Tertumbuk

Rasanya ingin menyerah saja jika menghadapi kenyataan ini yang selalu tertumbuk jika menghadapi sesuatu. Kalau hal ini bisa terus menerus maka sayavyidak akan visa menulis lagi.
Tetapi diawali dengan bismillah dan aku mrmulai tulisan ini maka aku kan bertekad untuk selali ter7s men3rus mebul8s denhan apa yang tetjadi . Aku tahu ini adalah sebuah jebakan yang membuatku tidak akan menilai.
Jebakan lain adalah justru waktu yang luas sekali. Sebenarnya tidak luas katrna namanya waktu tetap saja 24 jam. Tidak akan ada yang bisa. Kita hanya bisa mengatur waktu. Waktu yang panjang itu karena kita tidak bekerja sama sekali.
Sayavjarus bertekad dengan apapin yang terjadi untuk selalu berbuat kebaikan dan jangan lagi terpana karena sesuatu kenyamanan dalam diri kita.
Saya hatus selalu berusaha untuk keluar dari segala persoalan ini karena kita yang paling bertanggung jawab dengan. Apa yang terjadi pada diri kita. Dengan mernavanakan akan membuat novelnyangvterus tidak akam berhenti.
Saya menjadi mengingat seorang yang sedih dengab berjalan menyeret aku pikir bahwa kita tidak akan vuda merubha nasib dengan berjalan menyeret tetapi kita bisa merubha nasib dengan aaemangta kita. Aku ingat bahwa aku hampir kehabisan semangat karena aku kita aku tidak akan bisa menyelesaikan persoalan . Aku kira nantinya aku akan bisa untuk menyelesaikan permasalahan itu dengan tuntas.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s