Menulis NOvel lagi

 

Seolah sayai kebanyakan ide dan ingin menulis dan menulis lagi dan lagi seperti ide tersebut kalau diomongkan pasti akan mengeluarkan kata-kata yang banyak sekali. SAya mempunyai niat untuk membeli atau mencari software yang bisa merubah suara menjadi kata-kata. Artinya saya tidak perlu lagi untuk menulis di kompuetr ama-lama paling-paling saya hanya membutuhkan edit seperti yang saya tulisan di blog sebelumnya.

Kali ini ide saya adalah  menulis mengenai eorang penulis yang mempunyai kemampuan untuk mengutuk orang lain. Sebanrnya rang tersbeut tidak mengutuk orang ddengan menuis. Ia hanya menulis saja namun kejaida aneh terjadi setelah ia menerbitkan tulisannya.

Ia sendiri binggung dengan hal itu. Lalau ia menjadi passif untuk menuis dan ia tidak mau lagi menulis. detektif SYamsun dikerahkan untuk hal ini beserta dua orang asistennya bernama Al FAruq ia membongar kjahataan seperti ini.

Akirnya terungkap bahwa si penulis tersebut mmepunyai kembar yang sngat jaat yang mewakili dari si penulist tersebut. USaha Syamsun sangat sulit sekali namun ia tidak menemukan.

Hal itu sepertinya kebetulan saja namun hal itu justru tidak mengenakkan baginya. Ia tidak mau menjadi orang yang membenci orang lain dan bahkan menecelakaana orang lain. Ia inginnya hidup ini tenang saja.

Tawaran demi tawaran berdatangan. Ada yang memeberikan tawaran royalty 50% dari penjualan buku kalau ia memberikan naskah tersebut. Ada juga yang menawarakan untuk saham dari erusahaan penerbitana, Ada juga yang mau mmembayar untuk mendapatkan hak ekskluif dari penayangan novel tersbeut dan lain-lain.

Bagi RIdho dirinya memang ingin menjadi penulis terkenal namun kalau mengobrnakan semua orang maka itu sama saja dengan  membuat orang menderita dan ia sama sekali tidak menginginkan hal itu.

Kemudian dia mencari beberapa inspirasi dan menanyakan kepada Pa Ustad yaitu UStadz Tanjung yang erkena tersebut dan ia mendorong agar RIdho tidak terlalu menyambung-nyambungan suatu peristiwa dnegan peristiwa lainnya karenanya namananya tathayur dn itu berdosa dan menuju ke Syirik.

Kemudian ia samapia bertemu dnegan ibunya di dalam mimpi. Ibunya berweajangan ntuk meneruskan pekerjaan. Bukankah pekerjaan untuk menjadi penulis terkenal adalah cita-citanya sejak dul.Ia tidak bleh mundur.

Duu ia ingta dnegan ara PNS yang selalu tidka puas dengan gaji yang diberikan presidne Suhartoterutama bagian III kebawah. Mereka hanya menerima sedikit saja dan kadnag kurang untk belanja. Yah Ridho hars bernani dan memastikan ia akan mencetak novelnya tersebut.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s