Terperdaya Sinetron

Sebenarrnya saya dari dulu tidak menyukai sinetron atau setidaknya kurang menyukai apalagi sejak timbulnya minat baca saya.Tetapi karena saya dudk di ruang tamu dan menghadap ke tv saya nonton ratusan episode tukang bubur naik haji yang tukang buburnya sudah gak ada tapi tetangganya masih ada dan terus berakting. Banyak sekali artis nih sinetron seperti reunian saja.
Ada berbagai masalah seperti kehidupan yang kita temui di tetangga kita tetapi kita yang menonton di layar kaca.
Tadimalam kalau saya tidk berinistaif untuk menaruhlaptop di depan tV saya tidak akan bisa untuk melanjutkan cerita saya Ini memang tidak efektif tetapi lebih baik daripada tidak bekerja sama sekali. Saya bisa memadukan kegiatan ini . Kalau untuk pekerjaan memabca atau kita bekerja mengolah data maka kita bisa dilakukan tanpa adanya TV atau juga Radio.
Terkadang TV atau Radio akan membuat konsnetrasi kita menjadi buyar. Kita cenderung lebih mmeilih salah satunya. BIsa kita mencueki TVnya atau Radioanya atau kita bisa mencueki keduanya. Ah, kalau kita mencueki keduanya maka apa yang kita mau terima mungkin pikiran kita lagi terbang e angkasa dan jauh ke sana. Sehingga kita tidak lagi kembali untuk meneruskan pekerjaan kita.
Apalagi kalau menulis sambil browsig yah sudah merugi . Kalaukita browsing data kita berguna tapi tulisan tidak jadi Kalau kita menulsi maka tulisan kita selesai tapi data kita habis. Untuk itu kita harus terus berusaha terus dan bekerja hingga kita mendapatkan cita-cita kitsa sesuia dnegan target kita.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s