Mengalahkan orang sombong

Terkadang kita menemukan teman kita sendiri yang nyeleneh karena ia melihat kita belum sukses abis kamu sih tidak bekerja keras. Walau kita merasa sudah bekerja keras.. Kalau ada kesalahan yah jelas kita mungkin ada kesalahan tapi kita harus ingat bahwa orang yang sukses sekalipun tidak akan melewati kesalahan. Seperti contoh mungkin saja orang yang sukses dulu salah masuk dalam universitas sehingga ia harus merangkak untuk keluar dan nilainya tidak menjadi cukup tetapi karena ia dibantu maka ia akhirnya bisa masuk.
Tetapi pas sudah masuk ia menjadi sombong dengan hal itu (semoga aku juga tidak sombong dengan menuliskan tulisan ini).
Mereka bilang bahwa orang sukses itu karena alergi keras. Waktu kita minta bantuan aku ingat ia hanya memberikan saran padahal saat itu saran sudah kebanyakan menumpuk di kepalaku padahal saya minta solusi. Dari cara bicara ya sombong sekali. Suatu saat saya ingin membalas saya ingin menghancurkan ya saya akan lihat bahwa kesombongannya akan saya Kalau akan tetapi saya hanya orang lemah seandainya saya juga orang kuat saya tidak akan mau untuk menzhilimibya. Tetap bkin ada menemukan sesuatu yang bisa mengalahkan ya saya bisa mengalahkan nama dengan tulisan saya. Saya tidak perlu berkata sombong balik ada dirinya tetapi saya akan buat tulisan. Nanti suatu saat saya akan membuat tulisan bahwa hidup ini tidak akan seperti yang ia bayangkan bahwa saya ingin tahu bahwa ia sudah sombong ia bisa mengatur hidupnya sendiri. Tetapi suatu saat bahwa ia tidak bisa mengatur dirinya dengan justru aku yang membantunya (walaupun saya tidak berdoa untuk itu) Sedangkan saya saja masih mempunyai saudara yang akan kita bantu.
Yakinkah kalau kita juga akan bisa membuat satu tulisan yang bagus mengenai hal itu.
Dengan tulisan ini saya tidak perlu balas dendam. Kalau suatu saat ia masih sukses saya akan buktikan saya bisa sukses tidak seperti dirinya yang mempunyai kebun yang banyak dan akan ia ia tidak sukses ia pasti lebih sadar bahwa hidup ini tidak bisa dikendalikan oleh orang seperti ia. Kalau di hatiku menginginkan yang kedua tetapi aku sadar bahwa itu hak prerogatif Allah kalau ia bisa menyadari kekeliruannya berarti Allah sayang padanya tetapi kalau tidak maka ia akan terus tersesat dalam kekeliruannya.
Pastinya ia akan sadar kalau bukan di dunia pasti di akhirat. Tapi kalau sadar di akhirat itu sudah percuma.

Kurang sedekah

Masyarakat Indonesia yang masih hidup di bawah kemiskinan banyak sekali dan itu tidak ada yang berani membantah nya. Aku kira kemiskinan tidak berkurang meski katanya jalanan macet, tempat hiburan penuh, puncak sering dikunjungi tetapi tidak bisa juga ini mengandalkan negeri sudah Makmur.
Dulu saya sering benci kalau ada yang meminta saya di kereta atau di bus umum. Saya pikir ini cuma modus saja yang hanya untuk mengumpulkan uang. Ada yang memintanya dengan cara halus dan juga dengan cara sembunyi-sembunyi ini merupakan modus sesuai dengan keahlian orang tersebut.
Tetapi hati ini kadang juga mau memberikan uang tersebut. Seperti hari ini yang dimulai dengan hujan. Saya memulainya dengan rasa tidak enak karena adanya melihat pipa air rumah pecah dan menyebabkan air ke dalam rumah tidak tersambung. Sebelum berangkat saya berusaha sekuat tenaga untuk membuka seperti itu saya menjadi hilang kesempatan untuk menulis. Mungkin di malam ini sekalian saya menulis jurnal dan juga sekalian saya untuk mengungkapkan perjalanan hidup saya di hari ini.
Saya rasa saya harus ikhlas dengan apa saja. Awalnya marah karena saya tidak bisa menulis tetapi aku sadar saja bahwa begitu banyak waktu yang saya tinggalkan. Tentu tidak ada waktu yang ditinggalkan karena waktu yang justru meninggalkan kita. Yang ada adalah kita yang jelas meninggalkan kegiatan kita dalam menulis.
Yah sudah jelas ini adalah kerjaan sya sendiri dan saya tidak akan mau untuk mengulangi ya lagi. Di malam ini saya bertekad untuk menulis di soenajbaag kereta karena saya akan emwruskan untuk berlatih bahasa Arab. Saya merasa bahasa Arab sangat bermanfaat bagi saya karena ini bahasa Agama saya yang harus kita bela.
Justru dengan semangat membagi pekerjaan akan membuat saya memanfaatkan waktu. Saya pikir bahwa saya sudah terlalu lama untuk mengerjakan sesuatu seperti menulis novelis sich pada akhirnya saya yang kecapean karena saya sendiri terus menulis lain halnya dengan membagi waktu ke dalam beberapa pekerjaan. Cuma memang kadang penyakit menyerang juga sehingga saya bertanya pada sesuatu.
Saya yakin kalau membatasi pekerjaan justru akan baik bagi kita dan semuanya akan dikerjakan dengan selesai. Toh kita tidak bisa menulis terus walau kita kadang menyerang tak tulisan kita dengan cara yah kita mengkhayal kita di suatu negeri.
Kadang saya harus memenuhi target tertentu sehingga saya stres padahal saya tidak harus stres karena saya kira saya harus melepaskan diri dalam tulisan yang seperti halnya saya rekreasi ke dalam suatu tempat. Dengan demikian saya merasa tidak terbebani.

Belum Bersabar

Mungkin saya belum bisa bersabar untuk menerima bulyying karena saya masih perlu belajar lagi.Seperti kata Aa GYm kalau kita dihina marah maka berarti menganggap kita lebih baik dari orang lain yang tentu saja kalau kita menganggap diri kita lebih dari orang lain sama saja halnya dengan kita sombong.
Saya masih mengedepankan kesombongan saya agar saya merasa lebih hebat dari orang lain.JAngakan kesombongan yang banyak kesombongan yang kecil saja akan menyebabkan orang tidak akan masuk syurga atau firdaus.Untuk itu kita harus mengikis sifat sombong yang ada dalam diri kita.
Jangan kita katakan orang lain bejat padahal mungkin kita lebih bejat dari orang tersebut. Biarlah hinaan tersebut menjadikan kita untukmenjadi lebih maju karena kadang pujian lebih sulit daripada hinaan itu sendiri .KAlau dihina mungkin kita sakit hati dan kita tidak menerima maaf dari orang yang telah menghina kita namaun kalau memuji menjadikan kepalakita menjadi besar dan kita tidak tahu itu akan membuat kita tergelincir menuju neraka.
Ternyata memang aku belumsiapasaja. Yah,kalau ada orang yang menghina lebih baik dog kita tinggalkan saja. KAlau ia membicarakan maka ia akan menanggung kok dosa kita.KAlau kita makin terhina maka kita akan makin menaik ke tingkat yang lebih atas.JAngan kita menjadikan orang tersebut menjadi teman . KAlau teman ia akan selalu mamaafkan kita bukannya selalau membulyying kita.
Orang-orang tersebut memang tidak baik namun mereka menjadikan kita tahu bahwa ada orang yang baik dan ada orang yang tidak baik. Itu bisa kita gunakan untuksupaya kita tidak bebruat jahat seperti mereka. Kalau di dunia ini semuanya baik maka itu adalah suatu kemustahilan mana ujian yang Allah janjikan karena dunia itu seperti ini.MIsalnya banyak orang yang menyalahkan atas kegagalan kita.Lha wong yang gagalkita kok kamu menjadi repot

Unsur Pengkhiatan

memasukkan unsur pengkhianatan

Setiap perjuangan seringkali dikalahkan oleh pengkhianatan. pjumlah pengkhianat lebih banyak dri pejuang kebenaran. Karena berkhianat itu tampaknya lebih menguntungkan dan lebih menyenangkan daripada perjuangan. Mereka tidak perlu untuk mengorbankan banyak hal karena mereka tahu bahwa mereka akan mendapatkan uang yang banyak sekali dalam pengkhianatan.
Aku kira kalau unsur pengkhianatan menjadi unsur yang sangta baik dalam ceritaku. Aplaagi ceritaku tetantang pejruangan seonrag yang tidak kenal lelah ia melawan kekejaman dari Mongol dan ia harsu merelakan naywanya karena kekejaman dari pasukan MOngol yang tiada taranya.
PAsti ada pengkhianta yang menyebabkan ia harus berjuang sendiri saja. Ini tidak bisa dibiarkan kalau menurutku ini harus dibenarkan diperbiki

Mahasiswa Ngeyel

Jangan khawatir hadapi mahasiswa yang suka ngeyel. Saya lebih mendekati mereka dengan pendekatan yang saling menghargai dengan maksud menyetarakan mereka dengan diriku. Aku harap ini bukan untuk mmebuat mereka menjadi malah ngeyel. Aku kira dengan marah-marah tidak akan memberikan penyelesaikan malah membuat mahasiswa semakin antipati pada kita walau kadang marah memang perlu sebagai pendidik untuk membuat mereka menjadi rajin. Terkadang ada mahasiswa yang akan rajin kalau mereka harus mendapatkan dorongan dari dosennya. Ini sebagaicambuk.
Tteapi dari awal kita tidak boleh menganggap bahwa mereka adalah musuh kita ini yang saya kadang menganggapnya salah padahal mereka adalah anak buah saya yang harus mendapatkan transfer ilmu yang saya harus pandu.
KAdang kita berfikir untuk mencari uang lebih banyak lagi apalagi kalau mengajar di luar uangnya bisa banyak sekali namun kita seperti meninggalkan kewajiban pada mahasiswa kita.Jika dmeikian kita tidak bisa untuk memberikan yang terbaik bagi mereka.
Ada dari temanku yang bisa mengajar 30 dalam seminggu. uopfhh, aku tidak akan sanggup untuk itu . Aku lebih baik untuk menulis novel saja karena saya kira saya bisa untuk memberi beberapa hal mengenai pelajaran dalam buku itu. WAlau mungkin ada yang tidak menyukai tulisanku itu sih never mind. Saya harus bisa menerus menulis toh kalau saya diam juga saya tidak akan disukai oleh orang. Yang penting saya harus terus untuk berbuat kebaikan.

Pergi ke suatu tempat

bagi saya penting untuk seorang penulis pergi ke suatu tempat.

sayangnya tidak semua penulis bisa pergi ke tempat tersebut terutama kalau membayangkan tempat yang sangat jauh perlu biaya yang sangat besar misalnya kita ingin menulis tentang Usbekistan pasti kita akan sulit pergi ke sana karena biayanya akan mahal sekali. Pasti itu akan membuat kita menjadi jerawat. Padahal kalau sekarang memang tinggal mengalir Google dan kita melihat pemandangan yang baik sekali. Saya kira itu tidak menjadi masalah dia kadang film juga bisa melukiskan sedikit walaupun tidak keseluruhan.
Dengan begitu kita akan bisa untuk menuliskan gambaran mengenai alam yang ada. Tetapi sehat kita maka kita tidak bisa menggambarkan seluruhnya persis. Seperti kita ingin menggambarkan dalam satu ruangan pasti kita hanya menggambarkan sedikit saja. Seperti yang saya sudah sebutkan di catatan lain saya.
Saya membaca karya mengenai Orient Express karya Agatha Christie yang memuat mengenai detective terkenal Hercule Poirot. Saya berharap akan mendapatkan ide bagaimana sebuah perjalanan dari Suriah ke London menggunakan Orient Express akan banyak menemukan suatu perjalanan yang sangat indah sekali. Melewati berbagai negara dari Suriah Turki, Yunani Bulgaria, Yugoslavia, Jerman Perancis hingga berakhir ke London setelah menyeberang Selatan Channel.
Saya harus kecewa karena tidak ada pemandangan sama sekali dalam perjalanan tersebut setahu saya hanya Poirot menceritakan di Hotel di Istanbul.
Ini membuat saya yakin bahwa kita tidak perlu ke daerah tertentu karena kita tidak akan bisa atau tidak perlu untuk melukiskan sebelumnya.
Masalah penggambaran suatu situasi seperti halnya kita menggambar sebuah karikatur yakni kita bisa catch yang paling pentingnya. Misalnya kalau kita ingin menggambarkan Adolf Hitler maka kita cukup menggambar orang dengan rambut pendek serta kumis yang sepotong kecil dibawah hidungnya.
Begitu juga penggambaran mengenai pemandangan saya kira ada satu ciri khasnya misalnya kalau kita ingin menggambarkan suatu tempat di Paris yah kita gambarkan saja ada Menara Eiffel itu saja sudah sedikit mempresentasikan . Atau kalau setting backnya Jakarta, kita bisa menuliskan ada sebuah menara putih dengan ujungnya emas yang seperti api yang menyala-nyala. Itu cukup menggambarkan Jakarta.
Hal yang membuat kita khawatir adalah kita menuliskan hal yang salah. Misalnya kita menuliskan adanya trem dibkita baru. Tentu saja tidak ada . Meski fiksi kita kadang ingin melihat bahwa karya kita adalah karya yang asli..
Kalau kita salah nantinya tidak mengapa lha wong ini fiksi. Yang penting jangan karena kita tidak bisa pergi ke suatu tempat maka kita berhenti menulis. Ini justru salah. Kita bisa mencari gantinya walau kita tidak pergi ke tempat lain. Kita bisa kok melihat gambar Google misalnya kita ketikkan saja bagaimana gambar dari kota Tashkent. Jadi tidak ada alasan untuk tidak menulis bukan?

Mengedit ini penting kalau di awal

Jangan tunda untuk mengedit tulisanmu. Ini karena saya merasa pusing untuk mengedit banyak sekali typos ada ribuan item yang saya harus edit dalam novel saya. Hal ini karena saya yang maunya cepat-cepatan untuk menghasilkan target. Walau target memang harus dicapai namun juga melihat agar tidak seperti seorang yang hantam kromo dan tidak mau untuk melihat ke belakang.

Seperti yang saya sudah sebut bahw ajangan biarkan kita berbelok. Kita akan belok ke tempat yang jauh apabila kita selalu belok . Inilah pentingnya. Masih mending kalau cuma kesalahan ketik (typos) tapi kalau ide yang hilang maka itu akan repot lagi.

Jangankan menulis kalau seorang pengendara mobil juga kadang harus melihat ke belakang untuk membenarkan arah agar kita tidak menganggu hak orang lain yang mau jalan atau mau jalan ke arah yang lain.

Sama juga dengan mengedit kalau seperti saya yang tidak mempunyai kemampuan menulis seperti sistem sepuluh jari yang sesuai dengan orang yang ahli. Saya harus mengetik dengan dieja.

Saya mencoba dengan Google Keep menulis dengan suara saya yang melatih saya untuk berbicara sekalian namun karena Suara tidak mengenal titik dan tanda baca lainnya makanya jadi amburadul. Tulisan kadang berhenti pada suatu kalimat tetapi kadang juga nyampur. Saya tidak tahu mungkin kalau ada jeda maka ada juga tanda titik.

Sebenarnya keep juga bagus selain melatih kita bicara juga melatih kita untuk berbicara juga . Seorang penulis juga perlu untuk berbicara apalagi kalau terkenal maka harus mengadakan jumpa buku pers. Aku tahu mungkin saya yang selalu terus mengkhayal ala kulli hal saya juga harus melihat bahwa tulisan saya harus bagus.

Saya kadang ragu dengan tulisan apakah diary saya menjadi ketuaan dan tidak kekinian. Saya harus menembus pasar yang sesuai dengan anak muda sekarang ini dan berpikir seperti suatu yang baru.

Tetapi tidak mengapa saya rasa saya harus terus menulis saja. Ada keyakinan saya dengan sering rajin menulis justru akan membuat saya menjadi lebih baik lagi.

Hari pertama mengajar kembali

Hari ini pertama mengajar mungkin kaget karena tiga mata kuliah sekaligus maka mabuk rasanya hingga saya mengabarkan bendera warna putih. Saya keluar setengah jam sebelum waktu habis. Di kelas waktu sangat lama sekali dan mengajar membutuhkan pengetahuan yang luas.
Ada rasa senang saya yang saya rasakan ketika menyampaikan sedikit ilmu. Aku kita mereka mengerti ilmu yang sudah didapat namun mereka akhirnya baru tahu. Aku menjadi sedikit pusing karena konsentrasi berkurang dan aku memilih untuk menyerah.
Hal ini yang menjadikan saya untuk malas untuk mengajar karena saya merasakan bahwa saya tidak bisa mengajar. Saya rasa saya harus menguatkan tekad saya dan menyibukkan diri saya sebagai seorang penulis dan meyakinkan saya bahwa pekerjaan saya banyak sekali dan tidak ada waktu untuk membuat saya berpikir untuk santai. Hidup di dunia ini memang tidak santai dan kita mengejar kehidupan Allah. Walau kadang juga kita sering mengejar harta atau dunia saja. Kita tidak pernah untuk memikirkan hidup ini pada Allah karena godaan dunia terlalu manis sekali sehingga orang menjadi terperdaya karenanya. Saya juga harus hati-hati untuk itu. Sangat halus sekali antara Ikhlas dan pamer.
Padahal awal kita mengajar adalah untuk mencontohkan atau memberi pelajaran. Kalau sekedar materi sih bisa dibaca saja namun kalau lebih dari itu adalah kita sangat membutuhkan apa yang kita dapatkan selain dengan dunia materi.
Saya juga akan melaksanakan partisipasi dengan mahasiswa yakni berupa perhitungan dan mengajak mereka untuk bengkak menghitung agar mereka semakin ampuh dengan pengetahuan dan mereka bisa untuk mengerjakan soal. Minimal mereka mengerjakan soal terlebih dahulu dan untuk nantinya mereka akan bisa untuk mengerjakan soal.
Jangan kira bahwa belajar tersebut hanya terpaksa mengusung saja tetapi lebih jauh dari itu kita akan bisa untuk

Pentingya Catatan Harian

Pentingnya catatan harian

Bagi seorang mungkin sebuah catatan biasa saja. JUga tentu bagi orang biasa atau ordinarry people like saya biasa saja.Kalau awal dari pembuatan catatan harian dimaksudkan untuk melatih untuk menulis saja namun kini namnya catatan harian bisa lebih dari itu.
Ada yang curhat ke diary atau blog mereka yang setidaknya dapat menghiangkan beban dan juga bisa menambah beban kalau kita malah menghina atau menyinggung perasaan orang lain.
Kalau dulu catatan seorag kapten kapal sangat penting sekali karena catatan tersebut mereka sangat detail dan mengkaitkan dengan masa atau tanggal. Ini menyebabkan mereka bisa untuk meewati tanjung harapan yang panjang demikian lalu melewati negeri-negeri Amerika dan juga negeri di Asia untuk mendapatkan rempah-rempah. Kejayaan Portueges atau Portugal atawa Portugis memang bertahan dari abad 15 hingg abad 17 dengan adanya pesaing mereka Inggris yang menguasai lautan hingga tahun 1945 atau perang dunia II yang dikuasai oleh Amerika Serikat.
SO kita jangan meremehkan catatan kita. Mungkin bagi kita tidk bermnafaat namun bagi yang lainya mungkin sangta bermanfaat. Ini bisa menjadi cara untuk seorang melewati sesuatu. KIta bicara mengenai hidup kita saja bukan perjalanan dari Portugis ke Tanjung Harapan.
Ketika kita menulis mengenai cara menulis mungkinorang akan membaca dan memberikan isnpiras banginya untuk menulis. Ini penting sekali. mesi satu saja orang yang menyangkut . mudah-mudahan ia bisa mensahere pada teamnnya dan seterusnya untuk membagi pengalaman tersebut. KAu rasa kita harus membagi ilmu pengetahuan.
Tentu saja ada yang memnafaatkan denagn cara buruk. Yah seperti orang Portugis memanfaatkan catatan untuk mengeruk alam negeri lain. Mereka berlayar untuk keuntungan tetap yakinlah bahwa kita menulsi agar memberikan pelita bagi orang lain yang mengarungi hidup ini