Mulailah dari Pertanyaan

Mulailah dari pertanyaan
Buku-bukua teks yang ada di sini umumnya dimulai dengan kata definisi. Kalau untuk fiksi tentu saja hal tersebut sangat tidak bisa diterima. Masa seh pembaca fiksi harus membaca definisi terlebih dahulu.
Dengan monotonnya gaya tulis membuat orang menjadi bosan rupanya. Mahasiswa bosan membaca buku. Nah ini sebarnya yang mau kita benarkan. Jangan lagi orang bosan . Memang ada yang suka dengan gaya penulisan tersebut namun banyak yag tidak suka. Ada yang terpaksa dengan membaca buku tersebut habis mau kemana lagi. Kalau tidak membaca akibatnya nilainya menjadi jelek. Tentu tidak akan seperti itu yang kita mau. justru ini menjadikan seorang penulis buku untuk lebih maju lagi untuk membuat orang menyenangi buku. Nantinya orang seperti akan mau ke suatu tempat. Bagi hobi traveller pergi ke tempat yang baru adalah sesuatu yang hebat. Atau bagi pecinta makanan maka memakan sesuatu adalah hal yang paling mereka sukai.
Jika demikian kita bertanya apa yang mereka sukai.
Aku pikir kadang kita haurs memulai menulis namun kadang juga aku berpikir harus bertanya karena dnegan bertanya saja kita tidak bisa apalagi mau menyelesaikan novel yang sampai seribu halaman. Aku kira dua metode ini bisa kita gunakan.Yakni satu untuk
Aku ingin membuat novel anak setidaknya kita butuh 4-5 tokoh saja. Aku kira nantinya akan ada tokoh tambahan. Ia akan menmbah lagi jika ada.Kayaknya saya harus tahu lagi.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s