Mie Ayam Pangsit

TAdi pagi sudah bertekad untuk jalan ke mie ayam pangist tempat kursus ku waktu SMA. Meski rasanya biasa saja namun ayamnya enak dan porsinya jumbo menggunakan satu setengah porsi mie ayam biasanya dan harganya cuma ceban atau sepuluh ribu. Dulu saya membelinya ketika harga masih dua ribu lima ratus rupiah. Kalau di depan rumah yang biasanya aku jalan santai sedang diaspal makanya saya lebih baik ke pangsit aja. Kedaraan sudah banyak sekali.Masyarakat Jakarta yang super sibuk memenuhi jalan dan sebelum jam enam sudah natri di lampu merah. Motor biasa menalnngar dan mengambil jalan arus baliknya. Ini sih sudah lumrah kalau tidak demikian maka bukan jakarta namanya.
Tentu saja semuanya salah karena melanggar dan akibatnya yang aruh sebaliknya naik trotoar mengambil hak pejakan kaki atau pedestrian. Alsannya mereka ingin cepat-cepat. Kalau mereka berangkat pagi sedikit maka mereka akan kepagina di kantor dan tentu saja ini sebarnanya tidak enak. Mereka menghabiskan di kantor padahal seharusnya mereka bisa ketemu dulu dengan anak-anak mereka.
Aku bukan membela loh orang yang melanggar. Memang sudha waktunya uang diabgikan atau disebar ke daerah agar kota jangan penuh dengan orang seperti itu.KAlau saja kebijakan dari orde baru ada desentraisasi kejaidna macet seprti ini tidak perlu ada.Mereka justru akan balik lagi ke daeah karena anggaran ada di sana.Sekolah juga ada di sana .
tetapi jakartamemang sudah ramai dengan hiburan dan berbagai hal dan susah dilupakan. KAlau demikian transportasinyalah yang dibenarkana dengan banyaknya bussway dan kereta rel listrik.
Motor memang taransportasi fenomenal karena setiap orang bisa mengendarainya dan murah sekali karena dengan harga kurang sejuta mendapatkan motor tersebut.
Konsekuensinya seluruh jalanan di Jakrta pada penuh dengan seluruh motor dan mobil. Mereka akan bermacet-macet dan pada akhirnya mereka sendiritidak akan menikmatiperjalanan.
Oh ya tadi aku menyeberang menyelonong saja wah aku jadi selenong boy neh . Ku berjanji dalam hati untuk tidak lagidan bersopan santun dalam lalu lintas.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s