Bahasa Arab Belum Dulu

kemarin sabtu (22/8/2015 atau 7 Dzulqaidah 1436) kami mengadakan rapat dengan Institut. Saya mendapat lima jam sesi mengajardari jurusan Tekhnologi Informasi, Sistem Informasi serta Akuntansi. Saya tidak lagi mendapat mata kuliah dari program studi manajemen.Mungkin pimpinannya sudah tidak percaya lagi karena kesalahanku ini tentang penilaian.Pimpinan memang pernah memanggilku.

Yah sudahlah, bagiku ke depan adalah memperbaiki cara mengajarku yakni perbaikan yang selalu dilakukan sampai akhir hayat. Aku harus menjadi lebih profesional lagi .

Yang penting rencanaku untukroad to doctor tidak terhenti. Aku harus maju lagi dan sekarang aku akan membuat buku yakni statistik deskriptif serta statistik probabilitas memang buku ini untuk fakultas ilmu komputer saja berbeda dari displin ilmuku sebagai dosen ilmu manajmen keuangan. Tetapi dengan penulisan ini saya akan menjadilebih paten di bidang statistik.

Hanya saja masalah yang selalu menghantui adalah menulis angka-angka statistik dalam  microsot Word. Memang sudah ada soerang kolega yang menyarankan untuk menggunakan software yang dapat memungkinkan menulis angka -angka dengan rapi dan dapat dikespor ke  word atau powerpoint.

Setidaknya memang sih aku menulis baik itu untuk buku atau tidak sebab saya kadang seperti kekurangan bicara kalau saya ada di depan kelas. Saya sudah siap dengan slide namun tidak juga. Kalau jadwal 2 jam tapi saya sudah menyelesaikan 1 jam. Saya juga merasa gak enak pada institut karenanya selama ini aku memperbanyak latihan saja agara anak-anak tidak bosan dengan pelajaranku dan aku   juga bisa memberikan banyak pelajarn bagi mereka.

Kayaknya untuk bahasa Arab saya belum dulu. Lokasi yang cukup jauh dan selama tiga hari, aku harus ke sana membuat saya berkonsentrasi pada tahsin terlebih dahulu. Aku rasa aku tidak sanggup untuk menyelesaikan berbagai pekerjaan. Bahkan proposal belum sama sekali saya buat. hadeuhhh pusing dah.Pekerjaan hanya berkisar novel dan membuat buku studi kelayakan bisnis.

Aku juga jadi ragu neh.Apa aku terlalu ambisius? Padahal belum semuanya saya kerjakan. Belumnya melakukan to do list hanya menyadarkan to do list dalam hati memang membuat target tidak tercapai. Tapi ini memang lumayan (bukan mau memuji saja). Kali ini saya bisa bekerja terus tidak sperti dulu cuma bisanya mimpi saja.

Kalau bahasa Arab tanpa tahsin mungkin akan membingungkan belum lagi programku untuk mendengar murattal. Aku rancang ini setidaknya 40′ dalamsehari atau sekitar setengah atau satu juz.

Bagiku ini pilhan yang berat , aku pesimis memang bisa menyelsaikan buku sebab yang dulu juga belum selesai. Aku lebih suka kursus namun kursus memang memakan waktu walau biaya tidak karena ini gratis. Tapi aku tetapkan saja aku tidak kursus untuk kali ini kalau tahun depan Insya Allah bisa.

Tidak Perlu Kerja Seharian

Kita tidak perlu bekerja seharian seperti yang selama ini saya lakukan.Waktu masuk S2 saya hampir belajar seharian yang membuat nilai saya biasa-biasa saja dan semester esoknya saya menjadi malas sekali. Ini khan efek dari bekerja terus menerus. Saya juga belajar pada hari minggu seolah tidak ada waktu untuk istirahat.

Yng penting adlah kita merencanakan pekerjaan tersebut. Kita membuat daftar-daftar list yang sampai hari ini belum saya buat. Mungkin saya buat manual saja karena printerku juga belum berfugsi. Daftar list ini nantinya akan memuat berbagai pekerjaan yang harus saya buat.

Pekerjaan ini saya yakin belum menghasilkan uang namun esoknya saat menjadi doktor saya akan memanen banyak uang karena pekerjaanku. Pada saat ini memang saya lebih bayak berkorban untuk menyelesaikan beberapa pekerjaan.

Kata soerang dosen yang juga blogger bawah kita tidak perlu untuk tergiur dengan tawaran pekerjaan yang menghasilkan gaji yang gede. Ia berkeyakinan bahwa kalau seorag dosen akan mendapatkan peghasilan pada saat lulus S3 atau tingkat Doktor.

Mudah-mudahan apa yang dikatakannya benar sebab jika tidak saya sudah menginvestasikan waktu dan biaya saya untuk menjadi seorang Doktor. Aku yakin kalau kita tidak berbuat maka nantinya apa yang mau kita panen.

Kembali lagi pada masalah kerja seharian. Kita ini hidup juga harus berimbang artiya kita tidak mungkin bekerja seharian hanya untuk menuju satu cita-cita padahalkita mempunyai hak untuk makan, tidur, main, silaturrahmi dan lain-lain.

Kalaupun kita ibadah saja maka itupun tidak benar karena kita mempunyai tanggung jawab hidup di dunia. Orang tua harus menghidupi anak-anaknya.

LAporan pada hari ini juga terlambat karena jaringan internet yang lemot atau pas saat kouta habis biasanya internet melambat. Aha, ini jelas akal-akalan providernya. Kemarin novel dan buku studi kelayakan berjalan lacar dan sesuai target tingga mengeditnya saja.

Bahkan blog tentang ayam backyardpen juga selesai. Setidaknya selesai tiga artikel. Tapi hati menjadi miris juga sebab sudah enam tahun kok belum belum menghasilkan uang yang layak. Memang blog menjadi bagian rencana pekerjaan saya

Saya aka lebih menulis masalah literasi keuangan atau belajar keuangan dasar namun tentang ayam saya juga tidak berhenti. Kalau blog ini sarana untuk membuat kita terkenal. Kita jangan dulu mengharapkan uang karena memang uangnya tidak ada.

Mungkin karena tidak ada uangnya maka motivasi untuk membuat blog ini tidak sekecang membuat buku. Padahaltoh kita tidak tahu apa yang membuat kita berhasil nantinya karena tidak ada seorangpu yang akan tahu apa yang menjadi hasilpekerjaanya.

Membuat jurnal juga sudha walau hanya 1/4 halaman karena maslah printer saja. Kalau printer ada maka dengan mudah saya akan membaca banyak jurnal.

MEncoba Mengatur Waktu

Memang Pekerjaan saya berat walau hanya ngajar mata kuliah. Saya kini bertekat seperti di post lalu ada beberapa pekerjaan. Tentu saya akan mengutamakan yang paling utama adalah mengajar dan tidak lupa ibadah. Saya ada target juga dong.

SAya akan mencoba jadwal yang sangat ketat dengan pemberian ketat pada kegiatan yang “kurang perlu” seperti menulis blog dan artikel serta menulis novel sedangkan kegiatan prioritas adalah mengerjakan powerpoint serta membuat bahan kuliah. Aku khan nanti malu kalau kita mengajar tapi tidak ada persiapan. Bisa-bisa kta cuma omong doang atau omdo. atau kita seperti tukang sabun saja yang berbusa mulutnya tapi tidak didengar oleh mahasiswa.

Setelah itu baru aku membicarakan jurnal karena jurnal ini sangta penting sekali. Kalau kita tidak menulis jurnal maka kita bisa dianggap dosen abal-abal saja yang tidakk mau menggembangkan ilmju.

YA Allah Mudah-mudahan Engkau lancarkan

Catatan haru ini karena terlalu browsing yang gak keruan saya jadi menghabiskan banyak waktu dan hanya menghasilkan satu post blog saja serta 400 kata novel. Mudah-mudahan besok menjadi lebih giat lagi. Amiinn.

Oh ya tadi sih saya resah karena pikiran mungkin nanti saya tidak terllau memikirkan keytika kerja .