Hampir tidak menulis

Bagi saya menulis adalah bagian dari kehidupan seperti saya menulis jurnal. Mungkin semua akan bermanfaat kalau jurnal tersebut di baca. Ingat kembali buku yang saya baru selesaikan hari minggu yakni memoar Sultan Abdul Hamid II sebagai benteng terakhir yang melawan sekularisme dan juga Yahudi Freemasonry.
Ia adalah Sultan terlahir yang masih bisa untuk memerintah sebab di bawahnya Sultan sudah menjadi simbol tanpa ada suatu kekuatan untuk mengatasi hal itu. Saya kira saya memberi salam hormat saya pada pejuang yang sangat gigih dalam membela orang islam. Saya kira ini akan menjadi teladan yang baik. Apakah beliau masuk surga, nah mudah-mudahan Allah memberikan surga pada Mujahid tersebut.
Ada sedikit tulisan dari buku tersebut namun dengan gamblang beliau menunjuk orang-orang yang mengkhianati dirinya dan negaranya seperti Midhat Pasha yang telah merusak kan negara. Ada juga orang sekuler yang berada di balik keruntuhan Utsmaniyyah dia ada banyak yang lain yang bisa kita temui di sana.
Di masa sepenuh beliau hanya menulis memoar yang sedikit sekali namun itu yang sedikit memberikan gambaran banyak bagaimana politik tersebut. Kita kadang jangan menggambarkan politik sebagai hal yang lurus saja dan tegas tapi tidak. Sultan Abdul Hamid II mempunyai strategi dalam melawan berbagai kekuatan yang ada seperti Inggris, Perancis, Rusia, Serbia, Montenegro, Macedonia, Bulgaria, Yunani dan lain-lain. Ia mendekat pada Rusia dengan pendekatan damai yang ternyata berhasil. Seandainya Sultan masih memerintah Turki belum tentu hancur dalam kehancuran total Khalifah Utsmaniyyah tetapi sudah menjadi bubur dan Khalifah sudah hancur.
Tetapi tulisan tersebut bagus sebagai bahan pertimbangan. Ini untuk mengenal siapa saja yang menjadi musuh Islam dan siapa saja yang menjadi teman.

Iklan

Tidak nyaman menulis selain di tempatnya

Rasanya tidak nyaman kalau menulis tidak pad atempatnya yakni meja. Tetapi kalau tidak ada waktu bagaimana .KIta harus terus menulis. Dengan berbagai alat yang ada . KIta menegnal adanya suara Google yang memungkinkan kita untuk menulis dengan cara kita berbicara . Tidak perlu untuk menulis dengan mengetik sesuatu di komputer atau di alat gadget cara ini.
Tteapi memang butuh perjuangan untuk agar kita bisa menyelsaikan tulisan tersebut sebab kita harus mengeditnya yang lebih susah. KArena tulisan dengan suara perlu edit dan tidak ada yang bsia menentukan kapan kita harus titik dan koma.
Tetapi lumaynlah daripada kita cuma kerajannya mikir saja tapi tidak membuahkan tulisan. Ini khan sama saja omong kosong. Pokok tulisna kiya hanya ada di otak sakja dan tidak dilakukan penulisan.
Susah sekali untuk menyerabut akar tulisan kita yah sama saja dengan kita tidak menulis seperti itu. pAdahal kita tidak bisa menjual . Kalau masih berupa coretan mungkin kita bisa menjual kalau di dalam otak masa orang mau beli otak kta dan menambang pikiran yang ada di otakkita. Ini sesuatu yang mustahil bagi kita.
LAgi siapa yang mau menjual otak. KAlau menjual otak kita berarati kita sudah gila kali.

Membuat Jijik Makan

Kalau seorang lagi bersegera mungkin makan apa saja mau. Tetapi kalau tidak maka bisa menjadi urusan dia lupa makan yang menyebabkan kita juga menderita asam lambung bagi yang mempunyai penyakit adam lambung.
Kalau kita sering jijik dengan perkataan ketika kita makan dengan cerita "jorok" tentu saja bukan yang pornografi misalnya cerita mengenai bab tentu saja kita menjadi muntah dengan hal seperti itu. Ada saja yang merasa tersinggung dengan hal itu.
Untuk itu pastikan kalau makanan kita menjauh dari segala pikiran hal itu yang justru membuat kita menjadi tidak enak makan.
Kalau orang yang jago konsentrasi maka ia tidak terpengaruh dengan hal itu. Jika ia sudah fokus ia hanya memikirkan makanan saja dan tidak terganggu dengan omongan. Terkadang memang bukan sekedar omongan saja melainkan kita menyaksikan beberapa hal yang membuat kita jijik. Ini tidak bisa dihindari karena kita juga tidak bisa lepas dari dunia ini yang penuh dengan berab ja aku ayam hal. Jika demikian kita harus konsentrasi saja dan tidak mendengar dengan hal yang aneh-aneh yang membuat kita bertambah jijik.
Makanya kalau makan kita berdoa dan jangan lupa. Inilah karena salah kita sendiri. Mungkin sebarnya kita harus banyak berdoa dan kita

Ada yang dapat bekerja dengan mudah

Banyak faktor bagaimana seseorang tersebut mendapatkan pekerjaan. Kalau orang yang pandai bisa mendapatkan pekerjaan lebih mudah daripada orang yang tidak pandai. Mereka bisa menggunakan keahlian mereka untuk itu mendapatkan pekerjaan.
Para pemberi kerja atau boss senang dengan orang seperti itu karena mereka bisa bekerja dan membuat perusahaan tambah untung. Karenanya banyak yang mengasah keahlian mereka untk mendapatkan tempat pekerjaan.
Sayangnya banyak yang tidak tahu bahwa ada juga yang harus mereka tahu bahwa mereka mementingkan akhlak juga. Tanpa akhlak mereka akan menjadi orang yang paling pandai dan licin untuk mengawali negara tersebut.
Terkadang kalau orang yang darah tinggi juga mempunyai sikap seolah tidak ridha pada orang padahal senantiasa ini tidak karena mungkin saja orang tersebut terpengaruh penyakit nya. Oleh karena atu kita harus melatih diri agar jangan sampai terpengaruh oleh emosi yang ternyata merugikan orang lain dan juga diri sendiri.

Kereta Cikarang memulai perjalanannya

Hari ini kereta Cikarang beroperasi serasa sudah dua hari yang lalu beroperasi kereta yang bergerak dari arah Cikarang sampai daerah kota tersebut pasti akan membantu seluruh maksudnya sebagian orang yang ada di sekitar Cikarang untuk beraktivitas di kota begitu cepatnya orang bisa untuk ke kota dalam waktu yang sekitar semenit saja inilah yang membuat mobilisasi masyarakat kota tersebut cepat sekali tetapi ada kekhawatiran dari saya bahwa setuju akan membuat kereta tambah penuh karena jumlah penumpang sangat banyak sekali hari ini saja saya rasakan adalah bahwa banyak berdasarkan tidak seperti tahun lalu Mungkin ini karena peningkatan permintaan transportasi di kota saya jadi pesimis juga semakin maksudnya daerah perkotaan tapi menjadikan perkembangan akan stagnan hanya ada kemacetan yang bertambah parah dan tentunya ini akan menambah pasar bagi orang yang bisa menangkap peluang tersebut tetapi kebanyakan suatu inefisiensi mana bahan bakar yang akan terbakar namun tidak menghasilkan suatu gerak atau menghasilkan suatu produksi yang semakin kota lama-lama akan semakin menuju kehancuran ya karena Metropolis saya itu bukan orang gila yang akan meledakkan sebuah kotak seperti yang ada di film film superhero untuk membatasi jumlah penduduk ya harus membunuh sebagian orang dengan suatu virus tetapi ada baiknya kita harus mengurangi penduduk kota dan mau tidak mau harus dilakukan yaitu dengan cara transmigrasi atau perpindahan dari kota ke desa atau dengan program kesadaran dari para intelektual yang ada di Jakarta untuk berpindah ke daerah membangun sisanya minimal desanya tempat asal orang tuanya dari situ akan dibuat suatu pusat-pusat perekonomian yang baru dan akhirnya perekonomian tidak hanya semata berada di Jakarta saja orang jadi suka pada ke daerah karena kebijakan pemerintah meskipun sudah berganti berbagai pemerintahan dari orde lama orde baru tetapi tidak ada niatan untuk hal itu yang ada hanya pemindahan kota saja yang sebenarnya tidak akan memberikan masalah di pindah ke manapun pasti akan penduduk akan mengikutinya apalagi dengan transportasi yang banyak sekarang ini semuanya menjadi lebih mudah orang mobilisasi nya lebih cepat daripada masa lalu orang akan mendapatkan kesempatan untuk mendapatkan uang di mana saja ia berada.

Kesabaran mengalahkan 2 x

walau kadang marah sepertinya mememnangkan sesuatu namun itulah bukan memenangkan melainkan kita sudha kalah. Boleh jadi orang lain takut dengan anda tetapi suatu saat ia akan melawan dengan lebih keras. Atau ia bisa melawan dalam bentu kelembutan.
Semuanya tidakmengenakkan. KAlau kita bisa mengalahkan orang satu kali dengan kemaraham mengapa tidak mengalahkan dengan sebuah kesabaran walau ini sangat berat dan seolah di zhalimi ini mmebuat kita akan memenangkan pertarungan kita dan jangan kahwator kita bukan kalah melainkan kita akan mendapatkan dari kesabaran tersebut mahkota emas.
KIta kadang terganggu dengan sempitnya atau macetnya jalanan yang semuanya ingin terburu-buru untuk mencapai suatu tempat. Bisa jadi mereka sudah merasa meraka ingin sampai lebih dulu dan salip motor sana sini yang membuat orang lain marah. Kalau kita tenang mungkin kita tidak akan marah .
Banyak juga pekerjaan yangharus saya lakukan dan juga saya mmebuat tulisan tetapi saya harus membuat banyak hal mengenai keuangan dan statistik. Ini yang tidak akaulakukan karena kesibukan saya.
Ternyata membaca juga ada batasnya karena kita juga lelah kalau membaca. Pun demikian kalau kita menulis semua ada batasnya karenanya saya lebih suka untuk mengkombinasi beberapa hal pekerjaan dan jangan membiarkan diri saya tidak menulis yang membuat saya menjadi capek. YAh capek karena diam dan diam membuat kita capek.
KArena tidak ada TV kita menjadi diam dan tidak bergerak padahal kita harus bergerak dan beberapa banyak pekerjaan kita bukan hanya sekedar untuk pekerjaan yang banyak sekali bukan sekedar pekerjaan untuk mengisi perut tetapi lebih jauh dari itu untuk mengisi amalan dan kebaikan kita.

Menulis Sambil Browsing

saya memang orang yang mengerjakana keseluruhan kadang ketika browsing saya juga menulis seperti halnya menulis jurnal ini. Saya rasa dengan internet yang lemot kita bisa untuk mengatasi sambil menulis. Tetapi kadang kalau kita tertuju pada mata browsing maka sepertinya kita akan bolak balik meski itu lama sekali untuk mendapatkan halamannya juga terbuka lama kita juga malah melototin halaman tersebut kapan terbukanya. Kita seperti tidak sabar.
KAlau mau menulis yah menulissaja terlebih dahulu. Kadang ada gangguna misalnya kita ingin menemukan fakta bahwa terpong untuk melihat jarak jauh diperlukan berapa meter nah ini menjadi sesuatu yang lain lagi akhirnya sulit lagi dan pikiran terpecahkan dengan hal itu.Akhirnya tulisan tidak selesai dan hanya bisa 100 kata saja.
Dengan ini saya bertekad untuk menyelesaikan tulisan meski saya harus sambil browsing dan saya kira saya harus menyelesaikan tulisan setidaknya 300 kata dalam waktu 15 menit dan saya akan menulsi hal yang lainnya seperti saya akan menulis mengenai hal yang menyangkut pelajaran saya walau saya rasanya sangat malas sekali karena saya rasa saya sudah menulis yang lain saja. Terutama jurnal karena justru ini akan menguatkan saya untuk belajar menulis.
Saya kira menulis lebih baik dengan cara sistematis sehingga kita bisa menyelesaikan dan menghilangkan seluruh hal yang telah membuat kita menjadi malah terhalangi untuk berbuat yang lebih baik lagi . semoga tekad saya dibantu oleh Allah.

Petir menyambar

Siapa yang bisa menduga datangnya petir yang sangat keras sekali di kompleks rumah kami. Kami merasakan petir yang keras meski hanya sekali itu sanggup menurunkan akun listrik yang ada di sekitar kompleks kami. Menang ada yang bisa menaikkan kembali listrik tetapi ada barang yang rusak.
Ada sesat mengapa saya tidak mencabut adaptor tetapi itu hanya khayalan saja. Setiap barang juga mempunyai masanya seperti halnya piring. Kalau bukan kita yang memecahkan piring visa jadi orang lain yang memecahkan piring dan sebaliknya kalau ada orang yang memecahkan piring kita sebarnya tidak boleh marah. Aku kira juga harus mengetahui takdir yang ada dan kita tidak boleh untuk selalu menyalahkan takdir.
Terkadang manusia lebih mudahnya menyalahkan manusia atas takdir yang ada. Bisa jadi itu manusia lain yang lebih mudah untuk dituduh. Apalagi kalau berbicara di belakang maka kata-kata dari mulut dengan mudahnya terlanjur tanpa ada pertimbangan terlebih dahulu. Padahal dosa diancam bagi orang yang suka membicarakan orang lain atau ghibah. Kalau di depan orangnya belum tentu berani untuk berbicara kalau ada bisa jadi berantem yang tidak berkesudahan.
Apa peduli kita pada orang tersebut karena toh orang itu tidak peduli dan tidak akan peduli dengan kita.

Sinyal mati Manggarai

Aku kira bahwa kemarin waktu yang sedang untuk berangkat kuliah namun ternyata sangat tidak mengenakan baju saya karena saya terlambat meski hanya 20 menit saya kira ini seharusnya tidak terjadi sebab saya sudah menyiapkan segalanya sebelum saya sudah memperkirakan tetapi waktu sudah kuperkirakan tidak akan terlambat.
Yang terjadi saya terlambat walau saya sudah niatkan tidak terlambat. Yah sudahlah. Perbaikan sinyal Manggarai membuat ini terjadi. Sebagai pelanggan hanya cuma bisa berharap tidak ada lagi perbaikan sinyal yang merugikan walau kita sebagai pelanggan tidak bisa berbuat banyak dia juga perusahaan kereta api juga sudah berbuat semaksimal.
Perjalanan menjadi semakin jauh tetapi kalau hati sudah dekat seberapa jauhkan akan ditempuh dan dengan mudah sekali kita bisa untuk mengerjakan apapun yang jauh tersebut. Permasalahannya adalah kita sering membuat jauh.
Semoga saya selalu bisa untuk bisa bekerja keras karena saya ingin untuk menyelesaikan segala masalah yang ada sampai saat ini.
Daya rasa saya akan bisa menyelesaikan saya kalau saya tetap bekerja terus untuk memenuhi tujuan hidup saya.
Tentu saya sangat terganggu untuk menjalani hal ini. Saya harus bisa kadang saya sedih kalau ortu juga sakit.

Mengalahkan orang sombong

Terkadang kita menemukan teman kita sendiri yang nyeleneh karena ia melihat kita belum sukses abis kamu sih tidak bekerja keras. Walau kita merasa sudah bekerja keras.. Kalau ada kesalahan yah jelas kita mungkin ada kesalahan tapi kita harus ingat bahwa orang yang sukses sekalipun tidak akan melewati kesalahan. Seperti contoh mungkin saja orang yang sukses dulu salah masuk dalam universitas sehingga ia harus merangkak untuk keluar dan nilainya tidak menjadi cukup tetapi karena ia dibantu maka ia akhirnya bisa masuk.
Tetapi pas sudah masuk ia menjadi sombong dengan hal itu (semoga aku juga tidak sombong dengan menuliskan tulisan ini).
Mereka bilang bahwa orang sukses itu karena alergi keras. Waktu kita minta bantuan aku ingat ia hanya memberikan saran padahal saat itu saran sudah kebanyakan menumpuk di kepalaku padahal saya minta solusi. Dari cara bicara ya sombong sekali. Suatu saat saya ingin membalas saya ingin menghancurkan ya saya akan lihat bahwa kesombongannya akan saya Kalau akan tetapi saya hanya orang lemah seandainya saya juga orang kuat saya tidak akan mau untuk menzhilimibya. Tetap bkin ada menemukan sesuatu yang bisa mengalahkan ya saya bisa mengalahkan nama dengan tulisan saya. Saya tidak perlu berkata sombong balik ada dirinya tetapi saya akan buat tulisan. Nanti suatu saat saya akan membuat tulisan bahwa hidup ini tidak akan seperti yang ia bayangkan bahwa saya ingin tahu bahwa ia sudah sombong ia bisa mengatur hidupnya sendiri. Tetapi suatu saat bahwa ia tidak bisa mengatur dirinya dengan justru aku yang membantunya (walaupun saya tidak berdoa untuk itu) Sedangkan saya saja masih mempunyai saudara yang akan kita bantu.
Yakinkah kalau kita juga akan bisa membuat satu tulisan yang bagus mengenai hal itu.
Dengan tulisan ini saya tidak perlu balas dendam. Kalau suatu saat ia masih sukses saya akan buktikan saya bisa sukses tidak seperti dirinya yang mempunyai kebun yang banyak dan akan ia ia tidak sukses ia pasti lebih sadar bahwa hidup ini tidak bisa dikendalikan oleh orang seperti ia. Kalau di hatiku menginginkan yang kedua tetapi aku sadar bahwa itu hak prerogatif Allah kalau ia bisa menyadari kekeliruannya berarti Allah sayang padanya tetapi kalau tidak maka ia akan terus tersesat dalam kekeliruannya.
Pastinya ia akan sadar kalau bukan di dunia pasti di akhirat. Tapi kalau sadar di akhirat itu sudah percuma.