Calon Doktor

Program Doktror

Nantinya sudah akan menjadi syarat kalau seorang dosen harus mempunyai gelar doktoral atau S3. Hal ini untuk meningkatkan kualitas pendidikan i negeri ini. Sayangnya uang adalah alasan klasik mengapa banyak dosen tidak mengambil S3. Selain masih ada banyak alasan yang lain seperti halnya masalah dengan keluarga. Karena keluarga juga kadang membutuhkan para dosen.

Kalau mau untuk meningkatkan kualitas pendidikan maka diperbaiki juga infrastruktur. Dalam hal ini yah sekolah untuk gelar doktor sendiri. Kita eeh bukan kita tapi yang bertanggung jawab harus menyediakan pendidikan bagi para dosen yang membutuhkan.

Kini juga pendapatan seorang dosen juga belum layak di bawah UMR untuk yang sertifikat dan bagaimana yang belum sertifikat. Yah kalau Yaysannya adalah bonafid itu tidak menjadi masalah.

Saya kira pemerintah harus mebuka seluas-luasnya untuk beasiswa bukan seperti sekarang. Yah kalau mau benar dimurahkan saja itu S3 membuka izin dipermudah namun bukan maksud membentuk s3 abal-abal. Saya kira masih banyak yang mau

Masih di laptop

Kalau menilai di laptop bisa dengan cepat dan dalam waktu 5 menit saja bisa menghasilkan sekitar satu lembar halaman atau sekitar 350 kata. Bayangkan dengan menulsi di hape.

Menilai di hape juga dengan mudah kena distract dari wa atau hal lain. Karena itu kemarin saya matikan notifikasi yang menganggu layar agar tidak membuat saya latah membuka wa. Membuka wa dalam waktu berkala saja dan jangan kita baca WA terus.

Penting bagi kita untuk terus menilai dan mengasah kemampuan saya untuk terus agar bisa menulis terus. Kalau kita terhenti akan membuat kita menjadikan kaku dalam menulis dan kita tidak bisa lagi untuk menulis.

Justru kekonsistenann yang membuat kita menjadi sukses. Kalau orang lain bisa sukses maka itu tidak terlepas dari kekonsistenan. Terkadang saya mau juga untuk menulis tapi malu juga. Saya rasa saya yidka perlu malu dan dari sekarang saya harus banyak menulis..

Saya harus tetapkan sejarah saya dengan banyak menilai sehingga saya akan memberikan manfaat bagi teman-teman di FB saya. Saya harus menulis terus dan saya kini harus membuang untuk berlama-lama di medaoa karena hal itu akan menenggelamkan waktu kita di hal itu seuingga kita selalu menjawab waktu tidla ada. Nah ntuu awla 2 jam berlama-lama di medsos tapi tidak merasa lama.

Menulis Buku Dari Daftar Isi

Mencoba untuk menulis dengan daftar isi

Say mendengar kalau menulis harus dengan daftar isi. Awal kekhawatiran saya adalah daftar isi yang sama dengan buku oang lainlahwatir dengan plagiator. Ini juga menjadi masalah. Malulah kita kalau kita disebut dengan plagiator. BAru saja menulis buku namun sudah disebut plagiat.

Hal ini menjadi massalah yang sensitif karena banyak opportunis yang menggunakan buku untuk mencari kekayaan namun dengan punya karya orang lain. Tentu tidak berbeda rasanya dengan maling k meyang mengambil barang orang.

Sebenarnya mereka kurang kreatif saja ketika harus plagiat. Tidak memiliki rasa karya untuk bekerja keras. Mungkin kalau sedikit saja bekerja maka mereka akan bisa untuk mendapatkan hal yang lebih baik lagi sayangnya yah pada suka saja shortcut.

Saya coba untuk menulislah. Ada juga berupa tambahan dari bab yang akan saya tulis. Alhamdulillah saya bisa untukmengerjakan berbagai soal itu. Aku berharap aku akan menghasilkan buku yang akan diterbitkan. Minimal akan saya terbitkan buku di online saja.

To be honest, saya mau mencari nafkah. Ini bukan saya pura-pura untuk tanpa pamrih. Ya mencari makandari menjual buku tidak diharakamkan. Boleh saja dengan hal yang itu. Artinya boleh kita menjual buku.

Memang berdagang hal yang utama. Kalau kita mau berniaga maka 9 pintu rezeki ada di berdagang. Hanya saja kita menjadi malu dengan hal yang itu. Terkadang juga kita merasa enggan dan merasa tidak berbakat.

Ya, saya juga mau berdagang karena sunnah rasulullah. Hanya saja saya masih berdagang sedikit dan terbatas dan mudah-mudahan bisa menjadi rizki yang baru atau kita niatkan berdagang sebagai ibadah saja.

Jangan salah sangka

orang dengan mudahnya salah sangka. Misalnya kalau melihat orang yang memandang orang lain. Memang bukan salah mereka cuma melihat. Begitu space yang sangat dekat maka sulit seklai untuk tidak melihat.

Bagiku yang penting kita janga merasa bersalah. Memang kalau kita dilihatin ornag kadang merasa ada yang aneh dengan diri kita karena mungkin kita lupa untuk menutup celana. Aiih malu aah.

Karena itu jangan kita menjadi malu engan itu. Sepanjang kita masih berada di jalur yang benar karena kita tidak perlu untuk mendapatkan penilaian orang lain tanpa kita otoriter untuk menilai orang lain.

Tentu saja saya merasa harus memperbaiki diri. Banyak dari kita susah karena kita malah mendengar kata orang. Terkadang saya ingin marah dengan orang itu tetapi saya rasa kalau saya yakin kalau saya akan menyesal dengan hal itu. Saya kira untuk sabar saja. Semua orang memang berpendapat tetapi siapa yang biarlah Allah yang menilai dengan hal itu.

Kenaoa kita pusing dengan hal yang bukan menjadi urusan kita.

Menulis Buku Yang Sudah Ada

Menulis buku yang sudah ada

Sempat saya ragu untuk menulis buku yang sudah saya baca.LAsana saya tidak mau plagiat. Maaf saya bukan malas. Saya hanya ingin menghormati si empunya penusli buku yang sudah susah payah telah menulis buku tersebut dengan keringat. Tetapi saya memang ada keinginan untuk membuat powerpoint mengenai buku tersebut dan tidak lupa memberi atrribute bagi buku yang saya gunakan. Saya tidak akan menggunakan untuk kepentingan komersiil.

Akhirnya ada seornag teman yang meyakinkan saya untuk memeras buku tersebut untuk kepentingan ilmu. Saya tak ragu lagi untuk memeras ilmu tersebut dan saya sudah sekitar puluhan kali menempatkan tulisan saya di fb. Saya merasa senang sekali dengan hal itu. Saya seolah memberikan sesuatu yang berharga.

Senang sekali bis amemberi walau tidak ada yang mau untuk mendapatkan ilmu saya.Saya harus meyakinkan dirisaya kalau ilmu saya ini berguna hingga saya menyukai untuk terus berbagi dengan orang lain. Pahalanya banyak loh kalau kita mau berbagi.

Ilmu kalau kita bagikan bertambah smeentara kalau harta berkurang. Tapi sih itu juga tak berkurang karena di sisi Allah itu tambah banyak. Apalagi ilmu. KArenanya ini menjadi semangat walau kadang membeli buku masih juga sulit. Tetapi rizki Allah luas mudah-mudaham kita bisa mendapatkan.

BAru saja sya membaca status seorang ustadz mengenai seorang ulama Hasan Al BAnna yang selalau menuliskan apa yang sudah ia baca. Tentu saja hal ini penting sekali karena kita bukan sekedar membaca saja.KIta “dipaksa” memahami buku yang kita sudah sampai bisa mengkritis dan berarti kita sudah tahu apa yang dimaksud.

Memang dari judul sebenarnya kita tahu mau apa yang kita baca. Kita bisa sudah menyimpulkan apa yang maunya buku karena kita dengan hal itu sudah mengira.

Kadang kita sudah sulit sekali untuk membaca buku apalagi kalau anak yang sekarang. Maka sulit sekali kalau kita sudah menulis atau mengajarkan menulis bagi mereka. Menulis adalah suatu keitimewaan atau sebuah kemewahan yang jarang mereka dapatkan.

Untuk itu mereka ahrus lebih banyak belajar lagi

Bukan maka berlebihan

Seperti kemarin bagaimana saya tidka gembira mendengar ceramah ustadz di YouTube langsung ketemu orangnya. Hal ini pasti adalah hal kejadian yang sangat langka karena saya memang jarang juga bepergian ke tempat yang bukan jalur saya bekerja.

Tetapi saya ingin melukiskan kegembiraan saya. Saya tidak pernah harap mendapat like dari status saya di FB. yang penting saya sudah kalau saya sudah senang sekali

Terkadang keinginan kita datang sendiri. memang saya tahu kalau Ustadz suka ada acara di sana. Tetapi tetap saja saya senang dengan hal itu karena saya rasa ini suatu kondisi yang langka

Aah sudah kita jangan bahas lagi tapi kita bahas agar kita bisa untuk bekerja terus..kadang dalam menulis buku saya menjadi tidak terfokus dengan satu hal sehingga saya menjadi untuk menjadi menulis.

Kali ini saya harus mendengar kalau ada pergantian pimpinan dan pembantu presiden. Saya not comment dan saya tidak mau berlama-lama dalam perdebatan yang aaya kira akan membuat saya menjadi capai untuk hal itu.

Banyak hal yang harus kita cari dari dunia inim kita saja masih kurang dengan ibadah yang membuat kita lalai. Ini yang seharusnya menjadi perhatian kita. Sudah beberapa hari kita menjadi tersedot karena debat.

Debat tidak akan hilang bahkan menurut kita sudah menurunkan banyak dalil tapi mereka tetap ngeyel. Toh bagi mereka kitalah yang ngeyel. Yah sudah kita yang sudah pengalaman jangan mau teroqnxing dengqn suatu debat yang tidak ada habisnya .

Bertemu Seperti dalam mimpi

Mungkin kaki agak berat di langkahkan karena pergelangan seperti di tempel saja sama tangan. Ah jadi cape. Ketika di atas kereta saya mendengar pengajian sejarah samapaiturundi statiun yang saya tuju. Saya kaget ketemu Ustadz yang ada di YouTube. Mimpi apa ini. Memang saya tahu kalau UStadz suka melewati wilayah saya.

Alahmdulillah saya menjadi semangat karena saya menjadi untuk bekerja dan belajar menjadikan saya semakin semangta lagi. Yah ada PR yang saya yang belum kerjakan namun saya akan saya kerjakan nanti.

Saya janji.Dalam videokali itu saya menjadi kagum kalau dulu para shahabat berjuang bukan untuk kemewahan dunia. Mereka berjuang karena mereka ingin mendapatkan janji surga. Sulit sekali di dunia yang dirasakan manis begini.

Saya memang belajar otodidak mengenai sejarah namun secara umum saya adalah seornag dosen keuangan. SAya harus belajar lebih banyak keuangan. Terkadang saya menjadi binggung sekali mau terus untu melanjutkan dalam keuangan atau saya malah memilih sejarah. Memang samapai saat ini saya masih memilih keuangan dan juga statistik.

Suatu saat saya yang belum mempunyai latar sejarah harus belajar lebih banyak lagi karena saya harus banyak lagi membaca. Ketika saya “kalah” debat dengan seorang sekuluer seharusnya saya bisa. Memang sih saya tidak mau untuk berdebat lebih lama lagi.

Banyak sekali penghina di negeri ini yang mau merusak negeri ini dengan sengaja menghancurkan sejarah Islam. KIta memang sebagai seorang yang mempnyai kesadaran inginkan untuk membetulkan sejarah Islam. SAya rasa ini memang sebenarnya ummat ISlam berjuang juga di jalur sini dan mengerti juga denngan sejarah jangan membuat kita menjadi inferior dengan yang hal itu.

The Destroyer

The destroyer

Siapa yang artinya destroyer. Ya itu perusak. Tentu saja destroyer sanagat berguna untuk menghancurkan kapal musuh. Kapal-kapal tersebut akan menghancurkan siapaun yang akan merusak.Jadi sebelum merusak maka kapal tersebut malah merusak.

Rasanya tidak pantas menyematkan kata tersebut pada seorang anak. Karena anak tersebut masih bisa untuk diperbaiki. Yah ada perubahan bisa dilakukan tapi kalau sudah tua rasa-rasanya sulit sekali untuk berubah karena mereka akan menghadapi pikiran yang sudah bersemayam di kepalanya .

Jangan memberi stempel pada anak yang masih suci karena hal itu akan membuatnya memegang kepercayaan seperti itu. Seharusnya mereka diperbaiki terlebih dahulu dan jangan kita pesimis dengan itu.

Kecuali saya hadapi orang batu yang tidak mau kalah berdebat. Kalau sudah tua maka akan sulit sekali untuk berubah.

Tetapi namanya kita sebagai manusia harus berusaha untuk merubah karena kita hanya diberi tugas untuk itu. Selebihnya kita hanaya berserah diri pada Allah.

Tetapi memang lebih baikkita mengajar anak-anak karena mereka bisa membeikan mereka kebaikan.

Siapapun pernah melakukan kesalahan

Semua mahluk pernah bersalah dan kita juga tidak bisa untuk terlepas dari kesalahan. Hanau saja setiap orang baik akan menyadari kesalahan sehingga ia bisa untuk memperbaiki diri.

Seseorang kecuali Rasulullah SAW mempunyai kesalahan karenanua sepantasnya kita tidak boleh memuji manusia setinggi langit karena mereka juga mempunyai kesalahan. Seandainya mereka yang sudah mati kembali ke dunia maka mereka akan malu karena orang memujinya setinggi langit padahal beban di akhirat sangat besar sekali.

Kita wajar saja dalam menilai manusia lain sesama muslim . Bukankah sesama muslim adalah saudara? Kita yidka boleh menghinanya.

Saya masih menjadi bimbang ingin menampilkan seorang pahlawan Islam yang ia juga mempunyai kesalahan. Saya sadar kalau semua dari kita ini mempunyai salah karenanya kita tidak boleh untuk menghakimi mereka.

Saya melihat pimpinan ini mempunyai semangat yang gigih sekali. Tentu saja kegigihan seperti ini harus kita tiru terutama dalam membela kebenaran yang kita yakini. Semua orang memang mempunyai keuakianna masing masing.

Halninibjuha memacu saya untuk berbuat yang terbai jangan kita merasa lemah dengan hal yang membuat kita malas.

To be honest saya selalu mengangumi orang yang penuh dengan totalitas. Tidak seperti saya yang belum bisa untuk totalitas. Nantinya saya akan bisa untuk menirunya dan akan mengerjakan sesuatu pencapaian saya.

Dari tadi saya kesal dengan berita sehingga membuat kepala saya menjadi pusing. Rasanya ingin sekali memukul tapi aku ingat bahawa saya biaa masuk penjara. Wah jangankan memukul. Memukul pakai wa saja saya bisa menjadi masalah. Katanya kita akan menjadi masalah kalau kita juga Pakai medsos. Ah enjoy ajalah.

Masih Mengandalkan Laptop

Meski saya tahu kalau saya mengerjakan beberapa tulisan di smartphone namun saya yakini kalau menegrjakan di laptop masih merupakan hal yang paling baik.KArena kita bisa untuk bebas untuk menarikan jari kita dan juga di laptop kita bisa melihat dengan lebih besar lagi. Karenanya saya lebih menyukai di laptop walau kadang saya juga malas buka laptop.

Kali ini saya malas untuk menulis di hape karenanya saya langsung membuka laptop saja. Saya memang lebih cepat menulis di sini daripada di hape.Lebih lagi saya mudah mengedit lagi. Karenanya dosen memang sulit sekali untuk tidak membuka karenanya lebih baik saya harus merutinkan untuk membuka laptop. Saya harus untuk menulis banyak hal di laptop ini. Tentu kalau naamanya sedang berpergian maka itu hal lain lagi. Kita tidak bisa berpergian membawa laptop dan kita utamakan saja smartphone agar lebih praktis.

BAnyak tulisan yang sudah saya garap namun belum juga tulisan itu berhasil untukmenjadi suatu buku. Ini mungkin karena kekurangtekunan saya. SAya harus kembali untuk kembali lagi bekerja dan untuk mencari beberapa latihan. Kenapa latihan?karena latihan itulah membuat kita merasakan konsep dari peatihan itu dan nanti kita akan memahami konsepnya setelah kita bisa mengerjakan beberapa soal.

Inilah yang membuat kita malas awalnya. Padahal kita sangat