Terlena dengan nanti saja

Untuk memacu kitab-kitab membuat target tetapi kebanyakan target itu memang tidak kesampaian kata-kata tersebut memang untuk dibuat tidak sampai seperti contoh tujuan negara adalah menciptakan kesejahteraan terus itu tercapai i maka negara itu akan berhenti. Asal negara itu akan berubah setelah mencapai tujuannya. Begitu juga dengan manusia. Apakah ia harus memenuhi target ataukah tujuan? Terkadang kita bertemu tapi tapi target itu susah sehingga kita mundur perlahan sebagian berketetapan hati untuk terus maju saja. Walaupun rintangan Menghadang. Yakinlah bahwa rintangan itu justru malah meyakinkan kita masuk pada jalan yang benar Sedangkan karena sesuatu tidak ada rintangan pakai itu sudah hari bukan pekerjaan atau bukan target yang akan kita capai karena semakin mudah saja maka kit atidka mempunyai target bahkan cenderung ita berbuat malas. COba kita tingkatkan target dua kali dari yang kita bisa sehingga kita bisa menggapai semua target tersebut dan juga memperhatikan kewajiban lain apalagi kewajiban ibadah jangan kita tingalkan karena itu menjadi amalan kita pada hari akhir.
tetapi karena kita merasa sudah cukup saja mungkin. Inilah yang telah membuat kita menjadi malas dan merasa cukup dengan yang sudah ada.
Ini mungkin akibat tidak menargetkan terlebih dahulu dan selama ini aku seperti itu. Seharusnya akutarget kan per hari saja agar bisa untuk menyelesaikan sebuah proyek ini tidak yang ada kita terpaku dengan menonton TV alasannya sih untuk menambah perbendaharaan kata yang ada kita cumaterpaku dan merasa senang.
Meangnya pekerjaan selesai kalau kita sudah merasa puas saja. Tetapi hati kecil pasti menyesal karena sudah menghabiskn waktu. Untuk menonton sejam saja kita sebenarnya sudah bisa menyalin 1000 kata dan untuk menonton dua jam kalikan saja kita juga bisa menyelesaikan satu juz dalam sejam , waduh banyak sekali yang hilang dalam diri kita karena kita sendirilah yang membuat hal itu menjadi sulit, Nantinya kita akan menyesal pada saat orang lain memanen hasilnya.
Emang loh kalau bekerja keras itu kita akan merasa senang dan kita melihat baykanya tulisan itu sudah menghibur. SAya saja kadang suka senang ketiak sehabis menyuci dan melihat pakaian terjemeur atau kalau kita emnanam pohon dan ternayat pohonnya berbuah sepertinya ada rasa senang. Untuk adanya nel yang sudah disebarkan saja sepertinya rasa ini terpauskan sudah karenanya hari ini aku menulis banyak seperti mengenai hutang, novel dan statistik yang ibu irma pesan yakni menggunakan regresi dinamis.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s