Mendokumentasikan Ide

Kalau dulu kita mungkin mencatat semua pelajaran yang yang diberikan oleh ibu guru namun kadangkala catatan tersebut belum kita buka buka atau memang kita sengaja tidak membuka-buka catatan tersebut karena rasa malas. Kita untuk belajar kembali memang sangat penting kalau ilmu untuk dicatat karena pikiran manusia itu lebih banyak yang bercabang. Mereka lebih cepat lupa pertama mereka yang tidak suka menghafal catatan ini akan menguatkan ilmu kita. Kalau seorang Benjamin Franklin mempunyai sebuah kebiasaan untuk mencatat segala ide-idenya itu bagus karena ide-ide tersebut nanti akan dibutuhkan pada suatu saat lagi dan kita tidak usah memikirkannya terlebih dahulu. Tetapi saya orang yang suka menuliskan ide di kertas kertas yang berceceran sehingga berantakan banyak ide-ide tersebut. Saya abaikan dan terkadang pada seperti pada saat ini saya sudah merasa kehilangan ide untuk menulis sebuah cerita ataupun novel ini karena saya tidak mendokumentasikan ide-ide saya begitu juga dengan pekerjaan saya sebagai dosen seharusnya mendokumentasikan soal-soal yang sulit dipecahkan. Nah, kalau beratnya mendokumentasikan angka-angka itu adalah susah untuk menyusun persamaan-persamaan matematikanya tetapi kalau ide-ide dalam novel saya kira tidak susah kita hanya menulis toko-toko dan alur cerita yang akan mau kita tulis hanya saja keadaan seperti membuat rasanya ingin membuat hardisk penuh aja padahal satu ide itu tidak lebih dari 18 kilo byte hanya saja mungkin males dan terutama lagi males membuka ide yang sudah kita dapatkan kalau ini penyakit tidak bisa disembuhkan kecuali dengan rasa tekad yang membaca untuk itu sepertinya tidak dipaksakan.
Sebenarnya kita susah untuk mengeluarkan ide tersebut karena seperti terpaksa tetapi ketika sudah keluar dia seperti hujan yang tidak akan berhenti kita itu seperti musim musiman dan itu ketika bisa kita paksa sebenarnya dengan membaca buku, melihat sesuatu tayangan sebelum itu ide itu kita bisa saring.Apakah cerita tersebut akan layak kita kerjakan atau kita Tuliskan untuk menjadi sebuah novel karena kalau tidak layak juga percuma saja cerita itu tidak menarik walaupun kita tidak semata membuat cerita hanya untuk uang saja tetapi cerita itu kan setidaknya agar bisa menarik orang lain untuk membaca yang pada akhirnya juga akan berguna bagi orang tersebut . Untuk itu saya mungkin mulai mendokumentasikan dengan menulis coret-coretan dan mungkin akan menuliskannya di sebuah file word agar ide itu tidak terbang dan saya akan mencoba untuk melihat catatan-catatan kembali kalau catatan ide tersebut tidak baik maka saya akan buang saja daripada nyampah in ruangan kerja saya.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s