menonton film clasic

Kalau China sekarang hebat mungkin sekitar 100 tahun yang lalu tidaklha sehebat sekarang. Dengan banyaknya pejabat yang korupsi pada saat itu. Bangsa China pada saat ituhanya menurut pada tuan-tuan besar mereka yang berasal dari Amerika Serikat, Rusia, Inggris, perancis, Jerman, Austria-Hungaria, Italia, spanyol dan Jepang. Saya menonton di youtube film dnegan judul 55 days in Peking atau 55 Hari di Beijing atau Peking.

Kesembilan negeri tersebut memperebutkan perdagangan di China. Bangsa China rusak kala itu dengan adanya candu. Para warga china suka menyandu dan membuat mereka menjadi ketergantungan dengan candu. Akhirnya mereka dengan mudah dikat oleh bangsa-bangsa Asing. Sepretinya saya juga melihat hal itu pada bangsa ini. Sekarang korupsi merajalela dimana-mana dan saya kira bangsa ini seperti terpuruk saja. Bahkan penegak hukum juga mau untuk disuap. Belakangan ini para penegak hukum juga ditangkap walau sebenarnya praktik ini sudah ada sejak zaman Indonesia awal. Kita sedih KPK tidak mau untukmenuruti temuan BPK malah beralih pada tempat lain. Seharusnya mereka mau mengurusi kasus mega korupsi tersebut.

Lihatlah bangsa kita cuma sibuk untuk mengurusi politik saja sementara sumber daya negeri ini diabisin oleh korporat asing yang sana dengan ketika menjajah negeri China dan ada kini China turut untuk mendominasi negeri ini.
Pada saat ini rakyat banyak yang susah bahkan singkong saja mesti impor.Padahal tanah ini begitu subur dengan singkong.
Tetapi tentu kita juga tidak bisa berdiam diri akan hal yang seperti ini. Banyak generasi yang mau mencoba untuk mengeluarkan dari kungkungan ini.

Saya jadi percaya walau negeri kita miskin akan sejarah dibandingan dengan negeri China tetapi aku yakin orang-orang Indonesia akan mampu untuk menyelesaikan masalah ini. Hanya saja kita perlu untuk bekerja keras.

Yah bekerja keras dengan harapan semuanya akan memberikan hasil bangsa ini sebagai bangsa yang besar. cuma saja jangan kita menjadi orang yang besar kepala ketika kita menjadi bangsa yag besar tersebut. Kita justru membagikan kemakmuran pada bangsa-bangsa yang lain.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s