Tradisi Ngupi

Apa yang menghabiskan waktumu pagi hari. Bagi orang pecinta ibadah maka mereka menghabiskan waktu untuk ibadah. Bagi yang mempunyai target kerja maka mereka mengerjakan tugas. Memang namanya pekerjaan itu tidak ada akan habisnya sampai manusia akhir hayatnya.
Bagi yang santai maka ia benggong atau terdiam sambil mengkhayal kalau kata orang kampung panjang angan-angan. Atau berangan-angan untuk sesuatu bisa jadi angan-angan itu adalah sebuah cita-cita yang belum kesampaian.
Kalau kita mungkin terkenal dengan tradisi Ngupi atau minum kopi di pagi hari.
Saya ingat ceranah Syed Alwi Alatas yang seorang ahli sejarah , lulusan Malaysia. Ia menyebutkan kalau orang Arab sudah di Indonesia Ngupi dulu sebelum kerja. Inilah yang membuat orang Arab Atau Hadrami yang sudah lama di Indonesia kurang gesit daripada orang Arab yang baru datang sehingga mereka menjadi berselisih.seperti Pati ini saya malah benggong dengan minum teh. Saya memikirkan sesuatu cita-cita saya yang belum sampai. Tetapi saya sadar bahwa saya harus bekerja. Tidka boleh kita diam karena kata Hasan Al Banna kewajiban lebih banyak dari waktu. Begitu banyak hal yang seharusnya kita lakukan Tidka kita lakukan . Kita habiskan waktu.
Untuk itu bukan berarti kita harus buang Ngupi kita tetapi kita harus bekerja sebenarnya mengopi sambil menulis juga gak masalah. Malah tulisan kita menjadi moncer atau lancar dengan adanya ngopi.

Iklan

Tetap Mau Menulis Buku

Kesibukanku membimbing mmebuatku menjadi lelah dan saya menjadi lalai. Ingin kulepas beberapa amanah yang mungkin sudah saya emban. Kerena kecapaian untuk memenuhi amanah yang lainnya . SAya juga mempunyai cita-cita bukan sekedar mengajar saja namun menulis buku. Inilah yang saya lakukan. KAlau novel sih mengalir saja karena novel tidak membutuhkan referensi. Lain halnya dengan buku ajar atau buku teks . Ini membutuhjan sesuatu yang baru yang saya kira tidak mudah untuk itu.
KIta harus membaca terlebih dahulu buku yang menjadi rujukan atau buku sejenis istilahnya.
Selan novel saya harus dan mempunyai tekad. Bukan maksud saya untuk mengambil apa saja. Prispis saya tetap kalau saya tidak boleh menulis apa saja yang saya mau atau saya main ambil aasaja melihat kalau ada sesuatu menguntungkan. Prinsip saya bekerja sesuai keahlian kita dan berbicara sepengetahuan saya dan tidak usah ikut-ikutan orang.
KArena orang mmepunyai rezekinya masing-masing dan semuanya berbeda. Justru inilah yang membuat kita menjadi ahli dan profesionaldi bidang satu.
KAlau akuntasnsi mendatangkan banyak keuntungan, maka bukan berarti bahwa kita smeua harus masuk akuntansi. KAlau kita tidak suka angka maka itu justru akan menjadi siksaaan sendiri. BAhkan belum tentu orang yang suka keuangan menyukai akuntansi. Ada yang tetap menyukai laporan keuangan tetapi sama sekali tidak menyukai akuntansi.
Semua orang mempunyai keahlian masing-masing. Apalagi dengan sekarang begitu banyak ilmu komputer seperti ilmu informatika dan juga ilmu sistem informasi maka banyak yang menjadi lulusan ini. Akhirnya mereka tidak tertampung di pekerjaan. Ini yang sulit.

Akhisrnya saya harus memcah beberapa pekerjaan dan akan menyambungnya di satu saat. Bebrapa waktu lalau saya sempat mengerjakan proyek berbeda namun masih satu kelilmuan. Ini bisa dilaksanakan.

Hanya saja mungkin kalau untuk proyek pendukung seperti bahsa Ingrissering ketinggalan. PAdahal bahsa Inggris adalah proyek yang cukup penting dan bahasa Inggris bisa membuat kita Go International. SAy asudah mempunyai komitmen dan pada minggu kelima sudha kendor. Yah, pada saat ini saya harus baca lagi bahsa INggris dan mencoba menngores pena ke dalam bahasa Inggris agar saya bisa membuat artikel bahasa Inggris maupun bku bahasa Inggris dengan baik.

 

Sempat Stag

Waktu Menulis stag

Aku lupa kalau ada beberapa hal yang akan saya kerjakan jika tulisan stag .Akuu stag karena merasa tidkabisa menulis padahal saya sudah menyelesaikan sebesar 31000 kata namun aku serasa baru mmebuat pendahuluan . Jangan kita merasa karya kt atidka diterima nanti dipenerbit ini yang mmebuat kita menjadi malas untuk melanjutkan.
Memang saya tahu bahywa royalti memang kecil jika dibandingkan dengan gaji seorang yang bekerja di perusahaan petrol atau minyak.Tteapi dengan demikian kita bisa membuat suatu sumber uang dari yang baru tanpa kita harus bekerja lebih banyak lagi.
USaha pada saat ini begitu susahanya sheingga orag lebih banyak menahan uangnya kecuali pada orang tertentu yang boros
Hanya da satu kita usaha dan kita tidka bisa bekerja apalagi kalau di saat seperti ini pekerjaan nambah menipis. Kita hanya bisa berjualan saja. bagi saya ini juga merupakan ibadah kita untuk memperbanyakamal kebaikan kita. Kita tidak seperti orang lain yang memperbesar penghasilan dan hanya untuk kepentingan dunia saja.
Pada waktu stag saya seringkali tidak membaca buku .Padahal itulah hal yang membuat kita makin hebat untuk menulis. Seorang menulis itu ibarat menuangkan air e dalam cangkir . Terkadang air dalam teko tersebut harus diisi kembali agar tidak kosong dan dapat menuangkan air lagi ke dalam cangkir yang lain lagi

Harus ada semnagat bagiku unuk bekerja dan menulis intinya. Kalau ada smenagat ini maka bairpun stag dan se[pertinya sudah tidak bisa menulis lagi maka kita akan menemukan jalan itu. Awalnya mungkin kita akan dapat inspirasi dari tulisan orang lain. Kalau film biasanya sulit karena film tersebut banyak adegan dan banyak pelaku. Kita mau menuliskan semuanya juga susah. Tetapi kalau buku dengan tulisan yang mengalir dengan menggamabrkan suatu obyek dan kadang juga berbagai obyek malah mengajarkan kita untuk selalu mengikuti gaya mereka. Kita yang terbatas dengan kata menangkap gambar dan tulisan peristiwa melaluai kata-kata saja. Atau sesuatu bentuk dalam aksara yang dibentuk oleh 26 abjad saja.

KAdang ada yang menyusup dalam ikhlas

Terkadang kita sudha ikhlas untukmemaafkan tetapi kadang juga ada yang megungkit-ungkit lagi sehingga kita menjaditidakikhlas. Tentu saja awalnya mungkin kita tidka ikhlas atau bisa jadi kita belum sepenuh hati memaafkan. Bisa jadi kita memaafkan namun kita masih berharap ia mendapat balasan yang setimpal atas perlakuan orang tersebut terhadap kita.
Mungkin kita”ikhlas” tetapi biarlah nanti kok orang itu dibalas. Saya sendiri tidak tahu apakah yang jenis itu termasuk dalam kategori ikhlas atau tidak .Memang sulit untuk seerti ini awalnya tetapi kalau kita tidak mencoba maka kita tidak akan ikhlas.
Ketika kita mau saja ikglas kita akan selalu dibayangi oleh kesalahan orang lain yang membuat diri ini menjadi tidak ikhlas. Ada memang suntkan berupa halus yang kadang menginginkan kita untuk selalu mengingat hal yang itu. Terkadang kebencian kita tidak beralasan. Yang jelas mungkin karena kita membenci diri sendiri . UNtuk itu kita ahrus bisa membentengi diri dari serangan yang halus yang kadang biasanya lebih susah daripada serangan yang kasar sekali. KIta harus hati-hati dan tidak membuka benteng pertahanan kita pada serangan tersebt. KAdang kita harus menutup celah benteng tersebut dengan rapat dan tidak ada kebocorantersebut.mempersiapakna diri dariserangan ada saaat serangan yang akan besar sekali.
Serangan tersebut ternyata seperti peluru anti material yang sebesar jari telunjuk saja namun ketika peluru tersebut menembus dari baja tersebut maka yang terjadi adalah peluru itu akan meneglaurkan materialnya dan menembus dan meledakkan isi tank tersebut.
IA bekerja tidak seperti meriam anti tank

Menjual adalah profesi yang tidak akan habis

Seorang ada sebuah trend untuk mencari suatu pekerja yang muda-muda. Bahkan ada sebuah instansi yang mensyaratkan pekerja lulusan sarjana atau S1 harus usia maksimum 25 tahun. Kalau rata-rata anak S1 lulusan sekitar 22-23 tahun. Berarti itu dengan syarat si anak Tidka terlambat dalam menjalankan program sarjana kalau terlambat setahun bisa mundur menjadi 24 tahun.
Jelas situasi ini tidak menguntungkan bagi sarjana. Di setiap hari ada saja lulusan sarjana yang segar (memang tidak ada lulusan segar cuma merujuk daripada sebutan fresh graduate yang artinya lulusan segar).
Saingan mereka adalah yang belum mendapatkan pekerjaan. Inilah sulitnya. Saya tidak akan menyalahkan kalau yang tidak mau usaha. Karena mereka berusaha juga hanya sebentar sehingga suatu saat mereka nganggur juga.
Ini karena bisa jadi saya tidak mau meratakan semuanya karena bisa jadi orang tersebut sudah berusaha namun gagal. Tetapi saya yakin ada juga yang lalai sehingga ia sendiri yang gagal dalam usahanya. Membagi tidak semua orang berbakat menjadi seorang usahawan seperti halnya Buya Hamka yang berasal dari Ranah Minang . Meski ia orang Minang tapi ia tidak berbakat sebagai pengusaha.
Menjadi pengusaha, saya yakin sesuatu yang sulit daripada menjadi pekerja to karena menjadi pengusaha harus bekerja dengan sendirinya. Tidak ada yang mau bekerja tanpa ada arahan apalagi Tidak ada jiwa pimpinan dalam diri mereka.
Tetapi menjadi pengusaha jelas mudah. Membuka toko saja menjadi pengusaha masalah penghasilan ada atau tidak maka itu urusan nomor dua. Kalau sudah mempunyai toko maka tinggal mempromosikan dan meningkatkan penjualan.
Boleh jadi dunia pekerjaan sepi karena investor pergi ke luar negeri. Krisis ekonomi juga menerpa dengan

Marah Masa Lalu

 

Mungkin beberapa hari ini saya menjadi sensi sekali.Kalau ada yang sedikit menyinggung saya maka saya akan menjadi marah. saya seolah sedang sakit dengan tengkuk belakang yang sakit mungkin inilah menyebabkan saya cepat marah.
Tapi aku yakini saja, kalau aku marah akan membuat saya lebih sakit lagi.
Dengan begitu aku jadi tidak marah. Memang sakit yang lain juga trejadi seperti maag yang kambuh. Kalau maag ini sakit maka saya rasanya seperti sakit saja.

Kadang kita sering mengingat atau mungkin kita diingatain oleh nafsu kita. Hembusan nafsu tersebut berupa orang yang menyakiti kita di masa lalu. BIsa jadi mas lalu itu sekitar dua hari yang lalau atau beberapa minggu yang lalu atau mungkin saya itu belasan atau puluhan tahun yang lalu. Kalau rasa sakit hati itu memang membuat akan marah. Tetapi dengan demikian kita seperti rantai oleh rasa sakit hati itu.
KIta mengulang-ulang ingin membalas hal itu seperti yang ada id sinetron. Tadi pagi saya menonton sinetron yang katanya pintu berkah sebenarnya saya lebih suka menamakan sinetron tersebut adalah sinetron dangdut karena sinetron tersebut seperti dangdut saja. Sinetron tersebut menawarkan awal kesedihan dan berbuah kebahagaian walau tidak semua akan seperti itu. ada yang lebay dimana terlihat majikan menjadi pembantu pada akhirnya. Di dunia relaita semua beda. Semua sakit hati belum tentu akan terbalaskan.
Yang penting jangan kiat terjebak dengan hal yang seperti itu. anggap saja orang yang menyakiti kita adalah orang yang kecil yang tidak usah diperhatikan hal seperti. Artinya kita sudah membalas dengan cara mengabaikannya tidak perlu melayani orang seperti itu.
Memang kita tidak akan bisa melupakan sakit hati tersebut dan sepertinya tidak akan. tetapi kita jangan masuk lubang kebencian yang akan membuat kita gelap mata dan kita hanya berfikir seperti itu. PAdahal kita juga mempunyai agend aibadah yang sangat penting sekali. KIta menghabiskan pikiran tetapi orang lain sudah bisa mengaji banyak dan tahajaud banyak. KIta tidak bisa berbahasa Arab. Naaaah….

Yakin Perlu

Waktu kuliah di pinggiran ibukota aku selalu pulang naik angkot menjelang akhir minggu. Kalau menurut perhitungan jam aku terlambat untuk sampai ke statiun kereta. Ada seorang temanku bahwa aku pasti bisa dan ternayat benar aku bisa naik kereta sesuai dengan jam yang aku inginkan.
PAdahal sebelumnya saya sudah mengeluh walau dalam hati ini kereta tidak bakalan samapi pada waktunya . Tteapi keyakinan kita akan samapai membuat kita menjadi samapaiKAlaupun kita tidak sampai maka sebarnya kita sudah membuat hati ini menjadi optimis dalam menjalankan sesuatu. Terkadang saya menjadi tidak ercaya diri dan kita menjadi lemah ketika merasa bahwa diri ini tidak menyelesaikan maka kita tidk akan menyelesaikan.
Akhirnya kita tidak mepunyai effort ntuk melakukan hal itu. Tetapi mungkin ada penyakit kalau kita percaya diri maka kita justru tidak akan menyelesaikan karena kita terlalu berleha-leha . Kita memang boleh untuk tenang namun jangan kita terllau tenang.
Ada juga nanati kita meremehkan kerja kita karena kita terlalu mudah mengerjakan dan tidka menilai kerja keras kit apadahakl itusudah kita bekerja dengan maksimal namun tidak juga kita menghargainya. Kalau saja kita tidak memghargai kerja kita maka siapa lagi yang akan menghargai kerja kita . Inilah yang harus kita pahami agar jangan gagal faham.

Lahan yang luas belum tentu menghasilkan

Lahan yang luas belum tentu menghasilkan

Terkadang saya senang sekali kalau lihat betapa luas lahan namun orang tidak menggunakan.KAlau aku mungkin akan menggunakan untuk beternak merak. Merak tidak akan bisa dipelihara di lahan yang sempit .
Tentu saja kalau di Jakarta untuk memelihara Merak sangat riskan dan biayanya sangat besar sekali. Kalau anda tahu bahwa dengan memelihara merak anda harus membeli lahan speerti satu rumah petak. Untuk memelihara merak anda mengeluarkan biaya pakan juga. Mungkin hasil Merak tidak seberapa daripada uang kontakan yang bisa mendatangkan keuntungan uang.
kalau kontraakan maka akan datangan uang kontakan dari si penyewa kontarakan .
Berapa banyak cita-cita dengan harga yang mahal sekali. Yang mungkin akan baru samapai pad 20-30tahun berikutnya. Tetapi saya memang tidak akan melulu untuk mencari kesenangan . Lebih baik kesenangan di tempat yang lain saja daripada aku harus capek-capek untuk membuat apa saja yang sebenarnya kurang urgen bagi saya. Ini hanya lebih pada kesenangan saja namun sebarnya banyak agenda untuk hidup ini.

Libur Ngaji Hore

Libur Ngaji Hore

Jujur saja dulu kalau mengaji disuruh oleh orang tua. Kalau anaknya maunya alim agar tidak mau untuk bragajulan yang berbuat semaunya saja. Mereka juga tahu bahwa mengaji penting namun kejaidannnya adalahmalas.
Bisa jadi malas karena suasana dengan temannya. Terkadang ada teman yang tidak “ramah” dengan teman pengajian mereka. Atau bisa jadi guru yang tidak membuat si murid nyaman. Apa saja bisa menyebabkan murid tidak nyaman.
Tteapi kekuatan niat itu harus ada di diri mereka agr mereka bisa mengaji dan itupenting.
Bagi anak kecil ukuran pahala mungkin tidak bisa mmebayangi hal itu seperti mereka juga tidak akan bisa membayangkan untuk kebutuhan uang.Banyak juga sih orang dewasa yang tidak mengetahuihal itu.
Oleh karena itu kita harus tahu apa saja kegiatan kita atau maksudnya. KAlau kita tahu maka kita akan semangta untuk mengerjakan.
Lain untuk leisure. Baisanya kalau leisure tersebut dengan mudahnya kita bisa untuk bekerja untuk itu dan tanpa disuruh tetapi kalau untuk suatu kebaikan kadang kita sudah disuruhrasanya kita menjadisulit sekali.
Tetapi hal itu terkadang harus dipaksain agar kita bisa menjadi rajin . Katanya kalau sudah enam jam kita bisa akan bekerja keras tanpa kita mau disuruh lagi cuma semuanya mempunyai pengorbanan yang besar sekali untuk menjadi orang yang rajin.

Kita harus ikhlas dalam bekerja bukan semata dengan motivasi atau pancingan dari uang yang  hanya sebenatar saja tetapi lebih jauh dari itu. Kita bisa juga mendapatkan sesuatu yang lebih dari uang.

Jangan jadikan diri ini termotivasi dengan uang walau memang kalau kita sering bekerja uang akan datang. Tetapi kalau ketika uang lagi seret apakah kita juga masih berdiam diri. Berdiam diri justru membuat kita makin mumet saja. Pastilah kalau bekerja ada hasilnya . Lama kelamaan seperti halnya seorang dosen yang telah lama bekerja. Awalnya uangnya sedikit sekali dengan usahanya apalagi mempunyai usaha dagang maka ia bisa memenuhi kebutuhan dan bahkan lebih baik dari seorang pegawai yang biasa.

Mencoba untuk tidak menulis di ponsel

Kekajuan tekhnologi pesat sehingga memungkinkan penulis bisa mengetik di atas ponsel. Bahkan dengan menggunakan suara. Tetapi kalau saura ada kendala di bahasa yang kita gunakan. Kadang tidak ada titik dan komanya hanya tulisan yang panjang. Dengan adanya tulisan dengan ponsel sedikit demi sedikit menghasilkan tetapi kadang kita juga malas.
Aku juga tidak tahu apakah malas ini karena apa. Aku kira kalau ini kekurangan dari motivasi. Terkadang saya ingin terjun ke suatu alam untuk menelusuri dan berpetualang dalam tempat yang baru.
Tetapi kadang karena jenuh banyak pekerjaan. saya mencoba untuk mencari untuk cara agar bisa rajin dalam menilai dan kembali menghasilkan karya-karya yang menghasilkan banyak uang.