Menunggu Waktu Stuck

Salah satu keluhan orang yang baru menulsi adalah stuck. Basanya mereka terhenti karena idenya menjadi macet . Mereka sudah
menceritakan sebuah ide namun mereka tidak bisa mengembangkan lebih jauh lagi dan pada akhirnya mereka berhenti sama sekali.
Ingin sekali menulis ratusan ribu kata namun apa daya seribu kata saja sudah sulitnya bukan main. Atau pada penuis yang sudah merenacanakan sekalipun kadang ia juga bisa stuck mungkin karena bebabnya yang tidak bsa diangkat lagi. Ia perlu untuk istriahat. Kalau sehari atau dua hari saja tidak masalah namun kadang merek amenjadi istriahat selama-lamanya.
Mereka yag awalnya mempunyai komitmen untuk menulis menjadi terenti dan mereka sudah tidak lagi pedulu. Terlebih mereka mempunyai pekerjaan .Mereka pikir bekerja mencari uang uangnya lebih pasti karena tiapbulan kita akan mendapatkan gaji. Atua bagi pedagang, berdagang kana mendatangkan uang kalau kita berhasil menjual barnag dagangan atau jasa kita. Seblaiknya bagi penulis baru .Uag yang dapat belum tentu ada bahkan cenderung untuk menghabiskan uang dengan membeli peralatan tulis dan menyediakan waktu. Sepertinya pekerjaan menuils bagi serang yang amatiradalh pekerjaan untuk berpahala saja. Tetapi tidak sebanrnya karena pekerjaan ini adalah pekerjaan yang sangat menghibur karena setelah menulis cerita kita justru menjadi enakan dan kita merasa sudah berbuat banya walaupun mungkin tulisan belum masuk ke redaksi.
Sepertinya saya menantang untuk menunggu waktu stuck hal ini karena kalau saya mempunyai ide seperti mendapatkan hujan yang deras sekali bahkan tidka bisa menampung karena ember ini begitu smepit dan akhirnya tetesan dari ide-ide tersebut menjadi percuma saja. Meski saya sudah mencatat idenya namun ide tersebut susah sekali.
Ide diekluarkan pas waktu semangat saja. waktu semangat kita bisa menulis saking banyaknya bisa 5000 kata tapi kalau lagi stuck 100 saja gak bisa. Saya menang kurung proposional untuk menulis sehingga hal ini terus berulang.
Malah saya pikir saya mau untuk menunggu stuck sambil melihat kembali masa lalu. Kalau masa lalu tersebut kadnag menyakitkan namun juga kadang ia menyenangkan. Jangan kita terpaku dengan masa depan yang sulit sehingga kita tidak berangkat untuk berusaha atau . Atakah sebuah kenangan yang meneyanngkanmembuat kita menjadi berleha dan banga dengan yang demikian . kurasa juga tidak. K
Aku akan memnafaatkan waktu stuck untuk membaca kembali. Membaca yang sudha tertulis sambil memperbaiki katanya. Membaca inimungkin sama dengan kegiatan mengedit tetapi lebih luas lagi dengan melakukan tambal sulam yang dimana. Terkadang saya tidak mempunyai kesempata untuk mengedit karena saya harus melayani serbuan ide yang besar. Tetapi kadang ketika stuck saya menjadi tidak bekerja sama sekali.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s