Membaca Novel Sendiri???

Baca novel untuk menulis novel ? tapi tidak sesuatu yang aneh?  karena dengan kita membaca novel kita akan mendapatkan kosakata atau vocabulary dalam bahasa Inggrisnya. Untuk menggambarkan suatu situasi yang belum tentu juga situasi tersebut sesuai dengan gambaran yang ada di pikiran kita tetapi setidaknya dengan adanya kosakata yang baru kita akan melengkapi kata-kata untuk menggambarkan situasi yang kita. Tuliskan dengan kata-kata yang baik mungkin ribet juga kata-kata seperti ini bagaimana kalau kita membaca novel tulisan kita sendiri ini sesuatu yang sebelumnya diluar perkiraan saya sebelumnya malu rasanya kalau saya menulis novel karena banyak ada kata-kata yang salah dan dialog-dialog yang saya rasa tidak mungkin terjadi tetapi pekerjaan ini memang harus dilakukan. Bagi seorang penulis karena seorang penulis juga harus membaca apa yang telah dituliskan sebelum toh sebelum kita mengajukan skripsi pastinya kita setelah membaca. Dan seingat Profesor saya yang sudah menanyakan apakah sesudah membaca tetapi saya bilang saya sudah membaca di komputer. Saya ingat kebandelan saya. Untuk itu saya harus membaca maunya sih si membaca di print out karena diitu suatu gambaran tetap dan kita tinggal mencoret apa yang salah sedangkan kalau di layar monitor kita menjadi sulit sekali karena kita menjadi bergerak-gerak di monitor sedangkan kalau di print out tidak bergerak gerak dan kita bisa menatapnya lama-lama dan akan mencari kata-kata yang salah dan dengan print out juga kelebihannya kita bisa bekerja kapan saja lain dengan komputer maksudnya bagi saya. Kalau bagi saya menulis di malam hari dengan menggunakan komputer sesuatu yang sulit bagi saya karena kesibukan gue juga. Saya tidur di awal waktu lebih baik karena kesehatan dan pikiran saya harus berani untuk membaca kali. Bahkan bukan sekali saja kita membaca berkali-kali sambil membandingkan dengan novel novel yang lain pasti kita akan tahu bahwa kita mempunyai ciri khas tertentu yang dimiliki oleh penulis yang lain yang mempunyai ciri khas tertentu dan dalam membaca ini kita akan membutuhkan berapa berapa kata yang salah dan tentu saja kata-kata yang tidak sesuai dengan ejaan yang disempurnakan kata-kata yang bisa lah itu bisa jadi kata-kata tidak pas yaitu dialog nya kemana tetapi yang satu dialognya dimaksud kepada suatu akhirnya tidak nyambung juga atau kata-kata yang sebenarnya tidak mungkin pekerjaan seperti ini. Emang saya males sekali. Saya lebih suka untuk menulis banyak sekali seperti blitzkrieg dan ini mungkin ditemukan oleh penulis-penulis yang sudah terbit buku. Mereka senang sekali untuk menulis cepat karena dengan menulis cepat mereka menghasilkan buku lain halnya dengan Tolstoy yang menulis 7 Kali sehingga bukunya menjadi tak lekang di makan zaman dan salah satu masterpiece dari sastra Rusia.
Aku juga maunya untuk menulis seperti Masterpiece tersebut dan tidak untuk berdosa bersama untuk menyelesaikan masalah dan juga saya juga mempunyai pekerjaan sebagai peneliti keuangan yang akan sibuk ketika saya juga harus menulis novel tersebut bagi saya lebih baik lusinan buku saja daripada ratusan buku tapi tidak laku baik seperti Tolstoy bukunya yang laku.
tetapi dengan memasang target yang rendah ini seolah-olah saya menjadi seorang yang males-malesan. Saya ingin membuat suatu yang tidak males-malesan sehingga saya menjadi orang yang rajin dan tentu saja. Saya ingin mendapatkan pahala dan ingin berkonsentrasi pada sedekah jariyah sebagai ilmu saya ini mudah-mudahan saya bisa mencapai cita-cita saya.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s