Tidak Nulis Jurnal Dua Hari

Sufah mungkin dua hari aku tidak menulis jurnal karena kesibukan untuk menyegearkan novel yang sudah rampung kerangkanya. Aku rasa kalau ditunda akan merugi yakni saya lupa ide ceritabya yang sudah saya tuangkan dalam buku corat-coret dan juga nama-nama tokoh yang terdapat dalam novel tersebut.
Saking seriusnya saya lupa akan jurnal saya. Oleh karena itu dibhari pagi ini saya naik KA Jabodetabek saya mencoba untuk menulis jurnal dan saya pikir saya akan mendaptakan ide.
Aku kita kau melalaikan pesan dari sang maestro penulis buku dan juga wartawan yang menyarankan saya agar menulis jurnal. Jurnal itu bisa akan membuat kita melatih untuk menulis. Menulis apa saja termasuk novel dan tulisan reportase. Aku kita kau harus menyempatkan terlebih dahulu setidaknya 15 menit sebelum saya menulis atau bekerja. Aku kita cara ini adalah cara yang cukup efektif agar kita bisa menulis jurnal terlebih dahulu. Kadang kita juga harus penyegaran jangan hanya mrnulos novel saja tetapi kira juga ahrus menulis yang lain.
Oh ya kemarin saya yang menulis mengenai buku ekspedisi juga berpendapatan bahwa saya juga harus .. aah lupa lagi dalam kereta ini pandangan saya teruju pada orang lain .
Masalah edit yang kemarin ternyata mencengangkan bagi saya karena saya pikir edit bisa cepat dan setelah lima kali edit saya menemukan kesalahan yang banyak. Aku tidak tahu apakah salah file atau salah dengan penulisan. Aku pikir memang saya harus sering mengedit. Kalau kata-kata mungkin mufah nanun kata dalam kalimat banyak yang salah. Ada satu kalinat yang tidak di mengerti oleh diri sendiri apalagi oleh orang lain.
Jelas kalau begini penerbit justru akan membuang buku kita sebelum mencetak. Tidak ada guna buku yang tidak mempunyai ide dan tulisannya jelek apalagi kita penulis baru yang novelnya belum laku. Jangana harap kita akan mendapatkan perhatian bahkan kita akan di "blacklist" kita karena mengirimkan cerita yang belum berakhir. Setiap kita mengirimkan cerita pasti tertolak. Tetapi itu sih baru perkiraan aku saja seh. Mungkin saja penerbit akan menerima kiriman dan selalu membaca apa yang kita kirimkan. Mudah-mudahan saja penulis kuda seperti saya tidak kecewa kalau terus tertolak

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s