Ide banyak selesaikan satu dulu

Ide banyak selesaikan dulu satu
Saatvinivaku menggarap novel tanpa pengembangan paragraf. Pada saat 5000 kata sudah sempat benggong mau ke mana lagi namun dengan membaca maka saya bisa menambah perbendaraam kata hingga menjadi hampir 10.000 pada saat jurnal ini ditulis

Akhirnya dengan ketekunan dan ketetapan hati untuk menulis novel yang mungkin bagi orang lain tidak menarik namun bagi saya tentu saja menarik ini akan selesai.
Daya malas menggunakan paragraf pengembangan karena seringkali pengembangan paragraf tersebut kurangvterlakai. Kadang saya sendiri yang melanggar batas tersebut setelah saya membaca dengan seksama jalan ceritanya.
Karenanya kali ini saya bekerja tanpa pengembangan dan langsung menulis saja . Jalan yang ada dipikiran saya terus saja bergerak. Walaua mandek akhirnya saya bisa juga meneruskan hingga 1/4 dari target yang saya tetapkan tentu saja selebihnya akanbsaya tulis lagi godaan biasahya meningkat pada saat 25000 kata karena jumlah ini kita tanggung dan belum bisa disebut novel karangan dengan 25000 kata lebih tepatnya ini disebut dengan novelet dan ini tidak menjual karena rata-rata penerbit hanya menerima novel bukan novelet apalagi cuma kumpulan cerpen, lebih buruk lagi kumpulan puisi yang gak ada harganya. Penting bagi saya untuk menyelesaikan novel ini untuk menambah incoma saya walau menjaid penulis terkenal bagi saya tidak pelur. Yang penting saya menhlia yang berguna untuk membangun masyarakat ini.
Aku bertekad akan menyelesaikan novel walau saya rasa ini tidak mudah. Tetapi dengan tekad. Kini di 10 ribu kata saja saya mau beranjak. Karena ketika kita menulis satu pasti kita mempunyai ide yang lain untuk menulis yang lain. Khawatir bahwa ide kita akan sirna.
Sebernya sudah saya sadari bahwa hal ini hanya "hangat -hangat tai ayam saja karena ketika sudah menulis nantinya juga mendem. Akhirnya ada satu lusin naskah yang tidak selesai. Jelas ini tidak baik bagi saya sendiri khan lebih baik satu naskah yang selesai dari 1000 naskah yang tidak selesai.
Kalau saya mandek langusng baca buku Victor Hugo dimana terlihat pemaparan novel begitu lengkap sekali. Ia memberi pelajaran bagian menulis dengan mengungkapkan detil. Dengan ide sederhana ia begitu menggambarkan dengan baik. Dengan membacanya saya menjadi semngat.
Kini kalau Ide saya buat saja seperti gambar diagram bagaimana awalnya tengahnya dan akhirnya. Saya menunda untuk menulisnya sebelum pekerjaan yang satu ini selesai .bterkadang saya menulisnya dalam bentuk cerpen agar saya tidak kehilangan idenya.
Penting sekali untuk menuntaskan pekerjaan terlebih saya sudah banyak menulis namun saya belum juga publish . Saya harus selalu mencari langkah-langkah yang baru agar tidak mengulangi kesalahan yang sama.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s