Mengaitkan tokoh

Kalau kita mempunyai ide cerita mungkin semua punya ide. Siapa yang tidak mempunyai ide pasti ia tidak pernah berpikir. Bagi non penulis sebarnya punya ide karena mereka mendapatkan inspirasi.
Sayangnya tidak banyak orang yang bisa menerjemahkan idenya sendiri dan menuangkan dalam bentuk tulisan.
Oleh karena itu pekerjaan penulisan adalah pekerjaan yang tidak bisa dikerjakan oleh semua orang. Kalau seluruh orang bisa menulis bagus mungkin tidak akan ada yang buku yabgbvest aeller sebab semua buku sama saja
Aku pikir jika menulis itu mudah maka seluruh orang akan menulis. Mereka akan mencoba mengambil keuntungan dari menulis buku novel atau buku karangan lainnua
Terkait itu kita sudah punya ide dan kita sudah mempunyai cerita dan alur dan menuliskan dalam bentuk kerangka paragraf yang menjadi panduan kita untuk menulis selanjutanya agar tulisan kita akan menjadi tahu arahannya. Sayangnya dengan kerangka sekalipun saya tidak tahu mau kemanalan tulisan. Kalau berupa kerangka saya hanya mampu untuk menuliskan deskripsi saja nantinya saya akan terpentok dan akan terjadi cerita yang sama dalam bab berbeda.
Kita perlu mgkaitkan tokoh. Tentu dari awal kita tahu bahwa ada tokoh protagonis dan tokoh antagonis atau jagoan dan musuhnya. Kalau tokoh yang termasuk dalam protagonis akan berbuat untuk kebaikan namun bagaiamana ia berbuat baik. Itu penting sekali. Terkadang ia membag harus berbuat "jahat" untuk menyelesaikan permasalahannya. Kadang ia juga terlihat jahat untuk melawan musuh yang sangat atau super licik. Pada akhirnya semua membernakan si jagoan tanpa kita sadar. Ia membalas dendam setelah kematian orang yang paling disayanginya.
Tentu semua mempunyai tahapan yang Berurutan. Tidak serta Merta muncul masalah langusng masalah selesai tapibhagiaman pejyelesiananitu
Kalau masalah sudha selesai maka novel selesai ditulis dan hanya dalam kurang 40. 0000 kata sjabayajg berarti itu bukan novel.i tu merupakan cerpen.
Inilah yang justru menjadi kesulitan ku ketika menulis novel. Ada juga yabg membuat kerangka sangat detail sampai mengambil dan menuliskan setting di tempat tertentu dan kemudian menentukan siapa yang menjadi tokoh di babak tersebut. Itu seperti menyusun plot drama yang ada para pemainnya.
Aku juga mulai seperti itu karena kalau tidak ada seperti itu maka saya akan menulis dialogvhabg banyak misalnya tokoh pertama dengan tokoh kedua sering berdialog yang jadinya membuat novel tersebut didominasi oleh dua tokoh itu saja padahal kalau mau kita mengeksplor banyak sekali.
Terkadang kita juga menjadi Binggung juga dengan bentuk tokoh tersebut. Mudah-mudahan saya bisa untuk menyelesaikan novel saya. Amiin.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s