Pekerjaan yang Mulia

Pekerjaan yang Mulia

setiap insan menginginkan pekerjaan mulia terlebih seorang lelaki.Ia sebagai pemimpin dan minimal memimpin keluarganya maka sudah menjadi fithrah dan kewajibannya untuk mencari penghasilan dari pekerjaan.
Banyak sekali pekerjaan yang bisa orang tekuni namun terkadang orang tersebbut juga mengalami kebosanan dalam pekerjaan sehingga membuat mereka stagnan. Mereka tidak berusaha untuk mengeluarkan diri mereka dari kesulitan seperti itu .
ada rasa capai dengan menghadapi permasalahan seperti itu sehingga mereka tidakmaumelirik lagi. Ini bisa karena suasana kantor yang tidak kondusif yang mempengaruhi orang. Mereka seolah putus asa dan tidak mau bekerja dengan sunguh-sungguh sehingga peerjaan mereka menjadi seolah tidak serius yang melahirkan karya asal-asal, kadang pekerja sudah tidak ada motivasi terlebih kalau penghasilan juga tipis . Padahal seharusnya tidak karena mereka harus terus bersemangat untuk berkarya meski upah kecil.Mereka harus tahu kalau upah kecil itu masih lebih untung daripada mereka tidak mendapatkan pekerjaan sama sekali. Sewaktu-waktu mereka akan mendapatkan upah yang layak ketika mereka bekerja dengan baik.
Kita harus tahu bekerja itu harus. Kita sipakna diri kita untuk menempuh jalan yang tidak mudah. Memang kata siapa ada yang bilang jerha selalauenak dengan passionnya. Tetapi dengan passion sendiri kadang kita juga menhhadapi kebuntuna.
Sepertimisalanya kalau kita menulis tetapi tulisan kita tidak diterima mana sudah banyak sekali waktyu yang kita korbankan. Tetapi ini jelas lebih baik daripada kita hanya berdiam diri apalagi kita sampai meminta-minta orang lain untuk mememnuhi kebutuhan kita.

Kita yang sehat tidak boleh seperti itu.Meminta-minta boleh saja asal bukan untuk profesi setelah kita mendapatkan kebutuhan maka kita harus bekerja dan berusaha untuk

Iklan

Tidak ada Perbuatan yang Percuma

 

Ketika kita berusaha untuk meraih suatu keinginan kita terkadang kita menemukan halangan dan rintangan yang tidak sedikit.Rintangan tersebut dapat menutup kita sehingga kita bisa putus asa padahal kita tidak boleh demikian.
Hal ini akan membuat kita tidak mau berusaha.
Terkadang kita menyerah saja dengan apa yang ada di depan kita. Terkadang untuk jalan ke suatu tempat menjadi malas. Karena kita pikir kalaupun jalan ke sana tidak akan ada hasil yang saya dapat.
Hal seperti ini tidak boleh karena toh kita tidak akan mengetahui apa yang terjadi. KIta tidak tahu apa yang ada di depan. KIta tidak tahu apa yang terjadi.
Banyak orangyang sudah mau menemukan berlian di hadapannya namun tidak jadi karena ia tidak mau menggali sekitar satu meter lagi. Padahal kalau ia menghantamkan beliungnya saja ia akan menemui berlian yang banyak sekali.
Seringkali kita sudah semangat ketika menemukan usaha kita tidak berhasil.
Saya membaca kisah Uwais Al Qorni penududk langit yang ingin bertemu Rasulullah. IA sudah berikhtiar dan berdo’a agar ia berjumpa dengan kekasih Allah Rasulullah SAW namun usahanya tidak berhasil. NAmun Allah tidak menyia-nyiakan usaha yang dilakukannya. pAsti ada pahala dan ganjaran pada Uwais Al Qorni.
Akhirnya setelah beberapawaktu ia berhasil ke MAdinah bertemu dengan Shahabat Umar bin KHatab dan juga Ali bin Abi Thalib. Kedua Shabat mulia tersebut meminta doa dan istighfar pada Uwais Al Qorni
KIta juga jangan menjadi putus asa kalau selama ini usaha kita tidak berhasil. Yakinlah bahwa itu tidak sia-sia. Kalau itu kita tujukan untuk mencari keridhoan pada Allah maka akan menjadi pahala bagi diri kita.
Jangan kita menjudge terlebih dulu sesuatu akan gagal. Bahkan jika peluang masih kecil dan hanya itu yang bisa kita lakukan maka lakukanlah. Kalau ada peluang yang besar maka kita bisa melakukan hal itu.  Semua hal harus kita kerjakan dengan sepenuh hati dan sekuat tenaga untuk mendapatkan cita-cita kita.

Rasio Perempuan yang lebih banyak dari lelaki

Rasio perempuan yang lebih banyak dari lelaki

Kini rasio lelaki semakin mengecil daripada perempuan yang artinya rasio perempuan melebihi dari lelaki. Memang kalau pada akhir zaman sudah akan menjadi seperti ini. Kalau perempuan lebih banyak. Tentu saja ini akan melahirkan sebuah ketidakseimbangan dan kemungkinan akan banyak wanita yang tidak mendapatkan pasangan laki-laki.
Bisa saja anda mencemooh wanita-wanita tersebut memilih tetapi anda harus tahu bahwa wanita tersebut memang tidak mempunyai jodoh sesuai yang ditakdirkan oleh Allah .
Manusia boleh saja berusaha untuk mendapatkan apa saja namun tetap saja Allah yang menentukan keseluruhannya. Kalaupun ada wanita belum menikah memang itu takdirnya.
Memang wanita banyak yang tergiring ke pusaran pekerjaan. Mereka terkadang memikirkan karir yang melenakan. Kanga karir itu mereka juga ingin mmebiayai keluarga. Suatu dilema.
Saya sendiri tidak berhak untuk menilai hal tersebut. Bagi saya saya lebih memilih untukmenilaidirisendiri.
Hidup ini adalah pilihan dan siapa saja bebas untuk menentukan pilihannya tersebut. mereka harus memilih antara yang benar bagi diri mereka. Pada akhirnya setiap manusia akan memilih apa yang menurut mereka bnar.

Jangan berdebat masalah proses

 

Terkadang ingin menuju cita-cita, banyak manusia yang tidak sabar. Kesabaran padahal mutlak diperlukan untuk mencapai cita-cita yang diinginkan selain tentu saja kita membutuhkan usaha keras kita juga untuk menggapai cita-cita. Kita perlu ketekunan dalam bekerja.

Kita tidak sabar saat kita harus bekerja lebih untuk mendapatkan sesuatu yang kita harapkan. Kita sudah menyerah pada ronde pertama setelah kita mengetahui bahwa perjuangan kita sulit sekali.

Sebanrnya kita tidak perlu seperti itu. Kita tahu bahwa kesulitan adalah suatu kepastian yang harus kita lalui. Terkadang orang tidak sabar dan malah memojokkan kita untuk terus mendapatkan apa yang belum kita dapatkan.
Sedangkan yang menjalankan saja masih tenang malah orang yang menonton berkomentar dengan pedasa lagi. Terkadang niat mereka mau membantu namun karena malah membuat orang menjadi kagok. seperti ini orang yang tidak membela temannya.
Tentu kita tidak bisa menjudge orang itu malah mmebuat kita rusak.Kita harus menasihati baik-baik bahwa kita juga menginginkan sama dengan hal yang seperti itu. Adapun kalau kita berbeda pandangan hanyalah mengenai cara saja. Seharusnya keduanya bisa bekerja sama untuk mencapai tujuan yang sama.

Upah rendah tidak boleh merendahkan semangat

 

Boleh saja dan memang lebih baik kalau kita bekerja ditempat di mana upah yang dibayarkan besar atau sesuia dengan keahlian kita. Tetapiseringkali kita menerima upah yang dibawah kita karena supply pekerja banyak sekali sedangnkan demand atau permintaan terhadap pekerja menurun.
Ini terjadi di negeri kita juga konon tenaga asing didatangkan. Ada dugaan tenaga asing juga mengambil lahan pekerja bukan ahli di Indonesia. Hal seperti ini seharusnya menjadi perhatian. Kalau tenaga dalam negeri saja bisa bekerja mengapa asing. KAlau orang dalam negeri pasti uangnya masuk ke negeri sendiri. Pendapatan negara akan teangkat dengan meningkatnya konsumsi akan meningkatkan pendapatan negara juga.
Ya, kita hidup dimana dunia pekerjaan sempit sekali. Selalu diwacanakan membuat usaha sendiri agar bisa mengatasi pengangguran yang demikian banyak ini.
Untuk bekerja memang kita harus menuruti perintah boss dan kita akan mendapatkan gaji kalau di akhir bulan atau kalau kita sudah menyelesaikan pekerjaan. Sayangnya namanya uang pasti terbatas sekali. Keuntungan perusahaan terbatas dan kita akan mendapat keuntungan terbatas.
Lain halnya dengan kalau kita mau berbisnis atau mau berusaha maka akan banyak ada peluang yang bis akita dapatkan dari usaha tersebut. Bukankah orang bilang 9 dari 10 pintu rezeki itu adalah berdagang.
Kalau kita berdagang kita bisa meluaskan rezeki kita dan banyak jaringan pertemanan. Hanya saja memang berdagang harus tekun dan sabar. Sabar sesaat adalah sebuah kemenangan.
Tentu saja kita bolehkok untuk memperjuangkan apa yang menjadicita-cita kita. KIta harus mendapatkan apa yang kita inginkan sepanjang itu dicapaidengan cara yang lurus jujur dan tidak memakai cara-cara kotor untuk mendapatkan sesuatu.
Kita juga jangan lupa berdoa untuk mendapatkan apa yang kita inginkan. Tentu saja aku ingin menjadidosen di PTN meski tidk mungkin lagi saya mendapatkan status dosen tetap di perguruan tinggi namun saya bisa mengajar di tempat itu sebagai dosen tidak tetap.
Saya akan mengajar di tempat lama namun tetap dibatasi karena saya rasa di tempat lama saya tidak bisa untukmenimba banyak ilmu. KAdang kita menjadi malas dengan keadaan yang seperti ini saja.

Hati dengan Semangat Baru

Hati dengan semangat baru
Mungkin di tulisan yang baru saya sering menuliskan dengan semangat yang baru. Ini hanya bermaksud untuk meninggikan atau memicu semangat menulis yang semakin kendor karena kesibukan yang tidak terarah.
Awalnya yang penting sibuk saja karena kalau pikiran tidak sibuk itu berbahaya bisa berfikir yang bukan-bukan. Terkadang juga pikiran yang kosong tempatnya ISYq. Pikiran kita tidak akan kosong dan akan selalu isi. Boleh jadi kita melupakan seorang kekasih yang baru namun itu akan mengingat pada kekasih yang lain. Semuanya akan bergantung siapa yang akan kiita cintai.
Untuk itu kita harus menjamin otak kita selalu bekerja dan kita harus juga mengingat Allah. Kebanyakan manusia hanya mengingat Allah ketika sulit walau ada juga yang tidak mengingat Allah ketika sulit. Yang penting bagi kita adalah mencoba mengingatnya terus. Memang orang pada lupa diri pada saat senang sehingga mereka mengabaikan Allah sementara pada saat sedih mereka mengingat.
Saya memandang penting rutinitas walau saya seorang pekerja lepas yang tidak suka runitas. Rutinitas menjaga kita untuk selalau berbuat konsisten. Terkadang kalau kita menemukan sebuah masalah maka kita menjadi malas untuk melakukan sesuatu.
Kalau kita mempunyai rutinitas maka kita akan mengerjakan terus dan tanpa henti. Seperti saya programkan membaca buku tafsir Al-qur’an 10 halaman buku atau lima lembar. Ini jumlah yang sedikit tetapi Alhamdulillah saya membacanya rutin. Aku kira ini menjadi lebih baik. Ketika saya mempunyai pikiran berat saya mungkin sedang down dalam menulis namun saya tetap membaca buku tersebut walau dengan konsentrasi yang kurang dari keadaan “normal”. Aku pikir aku harus baca terus dan tidak peduli dengan keadaan atau permasalahan.
Pemrasalahan harus kita selesaikan. Untuk itu aku harus mempunyai program. Program tersebut akan bisa untuk saya jalankan dalam jangka pendek, menengah dan jangka panjang. JAngka pendek aku harus siapakan lebihbanyak lagi karena ini dalam waktu yang singkat seperti tahun depan saya harus menjadi doktr berarati setidaknya saya harus menyiapkan pertama test TPA, dan bahasa Inggris. Hal yang paling penting adlah propsal penelitian. Ini yang akan menjadikanbahan ujian ketika kitaingin masuk program doktoral.
Tentu saja saya harus menyiapakan juga beberapa hal mengenai mata kuliah yangharus saya tempuh dengan demikian saya akan bisa menyelesaikan doktor dalam waktu sekitar tiga tahun dan itu mungkin bagi program doktor di Indonesia.

Suasana Hati Kita Mempengaruhi Tulisan

Jangan pikir kalau tulisan hanya tidak bernilai apa-apa. Tulisan juga bernilai emosi dan kadang bisa membuat orang tergugah hatinya. Cerita yang sedih membuat orang menjadi sedih. Ia bisa menjadi mengeluarkan air mata hingga ia bisa terisak menanggis. Terkadang ia bisa menjadi melankolis yang bisa menyebabkan menangis. Menulis adalah sesuatu yang mampu mengubah orang. saya pernah mendengar kalau kata-kata yang ada dalam tulisan akan merubah warna dari manusia. Inilah kehebatan dari kata-kata.
Atau sebuah cerita lucu membuat kita menjadi tertawa terbahak-bahak dengan itu. Hati yang tadinya pedih maka akan menjadi senang sekali.
Terkadang kalau menulis yang sedih hati menjadi sedih juga. Kadang itu membuat saya menanggis. Aku sadari kalau menulis juga harus mempunyai jiwa yang kuat yang mampu menghadang dari perasaan yang sedih. Kalau ia sedih akan terbawa dan yang tadinya sedih maka akan makin sedih.
Kalau jiwanya tidak kuat maka ia menjadi sedih terus. Ini yang sebenarnya tidak kita inginkan dalam hal ini. Oleh karena itu kalau menulis juga harus menguatkan terlebih dahulu sebelum ia menulis.Memang kalau terbawa akan justru seru dengan suasana yang semakin menyedihkan tetapi apa gunanya kalau menulis anda sedih. Bukankah anda menginginkan kebahagiaan ?
Memang ada happy ending namun tetap saja anda akan sedih ketika berada di saat anda menuliskan kesedihan.
KIta harus tahu bahwa kalau kita juga bergantung dengan takdir yang sudah dituliskan oleh Allah SWT.
Kita harus yakin bahwa baik sedih maupun gembira harus kita jalani. Sesudah kesedihan pasti akan ada kegembiraan seperti adanya malam dan siang. Hal itu silih berganti.
Walau cerita dalam novel selalu happy ending namun ada lika-likunya selalu.
KIta harus pahami tersebut ini mengingatkan saya kalau kita harus tersenyum dengan keadaan apapun yang kita alami. Kalau bahagia tentu tidak akan sulit untuk tersenyum sebab memnag pada dasarnya manusia bergembira kalau ia tersenyum. Tetapi kalau orang yang bisa tersenyjm saat sedih mungkin tidak ada yang banyak.
Justru inilah aku berusaha tersenyum untuk menghilangkan kegelisahan. KIta harus ahu bahwa semua kegelisahan itu sementara karena kegelisahan sendiri itu tidak ada yang abadi. Suatu saat kegelisahan tersebut akan berganti dan yakinlah hal itu.
Kegelisahan juga sering karena hati ini yang kosong dari mengingat Allah. JIka hati ini terisi maka tidak akan gelisah. Hal lain juga yang penting adalah kepasarahan kita pada Allah yang total. Ini sulit bagi tiap manusia. Kita bisa yakinkan bahwa Allah tidak mungkin mendzholimi diri kita

Jangan Lepaskan Kekonsistenan

Jangan lepaskan kekonsistenan

Semua orang berusaha keras namun tidak semua yang bisa mendapatkan kesuksesan. Ada yang padahal sebentar lagi dapat menembus bongkahan tanah yang bernilai intan mutu manikam namun karena berhenti ia tidak mendapatkannya. Sikap ini karena ketidak konsistenan dalam mencari sesuatu atau memperjuangkan sesuatu.
Oleh karena itu banyak yang gagal sebelum mendapatkan tujuan yang ingin dicita-citakan. Di dunia kita melihat banyak hal seperti itu. OLeh karena itu orang yang sukses hanya sedikit sekali daripada orang yang gagal.
Tetapi ini bukan sebagai sebuah apologi kalau kita tidak bisa sukses. Tidak seperti itu. Setiap orang bisa sukses dan dalam meniti jalur sukses itu berbeda-beda masing-masing tiap orangnya.
KIta harus konsisten dengan apa yang kita kerjakan karena sudah semakin jauh yang kita perbuat maka akan semakin lagi kita sulit untuk memulai sesuatu yang baru.
Memang ada kalanya kita harus mencari sebuah jalan kesuksesan yang kita tempuh harus memutar haluan. Kalau kita sudah tidak lagi merasa bahwa tempat yang kita usahakan tidka memberikan suatu hasilyangseusia dengan keinginan kita atau kita serpertinya sudah mencoba tapi tidak berhasil.
KAlau kita berpindah

Dosen bukan Profesi PIlihan

Mungkin bagi kebanayakan orang dosen bukan profesi pilihan karena penghasilan yang memprihatinkan. Penghasilan dari dosen masih kalah dengan upah buruh namun tentu saja seorang dosen bisa meningkatkan penghasilan kalau mengajarnya tambah banyak. Tidak seperti buruh yang tidak meningkat gajinya.
Juga pekerjaan dosen juga lebih ringan karena tidak harus bekerja keras namun tentu saja menggunakan pikiran. Pikiran seorang dosen harus diputar untuk menyajikan materi ke depan kelas. Tentu saja sebagai dosen harus selalu memenuhi isi kepala dengan materi-materi yang diperkaya dengan aplikasi dari pelajaran dipekerjaan sehari-hari atau di dunia pekerjaan.
Lain sekali dunia pekerjaan dengan dunia akademis yang sempit dan kadang sulit menjangkau terlebih bagi dosen yang belum pernah bekerja di luar kampus. DUnia bisnis sangat berbeda sekali dengan dunia akademik.
Oleh karena itu terkadang seorang dosen penting juga untuk merasakan dunia pekerjaan. Saya sendiri seringkali untuk bekerja di konsultan keuangan. Dengan profesi ini sedikitnya membantu penghasilan saya yang sedikit sekali.
Memang dosen juga mempunyai banyak peluang dalam penelitian namun terkadang hanya terbatas sekali. Bagi yang mempunyai keahlian dalam bidang penelitian maka mereka pekerjaanya meneliti terus daripada harus menghadapi mahasiswa yang benggal di dalam kelas lebih baik untuk menghadapi kesulitan maupun kerumitan dalam penelitian.
Tetapi kadang penelitian juga mengandung unsur birokrasi yang sangat menyulitkan bagi kita. Terkadang kita harus memotong anggaran dan berbuat menghemat kalau penelitiannya dengan anggaran kecil.
Memang yang paling bagus berdagang.Ini profesi yang merupakan9 pintu dari 10 pintu rezeki namun kadang awalnya sangat susah sekali untuk berdagang. Terkadang harus menawarkan barang tanpa malu-malu.

Tetapi setelah berusaha berdagang keuntungan akan datang ataupun merugi. Selama kita berusaha kita akan mendapatkan keuntungan atau kerugian. Bagi yang tidakmau berdagang pasti tidak akan merugi tetapi juga pasti tidak akan untung. Ia hanya menunggu dan menunggu. Akhirnya ia tidak pernah tahu bahwa riziki dia dimana. Kita ahnya akan tahu setelah kita mencobanya. Seblaumnya kita tidakakan tahu.

Mengajar jangan banyak harap dapat uang banyak

Mungkin banyak yang berfikir kalau profesi dosen adalah sesuatu yang sangat membanggakan dengan penghasilan yang besar sekali. NAmun kalanya itu kita kecewa kalau ternyata memang kita tidak mendapatkan hasil sesuai dengan kenyataan.

Memang banyak sekali uang yang kita keluarkan untuk menjadi seorang dosen. Pengorbanan yang dilakukan besar sekali karena kita juga harus belajar dalam waktu yang banyak sekitar setidaknya membutuhkan waktu 4 tahun s1 dan 2 tahun S2. Belum lagi kalau melanjutkan S3.
Untuk itu seorang dosen mengeluarkan banyak uang. tetapi bagi yang beasiswa lain.
Saya ingat kalai kata KH Makmun Zubair agar seorang guru dan dosen mempunyai bisnis agar ia tidak berharap pada gaji saja. Ya benar apa yang dikata oleh sang kiai.
Terkadang ada dosen yang mau pindah untuk bekerja karena upah tidak manusiawi di tempat bekerjanya atau temat mengajarnya. Upah di tempat mengajarnya dibawah UMR atau petugas oranye di ibukota. Ini tentu tidak wajar. Kalau demikian pindah kadang juga tidak menjadi solusi karena terkadang sulit juga pindah. Hanya saja kalau kita pindah bedanya tidak seberapa. Kalau mau untuk suatu yang hebat maka kita harus jug alebih hebat. Segelintir perguruan tinggi juga memberikan upah yang besar tetapi itu hanya segelintir saja. Kalau mereka memberikan upah yang lebih besar.
Lagian kita harus berusaha untuk mendapatkan yang terbaik. Lebih baik kita berusaha dengan usaha yang lebih baik. Kalau kita berdagang saja itu adalah pintu rezeki yang lebih besar daripada bekerja. Oleh karena itu ada dosen yang  mencari sampingan dengan beberapa hal. Mereka berdagang apa  saja dari mulai buku,  pakaian, peralatan dan lain-lain. Asal hala saja. Jangan gunakan posisi sebagai dosen untuk membuat orang membeli barang atau produk anda. Dari awal kita niatkan berdagang untuk mencari penghasilan.

Jangan kita dikotonomikan sesuatu dengan berdagang yang mau cari untung saja. Berdagang juga mencari nafkah selama kita sesuai dengan jakur yang berbeda. Tidak usah malu dosen untuk berdagang.