Cita-cita ikhlas

Hujan awet
Hari ini hujan sejak tenggah malam. Aku harus mencari ember untuk menampung jatuhan dari sela-sela atap yang berupa air. Aku juga memindahkan beberapa buku yang akan basah kalau saya diamkan. Sementara di sampingnya saya tutup dengan koran agar percikan tidak mengenai buku tersebut.
Aku bertanya mengenai cita-cita yang ikhlas dalam diri tetapi ternyata ikhlas tersebut sulit sekali . Ternyata bukan hanya orang biasa saja yang merasakan kesulitan untuk ikhlas bahkan seotnqgbulama besar pun masih merasakan kesulitan untuk ikhlas. Pertanyaan apakah upah oratjg ikhlas?
Tentu saja pahala yang berlipat ganda dan sefala amalannya menjadi baik nilainya di mata Allah. Kalau kita sudah berbuat banyak tetapi tidak ikhlas maka apakah yang mau kita dapat sudah bekerja capek-capek tetapi tidak ada manfaatnya. Segala amalnya nilainya nol.
Kadang untuk niat ikhlas tersebut sulit sekali. Kita tidak tahu karena kalau niat ikhlas itu kadang tidak kembangkan di mata manusia
Masa seh kita mau berbagi pada ornag wong kita kerja sudah cape. Kesombongan sudah merusak kita untuk berbuat baikm.
Tidak ada lagi yang bisa kita kerjakan dengan kesombongan kepentingan sendiri yang maha hebat dari segalanya.
Ya Allah Jauhkanlah akuvhal dari kesombongan yang menganggap diri lebih baik dari orang lain.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s