Orang berpikir besok pensiun tenang

Banyak yang sudah merasa jenuh dengan pekerjaan. Bisa jadi memang ia sudah capek karena kerja keras upah rendah. Alasan lain mereka sudah tidak kuat lagi. Alasan ingin menjaga cucu. Alasan ingin untuk bersenang semasa pensiun.
Walau banyak yang takut pensiun karena uang akan berkurang banyak. Kebanyakan pensiun tersebut hanya bisa menghasilkan uang dengan tabunhan saja. Padahal kalau sudha makan tabungan maka sudah dipastikan akan habis. Tetapi yah lebih baik mantap daripada minta-minta.
Kalau saya ingin melaksanakan hari ini saja apa yang saya ingin lakukan. Saya ingin berusha sekarang tanpa saya menunggu pensiun. Saya harus bahagia sekarang dengan apa yang ada di tangan saya. Inilah yang kadang sulit. Melihat irnag lain sukses kita tidak bersyukur.
Kalau kita ingin juga sukses maka kita juga harus berani untuk bekerja keras saja. Sayangnya memang tidka semua bisa untuk bekerja keras. Terkadang memang kita harus percaya kalau rezeki itu tidak bisa tertukar.

Install software

Dulu waktu saya menganggur di telepon ustadz sedang apa? Saya bilang sednag install? Memang isntall sederhana sekali yakni installl game age of empire. Saya tidak bilang kalau saya sedang install game
Bisa marah tuh Ustadz karena syaa ingat kalau ustadz sangat menyayangkan kalau kita main game selama tiga jam saja. Oadagal saya melihat kalau game tersebut malah membuat orang menjadi sibuk namun tidak berfaedah banyak karena hanya sekedar menghabiskan waktu. Memang bisa untuk membuat mengerti Pelajarannya statistik.
Kalau kata teman kini kalau kita mendownload aja menghabiskan waktu. Banayak sekali software yang ada tetapi menahg skill ilmu kitalah yang harus banyak karena software bisa berkembang dan membuat kita justru pusing . Lebih baik kita menrtahui ilmunya.
Tetapi kadang kita tidak adil karena kita juga banyakan main dan mengobrol. Kalau kata Aidh Al Qorni membaca buku yang topiknya sama aaja menghabiskan waktu apalagi untuk berleha-leha. Kita memang tidka adil pada diri kita sendiri.

Penyesalan seorang Habibie

Ada yang menarik dari bangsa ini. Meski terpuruk ada satu dua orang yang hebat seperti halnya Habibie. Kita salut pada bapak bangsa ini. Kalau menurut saya inilah presiden idaman saya walau hanya pendek. Yang lainnya belum ke hati saya. Tapi saya tidaksakit hati seperti kata cebongers move on doong. Saya biasa saja bahkan saya mengembangkan diri saya dan tidak mau terlarut dalamsesuatu yang bukanĀ  kekuasaaan saya. Baliklagi ke Habibi yang saya kira orang cerdas. Bahkan bang Imad menyebutnya Raja Jin karena menguasai tekhnologi.Saya tidak eprcaya hal itu tapikalau soal presiden kita hebat yah jelas hebat.

Pesan presiden ketiga yang lebih suka disebut eyang ini mengunngah kita. Ia sudah belajar beberapa ilmu namun yang ia pentingkan agama. Subhanallah. Inilah kita yang selalau mengangungkan dunia saja. Semakin pandai orang tahu bahwa agama menjadi sangat penting bagi diri kita semua.

Kita sangat senang kalau belajar yang mendatangkan uang bagi kita. Sekolah tinggi kita mengejar tekhnolgi agar hidup kita mudah.Yah kita egois hanya memikirkan dunia saja tetapi kita tidak mau untuk nanati setelah hidup. Bekal kita dalam mengarungi hidup setelah dunia inisemakin sulit pastinya. Kalau kita di dunia saja mengum[ulkan banyak uang demi dunia saja palagi dengan akhirat. Memang kalau untuk akhirat kita niat saja sudah dihitung. Lain halnya dengan dunia kalau niat saja belum dihitung untuk itu. Tetapi kita harus mengejar dulu untuk dunia.

Nah , terkadang kita tidak sanggup untuk membaca buku karena kesibukan yang sudah sangat super sekali. Tetapi kalau kita sedikit mencuri-mencuri dalam artian yang benar maka kita akan dapat untuk mendapatkan ilmu.

Kalau sekarang sudah banyak sekali pengajian. Baik maudi Youtube, di FB dan IG. Kita saja tinggal memilah Memang lebih baik kita datang langsung atau offline karena kita bisa berinteraksi. Kalau demikian kita juga bisamerasakan pahala menutut ilmu.

Bisa gak memanfaatkan waktu?

Semua tahu bahwa waktu kita hanya 24 jam saja. Kalau kata pendidik Ikhwanul Muslimin Hassan Al Banna menyebutkan kalau waktu yang tersedia lebih sedikit dari kewajiban. Tetapi kebanyakan orang tidak menyadari. Mereka hanya menghabiskan waktu. Matahari yang terbit pagi dan terbenam pada waktu sore hari seperti tidak mengunggah mereka.
Ketika umur sudah tua, ia yakin kalau tugasnya sudah selesai karena anaknya pada menikah padahal tidak. Ia mendapatkan bonus untuk menumpuk amalnua. Karena yah mudanya ia tidka suka mengerjakan amal yah tuanya begitu juga. Tetapi kebanyakan memang ada yang sadar namun tidak semuanya. Umumnya makin tua orang pasti berpaling menjadi lebih sholeh. Amiin.. mudah-mudahan kita demikian.
Kita harus terus menerus menabung untuk memperoleh amal kebaikan. Dan tidak lupa untuk dunia kita. Karena kita juga memerlukan dunia.
Teru saja kita untuk beramal Sholeh agar kita akan mendapatkan balasan yang sangat baik didunia. Jangan kita menjadi berleha-leha karena dunia ini memang bukan untuk berleha-leha. Kita harus mengejar amalan Sholeh kita. Ini tulisan pertama setelah beberapa minggu saya tidak menulis. Ada yang kurang saya rasa.

Jangan cinta berlebihan

Ketika terjadi rekonsiliasi yang tabdanya bertemu ahatara dua calon presiden tersebut maka seolah salah satu pendukung buyar. Meski pertemuan itu hajay informal dan biasa namun di politik mana ada sih pertemuan yang biasa saja.
Ya tentu bagi pejuang di kubu satu yang sudah lelah memperjuangkan pemimpinnya menjadi kecewa dengan hal itu. Seolah mwreka dikhianati oleh sang pemimpin.
Memang ada aebagai pendukung terpelejar yang sudah tahu kalau pilihan mereka bukan pilihan yang terbaik tapi apa mau dikata kalau mereka harus memperjuangkannya untuk memperoleh pemimpin yang lebih baik dari yang sudah ada.
Yang penting seharunaya mereka intropkesi kalau kita mencintai manusia itu ada batasnya. Ketika mereka sudah melenceng dari kebenaran maka yang ada kita kritik mereka. Kita tidak perlu untuk mengikuti mereka.
Indonesia inibgudanya manusia. Terkadang saya pikir masa sih tidak ada seratus ornag saja yang menjadi pimpinan. Ada . Hanya saja mereka tidak terekspos dengan media. Yang terekspos dengan media adalah orang yang sebenarnya tidak pantas untuk menduduki jabatan pimpinan.
Oknum media tidak jujur dalam hal ini. Karena oknum juga punya kebutuhan juga perlu untuk makan.
Ya Allah berkahilah negeri ini dengan pemimpin yang indah sebagaimana KAU telah menghadiahi negeri ini dengan alam yang indah.

Jurnal bertaraf Internasional

Semua dosen mendambakan yang namanya Scopus karena dengan indeks tersebtu derajat sang dosen menjadi terangkat walau memang ada perdebatan apakah orang yang terindeks menjadi seorang yang mempunyai pengetahuan yang lebih.
Memang kalau orang berpengetahuan maka akan mendapatkan derajat yang lebih seperti yang Allah janjikan yang termaktub dalam Al Qur’an.
Tetapi ukuran Scopus tidak melulu menjadi ukuran seorang adalah berilmu pengetahuan. Seorang yang mempunyai Scopus bukan jaminan dan sebaliknya yang tidak punya jaminan Scopus. Kalau saya meandangbya netral saja. Bagi saya Scopus sebagai salah satu syarat dari kelimuan boleh-boleh saja namun bagi saya tidla menjadi sesuatu yang hebat lagi apalagi sampai menggunakan cara curang. Banyak hal yang membuat kita menjadikan proses penelitian ini meningkatkan Scopus kita. Jika kita banyak belajar dari membuat jurnal itu sendiri. Tentu juga kita aeribg bertanya pada yang tahu mengenai Scopus tersebut. Ibarat kita mau perang kita harus tahu lawan kita Bagaimana kita harus memenuhi syarat yang diinginkan oleh Scopus itu tersebut.
Saya rasa memang tidak mudah untuk itu karena kita harus berusaha beberpa kali.
Kalau kita juga harus untuk bisa berbahasa Inggris yang baik sehingga kita bisa menjual ide kita di Scopus.
Pertama memang yang harus kita baca adalah Jurnal Scopus itu sendiri. Tanpa adanya bahan bacaan kita tidak tahu apa yang mau kita tulis. Yang ada blank saja…
Tetapi dosen sebagai agen perubahan juga menekuni yang namanya pengabdian masyarakat. Kalau semua tertuju pada Scopus bagaimana dengan pengabdian nanti? Kita seorang dosen menjadi ornag yang bisnaya berteori saja.

Hiptokrit

Kata tersebut adalah persamaan dari kata munafik. Dimana orang tersebut pura-pura baik hingga mereka mendapatkan pujian dari orang. Orang munafik tentu ibadahnya tidak diterima oleh orang karena mereka berbuat berdasarkan pujian orang.
Pada saat ini bangsa ini ada yang bekerja demi asing. Mereka ingin menghancurkan negara ini demi uang mereka.
Ada yang orang Indonesia namun sangat membenci negeri ini. Mereka berbuat sesuatu yang menurut kebutuhan orang asing. ah apa peduli? Aku juga tidak diurusin oleh negeri ini. Hanya ada logika untuk bekerja demi sesuatu yang menurut nwreka membuat enak.
Mereka adalah pengkhianat. Tentu mereka juga bukan pengkhianat kalau kata mereka. Mereka bisa beradaptasi seperti halnya bunglon. Mau bentuk negara macam apapun mereka bisa untuk mencari uang.
Mereka tidak peduli meski harus menjilat ludah mereka sendiri. Yah, tidak peduli semua.
Mereka hanya mengejar kesenangan semata saja.

Berbuat sebaiknya

Kita sudah tahu kalau keadaan perekonomian saat ini sulit
Yah kalau merasa tidak sulit juga boleh saja itu semua Khan hak setiap individu.
Tetapi bagi kita yang percaya maka kita harus persuapkan diri kita sendiri. Kita harus banyak menabung untuk menghadapi perekonomian yang sulit.
Tidak baik kita menyimpan uang saja di bank karena pada saat perekonomian sulit maka nilai uang akan justru menurun. Hakikatnya meski jumlah uang naik namun saya belai uang terbeut turun karena harga meningkat. Pergunakan uang untuk membeli asset , emas, atau pendidikan. Yang terakhir jangan diremehkan karena pendidikan atau ilmu bisa menyebabkan kita terangkat derajat kita. Tetapi banyak orang berpikiran kalau mencari uang menjadi segalanya saja.
Kita bisa memperbanyak iabdah agar kita mebjaid ornag yang baik dan untuk simpanan di masa depan kita yang abadi.
Kalau kata seorang teman usaha seyogyanya yang pada karya untuk memberikan pekerjaan bagi banyak ornag yabg kena PHK. Bahkan Hypermart terkenal dan salah satu BUMN strategis sudah mmem PHK karyawan. Ini tentu sangat mengkhawatirkan karena ini adalah industri kebanggaan negeri ini.
Bagaimana dengan perusahaan lain? tentu semuanya menjadi semakin sulit akhir-akhir ini. Kita harus bekerja dan berjuang keras untuk kehidupan ini.
Jadi kita menjadi miris kalau kita berharap
untuk mendapatkan yang enak dengan enak-enakan saja karena itu ada orang asing yang menghina bangsa kita aehagai bangsa yang mau mencari enaknya saja. Karena itu dengan mudah bangsa ini menjadi lemah