Kelingking sakit

Saya sudah tidak tahu kalau kelongkon ini entah mengapa. Saya juga harus disuruh menyalakan pemantik api huatan dalam negeri. Aku jadi teringat sebuah sandiwara.

Kalau dulu namanya sandiwara sebelum ada sinetron atau sinema elektronik di sebuah Televisi publik yah karena cuma itu ada satu statiun TV di negeri ini.

Ceritanya ada seorang istri yang melapor ke polisi mengenai suaminya yang gila taruhan. Ketika sedang bertemu di sebuah hotel si suani ingin bertaruh kalau dengan tamu hotel lainnya. Ia bilang ia akan membayar satu juta jika korek api gas milik orang itu tidak nyala dalam lima kali. Saya percaya satu juta pada tahun 1980 an jumlah yang sangat besar. Pada saat seorang PNS golongan sarjana muda hanya mendapat 9500 rupiah.

Tentu saja harga diri orang pemilik korek menjadi turun. Ia balik menantang taruhan. Ia beserdia memotong kelingking.

Pertaruhan dimulai dan ternyata pada korek yang menyala empat kali tidak menyala. Ia sudah beriapq hilang kelingking. Untung saja polisi datang.

Demi harga diri kita berbuat yang bodoh seperti itu. Tidak perlu menunjukkan diri kita hebat pada orang lain atau mempunyai barang yang hebat. Fungsi korek itu menyala bukan mendapatkan pujian dari orang.

Iklan

Kalau tidak di target

Tanpa targe maka kita bisa menulis asal-asalan. Oleh karena itu kita harus menetapkan target sebelumnya. Maksudnya adalah membuat kita berpacu agar kita bisa untuk mendapatkan sesuatu yang baik.

Seperti yang sudah saya tulis sebelumnya. Saya saya memang tidak rapi dengan catatan blog saya. Seharusnya saya membuat rapi tulisan saya sehingga saya bisa link ke blog posting saya.

Kalau kita membuat target berapa tulisan daripada kita berpa jam. Mungkin kita akan stress kalau kita tidak dapat untuk menghasilkan jumlah tulisan yang banyak.

Sebaliknya jika kita menggunakan jam maka kita akan mengendur. Berharap waktu cepat sekali namun kita belum menghasilkan apa-apa. Nah kalau kita dengan begini maka kita akan cape dengan mereka.

Betulkah Jakarta akan pindah

Presiden Jokowi sudah memutuskan memindahkan ibukota nehara di penajam Utara Kuta Kertanegara, Kalimantan Timur. Sebelumnya banyak yang berspekulasi kalau pindhanya ibukota negeri ini akan ke Kalimantan Tengah di samping tentu saja di KalTim.

Konon katanya sudah menjadi isu sevelumnya akali harga saham properti menjadi turun. Bisa jadi ini karena harga propi di ibukota akan "sedikit" turun. Selama Jakarta menjadi magnet yang kuat maka harga tanah akan tetap menjadi mahal.

Saya tidak membayangkan apa yang terjadi setelah sepuluh tahun kemudian. Kalau rezim bisa berganti maka semua bisa berganti juga. Apakah kota mau balik lagi?

Dengan fasilitas yang sudah banyak sekali maka akan menjadi kurang terpakai dari saat ini. Makanya kalau kembali lagi harga tanah akan berbalik lagi. Wallahu ‘alam bis showab.

Menulis tanpa tujuan

Kalau kita mebulsi jangan pakai teori
Saya benarkan halnitu karena saya yang sudah belajar menulis sejak lama menjadi sulit untuk menulis jajgankan buat cerita untuk membuat satunoaragrag saja rasanya sulit. Oleh karena itu kita harus menulis saja.

Apa yang kita tulis? Pertanyaan ini memang sulit sekali. Kita tidak tahu menulia apa? Ada yang mau menulis yebtabg pemikiran mengenai perekonomian namun ia belum memulainya. Ada katanya uang mau menulis novel yang banyak tetapi tidak selesai.

Terkadang kita hanya sampai pada tatatan akan menulis karena kita belum memulai. Maunya kita harus mengeber tulisan kita dengan menggas yang cepat. Seperti halnya dengan perang cepat uanh menggunakan blitzkrieg atau perang cepat agar pekerjaan selesai.

Kadang juga kita merasa kalau kita akan menjadi kerja asal-asalan kalau kita menggunakan sisetm kerja yang cepat. Ini juga kerja karena kalau kita mikir-mikir yakinlah kita tidak akan menyelesaikan apapun dalam pekerjaan kita.

Tyapibpas saat kita menulis tidka ada tujuannkita binggung. Kalau tujuan kita sampai menjelaskan kadang tulisan itu tidak akan habis sebaliknya kalau tulisan singkat tidak akan lebih dari dua halaman. Inilah pentingnya kita agar kita bisa untuk meramu bagaimana kita untuk menentukan tujuan kita.

Kadang saya ingin tulisan panjang maka saya tidak baia mengentikan ada saja kata atau ide baru. Tentu saja saya harus menyelesaikan hal ini karena saya tidak akan menyelesaikan tulisan saya sednagkan pekerjaan kita akan banyak.

Rendang Lengkuas

Hobi saya akhir-akhir ini adalah membuat minuman infus dari rimpang bumbu seperti jahe dan kunyit..setiap hari saya membuat resep yang berbeda. Dua hari yang lalu kulit manis dengan ketumbar. Kemarin saya membuat jahe dengan kulit manis dan hari ini saya membuat jahe, kunyit, dan daun Bidara.

Dengan adanya minuman ini InsyaAllah saya sehat. Saya juga bisa memanfaatkan daun Bidara sebagai teh juga. Ini memberikan manfaat bagi saya konon katanya daun Bidara juga mengandung banyak antiseptik atau antibakteri.

Saya justru teringat dengan adanya lengkuas dengan rendang. Saya pernah memakan lengkuas di dalam gulai. Kalau kata saya yah berarayi ini belum rezeki saya untuk makan ayam.

Ada cerita kalau beberapa pendukung mendapatkan lengkuas di dalalm rendang. Sua berpikir kalau satu atau dua orang saja maka itu wakar saja. Tetapi ketika saya tanya istri ternyata rendang tidak menggunakan lengkuas.

Ya ada kesengajaan. Kesengajaan untuk menaruh lengkuas dalam rendang tersebut. Padahal rendang tidak menggunakan lengkuas tetapi kok rendang pada lengkuas

Katajya juga bukan satu dua orang saja yang dapat. Terlepas memakai lengkuas bukan bumbu rendang namun saya memajdang kalau satu dua saja maka itu tidak menjadi soal sebab itu kesalahan biasa namun kalau sudah semua maka itu tidak wajar.

Ada yang korup kalau demikian. Koordinator mengambil uang dari makanan tersebut
Yah namanya juga sunat menyunat. Tapi pasti ada pengadilan untuk orang itu.

Mungkin sulit sekali

Godaan untuk terus malas menghinggapi orang yang rajin. Tentu kalau sudah malas tidak ada godaan lagi bagi mereka lah sudah malas menjadi habit.

Bukan maksud berkata kasar apalagi dalqm blog sendiri. Tapi ingatlah dunia tidak akan menerima alasan pemebnaran ketika anda gagal. Ketika anda sukses maka mereka atau orang lain akan menerima kekurangan mereka. Setiap roang memang mempunyai kesalahan namun dengan keuntungan kadang keslaahan itu bukan yang membuat ia gagal.

Kita lihat kalau setiap orang sukses juga melakukan kesalahan pada usahanya. Ini bukan maksud kita memvela diri dari seorang yang gagal.

Kitabhanya bisa berusaha untuk terus menerus bekerja. Ketika kita bisa membantu orang kenaapa tidak? Daripada kita nyinyir malah membuat mereka menderita. Itu artinya kalau sudah ada orang yang tertimpa tangga maka kita malah masukin ember ke kepalanya. Kita membuat orang lain lebih menderita.

Kalaupun berat rasanya bagi kita untuk membela atau membantu orang lain, kita bisa diam saja agar tidak membuat orang lain lebih menderita. Kita baia pelihara mulut kita untuk tidak menyakiti mereka bahkan kita malah membantu mereka.

Mau Nulis tapi… Nanti

Salah satu penyakit menulis adalah nanti. Aku masih mengingat kalau seorang rekan katanya ingin menulis mengenai perkonomian tetapi ia tidak memulainya.

Banyak yang ingin menulis karena keuntungan yang banyak. Kalau dari buku saja untuk mendapatkan royalti maka kita akan hidup sejahtera. Katanya dari 19 buku ada pengusaha yang lunayan hidupnya. Apa kita tidak mau seperti itu?

Tetapi ternyata kenulia tidak mudah terutama pada orang yang suka bosenan. Kalau kita bosen maka dipastikan kita akan tidak menyelesaikan buku hingga abis. Bagaimana mau laku lha bukunya saja belum jadi.

Beberpa wqktu yang kalau saya mempunyai ide mengenai seorang yang mimpi namun ia lupa dengan mimpinya. Ia juga meragukan. Kalau mimpinya termasuk mimpi baik atau mimpi buruk.

Dari sini ia mungkin sangat sulit seklai karena ia sudah tidak bisa menentukan jenis mimpinya. Ini akan menyulitkan bagi dirijya sebab ia tidak tahu apa mimpinya.

Hanya ia tahu bahwa mimpi itu membuat perasaannya tidak enak. Hmmmm… Inilah yang membuat syak wasangka dirinya.

Ia bertemu pada Jody seorang yang biasanya memberikan penerangan mebgenai masalah ini. Ia bertamu ke kediamannya di pinggiran Jakarta

"Semalam aku mimpi?"

Jody merasa tidak ada yang istimewa kareba setiap orang juga bermimpi tetapi ia tahu kalau temannya sudah bertanya adalah sesuatu yang cukup penting bahkan sangat penting. Ia kemasang telinganya untuk mendengar lebih jauh lagi. Tetapi mukutnya terkatup, tidak bergerak. Ia ingin memancing kakek tua itu agar bisa berbicara.

Rasabua saya ingin menyelesaikan namun belum ada passion untuk menulis novel memang saya sih lebih suka menulis non fiksi.

Kurva learning

Banyak yang merasa tidak bisa berbuat apa-apa ketika mereka dihadapkan pada pekerjaan yang baru. Karena belum mendapatkan pekerjaan yang baru maka sulit sekali. Kadang seperti untuk mengetik saja butuh waktu yang lama. Bisa jadi sampai sejam saja untuk mengetik tulisan padahal konsep sudah ada.

Akhirnya ini membuat mereka berputus asa untuk mengerjakan pekerjaan tersebut. Ai meletakkan begitu saja laptopnya dan ia tidak melanjutkan pekerjaan.

Terkadang adau mungkin seringkali kita dihadapi dengan pekerjaan yang bukan merupakan bidang kita akan tetapi kita harus bekerja atau kita nanti kita tidak bisa mengerjakan pekerjaan itu yang sebenarnya mendapatkan banyak uang dari sanam atau setidaknya pekerjaan itulah yang membuat kita bertahan hidup.

Mungkin di sana ada pekerjaan yang lain bagi kita namun itu hanya sebatas mungkin saja. sekarang pekerjaan itulah yang kita hadapi. Mungkin pekerjaan tersebut pernah kita harapkan sebelumnya namun belum lama kita lupa seolah kita lupa dengan nikmat Allah

Yakinlah kita kalau sulit berada pada learning kurva. Kita susah untuk bekerja awalnya. Seperti awalnya menaiki sepeda karena sepeda tersebut awalnya tidak seimbang namun nanti kalau sudah jalan maka kita tidak akan susah

Tentu masing-masing orang mempunyai kurva learning sendiri. Tidak bisa satu sama lainnya. Kita hanya bisa menjalankan dengan sabar saja

Kemerdekaan

Bagi beberapa orang kemerdekaan harus diraih dan lebih baik memilih mati daripada harus menjadi budak orang. Mereka berkeras untuk melawan penjajah yang ingin menjaga demi motif ekonomi.

Apakah denha menjajah doang orang menjadi marah? Kalau sama-sama memakmurkan maka apakah mereka akan berhenti melawan ? Tentu kalau si Belanda mau herbuat adil tapi bagi mereka tidak mungkin karena mereka menjajah demi untuk memperkaya diri sendiri.

Ada yang menafikkan kemerdekaan karena hidup ini susah aekali tapi dibandingkan yang lain, kita sudah masih bisa hidup. Tentu bukan maksud kita untuk mengeluh dengan kesulitan ini. Apa kita tidak mau untuk membantu sesama orang lain. Tentu hal ini bergantung dengan kita semua.

Penjajahan Belanda memang panjang sekali tiga setengah abad dan banyak lain bangsa Eropa yang turut menjajah. Mereka lebih besar dari penjahat kriminal yang ada nakun mterla dilegalkan karena kekuasaan.

Tidak ada kata lain kalau kekuasaan memang harus direbut seperti kata seorang penguasa.

Kerja keras

Tentu saya sangat malu dengan ibu-ibu yang bekerja keras sampai Jam 3 malam. Aku apa ini yang malas. Padahal kita bukan orang bodoh dan kadang kita tidak mau bekerja dengan keras.

Saya ingat kalau kata Andre Wongso, kalau kita tidak keras dengan diri kita maka dunia akan keras pada kita. Keras tentu masuknya adalah memaksakan diri kita untuk berbuat bekerja keras dan juga yang penting kerja cerdas. Kita tidak boleh memanjakan diri kita agar kita terus bekerja.

Memang tidak ada jaminan kalau kerja keras menghasilkan uang yang lebih besar dari orang yang santai akan tetapi kita harus bekerja juga karena kita juga perlu untuk beribadah pada Allah.

Jadikan kerja kita sebagai ibadah kepada Allah. Hal itu akan membuat apapun yang kita kerjakan menjadi tidak percuma. Kalau mendapatkan hasil Alhamdulillah tetapi kalau tidak mendapatkan hasil maka itu menjadikan pahala bagi kita sendiri.

Sudha saatnya ummat muslim jangan berleha-leha dengan keadaan ini. Kalau kita mau bangkit maka kita akan bisa menggetarkan dunia. Kita memang belum waktunya untuk maju karena