Kehilangan empat pensil warna

Mungkin aku pusing karena menghilangkan pensil pijat sendiri. Ini makan waktu karena saya harus mencarinya kemana-mana. Bahkan saya berulangkali mencari di tempat yang sama. Saya sadar bahwa saya sudah tidak mencari lagi di tempat yang sama karena itu menghabiskan waktu saja. Lebih baik saya mencari tempat lain.
Padahal saya masih suka menggambar daripada saya menulis jurnal seperti ini. Tetapi kadang saya menghabiskan waktu untuk sesuatu yang saya anggap tidak perlu.
Saya jadi sering kepikiran kalau kita pelit untuk diri sendiri dengan tidak mau mengerjakan kebaikan padahal itu buat diri sendiri apalagi nanti kalau di akhirat semua orang pada menyesal karena tidak mau berbuat yang baik.
Saya mau bertekad untuk berbuat baik minimal untuk diri sendiri dan untuk orang lain. Jadinya malu kalau menghabiskan waktu untuk itu mungkin hilangnya pensil sebagai peringatan. Seringkali yang hilang biasanya ketemu lagi. Toh kalau tidak ketemu maka beli saja yang baru gampang saja toh.
Saya kira semuanya sudah ada waktunya dan memang pensil saya harus hilang walau saya juga masih binggung hilangnya kemana.

Iklan

Menunggu di ATM

Terkadang sulit sekali untuk menguangkan uang tunai karena kita harus ke ATM. Mau mengambil uang. Saya sempat berprasangka buruk kalau saya menunggu di ATM karena pernah saya lihat kalau orang yang mengambil uang transfer ke beberapa tempat. Aku pikir hal ini jelas tidak simple karena kalau banyakan transaksienyapa tidak e banking saja.
Pas saya mencoba saya juga merasakan kalau ATM sama ketika saya coba maka saya menunggu hingga ATM tersebut memproses. Saya kira saya sudah suudzon. Saya kira saya gak perlu lagi .
Kemudian saya melihat hape sudah ada yang menelepon nomor 021 31100*** nah ini nomor hape rumah. Saya gak bakal angkat karena khawatir akan ada penawaran kartu kredit.
Ternyata katanya sebuah perusahaan kredit. Aku tidak kredit tapi mungkin saudaraku yang memasukkan nama ke kredit. Aku kadang di telepon karena aku bukan yang menanggung. Kalau kataku ini sungguh keterlaluan.
Aku pernah mendengar kalau mereka tidak ramah padahal bukan pada penghutang. Ini maksudnya perusahaan hutang sengaja agar memancing kemarahan saya agar marah ke saudara saya. Tidak, taktik iblis kalian sudah diketahui. Kalian hanyalah musuh Allah dan Rasulnya karena kalian menebarkan Riba. Mudah-mudahan saya dijauhkan dari Riba.

Melukis benda mati

Ada seputar perselisihan dalam mengenai gambar. Kalau yang hati-hati kalau ia tidak mau menggambar karena siksa berat pada hari akhir yakni sirih memberi nyawa.
Selagi menulis ini saya mendengar masinis untuk bergeser ke kereta paling tengah? Aha? Saya paling menjadi binggung karena setahu saya kereta boleh dinaiki oleh penumpang pria di kereta kedua pertama dan kedua terakhir.
Imbauan ini sampai beberapa kali sehingga saya juga menjadi binggung. Mungkin saja ada yang bandel dengan imbauan ini. Tapi menjelang tanah Abang sudah tidak ada lagi himbauan ini.
Terkadang penumpang laki masuk karena kereta sudah mau menutup pintu. Akan tetapi mereka sulit untuk pindah karena sudah penuh sekali. Akhirnya pindah pada statiun sebelumnya.
Oh saya jadi mengerti karena kereta yang paling depan maka menjadi yang paling tengah. Dalam tata bahasa ini terjadi kesalaha diksi saja dalam pembuatan kalimat dan ini sering terjadi.
Karena itu jika menjadi ustadz atau penceramah maka kita harus sering melatih diri kita.

Menulis di sketchbook

Saya menjadi tertarik dengan sketchbook dari aeroang teman FB yang menggambar sketsa di akunnya. Ia menggambarkan dengan baik di akunnya berupa gambar urban. Saya juga suka tertarik di dunia tarik garis sejak beberapa waktu dulu.
Kalau dulu saya menggambar saja susahnya bukan main. Saya minta diajarin untuk menggambar karena goresan saya dalam menggambar sulit sekali. Sulit sekali rasanya seperti sudah mau menangis.
Sekarang saya tidak jago embaggamabr akan tetapi dengan ada internet kita tinggal cari saja seperti misalnya kita mau mengammbar pohon maka kita akan dapat dengan mudah untuk menggambar pohon. Saya rasa tidak sulit dengan hal itu karena kita tinggal mengikuti langkah-langkah dari si penulis yang ingin menggambar.
Ini membuat hikmah kalau dulu mungkin sulit maka kita tidak alan sulit untuk saat kemudian.
Hanya kita tinggal sabar untuk melakukan hal itu. Kita tidak perlu menyerah dengan yang ada pada saat ini karena kita bisa untuk berbuat lebih banyak lagi.
Kita harus tahu bahwa semua perbuatan kita nanti akan dihisab. Pada saat itu kita harus mendapatkan yang terbaik dengan memulainya dari sekarang.

Jangan Santai

Kebanyakan dari kita adalah para pekerja santai yang akan membuat mereka menjadi terlena. Kita memang sangat puas dengan yang sudah ada karenanya kita menjadi santai begitu saja.
Alah besok bisa kita kerjakan yang lainnya karena waktu banyak. Siapa yang bilang waktu banyak? Pasti orang tersebut sudah tidak tahu kalau waktu tidak bertambah atau berkurang karenanya kita juga harus untuk bekerja terus agar kita bisa untuk mengerjakan apa yang kita cintai.
Terkadang kalau kita menyiapkan waktu maka kita akan menyiapkan banyak sekali hal yang kita kerjakan.
Oleh karena itu kita harus bisa untuk mengerjakan hal yang bisa kita kerjakan selagi bisa. Tekad dimulai tiap hari agar kita bisa untuk mengerjakan apa saja.
Inilah yang membuat kita unggul dari orang lainnya karena diri kita tidak terpengaruh oleh orang lain. Kita bisa bekerja. Seperti yang saya sudah ungkapan sebelumnya kalau kita bisa melewati seluruhnya maka kita bisa untuk menjadi orang yang sukses.
Sementara kegagalan untuk orang yang selalu mempunyai alasan.
Kemudian setelah mengetahui dari permasalahan yang ada, kita menyusun apa yang namanya perumusan hipotesis. Maksud adair permusuhan hipotesis ini agar mengarahkan penelitian bukan maksudnya membuat yang benar saja. Terkadang sebuah penelitian ada yang benar mengikuti dari hipotesis sebagai pendukung penelitian yang sudah ada sebelumnya dan sebaliknya ada juga penelitian yang bertentangan denga penelitian yang sudah ada.
Kerangka dari hipotesis ini adalah

Sebentar lagi presiden baru

Tentu saja dua hari ke depan adalah hari yang sangat menegangkannbagi negeri ini. Ada kemungkinan presiden yang lalu masih memimpin dan ada kemungkinan presiden baru memimpin negeri ini.
Di tataran bawah sangat sengit sekali perdebatan bergantung dengan kebijakan tiap orang. Yang m
erasa bijak, tidak perlu menanggapi hal ini menjadi sesuatu yang istimewa sekali sehingga jagoannya diunggulkan.
Setiap kita mempunyai pilihan masing-masing yang seharusnya dihormati oleh tips orang. Kalau mas Bowo legowo tidak jadi presiden apakah kubu lain juga. Nah, ini harus menjadi semangat dalam kita agar kita menjadi santun dalam kampanye.
Saya sangat mengecam orang yang telah menuduh dengan tuduhan yang tidak bijaksana. Ustadz Abdul Shomad diduga mendapatkan keuntungan materi dari pilihannya pada Prabowo. Padahal pilihannya adalah seperti pilihan ulama lain yang sudah menetapkan Prabowo sebagai presiden pilihan kita.
Saya mendoakan dan juga pecinta Ustad Abdul Shomad bagi yang sudah memfitnah agar mendapat balasan yang setimpal. Mereka tidak tahu kalau Ustadz tersebut ikhlas.
Demi menurunkan elektabilitas dari Prabowo, apapun dilakukan. Tentu saja hal ini dilakukan oleh orang-orang yang panik setelah mereka tahu kalah. Swing votwrs begitu banyak sekali yang berlompatan karena mereka sudah mau memilih apa yang menjadi anjuran dari ulama.
Mereka lupa atau sudah terlanjur

Bunyi klakson menyebalkan

Di Jakarta memang banyak kendaraan karena kebutuhan akan kendaraan sangat penting sekali terlebih mereka yang mempunyai mobilitas yang tinggi. Mau kemana saja sebuah naik motor. Terkadang hanya jarak 50 meter saja naik motor.
Ah ini masyarakat kita menjadi masyarakat yang sangat bergantung dengan motor.
Terkadang kita di klakson yang bunyinya memekakkan telinga. Tentu tidak adil kalau kita menuduh yang menekan tombol klakson sedang marah. Kita tahu bahwa mereka ingin memberi tahu kalau mereka permisi mau lewat.
Hanya saj mungkin suaranya bising membuat kita sebal. Nah untuk itu kita tidak perlu menghiraukan suara.
Terkadang suara-suara besar menyebabkan kita terganggu sama halnya dengan orang-orang yang terkadang menyindir, nyinyir, marah dan lain-lain. Kita anggap saja seperti suara klakson. Keras namun tidak untuk kita risaukan. Terkadang kalau kita bisa seperti ini maka kita akan menjadi orang yang hebat dan berpendirian. Saya rasa kita bisa untuk menjadi juara di antara para pecundang.
Jangan saja kita dengarkan mereka selama mereka ngeyel.
Hanya saja sulit untuk seperti itu. Awalnya mungkin kita bisa namun kita terbawa emosi untuk itu. Kalau saja kita mau memikirkan menyesal untuk cuma marah saja maka kita tidak akan mau marah untuk itu.

Tape istimewa

Tadi pagi aku belanja ke pasar dekat dengan rumah saya. Saya mau beli suatu tape yang sangat istimewa bagi saya. Karena bentuknya yang kecil dan pendek. Umumnya para pedagang tape menjual tape yang panjang-panjang dan digantung. Tape ini sangat enak sekali karena rasa nasinya sedang dan mungkin akan cocok dengan orang yang menghindari gula. Saya tidak menyarankan kalau tape ini untuk orang diabetes kecuali dalam ukuran atau porsi terbatas saja.
Saya rasa ini untuk makanan cemilan yang enak sekali. Lebih baik menggorengnya sendiri. Ini lebih baik daripad ajakan di luar. Meski dengan membeli terkadang kita harus mengeluarkan biaya yang lebih mahal. Karena kita menggunakan minyak yang baru dan membeli dalam jumlah eceran.
Mungkin tape istimewa ini juga karenanya harganya bisa 12500 per serangga kilo. Kalau tape biasa paling 7500 perkilo dan itu juga manis.
Ini pengalaman bagi saya. Saya mungkin membeli tape yang murah saja. Lumayan untuk sarapan di pagi hari dengan digoreng.

Zona Nyaman

🗺️Zona nyaman adalah daerah yang aman. Ini merasa kita akan ama dari mana saja. Saya pernah membaca karangan Ibnu Khaldun kalau masyarakat perkotaan sudah lemah. Hal ini karena mereka sudah tidak menjaga diri mereka sendiri. Masyarakat kota sudah mempercayakan diri dan keamanan mereka pada etuga keamanan. Kalau dulu mungkin ada yang namanya pasukan kerajaan sekarang adanya polisi yang membuat mereka merasa aman.
Nah, kita sering merasa aman ia tidak ba kita sudah hidup dengan aman. Di sini juga ada yang namanya benteng peraturan yang membentengi setiap masyarakat yang dalam kota. Sehingga banyak yang mau tinggal di sana. Akan tetapi mereka sama sekali tidak mempunyai keterampilan untuk mempertahankan diri. Bahkan para penduduk dilarang bawa senjata bagi negeri yang diperintah oleh kolonial. Ini mencegah agar warga mengadakan pemberontakan pada negeri kolonial.
Seberapa nyaman di tempat nyaman ata di zona nyaman. Nah itu bergantung dengan sendiri. Misalnya ada yang nyaman di zaman orba Karena harga murah dan kemanan terjaga meski minus demokrasi.
Nah kalau kita banyakan zaman bow yang merasa nyaman dengan hidup sekarang. Dengan modal hape dan motto serasa apapun sudah cukup dengan hal itu.
Jelas tantangan mereka sangat berat daripada kita yang sudah menjadi tua ini. Tetapi terasa mereka enjoy dengan hidup ini. Kalau babak orang yang suka di zona nyaman seperti Ustadz saya memberitahu kalau orang akan berkumpul di kanopi yang nyaman daripada yang terik yang padahal sepi.
Nah saya sendiri khawatir kalau terus berada di zona nyaman yang membentuk saya cenderung untuk malas. Oleh karena itu saya sih mau merubah zona nyaman. Selama hidup kita harus menyiapkan apapun. Walaupun persiapan tersebut mungkin tidak bertemu seperti kita menyiapkan diri untuk berjihad bukan berarti kita mau membom tidak atau menagankat senjata atau memberontak. Tidak. Tetapi mungkin akan ada ancaman dari luar mau tidak mau negeri ini harus dibela apakah kalau kita belum bersiap maka apa yang bisa kita lakukan. Yang ada kita malah menjadi beban dari negeri ini. Mungkin juga serangan luar tidak pernah ada swlamasa hayat kita tapi setidaknya kita sudah melepas diri kita dari zona nyaman.
Maksudnya kita harus menyadari kalau kita di zona nyaman berarti harus ada yang salah. Tentu bukan maksudnya kita tidak bersyukur dengan yang ada namun kita juga harus ada dalam ang namanya waspada. Jangan kita bangga dengan amalan yang besar namun amalan tersebut tidak berlaku di mata Allah. Ini Khan justru yang berbahaya.
Kita tidak tahu apakah amala kita nanti diterima atau tidak namun yang pasti kita harus bekerja dengan keras untuk mendapatkanapa yang menjadi cita-cita kita. Karena kita sendiri tidak tahu apakah kita bisa mencapainya?
Jangan surga merasa puas dengan hal yang anda. Menghargai kerja kita mungkin boleh-boleh saja namun kalau kita tidak bisa untuk mengembangkan diri kita maka apa yang bisa kita lakukan.

Memutar Waktu

Siapa yang kiranya bisa memutar waktu? Mungkin tidak ada bahkan untuk sedetik. Itu masuk dalam pikiran ketika saya harus memperbaiki arloji yang mati. Biasanya arlojinmati bukan hanya keouaranh power saja atau tenaga karena tidak dipakai juga bisa menjadikan jam mati.
Kita bisa memperbaiki mungkin dengan menggerakkan sedikit karena ada yang menyangkut dari baterai tersebut. Lama kelamaan kalau jam bisa perbaiki. Bagi jam ia adalah waktu yang bisa diputar namun waktu sebenarnya tidak dapat diputar. Kita bisa mengklaim kalau waktu bisa berhenti tetapi tanpa jampun waktu sudah berputar.
Karena itu kita harus selalu untuk memikirkan bagiaman kita menggunakan waktu. Seringkali kebanyakan orang memikirkan yang sebenarnya tidak menjadi pekerjaannya. Terkadang maaf kita memikirkan orang padahal kita sendiri belum tentu benar. Kita harus memikirkan cara agar kita sendiri mampu beramal dengan banyak sehingga kita bisa mencapai dengan tujuan kita untuk mendapatkan kebu dunia akhirat.
Banyak sekali dari kita sendiri yang tidak peduli dengan waktu dan mereka hanya main saja tanpa mereka sadari kalau waktu itu akan hilang.
Banyak pekerjaan yang bis kita lakukan lalu mengapa kita berdiam? Apakah kita berharap nanti sebuah air akan terisi dibaknya atau nasi yang matang akan terhidang di piring kita langsung.
Tentu kita semua tahu tidak. Bahkan untuk mencari sedikit nasi kita mempunyai effort yang besar sekali untuk itu. Kalaupun ada orang yang sudah mudja mendapat emas apalagi beras maka itu juga dari usaha.
Yang paling penting adalah karena kita bukan untuk emas di dunia Sajam kita juga membutuhkan akhirat.