Bergadang Yang Berguna

Kalau bergadang memang boleh saja kalau kata Bang Haji asal ada gunanya. Kalau tidak ada gunanya buat apa ada bergadang? Untuk belajar tentu begadang perlu juga tapi kalau bergadangnya membuat kita tidur pagi yah sama saja.Lebih baik kita belajar pagi dan kita stop bergadang.
Nah, kalau gitu kita sama saja kalau kita tidak bergadang tetapi kita malah belajar pada pagi hari dengan banyak sekali. Tetapi banyak orang yang tidak sadar dengan hal ini. Mungkin karena kebiasaan mereka Kalau bergadang maka terlihat seperti bekerja keras. KAlau lembur maka terlihat seperti bekerja keras.
Banyak dari kita yang tidak bisa memanfaatkan waktu yang sedikit ini.
Kalau mereka mau memanfaatkan waktu yang sedemikian sempit ini maka mereka akan bisa menghasilkan sesuatu yang hebat sekali atau sesuatu yang super. Banyak dari kita yang tidak memanfaatkan sesuatu yang hebat ini padahal mereka bisa lebih hebat.

Meski tanpa to the list kita bisa kerja tapiii

Tanpa to the list kita memang bisa bekerja dengan baik sebab otka kita adalah sebuah prosesor yang cukup hebat sekali. Ia bisa memproses semua pekerjaan dan pastinya buatan Allah lebih hebat.
Alhamdulillah, pekerjaan saya untuk membuat suatu diktat minimal itu ringkasan dapat saya selesaikan walau tidak bisa selesai full. Saya baru tahu konsep. Setidaknya saya tahu kalau saya akan bisa mengerjakan soft computing menggunakan Amos yang diminta oleh seorang rekan dosen. Saya bisa membuat coretan yang membuat peta.
Namanya pekerjaan memang tidak habis-habisnya kalau kita tidak menyempatkan untuk satu pekerjaan penting maka niscaya kita juga tidak akan menyelesaikan pekerjaan itu. Kita harus melihat seluruh pekerjaan kita. Ini akhirnya membuat saya sedih karena begitu banyaknya saya menghabiskan waktu untuk benggong saja. Padahal banyak waktu yang seharusnya bisa saya gunakan untuk membuat satu tulisan. Dengan pembagian waktu ini kita tidak akan bimbang hendak bekerja apa? Karena kita sudah tahu apa yang kita kerjakan. Kita juga menerapkan target pada tiap pekerjaan agar tidak terpaku dengan pekerjaan itu saja yang membuat saya menjadi stagnan. Pekerjaan Haura dinamo terutama untuk pekerjaan yang tidak wajib kalau pekerjaan yang wajib tentu harus didahulukan terlebih dahulu sebelum pekerjaan yang tidak wajib.
Terkadang banyak pekerjaan memang membuat kita tidak konsentrasi dengan pekerjaan yang kita lakukan sehingga kita menjadi kepikiran dengan pekerjaan yang lain.
Apalagi pekerjaan yang belum mendatangkan uang. Kadang kita resah dengan hal itu kalau pekerjaan kita menjadi sia-sia? Tentu saja saya tidak setuju dengan hal itu karena tidak ada pekerjaan yang sia-sia
Semua orang akan mendapatkan hal yang baik kalau berbuat baik dan sebaliknya semua orang akan mendapatkan hal yang buruk ketika mereka mengerjakan hal yang buruk. Sekarang bergantung dengan orangnya maunya seperti apa terlebih dahulu.
Karena itu saya akan membuat sebuah to the list yang akan menampung pekerjaan saya. Ini untuk memotivasi diri agar saya bersemangat dalam mengerjakan banyak pekerjaan. Kita jangan leha-leha dengan tugas yang sedikit yang membuta kita semakin malas. Padahal dunia milenial sekarang ini segalanya dinamis. Kita akan mendapatkan pesaing yang lebih canggih dari kita. Kita akan menghadapi pesaing-pesaing yang bisa dikatakan melampaui kita.
Mereka bekerja lebih cepat dan cerdas untuk mengerjakan proyek apa saja.
Pembuatan ini akan diurutkan juga berdasarkan prioritas. Prioritas berarti dikerjakan terlebih dahulu. Sesudah selesai satu urusan kita akan beralih ke urusan yang lain.

Apa yang kita inginkan mungkin. Pernah kita dapatkan

Ada pepatah hidup kita yang menurut kita merana ini mungkin adalah impian dari banyak orang. Artinya memang banyak manusia tidak bersyukur dengan anugerah Allah. Tapi mungkin saja kita menginginkan kehidupan yang dulu atau ada pernah sesuatu yang kita miliki hilang.
Dahulu saya mempunyai kesempatan untuk mendapat ayam pelangi. Ayam yang lebih dikit tinggi dari ayam Kate dengan bulu ayam halus bercampur dari kuning, coklat sampai hitam. Kata si pedagang di Sukasari sekitar circa 1990 ayamniji kalau tertempa sinar matahari akan membacakan. Yang menarik bagi saya adalah Kokok ya yang terus menerus tidak berhenti karena ia rajin berkokok . Sedangkan yang lainnya juga berkokok namun tidak sesering ayam pelangi ini.
Aku padahal ingin bulunya yang halus warna aputih namun Tante saya yang membelikan tidak suka dengan itu. Akhirnya aku dibelikan dua ayam Kate. Sekarang aku tahu kalau ayam Kate itu Silangan dari ayam Kate batik Kanada (Golden Sebright Bantam) dan Ayam Kate lokal (Javanese Bantam).
Ayamnya mempunyai jengger yang mirip mawar atau kalau bahasa Baratnya adalah Rose Comb. Ayam ini bisa terbang cukup tinggi karenanya aku mengikatnya dengan tali
Kembali pada ayam pelangi juga saya duga adalah Silangan dari ayam Batik Kanada yang membawa jengger nawarnya yang besar. Tetapi bulu halusnya yang mirip bulu leher. Buku halus ini beda dengan ayam kapas dari China (Silkie Bantam) tetapi mirip dengan bulu jago, atau bulu rawis yang ada pada Jantan. Sampai saat ini saya belum berhasil menemukan ayam jenis ini.
Memang ada penjual ayam online yang menawarkan Silangan Batik Italia (Silver Sebright Bantam ) dengan ayam kapas namun saya lihat baru anaknya saja tidak tahu penampakan kalau dewasnaya atau kalau sudah bisa berkokok.
Saya sering mengunjungi grup FB ayam oplosan namun juga belum ketemu dengan ayam pelangi. Ini mungkin buruan saya selama beberapa tahun. Mungkin hanya yang tahu genetik saja yang tahu dengan hal ini sedangkan pedagang ayam di pasar Sukasari Bogor sudah tidak ada katanya sudah digusur. Mungkin saya harus bertanya pada pedagang yang digusur dan mungkin saja ada yang bisa mengetahui keberadaan ayam tersebut.

Ingin terburu-buru menyelesaikan proyek sampingan

Manusia memang mempunyai sifat yang terburu-buru atau sifatnya grasa-grusu.maaf saya bukan maksudnya mau mengomentari kejadian saat ini pada saat seorang pemipin yang grasa-grusu. Bagi saya itu persoalan yang lain.
Ketika menyusun banyak sekali proyek apa yang saya pikirkan? Tentu saja saya harus menyelesaikan proyek tersebut. Kalau proyek itu sebenarnya sifatnya sekunder atau saya tidak mau menyetarakan dengan sunnah karena khawatir malah akan mendistorsi kata sunnah. Artinya yang sekunder itu boleh dikerjakan boleh tidak dikerjakan. Sedangkan kewajiban harus kita penuhi sebagai seorang pekerja. Yang sekunder atau sampingan lah seharusnya dikerjakan setelah yang primer sudah kita selesaikan.
Terkadang penyakitnya kalau yang sekunder belum selesai yang primer masih terbengkalai.Karena memang penghasilan di luar lebih nikmat seperti PNS yang nyambi di luar terkadang uangnya lebih banyak ini bisa menjadi tarikan bagi dirinya untuk berkarya di luar.
Lain lagi ada seorang dokter yang bergelar profesor tetap menjalani kewajiban di bayar di klinik pemerintahan yang penghasilannya tidak seberapa di banding professor.
So sebagai pekerja memang kita harus mendahulukan yang wajib dulu daripada yang sampingan.
Hanysa saja kita perlu untuk memberikan jadwal yang sangat tegas. Kalau biasanya saya suka kerja dengan cara mencampur misalnya beralih pekerjaan lain ke pekerjaan lain. Ini memang bisa mengurangi rasa bosan.Terkadang kalau kita menulis novel 6 jam dengan sejam bisa efektiffan yang sejam. Kalau yang 6 jam cuma diisi benggong saja maka kita tidak tahu apa yang mau kita tuliskan dalam waktu 6 jam bahakan kalaupun 24 jam sehari.
Hal yang membuat saya khawatir untuk tidak beralih kerja adalah saya akan kehilngan momen “rajin” saya. Ini membuat saya khawatir sehingga saya tidak mau untuk meninggalkan pekerjaan saya.
Tentu semuanya harus proposional. Kita pikirkan kalau yang menggaji kita adalah perusahaan atau instusi kita. Itulah yang terebih dahulu kita kerjakan. Sedangkan sampingan adalah kedua walau duitnya bisa 10 kali lipat dari sana. Kita kerjakan kewajiban terlebih dahulu nantu baru kita kerjakan sampingan.
Terkecuali kalau kewajiban di kantor sudha membuat kita tidak nyaman maka kita bisa mengundurkan diri dari tempat institusi kita bekerja. Itu lebih baik daripada kita tidak bekerja. Masih banyak orang lain yang mau untuk mendapatkan gaji kita walau terlihat secuil

Nyanyi Sayur Kol

Tadi pagi ada sekelompok anak yang berjumlah tiga yang menyanyikan "sayur kol… Sayur kol…sayur kol" lagu ini memang sangat vital sebelumnya dengan irama sederhana saja dan lirik yang sederhana. Maka saya bilang lagu ini biasa saja.
Hanya saja ada kata makan daging anjing. Tentu saja makan daging anj*ng bagi muslim haram. Ketiga anak tadi anak orang muslim dan bagi saya tidak sepatutnya anak tersebut menyanyikan lagu tersebut walau anak itu tidak menyebutkan daging anj*ng.
Salah satu kekhawatiran adalah kadang anak tersebut menjadi latah. Kalau ini dibiarkan maka akan bisa membuat latah. Bagi mereka anj*ng biasa saja karenanya lama kelamaan akan dimakan (nastaghfirullah). Mudah-mudauan jangan sampai demikian karena hal itu akan melanggar larangan Allah.
Memang lagu seperti ini sebaiknya jangan diulang-ulang agar anak tidak latah.
Memang tidak ada yang salah dari lagu ini kalau dari norma atau adat timur namun bagi muslim tidak mengukur lagu dari kebiasaan orang Timur saja tapi dari adab seorang muslim. Ia harus bersikap dengan baik mengenai apa yang harus ia katakan.
Hati ini rasanya ingin membangun kerja yang banyak dengan menulis modul pembelajaran. Maunya sih menulis buku untuk membantu orang mengenal ilmu statistik tetapi bagi saya modul dulu. Saya melihat nasib buku-buku yang diobral rasanya kalau kita itu dapatnya bagaimana gitu? Ilmu yang sudah kita pelajari akhirnya diobral saja. Oleh karena itu kita harus membuat buku yang baik. Pilihan aku membuat modul terlebih dahulu
Kita akan membangun reputasi terlebih dahulu dengan itu kita bisa menerbitkan buku.
Menjaga ada godaan ketika kita menulis. Ah rasanya enak sekali dengan menulis maka kita akan mendapatkan royalti tetapi harus ingat kalau penerbit buku hanya mau menerima buku yang bakalan laku saja sedangkan buku yang tidak laku tidak akan menjadi pilihan untuk penerbitnya.
Karena penerbit buku juga sudah mengeluarkan banyak biaya untuk membuat buku tersebut dan mereka harus untung juga.

Menetapkan target

Membagi tanpa adanya target orang juga menjadi malas-malasan tidak bekerja dan seperti tidak ada motivasinya. Sudah saatnya kita menentukan target itu. Terkadang menentukan target tentu tidak bisa bagi yang belum biasa.
Ada yang salah dengan menetapkan target dengan terlalu yakin dan ketika kita tidak bisa sampai maka itu akan menjadi masalah. Permasalahan adalah ketika sudah menyerahkan akibat target yang ditetapkan terlalu besar. Ia menyerahkan dan mengangkat bendera putih sehingga tidak lagi mau mengerjakan apa yang sudah ia lakukan. Tentu saja hal seperti ini tidak kita inginkan.
Yang baik adalah bekerja hingga kita tuntas dan menghasilkan . Kalau seorang penulis maka ia bisa mencetak bukunya atau ia menampilkan tulisannya online. Maksudnya adalah agar orang menilai kita. Tulisan tentu bukan buat sendiri-sendiri karena saya kira adalah tulisan menyampaikan ide. Kita harus tahu kalau orang suka atau tidak suka dengan ide kita.
Ada yang langsung bangkit menyadari ia sudah terlambat dari target. Nah yang ini masih bisa. Kita bisa lanjut untuk mengejar cita-cita. Ketika ada rintangan lagi ia menjadi berhenti akan tetapi ia terus lagi untuk bekerja.
Tentu semua itu bergabung dengan resistensi yang dimiliki oleh orang masing-masing. Menurut saya hanya orang yang sudah mengulang-ulang maka kita bisa melakukan hal itu. Anda harus menyadari kalau tidak menetapkan target kita akan terleha-leha. Saat inilah menetapkan target dengan uang relistis. Misalnya kalau kita bisa menilai 5000 kata perhari maka kita bisa akebetapkan target kata 5000 perhari dan jangan kita menambah menjadi 50000 kata yang setara dejgan novel karena ini target yang terlalu berani. Bisa saja ini akan membuat kita patah dalam semangat ketika baru menyelesaikan 1000 kata dalam sejam maka kita meninggalkan saja.
Sebaliknya dengan target yang sedikit juga maka kita akan cenderung untuk diam.
Ada satu sarang dari seorang motivator menulis yang menyuruh setidaknya sejak saja sehari untuk menulis..kalau setahun maka kira-kira kita bsia menghasilkan waktu 300 jam. Ini saya kira tidak sedikit dan kita bisa memulai dengan waktu yang sedikit ini.

Hampir saja ketabrak kereta

Pada saat itu tidak banyak yang menyeberang jalur 3 kereta Manggarai. Petugas satpam yang berjumlah 3 orang yang memakai rompi berwarna oranye atau jingga juga sedang berkonsentrasi untuk menjaga jalur 5.
Mereka menjaga agar tidak ada yang menyeberang menyelonong. Saya pede saja dan saya menerobos jalur tiga. Dan kebetulan juga di belakang ada orang tanpa menengok nb ke sebelah kiri atau dari arah selatan. Biasanya kereta yang melalui jalur tiga adalah kereta yang mau ke Jakarta Kota atau kadang juga ke Tanah Abang.
Ada seorang petugas kereta yang memperingati. Oh ia saya juga malu dan melihat kereta sudah 100 m ke arah saya. Justru pas saya melihat kereta klakson kereta baru berbunyi. Saya tidak tahu apakah sebelumnya juga sudah berbunyi hanya saja saya kurang ngeh melihat kereta yang sudah mendekati saya. Untungnya jalannya kereta juga gak cepat.
Kalau benar si masinis tidak mengklakson kami maka ada kelalaian bukan dari saya saja. Pertama dari saya sendiri yang saat itu berkonsentrasi sedang memikirkan hal yang lain. Saya juga malu saya khawatir di tegur oleh sekuriti. Tetapi mereka tidak menegur karena mungkin mereka juga salah lalai dalam menjalankan tugas tidak menjaga jalur tiga.
Sedangkan masinis juga tidak klakson. Kalau mungkin tidak ada yang memberi tahu tetap kemungkinan celaka tidak ada sih. Karena perhitungannya saya dengan kecepatan jalan pelan masih melebihi kereta yang sedang lambat. Tetapi kalau keretanya cepat bagaimana? Tentu saja itu akan kena
Terjadilah kecelakaan di sebuah stasiun besar yang penuh dengan penjagaan dan yang paling rapi.
Tentu aja hal ini harus diperhatikan. Saya juga harus hati-hati sebagai penumpang terutama jika menyeberang. Padahal saya juga dulu selalu berhati-hati kalau mau menyeberang. Biasanya saya kalau mau menyeberang menengok kanan dan kiri walua kereta tidak bunhui dan walaupun ada sekuriti.
Kali itu memang saya lalai dengan kejadian itu. Saya janji dan malu untuk jalan sembarangan di jalur kereta. Jalur kereta adalah daerah berbahaya karenanya jangan kita untuk benggong di tempat bagi itu.

Membantu Juga Berkorban

Kalau membantu tanpa ada kurang sedikitpun itu mah biasa. Misalnya seorang kaya yang mempunyaiuang milyaran. Mengasih sejuta sih tidka masalah.Terkadang kita juga harus mendapatai kalau menolong orang itu butuh pengorbanan. Terkadang adarasa kesal kalau kita mengobrankan diri tetapi kita tidak mendapat “apa-apa”
Seperti tadi saya ditumpangi payung saya sedikit kesal karena bahu kiri saya harus basah.
Aku kesal mengapa orang itu malah iku ke saya padahal saya neh khan payungnya kecil. Mau sih menolong orang kalau berkorban nanti dulu ah Akhirnya detik itu sadar bahwa orang itu juga sedang membutuhkan. Jangan membuat saya menjadi tidak ikhlas seperti ini yang membuat diriku percuma saja membantu orang. Aku yakin aku akan basah karena diameter payung begitu kecil sekali dan saya pasti kebasahan pikirnya.
Akhirnya saya turut saja saya menjadi ikhlas saja karena saya kira percuma saja saya untuk tidak ikhlas. Jujur saja nanti ko kita akan dibantu oleh dirinya.
Pahala yang kita berikan kalau kita mau iklhas untuk menjalankan hidup ini maka kita akan bisa untuk mendapatkan banyak kebaikan. Tentu saja kebanyakan orang akan senang kalau kita membantu orang walau saya pastikan tidak ada orang yang semuanya akan cinta pada anda karena itu hal yang mustahil. Tentu bagi saya ini bukan maksud orang suka sama kita sehingga kita menjadi caleg yang penting bagi saya adalah saya bisa menjaring banyak amal pahala.
Terkadang orang juga sudah berkorban pada kita. Mereka bahkan mengeluarkan waktu dan biaya.
Jangan kita bilang orang tidak mau menolong kita melainkan karena mereka tidak sanggup untuk menolong kita. Seharusnya kita bersangka baik saja pada orang yang mau menolong kita
Jangan kita susah dengan kerjaan orang. kalau mereka tidka memberikan pekerjaan yah biar saha. Saya kira yang penting kita bisa bekerja sendiri dan kita bisa untuk mendapatkan pekerjaan sendiri.
Bukankah yang namanya pahala adalah hal yang susah nah kalau biasa-biasa saja itu namanya bukan pahala.