Di pucuk Pohon Palem

bird-234664_640Pagi yang cerah. Walau langit masih hitam karena matahari belum menampakkan seluruh badannya. Memilih berangkat pagi daripada harus berdesakan di kereta atau memlih jalur bis yang macetnya minta ampun. Kalau saya menggunakan bisa maka saya bisa terlambat dan itu juga disambung dengan kereta lagi.
Lebih pagi mungkin rasanya lebih baik karena saya bisa lebih awal datang yang berarti saya biasanya mengerjakan beberapa pekerjaan. Sebelumnya saya pasti main game tentang detective. Tapi kali ini game lagi menunggu laporan teman sehingga saya mengerjakan kasus yang lama dulu.
Ada burung kutilang yang mencengkram pucuk palam yang menjulang ketas. Kakinya mencengkram secara menyamping.aku pikir cengkeramannya cukup kuat.Ia menyanyi dengan kerasnya seolah ongin berkata pada lainnya bahwa aku ini penguasa wilayah ini. Ternyata burung kutilang tidak juga mau bernyanyi di pucuk pohon cemara seperti nyanyian anak-anak masa kita kecil.
Hidup ini memang harus kita busat senang. Kalau kita mengeluh maka kita tidak akan bisa mendengar suara burung yang berkicau.
Kita tidak akan bisa menghirup udara yang segar di pagi hari. yang kita pikirkan adalah macetnya naik kendaraan umum.Kadang berdesakan yang membuat sakit badan dan yang lebih penting lagi sakit hati.
Kendaraan umum memang mengajarkan kita berbagi.Kita juga harus mengetahui perasaaan orang. Mereka juga sedang membutuhkan suatu alat atau wahana yang dapat mengantarkan mereka ke tempat mencari nafkah.
Sempat saya terdorong dan saya tergeser oleh orang tua yang tidak sabar dalam menuruni kereta padahal tempat itu adalah statiun besar yang artinya kita tidak perlu berburu-buru untuk turun. Yah tap aku maklum saja mereka mungkin mengear kereta jurusan yang lain sehingga mereka harus buru-buru.
Kalaupun kita punya kendaraan pribadi, kita juga harus bisa tenggang rasa atau tepo seliro pada orang lain. Sesama pengguna jalan harus menghormati dan menghargai. Kalau ada yang menyelak mungkin kita kesal tapi tidak usah diributin karena kita juga kadang selak orang. Semua kesalahan harus bisa di selesaikan secara baik-baik saja.