Setiap Cerita ada Musuhnya

HAl yang membuat saya tidak meyukai film drama adalah karena tidak ada musuhnya. Memang drama ad yang menunjukkan tokoh atagonis tetapi lebih ketara pada film aksi karena aksi penjahat lebih jahat . Tentu setipa crita juga ada usuhnya.
Kalua dalam cerita perjuangan kita tahu bahwa adapenjajah yang telah menjajah negeri kita dengan memaksakan kepentigan mereka berdasarkan prinsip Gold , Gospel dan Glory. Inilah yang emnajdi tem akita anatar pejuang dan penjajah akan bertarung untuk membela yang mereak anggap benar.
Tidak susah menyajikan cerita seperti ini namun kita bertanya kalau novel seperti lima menara atau trolioginya andre hirata itu apakah yang menjadi musuh dair noel tersebut. Yah tidak ada musuh berupa soernag JEnderal De Kock yang menyeang Pangeran Diponegoro.
Kalau pada masa itu adlah kemiskinan yang menajdi msuuh merak besama. Hal itu membuat merak tidak bisa masuk sekolah dna ini menjadi suatu musuh.Kemiskinan memang mush dan harus dikalahkan.
tetapi dibeberapa novel seperti konspirasi namnaya musuh menjadi sesuatu yang sumir sekali. KAdang musuh menjadi teman dan sebaliknya.Untuk itu kita perlu untuk menentukan musuh dan nantiya kita akan ada konflik dengan musuh tersebut. Kalau kita harus menentukan musuh terkadang nanati kita berteman dan melihat bagaimana asyiknya saja kita mendapatkan crita namun cara ini sulit sekali. YAng penting ceritaiu bisa berubah jangakna kitayang cuma mamatiran lha waong yang sudah profesional saja mereka tidak bisa untuk

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s