Aku harus menggambar peta terlebih dahulu

Aku sangat senang menggamabr vignet yang baru aku gemari. Aku kira itu sama dengan seperti dengan gambar mind mapnya milik Tony Buzan. Mungkin aku bisa meggamar cita-citaku di sebuah kertas vignet.Sederahan sekali membuatnya dnegan menggunakan pen yang berwarna hitam dengan tinta.Pertama bisa gunakan pensil terlebih dahulu sebagai sket dan kita bisa menggunakan pulpen atau spidol jika mau. aku juga mmeikirkan bagaimana kalua menggamar dengan photosop. aku kira itu uga tidak akan susah .

Kalau Tony Buzan menggambarkan mengenai apa yang kita harus jabarkan dalam satu topik namun kalau vignet lebih ke sisi estetika saja. Dimana gambar harus penuh di atas kertas. Kalau ada ruang kosong bisa diisi oleh gamabar dekoratif biasanya adalah
Au menggambar dengan benda matisaja karena dengan menggambar mahluk hidup aku nanati khawatir karena berdosa. AKu bisa menggambar bergabai benda mati seperti kapal terbang, kapal lautdan banyak hal yang lain yang aku bisa menggambarkan. ‘kalau terpaksa mengambar tanpa wajah saja biar aman .
Aku akan mengambar walaupun wadah untuk vignette memang tidak ada yang ada hanya kit bisa masukkan dalam blog saja.
Pernah khawatir bahwa vignet dipakai menjaid gambar tatoo. Kau pikir ini seperti man behind the gun saja. Kalau aku sih hanya mau nyeni saya atau mau berkaya dalam bidang seni. Saya tidak pernah menganjurkan orang untuk merajah atau mentato tubuhnya. Mereka yag merajah atau mengubah ciptaan akan menjadi dosa.
Aku pikir dengan menggamabr sebuah vignet atau poseter akan membuat saya menjadi lebih rajin untuk menulis.
Hanya saja beberapa poster atau vignet yang akan saya kerjakan mmebuat saya khawatir malah perhatian teralihkan menjadi menggambar vignet tetapi aku ira . AKu harus tetap fokus pada tujuan untuk menulis novel sebanyak mungkin yang akan mmebuatku mendapatkan penghasilan yang layak selain daripada menjadi dosen yang birokrasinya lebih ribet. Kalau menulis kita tidak pelru birokrasi hanya saja saya harus berusaha sekeras mungkin untuk menulis. Aku harus tetapkan bahwa setidaknya saya harus tiga jam untuk menulis.

Idea Storm

tornado-308896_640

Kita seinrg mendengar brainstorming suatu metode untuk memecahkan masalah dengan banyak mengeluarkan berbagai ide dan mengelola apa yang paling mungkin untuk kita cari solusinya dengan mempertimbangkan keadaaan. Seringkali solusi akan kita dapatkan setelah melakukan brainstorming tersebut.
Kalau kita seringkali mandek dengan ide dan banyak penulis terutama penulis muda yang merasa mandek ketika mereka tidak menemukan ide. Bagi yang tidakmenemukan ide karena merasa hal-hal yang ia temui sudha orang temukan.
Penemuan ide tersebut seringkali pada saat menulis. KIta mau mengarahkan menulis ke mana dan ini membuat kita seringkali ragu. Belum juga ada ide untuk menulis yang  lain. Mungkin kalau seorang yang pro pasti mengetahui untuk mentasi hal ini.Merek pastinya akan menulis yang menurut mereka seleaikan terlebih dahulu.
Kalau mereka tidak selesai maka mereka tidak terpengaruh dengan hal itu karena mereka harus menyeelsaikan terlebih dahulu. Terus terang saja semuanya menjadi menarik karena mungkin tujuan menulisku adalah menghibur. Yah, menulis tersebut bisa menghibur diri kita sendiri, Dengan kekasuaan yang ada di jari kita kita bisa menentukan nasib dari tokoh yangm kita kreasi dan mereka tidak protes dan selebihnya yang saya bhas menulis itu menghibur.
Idea strom ini harus kita hadapi dengan teanng dan saya memang menulis ide-ide yangsaya dapat dalam coetan dan saya juga tidak tahu mau dikemakan coretan tersebut. Suatu saat kalau coretan tersebut saya akan pakai jika saya merasa ehilangan ide. Ini bagus  mungkin untuk menampun idea yang terlau banyak.Dari kertas bekas ini kita kumpulkan dalam map atau kita lubangi dengan punch holder dan kita simpan dalam arisp. Ketika pekerjaan kita selesai maka kita bisa kerjakan ide-ide yang sudha tersimpan dengan rapi. Begitu selesai maka kertas tersebut bisa dirobek atau dibakar atau dibuang saja.

Tetapi permaslahannya saya tidak sempat. Kini saya banyak kerjaan untuk meneliti masalah keuangan dan statistik dan membuat laporanpun belum selesai. Belum juga kursus bahasa Arab yang saya tidak ikuti. WAaah saya belum bisa mengatur banyak waktu ini.

Photo by : Pixabay

Mengetik lewat smartphone

Aku pikir mengetik di smartphone merupakan salah satu solusi untuk mentgatasai kesibukan yang super sibuk. Batyangkan kita di transportasi ke kantor ajaminimal kita gunakan dua jam. Kalau kita diam saja apa yang kita kerjakan tetapi kalau menggunakan smartphone kita bisa mengetik dan bahkan menghasilkan satu cepren.
Tetapi smartphone memiliki kelemahana yakni kita mengetiknya bisa belepotan dan agak lama( masih mending sih bisa mengetik daripada cuma dalam imajinasi saja)
Kita tidaki bisa menulis dalam otak sama seperti orang yang sudah pro.Orang yang pro menyebutkan bahwa mengteik itu seperti halnya ngeprint yang filenya tersimpan di otak .
Wah kalau seperti itu saya juga tidak mau karena seringkali catatan tersebut justru menyetrum saya untuk nerkarya dan mendorong saya untuk menulis. sayatidak maumenghafal atau tidak mau repot untuk menghafal sedangkan saya menghafal yang wajib saja malas.
Tetapi memnag repotnya kalau menulis terlebih dahulu kita terpaku padaide tersebut yang kadang membuta kita berpikir inside the box bukan out the box. soalnya katanya zaman sekarang orang harus berpikir dari out the box. Membuat sesuatu yang lain dari yang lain.
Untuk itulah saya berpikir untuk kembali lagi di depan kompuetr yang sbeelumnya kerangka nya saya tulis atau oret-oretan di kertas bekas. Aku simpan sajanantinya oret-oretan yang berharap itu aku kerjakan.
Seperti beberapa hari yang lalu saya menemukan tulisan mengenai Erdogan. Aku harus menyelsaikan tulisna tersebut pikirku karena aku sudah capek membuat kerangkanya.
Tentu saja, aku akan konsisten untuk mneyelsaikan yang akan saya buat.

menambah konflik di novel

Kalau cerita lurus rasanya mungkin biasa saja. Unfortunately, semua cerita tidak ada yang lulus dan kita harus menelusuri jalan yang berbelok. Kadnag jalan itu harus kembali lagi ke tempat yang semula.
tentu banyak sekali varian-varian cerita yang kita alami.
Mungkin setiap orang mempunyai kesamaan ketika bekerja di tempat perusahaan terkenal dariuniversitas sama dan tahun wisaudanya yang sama tetapi pastinya jlnnya berbeda-beda antara satu dengan yang lainnya. Ada yang lancar-lancar saja menempuh jalan ada juga yang terlambat untuk menempuh jalan pasti berbeda. Kalaupun sama-sama mengajukan skripsi dengan dosen yang sama dan ujian yang sama pasti berbeda juga. Bisa jadi perbedaan itu dari judulnya atau tempat penelitiannya.
Bisajadi dari latar keluar. Mungkin mereka mempunyai dua orang tua yang mash lengkap tetapi bisa saja mereka mempunyai orang tua yang berbeda profesi.
Sama sekali tidak ada jalan yang sama. Kalau di sebuah cerita memang kita bisa menggambarkan betapa sulitnya orang yang meraih kesuksesan memang bukan pekerjaan yang mudah untuk meraih sukses.Karenanya tidak ada orang yang sukses.
Tetapi pada akhirnya orang tersebut nantinya akan sukses setelah berlelah-lelah. Atau sukses tersebut sama sekali tidak pernah terjangkau.Artinya orang tersebut menderta hinggaakhir hayatnya. Walau ceritaseperti ini tidak disukai oleh para pembaca namun ada juga yang menulis seperti ini.
Nah kalau jalan ceritanya meniru dari cerita yang lain jelas saja cerita tersebut klise. Memang cerita adalah dunia yang klise karena seteah berakit rakit ke hulu berenag kemudian artinya susah lalu menjadi sukses kemudian . Tetapi dengan cerita yang mirip dengan cerita lain kita akan dituduh klise walau kita bukan seorang plagiat tetapi plagiat dalam masalah cetakan cuma kita tambahkan bumbu-bumbu saja di dalamnya.
Inilah yang membuat novel atau ceirta bagus seperti masakan yang bumbunya cukup dan bahan-bahannya cukup sehingga rasanya menjadi nikmat.Tetapi tentu saja tidak memasukkan bumbu yang banyak agar cerita gak keasinan sehingga si pembaca sama sekali tidak bisa menelan bacaan kita.

Menulis Novel Ala Diary

submarine-560945_640

Beberapa saat lalau saya berpikir untuk menjadikan diary sebagai bahan untuk tulisan novel. Saya sudah melihat beberapa novel dari diary ternayat sukses sekali seperti novelnya Andrea Hirata Laskar Pelangi. Tentu saja saya tidak akan meniru cara atau menulis ala Andrea HIrata sebaba saya inibukan orang yang sesukses Andrea Hirata.
Andrea Hirata meski dengan kketerbatasan ia sukse. NAmun saya yang dibilang golongan anak pegawa negeri. Uang sekolah da uang saku gak pusing namun saya pada saat ini belum mencapai raihan seperti halnya Andrea Hirata.
Tetapi bukan tidak mungkin saya akan lebih sukses dari Andrea Hirata. Kalau soal itu yah mungkin usaha dan takdir saya kalau menaid sebagai seorang penulis yang sukses.
Tetapi setiap orang pasti mempunyai cerita yang layak di ceritakan hanya saja orang tersebut tidak bisa mengolah cerita tersebut. Ibarata semua cerita adalaha bahan mentah yang bisa kita olah dengan bumbu yang enak dan cara memasakanya juga yang enak.
Perihal sederhana saja nantinya akan kita buat menjadi enak dengan pesan-pesan moral yang ada di dalamnya. Bukan pesan-pesan moral yang malah merusak anak bangsa maka jadi rusak isi novel tersebut.
PAda saat ini saya kana merencanakan dan saya sudah hafal isi dari maksud novel saya dan saya tidak menggunakan pengembangan kerangka seperti yang sudah saya lakukan sebelumnya tetapi saya menggunakan pikiran alur yang jalan seperti sebuah diary. Akan saya tulis yang saya ingat terlebih dahulu. Saya mau mencoa 500 kata sehari saja nanatinya saya akan bisa mengembangkan kata-katanya lebih banyak lagi.
Mudah-mudahan ini saya bisa karena saya sudah mencobanya dan satu gagal sedangkan novel yang lain mengenai perang Galipoli masih di garap.Kuncinya kalau seperti ini seprti perang di dalam kapal selam. Eeeh sok tahu kayak sudah pernah masuk kapal selam saja apalagi berperang. Pasti kita tidak tahu mau kemana saja

sumber photo: situtunga

Saya ingin memasarkan cerpen saya

setelah setahun atau tiga bulan ini saya insentif menulis novel, saya berpikir perlu kiranyan untuk mmepromosikan diri sebagai penulis cerpen di media-media cetak.Kalau media onlina sih sudah sejak setahun alau di kompasiana. Saya menghasilkan beberapa cepren yang terus terang saja belum menghasilkan pembaca yang setia.
Di kompasiana di rubrik fiksiana saya juga sering membaca cerpen-cerpen orang lain yang bagus-bags kadang saya kira itu seatara dengan penulis cerpen di media cetak.
Tentu saja saya mau mmebuktikan untuk mendapat tempat di media cetak karena saya akan menjadi terkenal (eeeh bukan maksudnya gitu maksudnya mendapat penghasilan yang layak dari menulis). Saya kira dengan menghasilkan cerpen di media saya bisa menarik nama saya atau mengerek nama saya menjadi seorang peulis yang baik.
Tentu saja nantinya cerpen-cerpen saya akan menjadi modal saya untuk mengadu nasib di media buku. Mungkinkah penerbit buku akan tertarik pada cepren yang ditulis oleh cerpen yang mempunyai tempat di media cetak. Saya rasa ada benarnya saja. Tetapi kalau tulisna buku kita jelek dan tidak sama dengan cerpen kita yang di media tentu saja penerbit tidak akan menerima buku kita.
Kalau demikian kita harus mempunyai kulitas yang sama anatara cerpen yang kita tulis di media dengan cerpen yang kita tulis untuk penerbit. oh ya lebih tepatnya novel karena para penerbit pada saat ini jarang menerima kumpulan cerpen kecuali untuk cerpen anak-anak. Sekitar bulan lalau saya sudah mengirimkan naskah cerpen untuk anak-anak. Mudah-mudahan mendapat ati di anak-anak.
Memang sangat penting bagi saya untuk mengirimkan cerepen ke media.
Saya kira nanatinya saya akan memperkenalkan diri sebagai seorang penulis fiksi yang terkenal dan karenanya saya harus mempromosikan diri di media cetak. Saya harus membuta tekad misalnya smeinggu saya harus kirim cerpen atau dua mingu.Mungin ini akan membuat saya disilin. Karaena tersu terang saja banyak kerja saya yang terbengkalai karena bais nulis mau pindah yang ke lainnya yang membuat saya tidak fokus karenanya saya mau fokus dulu baru menyelesaikan penulisan yang lain.

Menulis NOvel lagi

 

Seolah sayai kebanyakan ide dan ingin menulis dan menulis lagi dan lagi seperti ide tersebut kalau diomongkan pasti akan mengeluarkan kata-kata yang banyak sekali. SAya mempunyai niat untuk membeli atau mencari software yang bisa merubah suara menjadi kata-kata. Artinya saya tidak perlu lagi untuk menulis di kompuetr ama-lama paling-paling saya hanya membutuhkan edit seperti yang saya tulisan di blog sebelumnya.

Kali ini ide saya adalah  menulis mengenai eorang penulis yang mempunyai kemampuan untuk mengutuk orang lain. Sebanrnya rang tersbeut tidak mengutuk orang ddengan menuis. Ia hanya menulis saja namun kejaida aneh terjadi setelah ia menerbitkan tulisannya.

Ia sendiri binggung dengan hal itu. Lalau ia menjadi passif untuk menuis dan ia tidak mau lagi menulis. detektif SYamsun dikerahkan untuk hal ini beserta dua orang asistennya bernama Al FAruq ia membongar kjahataan seperti ini.

Akirnya terungkap bahwa si penulis tersebut mmepunyai kembar yang sngat jaat yang mewakili dari si penulist tersebut. USaha Syamsun sangat sulit sekali namun ia tidak menemukan.

Hal itu sepertinya kebetulan saja namun hal itu justru tidak mengenakkan baginya. Ia tidak mau menjadi orang yang membenci orang lain dan bahkan menecelakaana orang lain. Ia inginnya hidup ini tenang saja.

Tawaran demi tawaran berdatangan. Ada yang memeberikan tawaran royalty 50% dari penjualan buku kalau ia memberikan naskah tersebut. Ada juga yang menawarakan untuk saham dari erusahaan penerbitana, Ada juga yang mau mmembayar untuk mendapatkan hak ekskluif dari penayangan novel tersbeut dan lain-lain.

Bagi RIdho dirinya memang ingin menjadi penulis terkenal namun kalau mengobrnakan semua orang maka itu sama saja dengan  membuat orang menderita dan ia sama sekali tidak menginginkan hal itu.

Kemudian dia mencari beberapa inspirasi dan menanyakan kepada Pa Ustad yaitu UStadz Tanjung yang erkena tersebut dan ia mendorong agar RIdho tidak terlalu menyambung-nyambungan suatu peristiwa dnegan peristiwa lainnya karenanya namananya tathayur dn itu berdosa dan menuju ke Syirik.

Kemudian ia samapia bertemu dnegan ibunya di dalam mimpi. Ibunya berweajangan ntuk meneruskan pekerjaan. Bukankah pekerjaan untuk menjadi penulis terkenal adalah cita-citanya sejak dul.Ia tidak bleh mundur.

Duu ia ingta dnegan ara PNS yang selalu tidka puas dengan gaji yang diberikan presidne Suhartoterutama bagian III kebawah. Mereka hanya menerima sedikit saja dan kadnag kurang untk belanja. Yah Ridho hars bernani dan memastikan ia akan mencetak novelnya tersebut.

Dua tanggal Merah

Kemarin dan hari ini adalah tanggal merah Tetapi tentu bukan tanggal merah bagiu yang usdah berkomitemn untuk menulis kecuali hari minggu saja. Saya tidak pernah berhenti menuis karena itu jusrulah yang menghiurku. Tetapi pada saat ini saya kebanyakan bagian mengedit yang tentu saja masih masuk dalam kategori menusli.
Kalau kita menulis tersebut tanpa mengedit maka tulisna kita akan amburadul. Kita ini mungkin bisa terbebas dari segala kesalahan dalam mengeja tetapi bisa adi kita mempunyai kesalahan dalam kalimat tersebut. Apakah kalimat tersebut sudah sesuai dengan EYD atau Ejaan Yang Disempurnakan.Kalau belum maka kita betulkan dan juga ada bentuk kalimat. kalau damalma bahasa Indonesia harus ada pola SP atau Subyek dan Predikat.
Dalam mengedit juga saya juga menambah cerita yang saya kira ada masalah missing link anatar cerita ini juga tidak kalah penting. ada beberapa tokoh yang namyana beda padahal orangnya sat.Untuk itu saya samakan saja agar pembacaku tidak kebingunan.
Tentu saja saya ibur menuis apalagi nanti kalau 10 hari terakir romadhon maka saya hentikan menuis dan kegitan lainnya dan pasa sehari lebaran langsung tancap gas untuk menyelesaikan beberapa persoalan yang saya harus kerjakan.
Sekitar 4 novel saja saya selesaikan dan dua yang sama sebeanrnya namun yang diedit ar satu dan itu juga masih sekitar 15% pekerjaan edit.Nanatinya akan diedit mendalam dan saya harapan saya novel tersebut akan mendapatkan hati di peerbit dan juga pembaca sehingga saya meras pekerjaan sya selama ini menjadi berguna.
Di samping mengedit saya juga tetap untuk menulis detektif mengenai konspirasi dan saya akan menulis dalam novel yang tidak banyak-banyak saja agar karya saya menjadi masterpiece.
Saya jadi tertarik dengan Micahel Crichton seorang professor yang suka menulis novel dan sayaingin sepertinya. Saya juga seorang dosen dan ilmuwan dan membuat banyak penelitian dan saya juga akan menuliskan masalah

Baca Juga :

Mengedit dan Mengimajinasi Tulisan

Tidak Perlu Kerja seharian

 

 

Dengan mind map lebih cepat

Anda mengalami saat menulis.Hal itu karena anda tidak siap sehingga anda bengong di depan laptop and asendiri. Kalau dengar musik anda pasti jadi lebih mendengar musik dan and jadi lupa untuk menulis.Akhirnya tiga jam habis karena main game saja .
Untuk itu sebelum menyalakan laptop kita haurs menetapkan mau ngapain neh kite? Yah kalau mau nulis sudah harus siap dengan bahan-bahan yang kita tulis jangan mau nuis kita mikir terlebih dahulu. Setelah itu baru kita bisa mengetaik dan menekan huruf hufur yang ada di keyboard.r.
Untuk mempercapat cara saya menulis saya menggnakan mind map. Mind map tersebut mengembangka cerita kita ke dalam banyak hal. Tadi saja saya menyeelsakan satu tulisan dalam waktu sekitar lima menit karena mind mapnya sudha saya gambar terlebih dahulu tadi malam. Pembuatan mind map ini lebih memakan waktu.
Tetu saja saya juga menulis lebih cepat bahan dari menulis jurnal karena  daripada saya menulisnya di atas komputer karena saya tidak menulis mind mapnya terlebih dahulu saya sudah menaruh mind map di kepala yang kadang lupa untuk saya panggil terlebih dahulu.
Saya pikir cara midn map ini bagus. Dari satu ide kata msalnya kata kapur berapa kata yang harus bisa kita tulis. Pertama kita buat dulu apa itu kapur? dari sini saja kita bisa menghasilkan ratusan lembar halaman kemudian dari mana kapur tersebut. Kita bisa menceritakan asal kapur dari mana dan semuanya bercabang untuk melukiskan kata kapur saja.
Apalagi kalau cerita-cerita yang lainnya.Saya mungkin akan menggunakan mind map.
Tentu saja mind map ini harus dipakai karena kalau kita tidak lihat sama saja kita menulis di dalam kepala kita. Ada kalanya kita lupa kalau banyakpekerjaan seperti saya seperti arus mengajar,meneliti, abdi masyarakat dan lain-lain.

Target Tulisan 5000 kata perhari

Sulit sekali untuk menanamkan ebiasaan apalagi kalau kebiasaan tersebut bukan berasal dari hati yang dalam. Seperti menulis jurnal. Apa sih untungnya menulis jurnal dan di bawakan atau diposting ke blog. Kalau ada yang mau membaar jurnal kita itu past orang gila.
Terkecuali, kita orang yang terkenal seorangpenulis yang terkenal maka ada yang akan mau mmebeli jurnal kita dan saya yakin itu.
Sebeanrnya banyak sekali manfaat menulis jurnalselain belajar menusli.
Balik kembali hal yang saya lakukan. Krena cerita sudah ada di pikiran rasa-rasanya saya ingin cpeat mengakhiri untuk menulis novel atau menamatkan bukan berhenti menulis. Saya pernah mematok target 5000 kata dalam sehari yang artinya tiga hari lagi saya akan selesai pada tulisan novel saya yang sudah berjumlah 25000 kata tetapi ternayta saya bisa menyelesaikan sekitar 2000-25000 kata perhari dan rasanya mandekwalaupun tidak mandek sama sekali. Kata-kata tersebut diperasa dari pikiran dengan mengambangkan paragraph dari permmasalahan yang saya utrakan.
Tentu saja saya mengorbankan waktu untuk menulis yang lain. Alhamdulillah ,penelitian saya selesai namun target sya tidak bisa selesai mesi saya kerja pagi siang malam.
Saya mengealuasi mungkin ada pekerjaan saya yang belum selesai hingga erat sekali bagi saya menyelsaikan novel.Saya ingin mempublish novelitu segera karena saya selama ini kerja belum kelar-kelar. Saya ingin membuat suatu novel dan tentu saja menghasilkan uang.
Kalau mengharapkan gaji seornag dosen untuk apa karena saya tidak bisa menghasilkan yang bayak. Dengan menuis novel inilah saya akan bisa untuk mendapatkan hasil yang memuaskan.