Menulis dan Menebarkan Manfaat

Saya membaca sebuah blog yang cukup menginspirasi dari O Solihin. Ia menyebutkan bahwa ada yang menulis cuma untuk melampiaskan kekesalan. Saya juga pernah membaca ha ini bahwa menulis memang bisa menjadi terpai bagi orang yang terkena stress.

Yang paling saya gairs bawahi dari artikel tersebut adalah kita harus menebarkan buku. Kita jangan menulis saja namun kita tidak bisa tebarkan. Kalau menulis memang mudah. Seperti saya sadari bahwa saya sudah menulis ribuan artkel namun belum ada satupun buku yang terbit.Memang setidaknya saya mempunyai lima naskha yang siap terbit namun belum ada yang mau bersedia menerbitkannya.

Saya memang harus membangun nama atau citra terlebih dahulu dengan menafaatkan blog-blog dan onine. Dengan demikia saya mendapatkan kepercayaan dari para penerbit buku.

Memang membangun blog itu bukan pekerjaaan yang mudah namun kita harus bisa membagi waktu untuk mengajar.Yang membuat saya menjadi malas membuat blog adalah traffic atau kunjungan pembaca yang masih sedikit sekali. Seorang teman memotivasi untuk terus menulis saja karena suatu saat saya akan berhasil. Hanya saran teman saya ini saya tidak gubris.

Saya sudah menekatkan untuk menyelesaikan tulisan saya baik dari novel, buku statistik dan buku studi kelayan bisnis. Aku harus sinkron untuk mengerjakan pekerjaan tersebut.

Memang nama juga penting.Saya melihat beberapa penulis komik menjadi terkenal setelah terkenaldi faceboook. Jadi kita tidka boleh meremehkan peran social media seperti twitter, facebook, dan saudaranya.

Perasaan merugi waktu atau biaya memang tidak terelekakkan.Bukankah kita menulis membutuhkan waktu dan kita membutuhkan komputer yang ada lsitriknya. Artinya kita mengeluarkan uang untuk menulis juga. Kadang rasanya sedih pegorbanan kita tidak berharga dan bundelan buku kita hanya menjadi arsip saja.

Tidakperlu merasa seperti itu . Aku yakin pengorbanan akan berbuah manis. Setiap tulisanu akan menjadi berharga. Aku dapat menebarkan manfaat dan aku mendapatkan nafkah dari buah pikiran (gak munafik bahwa aku butuh pekerjaan sebagai penulis)

Yang paling ku arahkan adalah dengan mempromsikan diri. Kalau kita menulis buku belum tentu ada yang membacanya sebaliknya kalau blog sudah pasti biar dalam hitungan jari. Dari mereka , mereka akan menyebarkan mengenai tulisan kita dan mereka akan menerima manfaat dari kita.

Tentu saja penulisan ku tidak aku lupakan. Aku tetap menulis buku. Memang sempat terganggu akibat proyek. Iilah yang sebenarnya yang harus saya waspadai yakni kegiatan-kegiatan yang tidak jelas. Kita tidakbisa menghindari kegiatan seperti itu ya menyiasatinya adlaah jangan kita pernah menyia-nyiakan waktu. Kalau kita senggang kita menulis namun bukan berari juga ini mengorbankan waktu santai kita. Kalau waktunya santai maka kita juga harus santai karena tidak ada gunanya kerja seharian.

Iklan