Pentingnya Tokoh dalam Cerita bagian Dua

Pentingnya tokoh bagian kedua
Tokoh sangat penting dalam sebuah cerita seperti yang sudah saya tuliskan di bagian yang terdahulu. Hanya saja kita tidak bisa menggambarkan atau bahkan sebagian orang tidak bisa menggambarkan tokoh sehingga mereka tidak bisa membuat cerita.
Saya senang sekali menulis novel tentang sejarah agat membangkitkan generasi Islam mengenai kehebatan tokoh pahlawan pada masa dulu. Tentu sebagai panutan kuta Muhammad SAW yang tidak perlu kita ragukan lagi.
Saya ingin menulis para pahlawan yang mengikuti risalah Rasulullah. Tetapi tentu saja saya tidak akan bisa menulis orang-orang tesebut dalam sebuah dialog dan menjadikan mereka sebagai tokoh utamnaya karenanya sumber akan sejarah itu tidak ada.
Meskipun kita ini mengarang sebuah fiksi namun jangan sampai fiksi ini terlihat bohong sekali. Kita “meminimalisir” kebohongan dengan cara menilai tokoh lain lada zaman tokoh yang ingin ceritakan seperti misalnya saya menceritakan para pejuang di zaman Shalahuddin. Mereka jelas mengikuti perintah Shalahuddin untuk bertempur memerangi Salibus.
Awalnya memang aku ingin menampilkan Shalahuddin sebagai tokoh utamanya bamun aku berpikir sangat sulit sekali.
Kalau di sejarah kita tahu Shalahuddin berhasil memenangkan perang di Hittin kita tidak tahua apa yang ada dalam dialog yang dilakukan Shalahuddin. Kita cuma bisa nerbaa seperti dialognya melalui tarikh yang ditulis oleh ulama Islam nanun kita tidak tahu harus pastinya.
Berbeda dengan para tokoh rekaan yabg ada di zaman tersebut, kita bisa membuat semaujya kita dalam tanda kutip. Kita bisa menamai mereka dengan nama yang kita sukai, kita heri mereka sifat dan karakter serta perawakan mereka. Tentu namanya tokoh harua berprilaku baik di dalam alur cerita kita.
Hanya saja kesulitan Kita harua bisa membuat tokoh tersebut dikenal oleh calon pembaca kita karena kalau tokoh tidak dikenal maka mustahil buku akan dibaca oleh pembaca. Di bagian inilah yang harus kita buat sedemikian menarik untuk menarik pembaca.
Lika-liku orang tersebut harus kita hafal dengan baik dan harus ada yang membuat orang tertarik. Kalau di cerita silat maka jagoan yang mempunyai kesaktian maka akan mendapatkan tempat di hati pembaca. Dan jangan lupa nama sangat penting karena kalau namanya saja sudha buruk maka siapa yang mau membaca.
Membuat namanya adalah sulit sekali saya bahkan sampai mengganti nama dalam cerita ketika ceritanya sudah saya edit dan hampir saja mau dikirim ke penerbit.
Saya terus terang saja belum bisa membuat tokoh yang baik dan menarik bagi para pembaca namun aku yakin nantinya aku bisa untuk membuat atau lebih tepatnya menemukan karena apersoalan membuat itu hanya hak prerogatif Allah SWT.
Saya ingin mebyambungkanbanatar si tokoh dengan tokoh non fiksi yang ada di zamannya. Sampai saat ini saya harus bisa mendeskripsikan anak buah sang tokoh walau ketemu dengan si tokoh non fiksi. Saya menjadi malu untuk membuat cerita tersebut karena menyangkut tokoh non fiksi.
Terkadang saya tidak bisa menggambarkan terlebih kehidupan di masa itu. Saya cari saja penggambaran hidup di masa lalu dan menggunakan Google images yang sedikit memberikan suatu gambaran.
Apapun tulisanku maka aku harus bisa menulisnya . Aku yakin ini akan selesai sesuai dengan target yang aku harapkan.

Terkirim dari: Lenovo A516

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s