Bekerja Bukan Untuk Uang Saja

Bagi seorang kapitalis maka uang adalah patokan dari kebahagiaan. Semuanya terukur dengan banyaknya uang yang mereka dapatkan. Mereka berhasil mendapatkan uang maka itu adalah kebahagiaan dari mereka. Yah, karena kebanyakan bisa kita beli dengan uang. Bahkan ada hal yang tidak terasa bisa dibeli uang.
Oleh karena itu mereka selalu mencari uang untuk itu karena ingin mencari kebahagiaan. Tidak kita pungkiri kalau uang memang sangat membuat orang menjadi bahagia karena dengan uang kita bisa membeli apapun.
Ada yang mengejar uang baik dengan cara apapun. Seringkali mereka menerobos jalan yang haram untuk mendpatkan uang. Padahal rezeki kita sudah ditentkan masing-masing. Hanya ‘amal kita yang belum dijamin.
Semua orang berhak untuk menentukan kebahagiaan . Mereka yang suka bekerja dan mencari uang mempunyai alasan masing-masing karena setiap orang mempunyai cara yang lain-lain untuk memenuhi kehidupannya. Ada yang bisa mencari makan dengan berdagang. Memang berdagang amatlah baik akrena ia merupakan pintu rezeki 9 dari sebanyak 10 pintu yang ada. Karena itu sebenarnya orang diharapkan berdagang saja karena itu mendapatkan rezeki yang banyak daripada mencari rezeki dengan bekerja. Sayangnya tidak banyak yang minat untuk berdagang karena berdagang itu sangat sulit sekali.
mUngkin di awalnya malu untuk menawarkan barang. Sepertinya menjadi pedagang sesuatu yang salah.
Tetapi saya melihat ada pedagang yang berfikir sederhana saja. KArena pedagang tersebut bisa menghasilkan banyak uang maka akan menjadi tujuan dalam hidupnya
Seharusnya tidak demikian.Mencari dunia saja boleh saja tapi tidak melupakan akhirat. Toh ada saja orang yang bekerja bukan demi uang. Ada yang bekerja untuk akhiratnya saja. Semoga ini menjadikanmotivasi kita untuk selalu bekerja.
Kita tidak harus untuk mendapatkan penghasilan yang tinggi walaupun kita ingin. KAlau berharap sih penghasilan tinggi dan pahala juga tinggi (alhamdulillah) tetapi kita tidak boleh menuhankan Uang pada segala-galanya. Terkadang yang kita lakukan perbuatan baik akan memberikan kita rezeki yang banyak yang kita sendiri tidak merasa tetapi ada rezeki tersebut.

Iklan

Penyakit yang namanya menulis apa?

Kalau sudah lebih dari beberapa bulan tidak menulis maka akan sangat sulit sekali untuk memulai menulis. Hal ini karena kebiasaan sudah lama sekali tidak menulis yang membuat juga bingung sudah menulis . Seperti halnya orang yang baru memulai. Hal ini karena ketidak konsistenan kita dalam menulis yang membuat kita semakin sulit.
Oleh karena itu seharusnya jangan berhenti menulis tetapi apa boleh buat kalau lagi sibuk. Kadang kesibukan membuat kita harus berhenti menulis dan membuat kita lupa akan menulis.
Sebenarnya saya rasa karena kita awalannya kita merasa tidak bisa. Kalau kita tidak bisa maka akan tidak bisa terus.
Seperti saya kemarin memberanikan diri untuk menulis dengan target seribu kata Saya berniat untuk mencari penghasilan selain sebagai dosen. Aku harus bisa. Kalau kita merasa bisa maka akan ada jalan untuk menuju tempat itu sebaliknya kalau kita sudah merasa tidak bisa maka kita akan selalu tidak bisa.Inilah yang harus kita selalu dahulukan. Pikirkan bahwa kita bisa dan menulis itu mudah hingga alur kita mengalir.
Terkadang hal yang menghalangi kita adalah kalau kita perlu ini itu dulu atau persiapan. Tetapi persiapan juga tidak dilakukan sehingga tidak menulis-menulis juga. Ini juga penyakit yang paling susah kalau kita tidak memulai menulis.
Terkadang kita sudah banyak memulai dengan semangat yang tinggi atau kata orang semangat 45 namun akhirnya melempem juga. Nah yang ini juga gak benar.
Saya selalu mendengar kritik dari abang saya kalau pekerjaan harus selesai. Inilah yang membuat saya harus menyelesaikan pekerjaan. Pokoknya aku harus selesai dalam bulan ini di tengah kesibukan saya dalam mengerjakan berbagai pekerjaan rutin pula. Ada juga proyek saya yang saya harus kerjakan tetapi belum selesai. Ini harus menjadi bahan evaluasi kita.

Kalau tulisan selesai itu sampai di publish. Kalau belum berarti harus diperbaiki/Cerita harus selesai walau kadang si penulis kadang belum menyelesaikan cerita.Tetapi untuk mencari nafkah kita harus selesaikan semua itu. Jangan kita diam saja.

Statiun Buaran Baru

Sudah tiga hari statiun Buaran Baru. Ini lebih jauh dari statiun Buaran yang dulu. Memang tempatnya lebih strategis namun sulit sekali kalau Makai transportasi. Semuanya bisa dibilang serba tanggung. Kalau naik angkot juga tanggung. Bisa dua kali tapi akhirnya jalan juga.
Statiun bagus sekali dengan tingkat yang ada musholla dan toilet dan juga eskalator. Pokoknya statiun yang memenuhi syarat. Hanya saja jauh. Saya mengeluh .nya kalau mau sedikit enak naik ojek paling 10 ribu diantaranya sampai ke depan rumah.
Tidak perlu untuk mengeluh karena saya harus berjalan yang jauh. Tetapi kita harus menjalani kalau ini sebenarnya juga adalah olahraga yang menyenangkan ini akan membuat badan kita tambah kuat karena sering bergerak dengan lincah.
Kita sangat perlu untuk menggerakkan badan kita. Jangan sampai seperti kebanyakan orang sekarang yang bergantung dengan alat-alat transportasi yang malah membuat mereka tambah tidak kuat.
Mereka sudah manja dengan alat-alat tersebut sehingga mereka menjadi malas dan badan mereka tambah berat. Seharusnya mereka tidak seperti itu karena mereka bisa menggunakan tubuh mereka.
Lagian gak usah ribet saja. Kalau capek paket ojek saja. Kalau tidak angkot saja

Kalau sudah terkenal virus malas

Karena teman yang lain menyerah bukan berarti kita menyerah juga. Terkadang kita sering mengikuti manusia yang sudah menyerah padahal kita masih mempunyai kesempatan untuk mengerjakan sesuatu.
Terkadang tujuan kita untuk menggolkan sesuatu menjadi terhalang karena kita sendiri malas dan untuk mengerjakan hal itu.
Kita menjadi ikut-ikutan ketika seorang malas. Dan juga kita menghancurkan semangat orang lain dengan menyerah. Tidak kita tidak boleh seperti itu. Kita tidak boleh menghancurkan semangat orang seperti orang lain menghancurkan semangat kita.
Justru kitalah yang harus membangkitkan orang lain untuk mengerjakan sesuatu. Hanya orang pesimis saja yang berbuat seperti itu. Ia lebih suka membunuh orang dengan semangat kecil yang dimiliki oleh dirinya.
Bisa jadi orang lain sebenarnya sudah mau menyelesaikan masalah atau soalan namun mereka akhirnya mundur setelah mengerjakan diri. Mereka pikir mereka punya teman seperti kita yang pesimis. Seharusnya bukan demikian karena kita harus berjuang terus untuk mendapatkan yang terbaik.
Apakah kita tidak akan merasa berdosa kalau kita sudah menjatuhkan semangat orang? Kita tentu tidak mau dengan hal itu.
Kita sudah berbicara capek tetapi kita malah berdosa. Tentu saja yang nulis ini juga pernah melakukan itu. Kita buat orang lain agar pesimis dengan masa depan hingga ia menemukan hal bahwa tidak ada yang kita perlu pesimiskan pada saat ini.
Kita masih mempunyai kekuatan fisik yang sempurna. Kita bisa bergerak dengan sempurna yang dengan akal kita yang dikarunia oleh Allah.
Lebih baik menebar optimis daripada kita menebar pesimis. Memang memompa semangat orang boleh namun jangan sampai merendahkan diri mereka yang membuat mereka nantinya justru tidak mau berusaha atau bahkan berbalik benci pada anda.
Anda akan dicap sebagai orang yang tidak bijak menyikapi suatu hal. Anda akan dicap sebagai orang yang pesimis. Kalau mereka mau menderita seharusnya jangan ikut-ikutan membawa orang ke dalam derita kita sendiri.
Bisa jadi karena kita dengki pada orang sehingga kita ingin orang lain juga gagal seperti ini. Jangan ada anggapan seperti ini karena jika demikian kita tidak akan maju-maju. Khan lebih baik tekan kita berhasil walaupun kita tidak berhasil nantinya teman kita InsyaAllah akan menaikkan kita menjadi berhasil juga.

LIngkungan membuat malas

Sudah menjadi pengetahuan umum bahwa lingkungan juga membuat malas. Kalau kita orang yang ordinarry people mungkin, kalau semua malas maka kita juga akan malas.
Malas biasanya karena tidak ada tujuan. Tujuan untuk yang dicapai tidak ada karenanya ia sengaja memberhentikan kendaraan atau ia memberhentikan keretanya karena merasa sudah tidak ada lagi tujuan yang mau ia capai.IA sudah merasa lelah.
Seharusnya ia ingatkan lagi bahwa waktu sangat sedikit sekali. Waktu inilah yang kita isi dengan hal yang berguna. BUkankah setan juga sangat ingin umat manusia ini berbuat baik. PAdahal begitu banyak sekali hal yang bisa ia kerjakan.
Inilah salah satu alasan kita untuk terus bekerja.Inilah keikhlasan yang jika ia orang yang ikhlas selalu bekerja saja maka ia akan bekerja terus karena pasti ada hasilnya. Tidak sama orang yang diam dengan orang yang bekerja. Orang yang diam mungkin saja bisa sukses namun jarang sekali . Apakah kita senang kalau kita sukses tetapi kita tidka bekerja sama sekali. Kitakan merasa semuanya adalah pemberian tanpa ada usaha kita. Semua memang pemberian Allah namun Allah juga menyuruh kia untuk berusaha
USaha kita kerja keras maka akan bernilai di sisi Allah daripada orang yang bermalasan.
Mungkin ada masalah juga membuat orang untuk berhenti bekerja. Inilah yang kadang membuat orang sulit untuk bkerja lagi. Sebnnrya ini seperti main sepeda saja ketika di kayuh di awal sulit sekali namun ketika nanti sepeda suhda jalan maka akan makinmudah dan bahkan kita tidak akan berhenti menggowes
Sadarilah bahwa tiga bulan kita berhenti bekerja maka akan banyak sekali hal yang kita lewatkan. Kalau tiga bulan saja seekor ikan bisa besar dan menghasilkan uang. Seharusnya kita tiga bulan bisa membuat satu buku.

KIta harus ke lingkungan pekerja mungkin agar kita bisa untuk bisa semakin rajin untuk bekerja. Inilah yang kita cari Hanya saja ini membutuhkan cara untuk masuk lingkungan ini. Jika kita belum masuk lingkungan ini kita bisa membiasakan untuk rajian agar teman-teman kita rajin juga

Poster itu menyambung silaturrahmi

Zaman now yang memudahkan orang berkomunikasi terkadang juga belum mampu menyambung silaturrahmi. Sekitar dua minggu lalu aku pulang kampung beserta orang tua. Ada satu peninggalan dari kakek buyutku yang mungkin bagi kebanyakan orang tidak istimewa. hanya secarik kertas yang fotonya adalah Dua Sultan Turki Terakhir Sultan Muhammad V Rassad dan Sultan Muhammad VI Wahiduddin. Dua Jenderal utama Mehmet Shevket Pasha danĀ  Anwar Pasha.

Sepupu pada bertanya karena mereka ingat dengan foto-foto ini. Sewaktu kecil mereka melihat kalau foto itu mungkin adalah kakek-kakek mereka. Akhirnya kami menyapa di mesia sosial bertanya mengenai rumah kakae.

Rumah tersebut memang sudah buruk akrena kayu-kayunya juga sudah rusak kami harap rumah tersebut nanti bisa diperbaiki. Setikdanya ini mungkin sebuah awalan. KAlau nantinya mau diteruskan silatturhami nya nanti bisa. Mudah-mudahan

Belajar dari orang Sombong

Semua orang pasti membenci orang yang sombong lagi membanggakan diri. Allah benci orang sombong apalagi kalau orang sombong itu orang yang miskin.
Sombong memang tidak menyerang orang kaya, pandai dan yang mempunyai keturunan yang baik namun juga menyerang orang yang kebalikan dari itu semua. Bisa jadi orang miskin sombong dan bisa jadi orang bodoh sombong. Pun Orang yang keturunannya tidak baik bisa menyombongkan diri.
Da yang sombong besar dengan menunjukkan kesombongannya terang-terangan. Kalau seperti ini muedah sekali dideteksi. Mungkin hanya sedikit orang yang mempunyai sifat ini. Sebaba orang sombongpun juga mempunyai rasa jaim atau jaga image.
Kalau ada orang yang mennyebutkan dirinya TUhan paling-paling hanya satu. Tetapi ada kalanya orang sombong dengan halus . yah jatuhnya sombong juga. Misalanya dengan merendahkan diri bahwa ia seorang yang zuhud. Tentu saja bahwa ini juga bentuk dari sombong. Terkadang syetan memang sangat lihai dalam menjatuhkan anak-anak adam untuk masuk ke dalam perangkapnya atau sesuai janji mereka untuk memasukkan anak-anak Adam ke dalam neraka.
BAnyak sekali bentuk sombong yang terlihat halus dan sebagai manusia memang lebih mudah menilai orang lain daripada menilai diri sendiri. KArena menilai orang lain berarati kita melihat orang lain dengan mata sendirisedangkan jika menilai diri sendiri sulit. Kita ahrus membutuhkan sebuah cermin yang jernih dan cermin yang tidak berfihak. Terkadang cermin seperti itu harus cermin yang jujur yang dapat menggambarkan kita semua.
Kita melihat seseorang sombong namun kita harus memeriksa apakah kita sombong. Mungkin cermin ini bisa kita gunakan meski cermin ini masih buram. Terkadang yah benar kita meniru orang sombong untuk berbuat sombong. Kita merendahakan orang lain yang sudah merendahkan diri kita. PAdahal cara itu sebanrnya cara culas untuk memuji diri sendiri. Ya, merendahkan diri orang berarati dengan maksud meninggkan harga diri di hadapan orang lain. Jelas ini cara culas dan curang.
kalau begitu harus kita sadarkan bahwa merendahkan diri adalah berarti kita menagakui orang tersebut sudah tinggi sehingga perlu kita merendahkan orang lain. Tetapi juga dengan tidak merendahkan diri ini berarati suatu kesombongan kita yang baru. Ya, bisa jadi kesombongan akan lahir dari hal yang itu. KIta harus mengahrgai orang meski orang lain merendahkan diri kita. Yang penting kita bukan orang sombong karena balasanorang sombong alah neraka.
Sebarnya kalau kita melihat diri sendiri. Untuk apa sombong? JAkau saya terkadang melihat akrena kita sering direndahkan kita menjadi ingin hebat seperti orang lain. Tidak perlu kita tunjukka kita hebat lama-kelamaan orang lain juga tahu siapa yang hebat dan siapa yang tidak. Ups… maksdunya bukan untuksombong lagi.

Bekerja dengan banyak bidang

Manusia adalah mahluk lemah. sehebat-hebatnya ia mempunyai kelemahan bahkan seorang yang kuat sekalipun karena manusia terbatas. Ada orang yang menginginkan bekerja semua hal yang ia rasa akan memberikan penghasilan yang banyak bagi mereka.
Hanya saja mereka tahu kalau mereka akhirnya mempunyai batasan yang mereka harus fahami. Artinya kita tidak boleh bekerja banyak yang membuat kita akan menjadi kaya atau kita akan menghasilkan uang yang banyak. Namun terkadang seorang konsultan harus bekerja apa saja.Ini penting untuk menyelesaikan keseluruhan bekerja.
Kekhawatiran kita dari bekerja keseluruhan adalah kita menjadi tidak menyelesaikan satu pekerjaanpun.Ini menjadi parah karena banyaknya pekerjaan yang harus kita kerjakan. kalau demikian seolah kita tidak mengerjakan apa-apa saja. Lebih baik sedikit bekerja maka kita akan menyelesaikan pekerjaan.
Namun seringkali kalau kita tidak mengerjakan target maka kita tidak akan mengerjakan apa-apa. Saya pikir kalau kita mau bekerja sesuai target maka akan banyak yang dilaksanakan.
Tetapi bagi awalan ini sulit sekali. Apalagi kalau kita tidak menyadari bahwa kalau pekerjaan tersebut penting maka kita tidak akan mengerjakan atau menyeelsaikan pekerjaan tersebut.
Harusnya kita sadar untuk mengerjakan dengan menetapkan target. Kalau kita tidak menetapkan maka sulit sekali.
Terkadang kita merasa tidak mampu untuk mengerjakan hal tersebut sehingga kita menjadi menyerah.
karena melihat tumpukan pekerjaan yang banyak sekali cenderung membuat kita meninggalkan pekerjaan tersebut. Tetapi kalau kita mau mengurai kekusutan pekerjaan kita maka kita akan bisa untuk menyelesaikan banyak pekerjaan. Yah mau gak mau kita dilatih untuk mengerjakan hal yang lama dengan sering bekerja. MEski awalnya lambat namun pada akhirnya kita akan bisa menyelesaikan banyak hal

Baru Kembali dari Peradaban

Selamas 10 hari lalu saya tidak menulis lewat laptop ini. Tentu saja ada rasaingin menulis banyak dari hatiku yang lama tidak menulis ini karena kesibukan. Selama 10 hari bekerja di lapangan tanpa ada kewajiban melapor yang membuat saya harus hadir di lapangan untuk melihat kerusakandi lapangan.
USaha untuk perbaikan tidak bisa karena kerusakan yang dialami sudah melebihi dari sesuatu yang diharapkan.
Ada rasa semangat yang saya dapatkan di perjalanan tersebut. Saya kira saya akan mendapatkan sesuatu semangat yang akan membuatku bekerja berlipat-lipat.
Tetapi kini saya sudah masuk ke peradaban yang membuat saya harus membutuhkan kerja keras
Tetapi seperti yang diharapakantidka muncul karena biasanya saya juga menjadi melorot ketika dihadapi dengan yang seperti itu. Saya tidak mau untuk berkhayala.Karenanaya penting untuk memahamai bahwa hari ini adalah hari milik kita. Pada hari ini kita bisa bekerja dengan sepenuh hati kita untuk membangun masa depan kita. Kita bisabersungguh-sungguh untuk hal itu. Inilah waktu yang kita miliki.Kita syukuri karena kita bisa mengerjakan kebaikan pada saat ini.KIta bisa memupuk pahala untuk bekal akhirat dan juga untuk masa depan kita.
Kita harus pikirkan hal itu namun kita fokus menyelesaikan pada masa saat ini. Kita mmebuat segala hal yang bisa menuju ke cita-cita kita sehingga kita sampai pada tingkatan itu. Seringkali kita tidak bersyukur dengan keadaan kita pada saat ini kita hingga kita kufur pada nikmat yang begitu banyak kita berikan pada Allah.
Hal ini membuat saya semangat untuk menetapkan target yang kita sudah ingin capai. KIta tentu tidak tahu kemana saja capaian yang kita hasilkan tetapi kita harus yakin kalau kita sangat ingin untuk mencapai hal itu maka kita akan dapatkan.
Tentu saja ada beberapa cara yang kita lakukan yang perlu sesuatu untuk memodifikasi hal itu. Kita lakukan segala hal cara yang baru untuk menggapai cita-cita kita. Kita harus menyelesaikan pekerjaan kita hingga yakin bahwa usaha kita maksimal.

Jangan berhenti dan benggong

Hidup ini begitu singkat dan terlalau berharaga jika hanya diisi benggong saja. Karena benggong akan membuat kita malah tidak membuat hal yang positif. Benggong bisa jadi karena lama kita menganggur sehingga tidak bisa mengerjakan apapun.
Padahal kerja kita banyak sekali. Kalau kita benggong sampai tiga bulan tidak mengerjakan apa-apa nanti kita menyesal karena begitu banyak yang bisa kita kerjakan. Kita bisa memlai dengan merapihkan rumah kalau kita mmepunyai rumah. KIta mengatur ruang kerja kita yang mungkin berantakan dan membuat kita malas untuk bekerja untuk membuat sesuatu yang lebih baik.
Padahal bekerja membuat orang mencapai tujuan hidup atau cita-cita mereka. KAlau orang mau berhenti bekerja maka sulit atau bahkan mustahil untuk mendapatkan hal yang kita inginkan. Tidak akan datang hasil begitu saja mengejar kita. Jangan berharap yang seperti itu kalaupun nanti datang maka itu tidak akan membahagiakan kita.
Terkadang memang sulit untuk istiqomah dalam berusaha karena itulah godaanya. Kita akan sulit untuk menjalankan pekerjaannya kita.
Kalau kita sudah tahu bahwa benggong akan membuat kita sengsara maka kita akan mengerjakan apa saja demi waktu yang terbuang. Terkadang awalnya kita mengerjakan apa saja agar waktu kita tidak terbuang.
Idealnya sih kita bekerja dengan program tetapi itu masih lebih baik daripada kita juga tidak bekerja dan asal benggong saja. Sauatu saat kita akan menemukan pola untuk mengerjakan sesuatu . KIta program dengan target beberapa pekerjaan kita. KAlau kita tidak menargetkan maka kita akan lalai untuk menyelesaikan apa yang menjadi tugas kita.
Dengan adanya target kita akan semakin giat untuk mengerjakan sesuatu atau proyek. YA, memang kita harus bekerja dengan giat karena sebagai manusia kita memang untuk itu.
SAtu lagi kalau bekerja ternyata mengobati kita dari kesedihan. YAh hati yang kosong hanya akan tempat bersarangnya hal yang tidak mengenakkan. KAlau kita terus menerus berhenti maka kita kepikiran hal lain yang tidak bermanfaat bagi kita. Pikiran tersebut justru menyiksa kita. Memang kita sih harus merelakan dengan melapangkan hati namun juga kita harus mengisi pikiran ini dengan hal yang psoitif dengan bekerja. Aku kagum dengan Imam syafi’i yang tidak puber karena ia memikirkan ilmu agama saja dan tidak berpikir yang seperti anak muda sekarang cinta. Seharusnya kita bisa memanfaatkan pekerjaan untuk semakin mengusir gundah dulana kita. Tentu saja pekerjaan yang halal jangan pekerjaan yang haram yang membuat kita semakin menjauh dari Allah.