Berangkat Sebelum Jam Enam

Aku tahu harus berangkat jam enam meski di hari sabtu karena keretanya lebih enak daripada berangkat jam 7 ataupun setengah tujuh karena biasanya akanmenunggu kereta susulan yang dari JAwa dan capek berdiri.
Betul saja ketka saya sampai di statiun kereta sudah mau masuk statiun. Kau buru-buru dan melihat ada dua orang dengan satu anak mengantir. Aku khawatir tidak akan bisa masuk kereta dalam waktu yang tepat. Namun aku berusaha. Aku mengambil uang dari kantong dan seperti tersangkut saja . Aku khawatir uang akan jatuh namun dengan cekatan aku ambil recehan dua ribu yang id kantung baju dan seribu yang terdiri dari dua keping lima ratusan menuju tempat. Aku langsung menempelkan kartu sambil menjangkau recehan,Mudah-mudahan aku tidak meninggalkan sesuatu. uangku jatuh dan aku harus memngutnya. Aku menempel di gate dan berhasil. Aku langusung naik kereta. Betul saja kereta jalan terus . kalau berhenti paling di statiun saja.
Beer saja dalam 40 menit kereta sudah samapai tujuan. Biasanya paling cepat saya bisa menempuh sekitar waktu 60 menit. Alhamudlillah inilah berkah kalau kita pergi di awal tidak pergi di belakang dengan menggunakan motor mungkin cepat namun juga membuat kita menjadi capek. Walau opsi untuk motor saya tetap mau beli.
Ketika mau beli oba maag ternyaa tidak ada yang tersedia jadi aku membeli yang ada saja. Sedikit kecewa yang penting ada obat. kini saya mengetik jurnal dan saya kira saya akan memulia di pagi yang sangta cerah ini.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s