Pria Pengendali Hujan

AKu berjalan dengan cemas. Mendung di atas awam yang gelap gulita. Awan yang tadinya putih kini menjadi hitam. Ada pergerakan awan yang menghitam menuju wilayah kami menutupi.
Aku tahu akan hujan namun ujan belum turun. aku kahwatir ini adalah bencana seperti yang diberitahukan Rasululah karena akan datang aab kalau ada awan mendung.
Aku berdoa’tidak. lebih baik hujan aku kira daripada tidak hujan. PAsti ada awan hitam yang membawa penyakit kalau tidak hujan.
Indekos tempatku masih berjarak 100 m lagi. Jalan aspal yang tajam tersebut menjadi setia perjuanganku menuju kampus yang kami cintai. saya rasa saya tidak akan sempat dan aku mencoba untuk berlari namun percuma saja karena aku kira itu tidak akan membuat saya tertolong. Saya akan terkena hujan.
saya jalan santai dan saya merasa biar saja hujan khan nanti bisa mandi di kos ternyata tidak saya tidak terkena hujan. Nah saya kira saya bisa mengendalikan hujan.

Suatu hari aku sedang pergi . Aku rasakan aku bisa menahan hujan gak bawa payung. hari gelap orang sudah memeringatkanku tetapi aku keukeh kaena aku pikir aku bisa mengendalikan hujan.
alau aku bisa mengendalikan hujan maka aku jadi apa? Memangnya aku mau menjadi Penguasa alam? Itu hal yang aku hindari dan tidak ada dalam sedikitpun pikiran untuk menjadi sang Khalik.
Hujan turun saat saya di tengah jalan. Allahumma Shoyiban Thoyyiban. Ya Allah aku sudah sombong. Hujan ini mudah-mudahan menghapus kesombongan. Aku tersenyum dan menyadari bahwa Allahlah yang hanya bisa mengatur dunia ini.

Saya ingin memasarkan cerpen saya

setelah setahun atau tiga bulan ini saya insentif menulis novel, saya berpikir perlu kiranyan untuk mmepromosikan diri sebagai penulis cerpen di media-media cetak.Kalau media onlina sih sudah sejak setahun alau di kompasiana. Saya menghasilkan beberapa cepren yang terus terang saja belum menghasilkan pembaca yang setia.
Di kompasiana di rubrik fiksiana saya juga sering membaca cerpen-cerpen orang lain yang bagus-bags kadang saya kira itu seatara dengan penulis cerpen di media cetak.
Tentu saja saya mau mmebuktikan untuk mendapat tempat di media cetak karena saya akan menjadi terkenal (eeeh bukan maksudnya gitu maksudnya mendapat penghasilan yang layak dari menulis). Saya kira dengan menghasilkan cerpen di media saya bisa menarik nama saya atau mengerek nama saya menjadi seorang peulis yang baik.
Tentu saja nantinya cerpen-cerpen saya akan menjadi modal saya untuk mengadu nasib di media buku. Mungkinkah penerbit buku akan tertarik pada cepren yang ditulis oleh cerpen yang mempunyai tempat di media cetak. Saya rasa ada benarnya saja. Tetapi kalau tulisna buku kita jelek dan tidak sama dengan cerpen kita yang di media tentu saja penerbit tidak akan menerima buku kita.
Kalau demikian kita harus mempunyai kulitas yang sama anatara cerpen yang kita tulis di media dengan cerpen yang kita tulis untuk penerbit. oh ya lebih tepatnya novel karena para penerbit pada saat ini jarang menerima kumpulan cerpen kecuali untuk cerpen anak-anak. Sekitar bulan lalau saya sudah mengirimkan naskah cerpen untuk anak-anak. Mudah-mudahan mendapat ati di anak-anak.
Memang sangat penting bagi saya untuk mengirimkan cerepen ke media.
Saya kira nanatinya saya akan memperkenalkan diri sebagai seorang penulis fiksi yang terkenal dan karenanya saya harus mempromosikan diri di media cetak. Saya harus membuta tekad misalnya smeinggu saya harus kirim cerpen atau dua mingu.Mungin ini akan membuat saya disilin. Karaena tersu terang saja banyak kerja saya yang terbengkalai karena bais nulis mau pindah yang ke lainnya yang membuat saya tidak fokus karenanya saya mau fokus dulu baru menyelesaikan penulisan yang lain.

Berleha karena referensi

Kalau kita mencari bahan kadang kita tergoda untuk mencari bahan yang lain. Misalnya saya mencari bahan mengenai berapa jumlah kompi dalam tank atau tank company. Saya tidak langsung mendapatkan jawaban yang pas karena saya mencari dengan google seperti kata tank terlebih dahulu. Di sana saya mendaptkan bahwa ada beberapa halmengenai tank kemudian saya tergoda untuk mencari kata flame thrower tank. Itu saja bisa menghabiskan waktu beberapa menit dan akhirnya saya balik kembali mencari company tank yang berisi 13 tank untuk Rusia sengankan untuk tank-tank eropa berukuran sekitar 10 tank.

Setelah itu bukan godaan lagi namanya kalau tidak menggoda. Sayapun membaca mengenai tank tersebut dan memang menambah pengetahuan terutama nantinya akan saya buat untuk menggambarkan tank pada novel yang sedang saya kerjakan.

Tapi setelah mendapatkan bukannya mengerjakan kembali malah melihat media sosial lagi. Waduh… memang godaaan internet ini besar sekali. Kita sangat senang melihat status orang lain walaupun kita sendiri tidak membuat status. Memang ada kebaikan dalam status-status tersebut seperti mengajak kita untuk beribadah dan bersabar namun tetap saja menghabiskan waktu. Kadang saya bisa menghabiskan 30 menit atawa setengah jam untuk ini saja .

jelas bahwa perbuatan kita di internet menghabiskan waktu dan kita jadi tidak fokus dalam kerjaan . Oleh karena itu kita harus terlebih dulu menentukan informasi apa yang mau kita cari. Kita catat terlebih dahulu dalam catatan dan kita buat checklist. Kalau kita sudah selesai, langsung kita matikan internet dan kita bisa saja bermain social media namun kita harus menjaga waktu juga.

main-battle-tank-885349_640

sumber pixabay

Mengedit Dan Mengimajinasi tulisan

Saya seringkli sulit untuk membayangkan dalam menulis padahal dengan imajinasitersebut kita bisa akan menulis lebih banyak dengan kata.kalu kita menulis armada kayu apa yang mau kita ingat .Mungkin sekumpulan kapal-kapal yang terbuat dari kayu.Bagi oang satu armada itu apa artinya.Mungkin penulis bermaksud mengartikan armada itu adalh rombongan kapal. nah kalau rombogan itu bagaimana apakah kapalnya besar-besar semua.
Kalau soal bayang membayangkan memang sulit sekali bagi orang yang baru nulis terutama saya sendiri. Kemarin setelah saya edit beberapa kali saya bar bisa membayangkan ternyata banyak kata-kata yang memang tidak terbayangkan oleh kita sendiri.
Oleh karena itu kita bisa terus menerus mengulang untuk membaca karya kita. Bahkan saya sengaja untuk mengedit sekali saja dlam satu waku kemudian saya teruskan karena amksudnya adalah untuk mencari ide-ide ang baru. akdang kalau tulisan sengaja kita diamkan kita akan mendapatkan ide yang baru yang lain dengan sebelumnya.
Karena sebelumnya kita sudah menetapkan apa yang kita tulis. Jadi sulit bagi kita untuk merubah tulisa kita yang sudah kita buat dengan ide yang baru
Memang kalau namanya cerita bisa berkembang idenya.Kadang ketika kita sudha memutuskan jago kita mengalahkan lewat pertempuran dan dengan sekali jrus langsung kalah namun kita merubahnya.Mungkin sebainya kita tidak merubah karena kalau kita meruahnya nanti kia akan sulit lagi. Akan ada ketidaksigkoran antara tulisan bagian depannya dengan tulisan bagian belakangnya.
Justru ide-ide ini yang bisa kita buat ceritanya di bagian lain.KAlau mau tokoh yang sama kita bisa ceritakan dan kita tinggal gampang saja untuk mengulang cerita namun jangsan sampai menyalin karena pembaca anda jelas akan menjadi binggung