Jangan menyusahkan mahasiswa

Kemarin saya harus menerima mahasiswa yang  ujian saya di tempat kursus saya sebenarnya ini karena kesalahan saya karena tidak memberitahunya bahwa Sabtu saya di kampus. Saya orang yang menyusahkan diri sendiri saja dan berjanji bahwa hal ini sebagai terakhir dan saya akan bekerja sama dengannya tanpa melihat bahwa statusnya di bawah kita banyak hal dari kita yang ternyata bersumber dari kita sendiri karena kita merasa gengsi atau bahasa males harganya itu menyesuaikan diri sendiri bagaimana kalau diri kita yang dicueki orang lain pasti tidak suka.

Aku membayangkan mahasiswaku dia harus jauh-jauh datang ke tempat kursus ku hanya karena saya tidak sms sekali saja. Coba kalau kemarin sih ketemu tinggal tanda tangan dan juga ia ceroboh juga tidak mencantumkan namaku di lembar pengesahan dan akhirnya dia harus kembali lagi hari sabtu. Saya sudah ngasih arahan agar cepat karena khawatir bahwa teman saya akan ke luar kota dan akan menyulitkan dirinya sendiri untuk pengesahan sedangkan wisuda akan dilakukan pada bulan November. Kalau kita bekerja sama dengan orang mereka tentu akan mendoakan kita dan memberi kesan kita baik dan juga di mata Allah. Kita akan mendapatkan pahala besar tetapi tetap aja meski sudah diniatkan bertekad tidak akan menyusahkan mahasiswa. Tetap saja ada perasaan gengsi ini yang sulit dan itulah yang berada di hati-hati pada dosen-dosen yang dulu merasa dirinya lebih tinggi. Karenanya kita harus menghilangkan sikap itu bagaimana kalau diri kita tidak mendapatkan tanda tangan dari seorang dosen pasti kita susah memikirkannya sampai malam-malam dan kita harus berjumpa dengannya dengan janji-janji yang belum tentu juga akan ketemu.

Alhamdulillah Kemarin saya menulis pada malam hari Tetapi sudah ngantuk pas jam 10.00 susah untuk membiasakan begadang Kemarin saya belum bisa menargetkan untuk pekerjaan pembesar mudah-mudahan saya bisa menambahkan target mungkin dengan menambahkan halaman sehingga saya berpikir keras untuk mendapat suatu ide cerita yang baik dan saya akan mengulang cerita sebanyak 7 kali kalau pakai karena dengan mengedit saja tidak cukup kita jadi terpaku dengan cerita lama tinggal kita membuat pola-pola dari cerita itu untuk mendapatkan cerita yang lebih baik

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s