Kurang sabarnya aku

Hari ini aku sebenarnya mengajar namun karena aku harus berganti dengan teman maka aku akan mengajar esok harinya. Tentu memerlukan perjuangan yang berat jika esoknya saya ngajar.sebab selain sudah keluar ongkos aku ingin esoknya aku libur dan aku hendak mengerjakan hal yang lain yakni membuat kandang untuk burung puyuh kecil yang sebesar jempol tangan orang dewasa yang normal.
Aku pun menunggu kalau sebelum Maghrib aku pikir aku akan rugi karena kepotong dengan waktu shalat. Aku pikir sholat sangta mahal untuk kiya tinggalkan . Kalau hidup iji kita memakai alasan padahal kita saja belum sesibuk orang eksekutif maka apa jadinya kalau kita sudah menjadi eksekutif bisa jadi sembarang waktu kita meninggalkan sholat.
Aku berencana sholat dengan Syahrul namun saya sudah menunggunya rupanya ia tidak datang juga. Karenanya aku lah yang membaca Alquran aku pikir membaca dya lembar saja kalau benar Sayhrul gak ada naka saya akan sholat sendiri namun ketika saya sudha membaca selembar saya sudah rsah akhirnya saya selesaikan satu ayat levih dari selembar.
Pas sudhabtahiuay Syahrul muncul . Saya tidak mengikuti kata hati saya untuk tidak sholat berjamaah atau kalau saya mau cepat sebanrnua saya bisa sholat di masjid saja. Itu lebih mudah dnantentu saja lebih afdhol daripada sholat berjamaah berdua saja.
Sayang sekali besok aku sudah tahu kalau Syahrul bertugas Isya dan kalau ada waktu aku lebih baik untuk ke masjid saja untuj sholat berjamaah daripada saya harus berspekulasi kecuali sudah ada kepastian. Hanya saja memang saya ini cukup malaa untuk ke masjid yang ada di belakang kampus dan karenanya saya harus menggiatkan lagi. Kalau kita kadang tidak ebak sama. Manusia mengapa kita tidak juga jeraaa tidak enak pada Allah. Padahal Allahlah yabg membuat kita pada situasi sekarang ini.

Iklan

Target rendah jadi kendur

Kalau sudah tareget rendah maka kita akan aselalu merendah. Ii juga ahrus diperhatian oleh penulis aat kita aakn selesia menulis novel biasanya kita sudha kendur semaggat untuk mendapatkan novel yang bagus menjadi lupa karena sudha sering membaca novel sendiri.
Ada perasaan ingin menyelesaikan PAda saat itu mungkin kita sendag mengendur yang tadinya kita bisa menyeeysalaikan sebanyak 5000 kata sehari bahkan kini kita menjadi menunda-nunda. PAdahalmenunda itu banyak tidka baiknya karena nantinya kita akan mempunyai pekerjaan yang menumpuk. Seangkan kita sulit akan menyeyelsaikan pekerjaan yang menumpuk dengan sebaik-baiknya.
Mungkin salah satunya dengan menulis novel yang lain dari yang lain.Selian mengusir kebosanan juga bisa membangkitkan semangat menulis saya, SAyangnya saya belum siap dengan hal itu. SAya maunya begitu selesai maka kita akan kerjakan pekerjaan yang lainnya.
memang salah satu kebiasaan orang kaya untukmenuliskan rencananya hari ini.Aku kira jangankan orang kaya kita harus tahu untuk menulis rencana hari ini jangan sampai lewatkan hari tandap adanya suatu yang erguna bagi diri kita sendiri. Kita harus memperbanyak amal walau aku sadar aku sulit skelai untuk mengejar alam tersbeut. Harus ada cambuk yang saya lakukan agar saya bisa untuk selalu bekerja dengan lebih baik lagi.
Mungkin dengan bekerja padahal kita bisa melupakan sesuatu yang tidak enak dalam diri kita.

Sudah banyak tapi tidak tahu mau kemana

Target untuk mendapatkan tulisan minimal sebanyak 40000 kata sudah rampung. Atau 7 sudah hampir rampung. Hanya saja belum ada saya temukan keterkaitan karenanya aku berlari ke belakang untuk membuat tulisan selain berkaitan .kecuali Anda membuat kimcer, kesatuan cerita antara novel mutlak sangta diperlukan.
Anatara satu vagianbatau babak berkaitan Wala tidak mesti dalam satu babak ada cerita sanh jagoan. Yang penting ada keterlibatan tersebut itu sudah bisa bagus dan sangat menarik.
Orang akan mendapatkan cerita dari sekumpulan tulisan. Ini sebantnua juga yang harus dimiliki oleh seornag novelis. Kalau dikata sudah ya memang susah karennaya semua Ornag tidak menjadi novelis walau suka menulis. Ada juga memang uang tidak cocok.
Kalau aku bingung ketika saya sudah menulis banyak dan akhirnya saya harus mebulsibyajg ulang . Dana kadnh

Kurag perencanan membuat menulis terganggu

Gagal mencanakan berarati sudha membuta kegagalan di awal. Memang tidak mutlak oang yang gagal di awal gagal selanjutnya namun kalauhanya sekedar perencanaan saja suhda gagal maka bagaimana dengan pelkasaananya.

SAya sudah sering sekali membuta perencanaan menulis namun akhirnya gagal juga karena banyak hal.

Saya mals untuk membka catatn itu. Menang arus membuat suatu peenacaan mau kemana cerita itu jangan membuat ceirt ajagiannya menag namun ada cara. AKau kita menulsi buku kita harus memberikan cara untuk membuat sesuatu yang seara detail.

Tentu novel juga menceritakan bagaiman asi tokoh menemukan jalan dan sikap si tokog terhadap untuk menghadpi maslah tersebut.Inilah yang sebanrnya banyak ceritanya jika kita mau untuk ekplor yang kalau kita tulisa bisa ribuan atau puluhan ribu halaman dengan sebanyak yang kita bisa. Aku ingin menulis ratusan ribu untuk menulis beberapa cerita saya.

Aku iigin membuat target yang besar sekali yang menyebabkan orang lain senang pada cerita yang saya bawa.

Tidak Nulis Jurnal Dua Hari

Sufah mungkin dua hari aku tidak menulis jurnal karena kesibukan untuk menyegearkan novel yang sudah rampung kerangkanya. Aku rasa kalau ditunda akan merugi yakni saya lupa ide ceritabya yang sudah saya tuangkan dalam buku corat-coret dan juga nama-nama tokoh yang terdapat dalam novel tersebut.
Saking seriusnya saya lupa akan jurnal saya. Oleh karena itu dibhari pagi ini saya naik KA Jabodetabek saya mencoba untuk menulis jurnal dan saya pikir saya akan mendaptakan ide.
Aku kita kau melalaikan pesan dari sang maestro penulis buku dan juga wartawan yang menyarankan saya agar menulis jurnal. Jurnal itu bisa akan membuat kita melatih untuk menulis. Menulis apa saja termasuk novel dan tulisan reportase. Aku kita kau harus menyempatkan terlebih dahulu setidaknya 15 menit sebelum saya menulis atau bekerja. Aku kita cara ini adalah cara yang cukup efektif agar kita bisa menulis jurnal terlebih dahulu. Kadang kita juga harus penyegaran jangan hanya mrnulos novel saja tetapi kira juga ahrus menulis yang lain.
Oh ya kemarin saya yang menulis mengenai buku ekspedisi juga berpendapatan bahwa saya juga harus .. aah lupa lagi dalam kereta ini pandangan saya teruju pada orang lain .
Masalah edit yang kemarin ternyata mencengangkan bagi saya karena saya pikir edit bisa cepat dan setelah lima kali edit saya menemukan kesalahan yang banyak. Aku tidak tahu apakah salah file atau salah dengan penulisan. Aku pikir memang saya harus sering mengedit. Kalau kata-kata mungkin mufah nanun kata dalam kalimat banyak yang salah. Ada satu kalinat yang tidak di mengerti oleh diri sendiri apalagi oleh orang lain.
Jelas kalau begini penerbit justru akan membuang buku kita sebelum mencetak. Tidak ada guna buku yang tidak mempunyai ide dan tulisannya jelek apalagi kita penulis baru yang novelnya belum laku. Jangana harap kita akan mendapatkan perhatian bahkan kita akan di "blacklist" kita karena mengirimkan cerita yang belum berakhir. Setiap kita mengirimkan cerita pasti tertolak. Tetapi itu sih baru perkiraan aku saja seh. Mungkin saja penerbit akan menerima kiriman dan selalu membaca apa yang kita kirimkan. Mudah-mudahan saja penulis kuda seperti saya tidak kecewa kalau terus tertolak

Buku Ekspedisi

Aku rasa aku sudah menilai banyak novel terutama dalam tahun ini. Aku menduga aetidaknya sudah menulis 5 novel. Sayangnya baru dua yang dikirimkan. Seharusnya saya mengirimkannya kembali nakub dengan mengeditnya terlebih dahulu.
Aku lebih tertarik untuk menulis sesuatu yang baru karen aseperti masuk dalam ruang yang lain. Ingin menceritakan hal yang lainnuabg berbeda dari cerita lain. Terkadang kebosanan membuat saya harus mebulsibyajg lain.
Tadi pagi aku sudah berencana mengirimkan yang sudah diedit sebanyak lima kali bahkan saya lupa dimana foldernya tersebut. Seperti biasa kita gunakan Windows Explorer untuk mencari file. Yang kacaunya lagi saya juga lupa apa naka filne ada file yang sama.
Karena dalam file banyak terdapat kesalahan karenayabaku ragu apakah ini file yang benar atau tidak sebab kok sudah diedit sebanyak loma akali masih ada kata yang sama atau kurangbhurufnua viasajyabakalu sudah diedit pasti kata-katanya akan benar meski ada yabg salah dalam penulisan kalinya. Kadang ada kalimat yang tidak nyambung atau sesuai maka biasanya itu wajar saja. Karena sesudah di edit kalau kita terpaku dengan kalimat disana makanya kita tidak bisa menyelesaikan edit yang cepat.
Mungkin akubakan merancang buku ekspedisi yangbdi tulis didalam catatan saja .
Membuat inibjuatru malas nakub harus dilakukan khan kita ini zaman canggih apakah kita masih perlu buku ekspedisi. Aku kira ini bisa kita masukkan dalam coretan-coretan kita seibgga kita bisa menggunakannya nanti pada saat selesia. Danbyabgvterpebtubg adalah jangan suka menunda-nunda karena hal ini jauru akan membuat kita lupa dejah cerita yang kita gatpa. Begitu novel sesleai kita nasukkab ke penerbit dan menunggu sampai mendapatkan surat balasan setelah itu kita bisa mengedit atau merubah cerita itu sendiri tetapi mengirimnya ke penerbit lain. Mungkin saja mereka akan menerbitkan ide Anda tersebut.

Jadwal Yang Kacau

Sebnanrya asanya sebal sekali dengan perubahan jadwal aku menduga dosen lain yang mengubah tanpa sepengetahuanku akhirnyasaya harus pergi pagi dan pulang malam dengan penghasilan yang sangat minim sekali. Saya rasa saya merasa tidak dihargai namun saya bercerimin bahwa saya juga harus bertoleransi.
Tetapi tentu saja aku harus mempunyai prinsip. Saya rasa seharunys mereka memberitahukanku adanya perubahan jadwal dan jangan
semena-mena.
Aku menjadi kagum dengan temanku yang dosen juga sudah bebeapa tahun ini ia tidak mengajar karena alasan kesibukan dari bisnisnya. Akupun tahu bahwa bisnis jelas lebih menguntungan daripada mengajar. KAlau mengajar yah dapatnya honr transport dan sks sedangkan kalau usaha uangnya bisa datang dalam jumlah yang tidak terbatas. BUkankah sembilan dari pintu rezeki berasal dari perniagaan dan ada juga yang bilang bahwa delapan dari ezeki ad dai perdagangan.
Tentu saja saya akan mereschedule jadwal saya kaena saya tidak bisa bekerja dengan ini. SAya rasa saya akan bisa mendapatkan penghasilan jika sya berbisnis termasuk membinsiskan tulisan saya. SAya sudah mempunyai bebeapa naskah yang perlu ditulis ulang dan bahkan untuk mengeditnya kembali.
tentu saja banyak naskah ini haus saya olah lagi dan saya harus bekerja keras lagi dan ini tidak mudah bagi yang mau beerja keras namunasala kita mau bekerja pasti ada jalannya. Bayangkan bagi orang yang mau mencoba untuk mencari jalankeluar yang gelap dan kemudian lorong tersebut akan berada di lorong yang ujung dengan cahaya yang gemerlapan yang akan mengantar kita pada kesuksesan karena itu kita harus percaya,
SAya merasa sangta sayang kalau meninggalkan cita-cita yang sudha saya tetapkan sebagai seornag penulis karena pengobrnan saya sudah banyak termasuk waktu dan juga kemungkinan untuk mendapatkan uang yang layak.

Memasak Daging Qurban

Setelah mengambil potongna domba Qurban milik adik saya kemudian memasaknya dengan cara masak kecap ala Arab. Sengaja saya tidak memasakanya dengan banyak kecap karena hal itu tidak baik untuk adik saya. Saya kira saya harus mengurangi kecap terutama kecap manis karena kecap manis tersebut mengandung banyak gula.
daging yang aku daatkan banyak sekal yakni ssebesar satu paha yang aku kira itu melebihi dari tiga kilogra, karenanya aku menggunakan sekitar sekilo saja untuk masak kecap.
Ada abangku yang mau datang dan aku membakar beberapa sate yakni sekitra 20 tuusk saja atau saya kira kurang karena masih ada sisa tusuk satenya. Saya bakar namun keponakan saya tidak datang karenanya saya membagikan sate dengan paman saya. ALhamdulillah saya bisa membagikan satenya pada paman saya.
Nanti juga saya ke kampus dan mungkin saja saya mendapatkna daging dari kampus namun saya mungkin tidak akan membawanya . KAu pikir nanti ke kampus untuk bicara dengan rekan sesama dosen untuk membicarakan jadwal juga mengenai bisanya aku mengakar di tempat lain karena aku juga harus mendapatkan penghasilan di tempat lain mengingat
penghasilan di tempat sendiri kurang memuaskan.
Dulunya sebelum qurban saya sepertinya sudah mengetek untuk membuat beberapamasakan sekaran karena diet saya hanya memaska biasa saja dan badan juga merasa cape. Aku rasa memang nafsu saja yang awalmya membuta kita menjadi semangat sekali untuk memasak daging. Aku sudah membaca beberapa resep yang tentu saja resep tersebut saya lupa dan saya tidak mensaveya di hardisk saya.KAibatnya saya menjadi lupa dnegan resep tersebut.KAu pikir aku juga harus membatasi dalam mengkonsmi daging untuk menurunkan tubuh yang ideal. Saya kira saya bisa untuk melakukan hal itu hanysa saja saya harus mempunyai niat yang kuat untuk membatasi makanan tersebut.

Penulis Pengangguran dan Penulis Pro

Idealnya kita menulis di meja dengan keadaan yang tenang dan terhindar dari gangguan. Tentubsaja hal itu bisa dilakukan setidaknya oleh dua orang yakni penulis profesional yang kerjaannya menulis saja atau juga penulis pengabggura. Kalau lrofeisonal memang sudah mendapatkan penghasilan di tempat itu dan sudah ada jaminan kehidupan dari tempat tersebut.
Kalau tidak menulis tentu saja mereka tidak akan mendapatkan uang dari tulisan tersebut . Karenanya mereka terpaksa harus menulis ataupun dengan senang hati menulis. Kalau pengabggura yang menulis kebangetan kalau gak menulis maubjadi apa? Pekerjaan yang dicaripun tidak ada yang memanggil mereka. Sudahlah kalai demikian Mereka akan menggangu terus.
Tetapi sebagai penulis asongan yang disematkan kepada saya kenapa asongan? Ya karena sua ini menulis di asongan . Bahkan belum ada rupiah yang masuk ke kantong saya. Kalau istilahnya sesen pun tidak ada sekarang seribu pun tidak ada yang uang masuk.
Saya mebhlsibkalauvsednag libhr daribmengajar dan ketika tidak ada jam pelajaran. Tetapi ketika saya harua menjaga adik di rumahvsakiyvsayavkendir mungkin suasana emut ini membuay RTsaya tidak menulis ini tentu saja bukan bentuk pemaafan malah ini untuk mencambuk diriku aku harus bekerja keras lagi padahal aku ingat pesan temanku
agar aku terus bekerja dan targetku aetidaknya untuk menulis 5000 kata perhari dan nantinya aku bisa menulis 8000 kata perhari agarbsetiap Minggu aku bisa membuat novel dan mencetak novel yang baru. Tentu aku akan selalu menggunakan tehnik Tolstoy yang menulis hingga tujuh kali jka perlu. Ini tentu saja akan menajamkan pikiran dalam menulis dan daripada benggong tidak membuat tulisan maka tulisan ini saya buat untuk menyemangati saya.

Penulis Pengangguran dan Penulis Pro

Idealnya kita menulis di meja dengan keadaan yang tenang dan terhindar dari gangguan. Tentubsaja hal itu bisa dilakukan setidaknya oleh dua orang yakni penulis profesional yang kerjaannya menulis saja atau juga penulis pengabggura. Kalau lrofeisonal memang sudah mendapatkan penghasilan di tempat itu dan sudah ada jaminan kehidupan dari tempat tersebut.
Kalau tidak menulis tentu saja mereka tidak akan mendapatkan uang dari tulisan tersebut . Karenanya mereka terpaksa harus menulis ataupun dengan senang hati menulis. Kalau pengabggura yang menulis kebangetan kalau gak menulis maubjadi apa? Pekerjaan yang dicaripun tidak ada yang memanggil mereka. Sudahlah kalai demikian Mereka akan menggangu terus.
Tetapi sebagai penulis asongan yang disematkan kepada saya kenapa asongan? Ya karena sua ini menulis di asongan . Bahkan belum ada rupiah yang masuk ke kantong saya. Kalau istilahnya sesen pun tidak ada sekarang seribu pun tidak ada yang uang masuk.
Saya mebhlsibkalauvsednag libhr daribmengajar dan ketika tidak ada jam pelajaran. Tetapi ketika saya harua menjaga adik di rumahvsakiyvsayavkendir mungkin suasana emut ini membuay RTsaya tidak menulis ini tentu saja bukan bentuk pemaafan malah ini untuk mencambuk diriku aku harus bekerja keras lagi padahal aku ingat pesan temanku
agar aku terus bekerja dan targetku aetidaknya untuk menulis 5000 kata perhari dan nantinya aku bisa menulis 8000 kata perhari agarbsetiap Minggu aku bisa membuat novel dan mencetak novel yang baru. Tentu aku akan selalu menggunakan tehnik Tolstoy yang menulis hingga tujuh kali jka perlu. Ini tentu saja akan menajamkan pikiran dalam menulis dan daripada benggong tidak membuat tulisan maka tulisan ini saya buat untuk menyemangati saya.