Suatu saat di statisun

"Lima Angke , Enam jurusan Bogor,
Beunyu peluit melengking.
Hentakan sepatu manusia dari yang bersemangat hingga yang lesu. Mehuu pwron kesukaannya.
Setelah hujan yabg mendinginkan
Tida ada terdengar riuh pembicaraan senubaya hening. Hanya bunyi mirkopon dari pegawai statiun.
Semua rame namun sepi. Suara kereta mendatang tujuan Angke datang..
Mereka mulai riuh bertanya apakah ini kweta mereka. Seolah Aira mereka memecahkan dang mengalahkan bunyi peluit dan suara dari mirofon statiun.
Ada yang pikirannya menatap nanar kosong. Semua seperti seoalh menjadikan weker mereka harus bekerja pagi untuk mencari nafkah . Sementara ada yang merasa sangat terpaksa karena jarak kantornya jauh dengan jarak ruamhhanya yang bisa memakan waktu sekitar enam jam perjalanan pulang balik. Semua juga mempunyai cerita. Bisa cerita itu adalah kabar yang baik atau cerita mengenai keburukan dari kabar.
Apapun itu kita harus maju karena Allah. Kita tidak memperdulikan maksudnya tidak terlalu menghiraukan dunia. Kita harus bersyukur dengan pa yang kita dapatkan hari ini.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s