Libur Ngaji Hore

Libur Ngaji Hore

Jujur saja dulu kalau mengaji disuruh oleh orang tua. Kalau anaknya maunya alim agar tidak mau untuk bragajulan yang berbuat semaunya saja. Mereka juga tahu bahwa mengaji penting namun kejaidannnya adalahmalas.
Bisa jadi malas karena suasana dengan temannya. Terkadang ada teman yang tidak “ramah” dengan teman pengajian mereka. Atau bisa jadi guru yang tidak membuat si murid nyaman. Apa saja bisa menyebabkan murid tidak nyaman.
Tteapi kekuatan niat itu harus ada di diri mereka agr mereka bisa mengaji dan itupenting.
Bagi anak kecil ukuran pahala mungkin tidak bisa mmebayangi hal itu seperti mereka juga tidak akan bisa membayangkan untuk kebutuhan uang.Banyak juga sih orang dewasa yang tidak mengetahuihal itu.
Oleh karena itu kita harus tahu apa saja kegiatan kita atau maksudnya. KAlau kita tahu maka kita akan semangta untuk mengerjakan.
Lain untuk leisure. Baisanya kalau leisure tersebut dengan mudahnya kita bisa untuk bekerja untuk itu dan tanpa disuruh tetapi kalau untuk suatu kebaikan kadang kita sudah disuruhrasanya kita menjadisulit sekali.
Tetapi hal itu terkadang harus dipaksain agar kita bisa menjadi rajin . Katanya kalau sudah enam jam kita bisa akan bekerja keras tanpa kita mau disuruh lagi cuma semuanya mempunyai pengorbanan yang besar sekali untuk menjadi orang yang rajin.

Kita harus ikhlas dalam bekerja bukan semata dengan motivasi atau pancingan dari uang yang  hanya sebenatar saja tetapi lebih jauh dari itu. Kita bisa juga mendapatkan sesuatu yang lebih dari uang.

Jangan jadikan diri ini termotivasi dengan uang walau memang kalau kita sering bekerja uang akan datang. Tetapi kalau ketika uang lagi seret apakah kita juga masih berdiam diri. Berdiam diri justru membuat kita makin mumet saja. Pastilah kalau bekerja ada hasilnya . Lama kelamaan seperti halnya seorang dosen yang telah lama bekerja. Awalnya uangnya sedikit sekali dengan usahanya apalagi mempunyai usaha dagang maka ia bisa memenuhi kebutuhan dan bahkan lebih baik dari seorang pegawai yang biasa.

Iklan

Mencoba untuk tidak menulis di ponsel

Kekajuan tekhnologi pesat sehingga memungkinkan penulis bisa mengetik di atas ponsel. Bahkan dengan menggunakan suara. Tetapi kalau saura ada kendala di bahasa yang kita gunakan. Kadang tidak ada titik dan komanya hanya tulisan yang panjang. Dengan adanya tulisan dengan ponsel sedikit demi sedikit menghasilkan tetapi kadang kita juga malas.
Aku juga tidak tahu apakah malas ini karena apa. Aku kira kalau ini kekurangan dari motivasi. Terkadang saya ingin terjun ke suatu alam untuk menelusuri dan berpetualang dalam tempat yang baru.
Tetapi kadang karena jenuh banyak pekerjaan. saya mencoba untuk mencari untuk cara agar bisa rajin dalam menilai dan kembali menghasilkan karya-karya yang menghasilkan banyak uang.

Anak Kecil menyeberang dengan peluit

Hari ini Rabu kalau DI daerah khusus Ibukota Jakarta, anak sekolah dasar dan menengah mengenakan seragam Pramuka. Kalau dulu senang juga Makai Pramuka dengan dua kantung yang ada di dada seperti seorang polisi atau angkatan bersenjatanya. Di pinggang kanan dan kiri ada bawaan . Satu berupa tali yang terbuat dari katun berwarna putih. Tali seperti ini serbaguna karena bisa dipakai untuk kebutuhan dari membuat tandu sampai membuat menara pengawas ( watch tower). Di sebalahnya ada pisau Pramuka yang di kepalanya ada berupa Garuda. Pisau ini tidak tajam mungkin hanya untuk gaya-gayaan. Mungkin zaman sekarang tidak ada yang seperti ini karena takut untuk suatu kejahatan .
Yang tidak kalah seru adalah peluit yang ada di bahu kanan sama halnya seperti polisi lalu lintas yang menggunakan tali yang di simpul berwarna merah.
Aku melihat seorang anak nekat menyeberang sendirian dengan menggunakan peluru yang ia gigit dimulutnya sambil membunyikan dan melambaikan tangannya. Aku kira ia mau mempraktekkan apa yang daiajr oleh gurunya. Tapi itu berbahaya karena buah menyeberang pada zebra cross.
Yang paling aku khawatirkan adalah anak ini menjadi jumawa karena seragam Pramuka yang ia kenakan dan jua peluit.
Saya harap Tidka seperti itu. Apa yang dilakukan semata hanya pelajaran dari guru walau salah maka tinggal meluruskan saja. Memang keterampilan anak-anak sangat diperlukan seperti keterampilan untuk survive di dunia yang kejam ini.

Hari Buruk 2

Sepertinya tulisan kemarin mengujiku mengenai hari yang buruk. HAri itu sedih tapi aku ingat ternayat banyak nikmat yang aku dapatkan seperti nikmat bangun dari pagi. Aku bisa memperbaiki diri ke arah yang lebih baik.
Soal adanya kekurangan saya yah semuanya.
Aku harus optimis seperti aku optimis menulis yang kemarin. Aku tidak akan membairkan diriku untuk larut sedih. Apakah kesedihan akan membuat saya menjadi terdiam.
seperti orang yang terus merajut dan kemudian melepaskannya lagi. Oh tidak saya harus bebruat demi kemajuan saya. SAya harus berjalan tersu seperti berjalannya hidup ini menuju satu tujuan.
Katanya orang muslim tidka takut dengan celaan dan ia juga tidak khawatir. Kadang kahwatir dan takut menjadi hal yang tipis tetapi keduanya memang mirip.
Jangan kita dengar kata orang. DUlu saja kita dengar menjadi sulit mendengar orang tersebut. Aku jadi malu dengan hal itu.

Tidak ada hari buruk

Seringkali manusia menyalahkan hari buruk kalau ada sesuatu yang menimpa mereka. Biasa jadi karena makanan di rumah gosong. Atau bisa jadi karena motor kita diserempet orang . Memang bagi kita sulit sekali menerimanya tetapi kalau kita tahu bahsa semuanya dalah takdir maka kita tidak akan menilai itu sebagai yang buruk.

Saya selalu ingat kalau kita masih mempunyai segala hal yang banyak kita bisa nikmati. Banyak beberapa hal yang bisa kita lakukan dengan nikmat yang ada. Kalau

Membuat agenda bayangan

Kalau kita sering mendengar Tim bayangan yang bekerja setelah Tim biasa tidak mampu untuk menyelesaikan pekerjaannya. Begitu juga seharusnya kita mempunyai yang namanya agenda bayangan.kadabg kita sudah membuat agenda namun agenda tersebut menjadi tidak efektif dalam artian kita tidak melakukan sesuai dengan yang kita agendakan. Tentu saja ini menjadi merugikan kita.
Agenda yang tidak masuk dalam pekerjaan kita artinya banyak pekerjaan kita terbelangkai. Bisa jadi kita malas. Yah malas adalah salah satu penyakit yang harus dihindari oleh siapa saja.
Tetapi kadang juga situasi tidak memungkinkan misalanya kalau kita tidak mengajar karena mahasiswa tidak datang maka kita menjadi santai dan tidak mengerjakan sesuatu. Ini tentu salah.
Mungkin ini karena kita terlalu berleha-leha sehingga kita santai padahal begitu besar potensi waktu yang kita perlukan. Tentu juga kita juga harus menyediakan waktu untuk istirahat untuk mengusir pikiran. Ini harus seimbang agar tidak bekerja saja atau beristirahat saja yang menyebabkan kita tidak mengerjakan apapun.
Agenda bayangan ini mengatasi. Memang hal yang paling penting adalah to do the list yang berarti membuat juga akan membuat kita menyusun prioritas untuk kegiatan kita. Sayang ini tidak aku kerjakan. Mungkin ada baiknya untuk membuat prioritas.

Membuat cerita baik diawali cerita yang tidak beralur

Kalau kita ragu dengan tulisan yang kadang jelek. Saya saja yakin penulis sekaliber Agatha Juga tidak langsung bisa menulis dalam tulisan yang bagus sekali. Ia berkali-kali belajar sehingga mendapatkan tulisan yang bagus .
Bahkan tulisannya sampai di tolak penerbit namun kini tulisannya lebih populer dari Bible atau Injil. Ini suatu yang luar biasa sekali.
Kalau kita menulis maka kita seperti berjalan dan membuat jejak. Tentu ada saja yang tersesat dalam pencarian mereka karena mereka belum tahu dengan jalan yang akan dilalui oleh mereka. Akibatnya mereka juga tidak bisa untuk kembali lagi. Pada saat itu aku juga sempat kagok dan seperti tidak mau menulis. Terkadang ada penulis yang sampai menuduh dirinya tidak berguna karena ia menulis tidak bisa sesudah beberapa kali.
Aku mengikuti usulan ayah saya agar menilai mengulang kembali. Seperti yang saya sudah sebutkan di blog ini seperti membuat tulisan adalah menyegarkan kembali tetapi risikonya kita bisa berhenti pada tengah cerita. Inilah hal yang saya justru takutkan dengan cara ini. Kalau kita ketakutan maka kita tidak akan melanjutkan tulisan kita. Kita seolah membuat sesuatu tembok yang besar sekali yang menggambarkan ketidakmampuan kita.
Aku sudah berlari dengan 10% tulisan . Karena biasanya saya suka "melantur" kalau tulisan sudah banyak dan ini tentu saja berakibat buruk karena itu kita Tidak fokus dalam menulis. Meski pun kita bilang kerja beberapa kali namun ini juga akan menyebabkan kita untuk malas untuk bekerja.
Tetapi dengan kesalahan itu kita bisa untuk menjadikan rambu-rambu baginkita sendiri atau untuk kita untuk menyulam tulisan yang tidak ada. Seperti dalam ekspedisi suatu tempat saya binggung ingin menggambarkan pemandangan ada saat ekspedisi. Tidka mungkin kita menceritakan segala sesuatu mengenai ekspedisi dari ia menaiki kudanya hingga ia berdoa untuk melanjutkan perjalanan.
Kalau kita menceritakan sepanjang perjalanan maka kita jautru akan jenuh karena kita melihat kiri dan kanan saja yang dipenuhi dengan pohon yang berwarna hijau atau pohon Cemara. Mungkin saja kita akan binggung dengan beberapa halaman yang nantinya menjadikan kita tambah binggung lagi. Sudahlah banyak perasaan binggung yang banyak sehingga tidak bisa dilanjutkan lagi ceritanya. Pada bagian tulisan saya tidak akan mengulangi hal yang sama karena hal ini justru akan meb

ampe kaget

Kehidupan di dunia ini begitu cepat karena hidup ini hanya sebanding dengan 1,5 jam di akhirat. Tetapi banyak orang yang tidak menyadari sehingga mereka menjadi lupa dengan waktu yang mereka miliki. Padahal waktu adalah suatu hal yang sangat berharga sekali .
Kadang kita keadaan nyaman membuta kita menjadi santai. Seolah kita bisa mendapatkan apapun dari waktu. Kita menjadi berangan-angan saja akan mengerjakan hal ini dan itu . Seperti halnya kita akan menulis ini dan itu namun aksi tidak dilakukan atau dilaksanakan. Akhirnya jangankan satu buku satu lembar halaman saja tidak tertulis . Oleh karena itu kita seharusnya terus untuk bekerja.
Kalau pada nyaman nanti kita tidak sadar orang lain sudah menguasai ilmu yang lebih banyak sedangkan kita belum untuk bisa apapun. Harusnya kita belajar banyak dan tentu saja beribadah. Kalau ibadah tidak dipaksakan maka seumur hidup kita tidak akan mengerjakan itu. Dari awal kita harus bekerja sehingga nanti kita akan terbiasa.
Banyak sekali pikiran kita sia-siakan seperti halnya kita yang selalu memikirkan hanya perkataan orang lain saja. Padahal kita sudah mendapatkan kenikmatan yang jauh lebih baik tetapi kita tidak mengaca pada agak itu.
Padahal begitu banyak amalan-amalan kebaikan yang harus kita kerjakan. Dan kita tidak akan bisa untuk mengerjakan itu. Semoga kita dengan bersemangat untuk kita bisa mendapatkan apa yang kita cita-citakan.

 

 

Liburan puncak

Bagi Kebanyakan orang liburan di puncak merupakan suatu hal yang istimewa meskipun jaraknya tidak jauh dari ibukota tetapi untuk menyediakan udara yang dingin dan air yang dingin juga serta udara yang relatif lebih bersih daripada udara di ibukota. Tentu saja hal ini karena kendaraan di daerah Puncak lebih sedikit volumenya daripada yang ada di ibukota Hal ini menyebabkan Puncak lebih bersih.
Hal lain yang mendukung Puncak bersih karena jalanan tidak sebanyak ibukota sehingga tidak banyak kendaraan yang dapat melalui jalanan tersebut. Sebagai konsekuensinya tentu saja jalanan menjadi macet dan ini dapat kita lihat bahwa Kalau hari akhir pekan atau hari libur hari besar Puncak menjadi macet. Tidak jarang polisi melakukan atau upaya untuk mengurangi kemacetan dengan cara rekayasa lalu lintas seperti misalnya untuk naik dan untuk turun.
Tentu saja hal ini akan mengurangi kemacetan. Tetapi walau semacet apapun orang tetap saja mau berlibur ke puncak karena berlibur di puncak masih menjadi hal yang enak daripada diam di rumah kalau kata orang. Dengan berlibur di puncak maka ada seperti yang di charge lagi dari hidup ini.
Tidka sedikit orang yang justru berlibur untuk kemaksiatan tetapi ada juga yang memanfaatkan untuk hal yang baik. Tentu saja kita maunya menafaatkan untuk yang baik saja kalau yang tidak baik tidak usah kita ikuti seperti itu.
Sebenarnya kalau kita ingin mencari hati yang baik adalah dengan merenungi tujuan hidup kita yang sudah lama tersebut. Hidup ini harus berarti bagi diri kita sendiri dan bagi orang lain. Jangan kita sia-siakan hidup ini.

Sebuah Perdebatan yang tidak ada ujungnya

Kalau jenuh sudah menyrang maka tulisan tidak akan baik.caranya dengan menulis yang lain tetapi ini juga berisiko akan tidak selesainya tulisan kita.JAngan meraasa stuck karena banyak obrolan dalam suatu dialog novel. KAlau obrolan disebut dalam sebuah cerita maka aku yakin omongan rapat satu jam saja bisa transkripsnya banyak sekali bisa ratusan bahkan ribuan halaman. Apalagi kalau juga disertakan dengan suasana di tempat orang berbicara tersebut. Ini bisa banyak lagi yang mendengar mengenai hal itu.
Tteapi justru semakin melebarnya obrolan menjadi sulit untuk mencari substansi dari tulisan yang kita buat. Akhirnya hanaya omongan basa. SAya telah menuliskan omongan orang yang mungkin tidak ada manfaatnya . Mungkinkah sangdetektif tersebut sudah tidak normal lagi sehingga tidak menyusun kata-kata yang bisa mendapatkan seutau tersangka atau mencari kebenaran dari suatu mengenai fakta-fakta yang ada sehingga mereka bisa memecahkan persaolana namun kaalu memecahkan eprsoalan diawal jadinya kita tidak menjadi sebuah perdebatan yang tidak ada