menjaid ingta buku dari m diponegr agara kita membaca terlebih dulu kerangka yang sudah kita buat dan kita ahrus memikirkan terlebih dahulu apakah kerangka tersebut menarik atau tidak. Sebab kalau sudah tidak menarik saja untuk kita apalagi untuk orang lain.
Tetapi saya baru mendapatkan pelajaran yang bagus untuk merubah sedikit ceritanya.Kalau kita ingin bermain dengan yang pro kita seharusnya bisa membuat ceritta mengenai apa saja.

Saya ingin memasarkan cerpen saya

setelah setahun atau tiga bulan ini saya insentif menulis novel, saya berpikir perlu kiranyan untuk mmepromosikan diri sebagai penulis cerpen di media-media cetak.Kalau media onlina sih sudah sejak setahun alau di kompasiana. Saya menghasilkan beberapa cepren yang terus terang saja belum menghasilkan pembaca yang setia.
Di kompasiana di rubrik fiksiana saya juga sering membaca cerpen-cerpen orang lain yang bagus-bags kadang saya kira itu seatara dengan penulis cerpen di media cetak.
Tentu saja saya mau mmebuktikan untuk mendapat tempat di media cetak karena saya akan menjadi terkenal (eeeh bukan maksudnya gitu maksudnya mendapat penghasilan yang layak dari menulis). Saya kira dengan menghasilkan cerpen di media saya bisa menarik nama saya atau mengerek nama saya menjadi seorang peulis yang baik.
Tentu saja nantinya cerpen-cerpen saya akan menjadi modal saya untuk mengadu nasib di media buku. Mungkinkah penerbit buku akan tertarik pada cepren yang ditulis oleh cerpen yang mempunyai tempat di media cetak. Saya rasa ada benarnya saja. Tetapi kalau tulisna buku kita jelek dan tidak sama dengan cerpen kita yang di media tentu saja penerbit tidak akan menerima buku kita.
Kalau demikian kita harus mempunyai kulitas yang sama anatara cerpen yang kita tulis di media dengan cerpen yang kita tulis untuk penerbit. oh ya lebih tepatnya novel karena para penerbit pada saat ini jarang menerima kumpulan cerpen kecuali untuk cerpen anak-anak. Sekitar bulan lalau saya sudah mengirimkan naskah cerpen untuk anak-anak. Mudah-mudahan mendapat ati di anak-anak.
Memang sangat penting bagi saya untuk mengirimkan cerepen ke media.
Saya kira nanatinya saya akan memperkenalkan diri sebagai seorang penulis fiksi yang terkenal dan karenanya saya harus mempromosikan diri di media cetak. Saya harus membuta tekad misalnya smeinggu saya harus kirim cerpen atau dua mingu.Mungin ini akan membuat saya disilin. Karaena tersu terang saja banyak kerja saya yang terbengkalai karena bais nulis mau pindah yang ke lainnya yang membuat saya tidak fokus karenanya saya mau fokus dulu baru menyelesaikan penulisan yang lain.

Banyaknya Ide yang masuk

Kalau seorang amatir sepertiku pasti mengalami ide yang masuk banyak sekali. Ttapi tentu saja tidak semua ide tersebut bisa menjadi layak sebagai tema dari karangan baik cerpen atau novel kadang juga untuk upun novel. Terkadang ide tersebut cocok untuk cerpen ataukadang untuk novel, Itu semua bergantung dari tema yang mau kita garap.
JIka kita sedang menils cerita A maka pikiran kita melayang menadi ingin menulis tulisan B dan sebaliknya. Kita kadang juga harus menulis ide-ide lain yang tidak bisa berhenti sama sekali. Seolah mengalir deras pada diri kita saat kita sedang berpoir sebaliknya akalu kita sedang mendek maka kit bisa mengeluarkan ide bahkan untuk satu katapun. Kita sepertinya sudah selesai dengan novel yang satu namun kita tidak selesai dengan novel yang lain. Ide brtadatangan terus dan saya merasa elah dengan hal itu.
Sya pikir saya harus menghentikan serangan ide tersebut aku harus membtasi diri dan ini membuat kepalaku tentu saja sakit. AKu harus mencari cara untuk menghentikan ini semua. Memang kadang saya mnulis ide-ide tersebut di notes agar saya tidak kehilangan cerita yang sudah saya memikirkannnya sebelumnya.

Aku kira sya harus konsisten terlebih dahulu menyelesaikan novel yang satu dan baru beranjak ke novelyag lain. Mungkin pembaca lain mempunyai ide untuk membantu kesulitan saya ini?

Menulis NOvel lagi

 

Seolah sayai kebanyakan ide dan ingin menulis dan menulis lagi dan lagi seperti ide tersebut kalau diomongkan pasti akan mengeluarkan kata-kata yang banyak sekali. SAya mempunyai niat untuk membeli atau mencari software yang bisa merubah suara menjadi kata-kata. Artinya saya tidak perlu lagi untuk menulis di kompuetr ama-lama paling-paling saya hanya membutuhkan edit seperti yang saya tulisan di blog sebelumnya.

Kali ini ide saya adalah  menulis mengenai eorang penulis yang mempunyai kemampuan untuk mengutuk orang lain. Sebanrnya rang tersbeut tidak mengutuk orang ddengan menuis. Ia hanya menulis saja namun kejaida aneh terjadi setelah ia menerbitkan tulisannya.

Ia sendiri binggung dengan hal itu. Lalau ia menjadi passif untuk menuis dan ia tidak mau lagi menulis. detektif SYamsun dikerahkan untuk hal ini beserta dua orang asistennya bernama Al FAruq ia membongar kjahataan seperti ini.

Akirnya terungkap bahwa si penulis tersebut mmepunyai kembar yang sngat jaat yang mewakili dari si penulist tersebut. USaha Syamsun sangat sulit sekali namun ia tidak menemukan.

Hal itu sepertinya kebetulan saja namun hal itu justru tidak mengenakkan baginya. Ia tidak mau menjadi orang yang membenci orang lain dan bahkan menecelakaana orang lain. Ia inginnya hidup ini tenang saja.

Tawaran demi tawaran berdatangan. Ada yang memeberikan tawaran royalty 50% dari penjualan buku kalau ia memberikan naskah tersebut. Ada juga yang menawarakan untuk saham dari erusahaan penerbitana, Ada juga yang mau mmembayar untuk mendapatkan hak ekskluif dari penayangan novel tersbeut dan lain-lain.

Bagi RIdho dirinya memang ingin menjadi penulis terkenal namun kalau mengobrnakan semua orang maka itu sama saja dengan  membuat orang menderita dan ia sama sekali tidak menginginkan hal itu.

Kemudian dia mencari beberapa inspirasi dan menanyakan kepada Pa Ustad yaitu UStadz Tanjung yang erkena tersebut dan ia mendorong agar RIdho tidak terlalu menyambung-nyambungan suatu peristiwa dnegan peristiwa lainnya karenanya namananya tathayur dn itu berdosa dan menuju ke Syirik.

Kemudian ia samapia bertemu dnegan ibunya di dalam mimpi. Ibunya berweajangan ntuk meneruskan pekerjaan. Bukankah pekerjaan untuk menjadi penulis terkenal adalah cita-citanya sejak dul.Ia tidak bleh mundur.

Duu ia ingta dnegan ara PNS yang selalu tidka puas dengan gaji yang diberikan presidne Suhartoterutama bagian III kebawah. Mereka hanya menerima sedikit saja dan kadnag kurang untk belanja. Yah Ridho hars bernani dan memastikan ia akan mencetak novelnya tersebut.

Kereta Bekasi yang terlambat

Kalau kereta Bekasi adalah kereta yang terlambat tadi malam masa saya datang jam 22.00 saya dan melihat di papan yang bisa menyala dengan lampu-lampu. Saya lupa apa namanya itu. Bahwa jalur 4 belum tersedia. Jalur 4 adalaha jalur yang biasa di lalui kereta jurusan Bekasi . si pbaca berita atau petugas kereta yang mengumumkan memberitahukan kereta belum tersedia di kita”Wah” katanya kereta di Cakung “wah lagi” pasti keretanya tidak akan sampai ke Manggarai dalam waktu yang dekat. Kuputskan untuk ke Tebet saja. Rencananya dari sana saya akan naik bussway. Tetapi setelah kereta ada saya pikir saya  akan ada bas Wie menuju Kampung Melayu dari Tebet ternyata tidak Ternyata di Tebet tidak ada nus way sama sekali. Ternyata di Tebet sudah tidak ada Bus waynya terpaksa saya menggunakan ojek yang sebenarnya adalah transportasi yang tidak saya senangi sama sekali tetapi karena sudah malam sudah 10.30 saya harus cepat sampai kamu malu atau Saya tidak dapat kebagian sama sekali busway yang dari Pulo Gebang kemudian saya menggunakan busway saya masuk ke Terminal Kampung Melayu dan saya tanyakan dulu kepada tukang karcis agar untuk memastikan Apakah masih ada basway untuk ke Pulogebang. Alhamdulillah ternyata buss way masih di Pulogebang masih ada karenanya saya langsung karena saya langsung mentap tempat karcis dan saya masuk ke dalam Terminal atau shelter busway di kampung Wahyu kemudian saya menunggu untuk 15 menit sambil sambil menulis sebuah cerpen yang mengenai anak yang kesulitan dalam belajar untuk menghafal saya kerjakan itu dalam waktu yang singkat benar setelah melihat catatan yang saya persiapkan Pak tadi pagi nya di stasiun kereta Buaran Akhirnya saya hampir menyelesaikan cerpen itu saya pikir bahwa saya pikir kau untuk buah Sisi kuliah tadi malam itu sangatlah Tidak Efektif saya akan mereview lagi dan akan berubah menjadi satu biar lah saya akan berkorban masuk pada hari malam puasa karena saya sudah lelah sekali Sebab mereka juga mahasiswa tersebut sudah lelah sekali saya pikir dengan suatu sini mereka akan mendapat ilmu yang banyak dan saya juga akan lebih santai dan Aku. tinggal membilang kepala program studi

Kapan saya sukses

Kapan saya sukses
Aku sangat ingat sedang duduk di ruang dosen yang hanya ada tiga meja dengan lima kurus. Sebenarnya ruang tersebut tidak layak dikatakan sebagai ruang dosen karena tempatnya yang sempit sekali. Terkadang ada juga dosen yang menggunakan sebagai tempat bimbingan dan ada juga pegawai TU atau akademik yang menggunakan sebagai tempat mengerjakan pekerjaan.
Pada waktu itu ada seorang teman yang sedang membimbing skripsi mahasiswa. Si mahasiswa menginginkan untuk lulus karena ingin ikut wisuda di bulan Juli .
Siapa sih yang gak mau cepat. Sayangnya sih mahasiswa tidak memperbaiki skripsinya. Inilah uang menyebabkan si dosen yang juga kolega saya tidak mau memberikan persetujuan untuk seminar karena ia pikir si mahasiswa tidak serius dalam mengerjakan skripsi tersebut.
Saya ingat kata-kata nya kalau semua orang juga maunya cepat. Yah setiap orang termasuk penulis serta yang membaca blog ini pasti ingin sukses hanya saja waktunya tidak semau yang kita inginkan. Misalanya kita ingin menjadi pengusaha sukses tahun depan tetapi kita cuma berkhayal saja. Tentu hal seperti ini tidak akan membuat kita sukses.
Wong, orang yabg sudah bekerja saja dengan gigih belum tentu sukses.
Saya jadi ingin cepat-cepat sukses setelah lebih sepuluh tahun mebulis. Saya inginkan saya untuk menjadi penulis best seller tetapi aku baru mensubmit tiga novel seharusnya

Susahnya kalau kita ingin takabur

Kita sering melihat orang yang menymbongkan gelarnya.Lihat saja profesor-profesor yang di kampus yang selalu mendapat tundukkan kepala eeeh jangan salah yach ini bukan tandukan kepala. Ini adalah tanda penghormatan bagi professor tersebut karena posisinya di dalam kampus.

Ilmu mereka memang menangangkat derajat mereka menjadi pejabat kampus namun kesombongan mereka telah menurnkan derajat mereka menjadi yang hina.Setiapomongan prof harus didengar oleh anak buah. Hal itu juga menrurun pada mahasiswa dan seakan kita sudah berhasil kalau kita sudah bisa menyombongkan diri dan merendahkan orang lain.

Kita mempunyai pangkat dan orang lain kit bangga padahal suatu saat kita penisun . Pada sata itu jangaknan mahasiswa satpam saja mungkin tidak akan menyapa anda. Oleh karena hidup ini begtu singkat jangan kita sombongkan diri. Jangan kita meniru professor –professor yang sombng tapi trulah professor yang baik hati dan mau merendah. Ilmu membuatnya smeakin mengerti bahwa ia bukan apa-apa.

Jangan sampai motivasi kita yang kita lakukan adalah sekedar untuk menjadi pujian orang padahal pujian orang hanya sementara di dunia saja. Ketika dunia ini sudah hancur tidak ada lagi pujian manusia dan kita diminta pertanggung jawabannya atas hal itu.

Nantinya kita akan tahu bahw aperbuatankita selama ii hanya untuk pujian orang dan amal kita akan runtuh semuanya seperti kita tidak pernah mengerjakan apapun. Karena kita tidka mempunyai keihlasan sebagai niat untuk mengerjakan sesuatu .

Karenanya dari sekarang kita harus berbuat ikhlas tersebut. Maslah penilaian orang tidak perlu karena mereka akan cenderung menyalahan kita kalau kita gagal  tetapi kebanyakan dari mereka akan lepas tangan ketika mereka dimintai pertanggung jawaban.

Orang lain bisa dengan mudah menyuruh kita untuk ini tu namun hanya sedikit yang bisa melaksanakan kata-kata mereka sendiri.Contoh: mudah untuk berkata sabar tetapi apakah mereka akan sabar jika terkena penderitaan.